Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 11 Permintaan Nenek


__ADS_3

Kantor Utama Buwana Group


Shaka kembali ke ruangannya setelah menyelesaikan meeting sekaligus makan siang bersama rekan kerjanya.


Shaka yang merasa sedikit letih dan kurang tidur itu kembali duduk di kursi kejayaannya sambil memijit pelipis matanya.


Setelah selesai bertemu dengan rekan kerjanya dan membahas masalah pembangunan cabang hotel mereka yang baru, rekan kerjanya itu memutuskan untuk kembali ke London, Kevin pun turut mengantarkannya ke bandara.


Drrtt..


Ponsel Shaka bergetar menandakan ada panggilan masuk.


"Apa apa?" Tanya Shaka datar saat menerima telpon.


"Apa? Baik saya akan segera pulang!" Ucap Shaka menutup telpon lalu kemudian langsung bergegas pergi.


Amira pun bergegas pergi meninggalkan rumah Shaka saat teringat dengan kondisi kandungannya. Amira pun mengingat ponsel nya yang di titipkan pada Salsa. Akhirnya Amira memutuskan untuk pergi ke rumah Salsa dulu.


"Amira.. Kamu dari mana saja? Apa kamu baik- baik saja?" Tanya Salsa saat mendapati Amira berada di depan pintu rumahnya.


"Aku baik Sa, maafkan aku sudah membuatmu cemas". Jawab Amira.


"Masuk lah!!" Ucap Salsa.


"Amira kemana kamu semalam? Kenapa habis dari toilet kamu tidak kembali? Apa terjadi sesuatu padamu? Kenapa kau tidak pulang semalaman? Mama dan Papa kamu menelpon kamu berkali-kali, aku mengangkatnya dan memberitahu mereka kalau kau menghilang. Mereka begitu cemas Amira. Kamu dari mana saja?" Tanya Salsa.


"Maakan aku Salsa, semalam setelah aku minum minuman yang di bawahlan pelayan, aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku, jadi aku pamit ke toilet. Di saat aku berjalan menuju toilet tiba-tiba aku bertabrakan dengan Shaka Buwana, kepalaku tambah pusing, seperti melayang-layang. Abis itu aku sudah tidak ingat apa-apa lagi, setelah aku bangun aku kaget ternyata Shaka Buwana membawah aku ke rumahnya, dia menolong aku karena aku pingsan di hadapannya". Ucap Amira menjelaskan.


"Apa? Kamu pingsan di hadapan Shaka Buwana? Dan dia juga membawah kamu ke rumahnya?" Tanya Salsa dengan mata yang membulat sempurna.


"Iyaa.. Memangnya kenapa sih? Kenapa kamu kaget mendengar nama Shaka Buwana yang menyelamatkan aku?" Tanya Amira heran.


"Amira.. Kamu nggak tahu siapa Shaka Buwana itu? Dia CEO terkenal di Jakarta. Dia punya banyak cabang perusahaan di mana-mana bahkan sampai di luar negeri, dia sering muncul di TV dia pengusaha sukses Amira". Ucap Salsa menjelaskan.


Amira memang jarang menonton acara-acara di televisi dan mengikuti kehidupan para artis dan pengusaha-pengusaha besar, makanya tidak heran jika dia tidak mengenal Shaka Buwana.


"Tapi.. Tunggu kamu bilang abis minum minuman yang di bawahkan pelayan kamu langsung merasa pusing? Aku curiga sepertinya semalam ada yang mencoba mengerjaimu dengan mencampur sesuatu di minuman kamu". Ucap Salsa menebak.


"Iyaa.. Tapi siapa?" Tanya Amira masih bingung.


Salsa pun tersentak dan mengingat kalau dia melihat Safa dan teman-temannya juga datang di pesta itu.


"Sepertinya aku tau siapa yang mengerjaimu semalam". Ucap Salsa dengan menyipitkan matanya.

__ADS_1


" Siapa?"


