Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 144 Lamaran


__ADS_3

“Wah rupanya sedang ada acara kumpul-kumpul ya,” ucap Salsa yang mendadak muncul di tengah-tengah mereka.


“Sepertinya ada yang ketinggalan berita nih,” cetus Amira menatap Salsa dengan tatapan tak biasa.


“Memangnya ada berita penting apa?”


Amira pun meraih sebuah test pack di nakas, lalu menyerahkannya pada Salsa.


“Test pack siapa?” Tanya Salsa dengan dahi mengkerut melihat test pack di tangannya.


“Test pack kakak,” jawab Yura kemudian.


“Hah benarkah?” Wajah Salsa kini nampak sumringah.


“Apa raut wajah ku ini ada kebohongan?” Yura tersenyum dan balik bertanya.


“Aaaa selamat kakak,” Salsa pun melangkah dan menghampiri Yura lalu memeluk tubuhnya dengan erat.


“Hei pelan-pelan, jangan memeluknya terlalu erat nanti bayi nya bisa sesak nafas,” sergah Reza membuat Salsa sontak melepaskan tautan tubuhnya dari Yura dan menatap Reza dengan tajam.


“Mana ada sesak nafas, yang di peluk kan tubuh kak Yura bukan perutnya,” jawab Salsa tak terima.


“Iya tapi sama saja, pelukannya itu pasti bisa mengganggu anakku di dalam sana,” ucap Reza tak mau kalah.


“Sudah sudah jangan bertengkar lagi, lagi pula aku tidak apa-apa kok Za,”


“Tu kan, dengar apa kata kak Yura, weeekkk,” Salsa menjulurkan lidah ke arah kakaknya.


“Kau…”


“Sudah dong Za, kayak anak kecil aja deh,” sergah Yura kemudian.


Reza dan Salsa memang selalu seperti itu, sering berdebat hanya karena hal-hal kecil, namun di dalam hati mereka masing-masing saling menyimpan kasih sayang yang begitu besar.


“Oh ya, aku juga punya kabar gembira untuk kalian semua,” ujar Salsa setelah selesai meledek kakaknya.


“Kabar gembira apa?” Tanya Amira tampak antusias.


“Kabar gembiranya adalah, ini,” jawab Salsa sembari menunjukkan cincin berlian di jari manisnya.


Melihat itu Amira dan Shaka pun mulai mengerti, namun berbeda hal nya dengan Reza dan juga Yura yang tidak tau apa-apa.


“Cincin dari siapa itu?” Tanya Reza mulai membuka suara.


“Ekhem…” Shaka berdehem dan spontan mendapat tatapan dari Reza dan juga Yura.

__ADS_1


“Jadi kau belum tau yang sebenarnya?” Tanya Shaka menatap Reza dengan tatapan tak biasa.


“Sebenarnya apa?”


“Jadi, Kevin sudah berhasil membuat adikmu ini jatuh hati, mereka sudah berpacaran selama 4 tahun ini, dan cincin itu adalah cincin pemberian Kevin, alasan kenapa Kevin menyematkan cincin itu di jari manis adikmu, biarlah Salsa yang menjelaskannya, aku takut salah menduga, tapi aku berharap dugaan ku ini tidak salah,” jelas Shaka dengan senyuman yang tampak merekah.


Reza dan Yura sama-sama tercengang mendengarnya, bahkan Yura pun menutup mulutnya yang sedikit menganga saking terkejutnya.


“Sa, coba jelaskan padaku,” cetus Reza antusias, karena sebenarnya dia tak tau menahu tentang hubungan adik dan sahabatnya itu selama ini.


“Emmm… ja… jadi…” ucap Salsa tersendat-sendat karena ia masih belum punya keberanian untuk mengutarakan ini pada kakaknya.


“Jadi apa?”


“Sayang, jangan menekannya seperti itu, berikan kesempatan padanya agar dia bisa menjelaskannya secara gamblang,” ucap Yura mengusap lembut lengan suaminya.


“Baiklah kalau begitu coba jelaskan pada ku,” kini Reza mulai melunak dan bertanya secara perlahan-lahan.


