Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 25 Ulang Tahun Reza


__ADS_3

Amira tengah duduk terdiam di belakang taman seorang diri. Namun tiba-tiba lamunannya buyar ketika Salsa sudah berada di belakangnya dan menyapanya.


"Amira.. Kau sedang apa di sini?" Tanya Salsa kepada Amira sembari mendudukan dirinya di samping Amira.


"Aku sedang menikmati udara pagi dan melihat tanaman-tanaman cantik di taman ini". Jawab Amira sembari menatap Salsa dan tersenyum.


"Kamu sedang tidak memikirkan sesuatu kan? Kamu jangan banyak pikiran pikirkan juga kesehatan janinmu nanti kalau kamu stres dia juga ikut stres" Ucap Salsa sembari mengusap pundak Amira.


"Iyaa Sa, makasih ya". Ucap Amira sembari mengusap punggung tangan Salsa.


" Oh yaa mir, hari ini aku ada kuliah sore jadi sepertinya aku akan ada di kampus seharian ini kamu nggak apa-apa kan aku tinggal sendirian? Aku juga berencana untuk mau membelikan kado ulang tahun untuk kak Reza aku mau memberinya surprise, pulang kampus kamu bantu aku ya siapin surprisenya". Pinta Salsa pada Amira.


Amira mengangguk tanda setuju setelah itu Salsa pun bangkit dari duduknya dan pamit ke kamar untuk siap-siap ke kampus.


SISI LAIN KANTOR UTAMA REZA..


Tok.. Tok.. Tok


"Masuk". Ucap Reza singkat.


" Selamat siang pak, saya mau mengantarkan laporan income Golden Hartawan, dari beberapa cabang untuk bulan ini".


Reza membuka map itu dan mulai membuka lembar demi lembar, Reza tersenyum sangat puas melihat laporan pemasukan yang meningkat pada beberapa cabang perusahan miliknya.


"Baiklah, semua laporan ini bagus, pemasukannya meningkat dengan pesat, kalau begitu kamu bisa kembali ke ruangan kamu". Ucap Reza kepada sekretarisnya.


Pukul 01.00 Reza kemudian mengadakan meeting bersama para klien di kantornya. Selesai meeting Reza makan siang lalu menelpon Shaka dan Kevin.


"Hallo Za, ada apa?" Tanya Shaka dari seberang telepon.


"Shaka, bisakah kamu hadir di restoran aku sebenrar malam jm 06.00 sore? Kamu ajak Kevi sekalian aku mau menraktir kalian makan malam untuk merayakan ulang tahunku, aku juga mau mengenalkan seseorang kepada kalian". Ucap Reza bersemangat.


" Waahh siapa yang akan kau kenalkan? Pasti pacar barumu ya?" Ucap Shaka bercanda.


"Hahaha.. Belum jadi pacar tapi masih calon aku berencana akan menembaknya nanti malam, kalian bantu aku ya". Ucap Reza sembari tersenyum mengingat Amira.


" Kau ini, jadi kau mengundang kami hanya untuk menyaksikan keromantisan kalian".


"Ah tidak aku juga mau merayakan ulang tahun dengan kalian secara sederhana jangan lupa datang yaa". Ucap Reza lagi.


" Okee baiklah kita akan datang sampai ketemu nanti malam". Lanjut Shaka lalu kemudian mematikan teleponnya.


Reza memang sudah menyukai Amira dari semenjak Amira duduk di bangku SMP, Amira adalah sahabat adiknya dari dulu Amira selalu main ke rumahnya untuk menemui Salsa dan Reza juga selalu mengantarkan Salsa ke rumah Amira. Namun belum sempat Reza menyatakan cintanya kepada Amira, Reza sudah pindah ke luar negeri dan saat ini Reza tidak tau sama skali dengan keadaan Amira dan status Amira yang sudah menjadi istri sahabatnya yaitu Shaka.


Waktu menunjukan pukul 17.00 sore..


Drrtt..