"Aku melihat Safa dan teman-temannya juga datang ke pesta itu. Aku yakin ini pasti ulah Safa siapa lagi kalau bukan dia, selama ini dia sangat membenci kamu apa lagi setelah tau kamu pacaran sama Genta dia cemburu makanya dia pasti lebih nekat lagi". Ucap Salsa meyakinkan


"Iyaa tapi kita nggak boleh asal menuduh.. Sudahlah yang pentingkan baik-baik aja. Salsa sebenarnya aku ke sini untuk mengambil ponselku".


"Baik lah ini ponselmu, gimana kalau aku temenin kamu ke rumah sakit". Ucap Salsa sambil menyerahkan ponsel Amira.


"Nggak usah Sa, aku pergi sendiri saja. Lagi pula aku sudah merasa baikan kok". Ucap Amira


" Kamu yakin, nggak mau aku temenin?"


"Iyaa nggak apa-apa, aku pergi dulu ya Sa". Ucap Amira lalu pergi.


Dengan segera Amira pergi ke rumah sakit. Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya Amira sampai di rumah sakit. Amira pun mendaftar lalu mengantri. Setelah cukup lama mengantri Amira pun di panggil.


"Amira, lain kali kamu harus hati-hati, jangan terlalu percaya dengan orang, lihat ada yang berani mencampurkan obat tidur diminuman kamu, untung saja kadungan kamu baik-baik saja, kamu harus menjaga kandungan kamu baik-baik karena kalau sampai hal ini terulang lagi, bisa fatal nantinya". Ucap Dokter Sahara mengingatkan.


"Iyaa dok, aku juga nggak tau siapa orang yang tega mencampur obat tidur di minuman aku".


" Yah sudah saya kasih kamu vitamin kamu minum di malam hari, ingat kamu harus hati-hati".


"Iyaa dok. Makasih ya dok, emmm.. Dok.. Kalau boleh jangan sampai Papa Mama tau ya, aku cuma takut mereka cemas". Pintah Amira.


Dokter Sahara adalah dokter kandungan Amira. Dokter Sahara juga tau masalah Amira. Itulah sebabnya Dokter Sahara sangat dekat dengan Amira.


Amira pun segera pulang, sesampainya di rumah Mama dan Papa nya sudah menunggu Amira di rumah.


"Amira! Kamu dari mana saja nak? Kenapa kamu nggak pulang semalaman?" Tanya Riana lalu kemudian memeluk Amira.


"Aku nggak apa-apa Ma, semalam aku pingsan di toilet lalu ada seseorang yang menolong aku, karena orang itu tidak tahu rumah aku di mana jadi dia membawah aku ke rumahnya untuk di obati". Jawab Amira sedikit berbohong.


Amira tidak memberitahukan yang sebenarnya pada orang tuanya karena Amira tidak mau mereka tambah khawatir. Sebelumnya juga Amira sudah berpesan pada Salsa untuk tidak memberitahu orang tuanya dulu, jadi orang tuanya tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya dan siapa yang menolongnya karena kalau Papanya tau, pasti Papanya akan mencari tahu dan memberi pelajaran kepada orang yang sudah mencoba mencelakai putrinya itu.


SISI LAIN DI KEDIAMAN RUMAH KELUARGA BUWANA


"Di mana nenek?" Tanya Shaka pada Dody saat baru memasuki rumahnya.


"Nyonya ada di kamarnya tuan muda" Jawab Dody sembari membungkukan badannya.


Shaka pun bergegas menuju kamar Emely yang berada di lantai dasar, posisinya tak jauh dari kamar tamu yang di tempati oleh Amira.


"Nenek apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Shaka cemas saat baru saja memasuki kamar neneknya.

__ADS_1


"Aku sudah tak apa, Dokter Haris sudah memeriksa dan memberiku obat". Jawab Emely yang tengah berbaring lemah di atas ranjang.


" Kenapa itu bisa terjadi nek?" Shaka duduk di tepi ranjang sembari menggenggam tangan Emely.