“Semua yang di katakan kak Shaka itu benar, aku dan Kevin sudah lama menjalin hubungan, dan semalam dia melamar ku secara pribadi, setelah memastikan kalau aku sudah menyampaikan berita gembira ini pada kakak, dia akan datang siang ini juga untuk melamarku secara resmi di depan kak Reza dan juga kak Yura,” jelas Salsa mulai berani mengungkapkan semuanya.


Mendengar itu Reza menatap adiknya itu dengan tatapan tak percaya, dia tidak menyangka, adiknya menjadi incaran sahabatnya itu, bahkan sekarang dia juga tak menyangka sahabatnya itu berani melamar adiknya, Reza tidak menyangka bukan karena tidak suka, melainkan dia begitu syok dan tak habis pikir, dia dan sahabatnya akan menjadi ipar.


“Kenapa kau tidak memberitahukan padaku sejak awal?” Tanya Reza menatap adiknya dengan lekat.


“Iya aku memang banyak tau kartu as si begundal itu,”


“Kak, apa kakak tidak marah? Tolong jangan marah kak, Kevin sekarang sudah berubah, selama 4 tahun ini dia sudah membuktikan kesetiaannya padaku, aku sudah mantap menerima lamarannya, aku dan Kevin saling mencintai kak,” rengek Salsa pada kakaknya.


“Suru dia datang ke sini jam 12 siang, kalau sampai terlambat atau lewat satu menit saja, saya tidak akan menerima lamarannya,” jawab Reza kemudian langsung membelakangi adiknya dan beralih menatap ke luar jendela.


“Baik kak, aku akan segera menghubunginya,”


Salsa pun meraih ponselnya dan berjalan keluar kamar untuk menghubungi sang pujaan hati.


“Za, apa kau akan menerima lamaran Kevin? kalau menurutku, Kevin sudah berubah menjadi lelaki yang setia dan bertanggung jawab sekarang, dia sudah tidak melirik wanita lain lagi selama 4 tahun ini, aku begitu tau karena aku selalu bersamanya setiap hari di kantor,” jelas Shaka mencoba membantu meyakinkan Reza.


Reza menghela nafas panjang, dan beralih menatap Shaka dan tersenyum.


“Aku tau, aku juga sudah tidak pernah melihatnya bermain-main dengan wanita lain selama 4 tahun belakangan, aku bersikap seperti tadi di depan adik ku, hanya ingin memastikan dan meyakinkan diriku, kalau Kevin benar-benar pria yang bisa di percaya dan layak menjadi pendamping hidup adikku,”


“Untung lah, aku pikir tadi kamu tidak akan merestui mereka,”


“Aku tidak mungkin setega itu pada sahabatku sendiri, kedua sahabat yang akhirnya menjadi ipar, aku rasa itu tidak buruk, kita akan sedikit mengerjainya hari ini,” celetuk Reza lalu kemudian tertawa bersama dengan Shaka.


Waktu sudah menunjuk ke angka 11.30 siang, ternyata Kevin datang sebelum waktu yang di tentukan Reza, dia begitu semangat ingin melamar kekasihnya itu di depan calon kakak ipar yang merangkap jadi sahabatnya itu.

__ADS_1


Begitu masuk ke ruang keluarga, semangat Kevin yang awalnya berkobar-kobar, kini menciut saat melihat tampang Reza yang nampak serius.


“Kenapa wajahnya jadi serius begitu? Aku kan jadi gugup, padahal itu hanya seorang Reza sahabat lama ku,” batin Kevin yang nampak kikuk.


“Selamat siang kakak ipar,” sapa Kevin sembari membungkukkan badannya.


“Belum jadi pasangan resmi sudah berani memanggilku kakak ipar, ternyata rasa percaya dirimu ini sangat tinggi ya,” ketus Reza menatap Kevin dengan tatapan serius.


“Sialan, awas saja kau kalau aku sudah berhasil mendapatkan adikmu,” Kevin terus mengoceh dalam hati.


“Hehehe aku akan belajar menjadi adik ipar yang baik, bukan kah belajar menjadi adik ipar yang baik itu bermula dari sebuah panggilan hormat pada keluarga sang calon?” Celetuk Kevin cengengesan.


“Duduk lah, tidak perlu basa basi seperti itu,” ketus Reza dengan wajah serius.