Ponsel Amira berdering, Amira meraih ponselnya dan membaca nama yang tertera di panggilan.


Kaka Reza..


"Halloo.. Ada apa kak?" Tanya Amira menjawab telepon


"Amira, kamu siap-siap ya, aku akan membawahmu ke suatu tempat".

__ADS_1


"Iyaa baik kak".


Pasti kak reza mau mengajak aku untuk merayakan ulang tahunnya, tapi aku lupa tidak membeli hadiah untuknya bagaimana ini? Keluh Amira dalam hati.


Amira sangat merasa bersalah karena dia lupa tidak membelikan hadiah untuk Reza. Ia terus berjalan mondar mandir di kamar sembari menggit jari.


"Lebih baik, aku beli hadianya besok saja, hadiahnya menyusul kan nggak apa-apa, dari pada tidak sama skali". Ucap Amira lalu beranjak ke kamar mandi untuk mandi.


Amira sudah keluar dari kamar mandi lalu berjalan menuju tas pakaiannya dan memilih pakaian untuk dia pakai. Amira memilih dres polos berwarna merah gelap dengan model potongan assymetric dan gaya rambut yang di ikat dengan membiarkan bagian rambut di area pelipis terjuntai sehingga membuat Amira tampak outstanding dan terkesan feminin.


Amira begitu cantik dengan penampilannya saat ini. Amira lalu meraih tasnya dan berjalan keluar dari kamar Salsa menuruni anak tangga lalu berjalan ke depan untuk menghampiri Reza yang sudah menunggunya di loby depan rumah mereka. Amira kemudian menyapa Reza yang tengah memainkan ponselnya.


"Haii kak reza". Sapa Amira dengan tersenyum manis.


Reza mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Amira, Reza seperti terhipnotis saat memandang Amira dari ujung kaki sampai ujung kepala, penampilan Amira malam ini sangat berbedah Amira yang memang sudah cantik terlihat lebih cantik lagi saat memakai dress marun itu. Saking kagumnya tanpa sengaja mulut Reza menganga melihat penampilan Amira.


" Kak, kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilanku?" Tanya Amira sedikit cemas sembari melihat penampilannya.


"Ah, tidak justru kamu sangat cantik Amira". Puji Reza yang baru sadar dari lamunannya.


Reza pun mempersilahkan Amira masuk ke mobil dengan duduk di jok depan samping Reza lalu melajukan mobilnya meninggalkan loby rumahnya.


Mobil sudah sampai di parkiran restoran mewah Golden Hartawan milik Reza. Sementara Shaka dan Kevin sudah ada di meja VIP menunggu kedatangan Reza. Reza turun dari mobil dan bergegas menuju arah pintu mobil Amira dan membukakan pintu untuk Amira.


Setelah turun dari mobil Reza dan Amira berjalan berdampingan memasuki restoran dan melangkah menuju meja VIP di mana Shaka dan Kevin sedang menunggu.


Shaka melihat kedatangan Reza lalu Shaka sontak membulatkan matanya ketika melihat wanita yang di samping Reza itu adalah Amira, namun di tengah keterkejutannya Shaka pun kagum melihat penampilan Amira yang berbedah.


Sungguh cantik. Gumam Shaka dalam hati lalu dia tersadar dan buru-buru menepis pikirannya itu dan merubah kembali ekspresinya menjadi dingin seperti biasa.


Reza menarik kursi yang berada di depan Shaka dan mempersilahkan Amira duduk. Perlakuan manis Reza terhadap Amira membuat Shaka muak melihatnya.


Dasar perempuan munafik, belum juga dia resmi bercerai denganku kini dia sudah bersama pria lain yang tidak lain adalah sahabatku sendiri. Bathin Shaka sembari menatap tajam ke arah Amira.


"Wah Reza jadi ini seseorang yang ingin perkenalkan kepada kita? Kau sangat pintar memilih pasangan". Ucap Kevin sembari melihat kagum ke arah Amira.