"Aku tak tau pasti namun tiba-tiba kursi roda ku hilang kendali dan berjalan dengan sendirinya hingga ke tepi telaga, untung ada seorang wanita yang menyelamatkan nenekmu ini Ka". Jelas Emely yang ikut menggenggam tangan Shaka.


"Wanita? Apa yang nenek maksud salah satu pelayan di rumah ini?" Tanya Shaka mengerinyitkan dahinya.


"Aku lupa menanyakan siapa namanya, yang jelas dia bukan pelayan di sini, karena dia tidak memakai seragam dan aku pun tidak pernah melihatnya di rumah ini".


Shaka yang mendengar penjelasan neneknya itu hanya diam. Dia tengah berfikir siapa wanita yang di maksud neneknya itu.


"Yang jelas wajahnya sangat lembut dan cantik". Tambah Emely lagi.


Mendengar penjelasan nenek nya, Shaka sontak terbayang wajah Amira, dia pun langsung teringat pada Amira yang di tinggalkannya sedari tadi di kamar tamu. Shaka meninggalkan Emely tanpa sepatah kata pun, lalu ia membuka pintu kamar Amira dan melihat ruangan itu sudah kosong. Shaka berteriak memanggil Dody.


"Apa kau tau siapa yang menyelamatkan nenekku?" Tanya Shaka pada Dody.


"Dia adalah wanita yang menginap di sini semalam tuan muda".


" Lalu di mana wanita itu sekarang?"


"Begitu mengantar nyonya ke kamar dia langsung pergi begitu saja tuan muada". Jawab Dody.


Shaka tampak berpikir ke mana gadis itu pergi dan di mana rumahnya. Dia baru teringat dengan anak dari rekan bisnis nya yang menikah tadi malam. Dia menelpon rekan bisnisnya itu dan bertanya di mana tempat tinggal Amira. Untung saja dia tau nama Amira, karena saat Amira pingsan dia melihat kartu identitas diri Amira dan membaca nama lengkapnya di sana, namun sudah tidak sempat membaca alamatnya.


Ayah Mery pun menanyakan tempat tinggal Amira kepada anaknya Mery. Setelah tau di mana tempat tinggal Amira, Shaka kembali ke kamar neneknya yang tadi dia tinggalkan begitu saja.


"Kamu kenapa Ka? Kenapa kau jadi tergesa-gesa begitu?" Tanya Emely yang mencoba bangkit dari tempat tidur.


"Aku tak apa nek, nenek istirahatlah jangan banyak bergerak". Ucap Shaka sembari kembali membaringkan tubuh Emely.


"Ka tolong temui wanita itu, aku ingin bertemu dengannya lagi. Aku bahkan belum memberikan apapun padanya sebagai tanda terimakasih karena sudah menyelematkan nyawaku". Pintah Emely sembari meraih tangan kokoh Shaka.


Shaka walaupun terkenal sangat dingin dan terkesan sombong, namun dia tak pernah membantah ucapan Emely, karena sedari Shaka kecil Emely lah yang selalu merawat dan menemani Shaka bermain, karena kedua orang tua Shaka selalu sibuk mengurus kerjaan bisnis keluarga mereka, sehingga tak pernah meluangkan waktu untuk Shaka. Hal seperti itu terjadi sampai orang tua Shaka meninggal akibat kecelakaan mobil.


"Nenek tenang dan istirahatlah, aku akan menemuinya dan membawahnya ketemu dengan nenek lagi". Ucap Shaka sembari mengusap ujung rambut neneknya yang tengah berbaring lalu kemudian pergi dari kamar neneknya.


Shaka pun menaiki anak tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua, Shaka merasa begitu letih karena kurang tidur.


Shaka melirik jam tangannya yang menunjukan pukul 17.00 sore. Dia memutuskan untuk mandi agar penat yang dia rasakan sedikit berkurang.


Setelah mandi Shaka membaringkan tubuhnya yang proporsional itu di ranjang mewahnya, dan memilih menghabiskan waktu sorenya untuk tidur. Karena sebentar malam dia akan mengunjungi Amira.

__ADS_1


__ADS_2