Sementara Shaka yang melihat itu berusaha keras menahan tawanya, melihat wajah Kevin yang seperti udang rebus seperti itu membuat Shaka ingin tertawa terbahak-bahak saat itu juga, namun dia harus menahannya agar bisa berhasil mengerjai sahabatnya itu.


“Jadi hal apa gerangan yang membawa mu ke sini di siang bolong begini, bukan kah bertamu di siang bolong itu tidak sopan?” Tanya Reza saat Kevin sudah mendudukkan dirinya di sofa ruang keluarga itu.


Kevin pun tampak semakin gugup, dia menghela nafas panjang lalu kembali menghembuskan nya dengan perlahan, akhirnya beberapa detik kemudian, dengan mengumpulkan keberanian, Kevin mulai melamar Salsa di depan Reza dan juga Yura sebagai pengganti orang tua Salsa.


“Jadi kau sudah lama berpacaran dengan Salsa adikku, tapi kau memilih untuk menutupinya dari ku selama ini ha?” Reza sedikit meninggikan suaranya.


“Kak, tolong berbicara lah yang pelan, jangan meninggikan suaramu seperti itu, aku jadi tak tega padanya,” cetus Salsa kemudian langsung berdiri menghampiri Kevin dan memegang lengannya.


“Tidak apa-apa honey, aku akan berusaha meluluhkan hati seekor singa ini,” bisik Kevin dengan nada begitu pelan lalu mengusap punggung tangan Salsa yang berada di lengannya saat ini.


“Jadi bagaimana kakak ipar? Apa kau merestui hubungan kami? Mungkin dulunya aku adalah pria brengsek yang suka mempermainkan wanita, kau pun tau itu, tapi semenjak 4 tahun ini, semenjak aku mulai melabuhkan hatiku pada adik mu ini, aku sudah berubah, bahkan aku sudah tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita mana pun selain dengan adik mu, aku benar-benar mencintainya Reza, tolong restui lah kami, bukan kah setiap manusia itu punya kesalahan dan kekhilafan? Dan setiap manusia pasti bisa berubah, seperti halnya kau yang dulunya tidak mencintai Yura dan mengabaikannya hingga membuat dia sakit hati, kini berubah menjadi seorang Reza yang bahkan tidak bisa hidup tanpa Yura,” jelas Kevin panjang lebar yang berhasil membuat Reza bungkam.


“Sialan, bahkan dia berhasil membungkam ku dengan membawa-bawa nama Yura seperti itu,” celetuk Reza dalam benaknya.


Setelah berdiam diri sejenak, dan menghela nafas panjang, akhirnya Reza pun memberi restu dengan menyetujui hubungan Kevin dan adiknya menuju ke jenjang yang lebih serius.


“Baik, lamaran mu aku terima,”


“Benarkah?” Tanya Kevin dengan binar di wajahnya.


“Ya, tapi dengan syarat, kalau sampai kau berani menyakiti adik ku, aku akan kembali mengambil adik ku dan menjauhkan dia darimu ke tempat yang kamu tidak akan pernah tau,”


“Aku jamin adik mu akan bahagia di sampingku, aku akan membahagiakan adikmu dengan cara apa pun itu, kau tenang saja, lalu wajahmu itu rubahlah menjadi sedikit lebih baik, jangan terlalu ketat seperti itu,” tutur Kevin yang tak ada serius-seriusnya.


“Dasar!” Pekik Reza dan melempar bantal kursi di depan wajah Kevin.


Kini lengkap sudah kebahagiaan mereka, Amira bisa melanjutkan studi, menjadi CEO di perusahaan keluarganya dan menjadi istri paling bahagia bahkan tak pernah merasakan kekurangan dan kesedihan walau sedikit pun karena Shaka selalu memberikan apa yang ia inginkan dan membahagiakan dia dengan berbagai cara, begitu pun dengan Yura yang akhirnya mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan, yaitu memiliki sang buah hati, sementara Salsa dan Kevin juga tak kalah bahagianya karena sudah resmi bertunangan 1 minggu kemudian setelah berhasil mengadakan lamaran secara resmi di depan Reza dan yang lainnya.


**TAMAT**

__ADS_1


__ADS_2