"Ah tidak.. Aku dan dia sudah lama saling kenal, jadi bisa di bilang Amira ini adalah sahabat aku dari dulu". Jawab Reza sembari menatap Amira yang sedang menatapnya dengan tatapan bingung.


"Sepertinya aku pernah melihatnya, ah iya aku ingat kamu yang waktu itu pernah pingsan di hadapan Shaka kan? Lalu Shaka menyelamatkanmu?" Tanya Kevin yang mulai ingat dengan wajah Amira.


"Benarkah itu Amira? Wah kebetulan skali dunia memang begitu sempit. Shaka terimakasih ya kamu sudah mau menyelematkannya". Ucap Reza pada Shaka yang tidak membalas ucapannya.


"Tapi kau bilang tadi, malam ini kau akan menyatakan..." Kevin belum selesai menyelesaikan kalimatnya Reza buru-buru menginjak kaki Kevin yang ada di depannya.


"Aww" Kevin sontak berteriak dan meringis kesakitan ketika Reza berhasil menginjak kakinya.


Shaka yang sedari tadi menatap Amira mulai berpikiran buruk tentang Amira, dia mengirah kalau Amira hanya mencari alasan untuk berpisah dengannya dan pergi dari rumah agar dia bisa cepat-cepat bersatu dengan Reza.


"Kamu kenapa Kevin?" Tanya Reza dengan tatapan mengejek. Kevin hanya menatap kesal ke arah Reza.


"Aku mengajak Amira ke sini karena kebetulan semalam Amira menginap di rumahku jadi aku ajak saja ia sekalian". Ucap Reza sembari tersenyum manis ke arah Amira. Amira pun menatap balik ke arah Reza dan tersenyum manis padanya.


Ciihh.. Apa apaan ini, saling melempar tatapan dasar lebay. Jadi dia menginap di rumah Reza, benar-benar munafik wanita bersuami menginap di rumah pria lain. Ketus Shaka dalam hati.


Mereka mulai memilih menu makanan. Sementara Amira hanya memilih foie grass karena hanya itu makanan di restoran ini yang dia tau. Selang beberapa saat pesanan mereka sudah sampai mereka mulai makan dengan tenang. Sementara Reza melihat ke arah Amira dengan gemas karena ada sisa makanan di sudut bibir Amira. Reza lalu mengambil tisyu dan mengusap sudut bibir Amira dengan tisyu. Amira sangat gugup saat mendapat perlakuan manis dari Reza yang tak pernah dia rasakan dari Shaka.

__ADS_1


Shaka yang melihat itu semakin muak melihat Amira yang mau saja di sentuh oleh Reza.


Ternyata dia tidak hanya munafik tapi juga murahan, dia bahkan menolak aku suami sahnya untuk menyentuhnya tapi dia membiarkan Reza menyentuhnya seperti itu benar-benar perempuan murahan. Batin Shaka sembari mengepalkan tangannya. Sepanjang makan bersama Shaka hanya diam saja membuat Reza dan Kevin keheranan.


"Shaka, kenapa kau hanya diam saja?" Tanya Kevin pada Shaka.


"Aku sedang tidak punya mood". Jawab Shaka datar.


Kevin dan Reza pun hanya berpandangan. Tak lama kemudian Amira pamit kepada Reza untuk ke toilet sebentar. Melihat Amira pergi, Shaka berniat untuk menyusul Amira.


"Aku juga mau ke toilet dulu" Ucap Shaka yang di anggukin Reza.


Shaka menunggu Amira di depan pintu toilet sangat lama sehingga membuat Shaka semakin kesal. Beberapa menit kemudian Amira sudah keluar dari toilet. Amira begitu terkejut melihat Shaka sudah ada di depan pintu.


"Kenapa kau ada di sini?" Tanya Amira menatap tajam ke arah Shaka.


"Berbangga hatilah karena kau sudah membuat seorang Shaka Buwana yang biasa di tunggu banyak orang berdiri menunggu wanita lelet sepertimu". Ucap Shaka dengan kesal.


" Apa yang harus di banggakan lagi pula aku tidak menyuruhmu menungguku". Ucap Amira dengan polosnya


Shaka tanpa pikir panjang langsung menarik tangan Amira kasar. Kali ini dia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Dia berpikir Amira benar-benar membohonginya. Shaka membawah Amira keluar lewat pintu belakang yang biasa di gunakan para pelayan untuk membuang sisa-sisa makanan. Amira sontak saja terperanjat dan memberontak.


Shaka menghempas kasar tubuh Amira ke tembok pembatas saat jalanan sudah mentok. Ia mengapit tubuh mungil Amira dengan lengannya yang kekar sehingga Amira tidak bisa kemana-mana. Amira membulatkan matanya terkejut saat melihat Shaka.


"Shaka, apa yang kamu lakukan padaku? Lepaskan aku". Ucap Amira mencoba menolak tubuh kekar Shaka.


Namun sayangnya tubuh mungil Amira tak mampu membuat Shaka menjauh dan melepaskannya. Shaka yang sudah di kuasai amarah mulai mencengkram kuat pipi Amira hingga membuat bibirnya menjadi berkedut.


"Sekarang katakan ada hubungan apa kau dengan Reza?" Tanya Shaka dengan nada pelan namun penuh penekanan.


"Tidak ada hubungan apa-apa". Jawab Amira dengan ketakutan sembari menggelengkan kepalanya.


" Bohong". Bentak Shaka yang semakin menatap tajam Amira.


Amira terkejut dan air matanya mengalir begitu saja. Shaka melihat itu bukan melepaskan Amira malah semakin menguatkan cengkeraman tangannya hingga membuat Amira meringis.


"Kau mencoha mengecohku rupanya" Ucap Shaka dengan suara parau sembari tersenyum sinis.


"Apa kau mencoba membohongi Shaka Buwana?" Tanya Shaka semakin meninggikan suaranya.


"Apa kau tidak tau siapa aku sehingga kau berani membuat masalah besar seperti ini" Bentak Shaka semakin meninggikan suaranya.


Suara Shaka menggelegar dihadapan Amira membuat dia memejamkan mata ketakutan.


"Beraninya kau berbohong Amira, tidak usah mengelak lagi". Bentak Shaka lalu melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar.


"Aku berbohong apa? Aku sama skali tidak pernah berbohong". Amira menjawab sambil menangis terisak dan memegangi pipinya yang merah akibat cengkaraman Shaka.


"Apa kau punya hubungan khusus dengan Reza sehingga kau mau berpisah padahal perjanjiannya masih setahun lagi, dan kau juga pura-pura minggat dari rumah agar supaya bisa menginap bermalam di rumah Reza". Ucap Shaka yang mulai meluapkan emosinya.


Amira hanya menangis ketakutan melihat Shaka yang begitu menggebu gebu memarahinya. Shaka kembali menekan kedua pundak Amira ke dinding lalu mencengkram kembali bibir Amira. Shaka mendekatkan wajahnya ke wajah Amira.


"Apa ini? Kau menangis? Apa dengan berlagak sok polos begini kau bisa mengecohku lagi? Atau ini caramu memikat perhatian pria-pria kaya? Apa Reza juga jadi salah satu korban kepolosanmu juga? Amira Zavia berhentilah berlagak sok polos di hadapanku. Tingkah lakumu ini benar-benar membuatku muak. Wanita pas pasan sepertimu harusnya menggunakan uang yang ku berikan untuk memperbaiki hidupmu, bukan malah berlagak sok kaya dan datang ke restoran mewah ini bersamanya. Dan kau tau kalau nenek sampai tau kelakuanmu ini, aku yakin dia juga pasti akan menyeretmu keluar dari rumahnya". Ketus Shaka kembali merendahkan nada suaranya namun sangat menusuk.


Mendengar penghinaan Shaka membuat emosi Amira juga ikut berkobar, matanya memicing tajam menatap Shaka. Dengan sekuat tenaga dia mendorong kasar tubuh Shaka hingga cengkraman Shaka terlepas begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2