Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 78 Mimpi Buruk yang Jadi Nyata


__ADS_3

Kediaman Keluarga Buwana


Amira sedang duduk di depan meja riasnya, ia sedang duduk bercermin sembari menyisir rambut panjangnya, kini ia mengenakan kimono berwarna putih membuat penampilannya terlihat seksi.


Sementara itu Shaka tengah duduk dengan kaki berselonjor di kepala ranjang dengan terus manatap wajah istrinya dari pantulan cermin sembari terus tersenyum.


“Aku sungguh tak enak hati pada Yura,” ucap Amira mengawali perbincangan mereka.


“Kenapa?” Tanya Shaka sembari melipat sebelah kakinya dan menggoyang-goyangkannya.


“Aku yakin pasti hati Yura terasa sakit tadi saat melihat kita bersama,” Amira kembali meletekkan sisirnya dan menatap kosong ke arah cermin.


“Sudahlah sayang kamu tidak perlu khawatir, aku yakin dia pasti sudah baik-baik saja, apalagi tadi sudah ada Reza yang terlihat terus berada di sisinya,” jawab Shaka dengan tenang.


“Maksudmu?” Amira sontak berbalik badan menatap Shaka.


“Ku rasa kali ini pasti hubungan mereka akan berhasil, apa lagi tadi Reza tampak begitu mempedulikannya,” ucap Shaka sembari melangkah menghampiri Amira.


“Benarkah? Nampaknya kau terlalu memperhatikannya tadi, aku saja sampai tidak menyadarinya,” Amira tersenyum dan mulai bangkit dari duduknya.


“Iya benar, kita tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya, karena aku jamin cepat atau lambat hubungan mereka akan semakin serius, yang perlu kita lakukan saat ini adalah bekerja keras,” ucap Shaka yang mulai melingkarkan tangannya di pinggang Amira.


“Bekerja keras?” Amira mulai mengerinyitkan dahinya.


“Emmm,” jawab Shaka sembari mengangguk.


“Bekerja keras untuk mendapatkan keturunan,” tambah Shaka lagi kemudian mulai melahap bibir Amira.


Satu minggu lamanya Shaka tidak mendapatkan jatahnya karena sibuk mempersiapkan resepsi pernikahan mereka.


Malam ini ia sekaan ingin menuntut haknya dan siap kembali menjamah tubuh istrinya sesuka hatinya.


Bosan melakukannya di ranjang, kini Shaka melakukannya di sofa yang berada di salah satu sisi kamar mereka.


Kedap suara yang ada di kamar mereka seakan membuat Amira bebas mengekspresikan desahannya sesuka hati tanpa ada rasa ragu sama sekali.


Tubuh Amira menggeliat menikmati sentuhan lidah Shaka yang menyapu seluruh tubuh Amira dari ujung kaki hingga ujung rambut.


Entah sudah berapa lama mereka bergulat dengan berbagai posisi di sofa itu, kini tubuh Shaka ambruk di atas tubuh mungil Amira dengan nafas yang sama-sama terengah-engah, di ikuti dengan peluh yang membasahi tubuh mereka.

__ADS_1


“Terima kasih sayang,” bisik Shaka sembari mencium singkat pundak Amira.


Waktu menunjukkan pukul 02.00 pagi, Amira terbangun dari tidurnya karena mimpi buruk.


Shaka sontak ikut terbangun mendengar suara nafas Amira yang terengah-engah disebabkan mimpi buruk yang di alaminya.


“Ada apa sayang?” Tanya Shaka tampak cemas.


“Aku mimpi buruk tentang Queen, Shaka aku sangat takut terjadi apa-apa dengan anak itu,” keluh Amira terlihat begitu cemas memikirkan keadaan Queen.


“Memangnya kamu mimpi apa?” Tanya Shaka penasaran.


“Aku mimpi Queen sedang berada dalam pelukan Salsa dan tiba-tiba saja Salsa tergelincir dan dia tak sengaja menjatuhkan Queen,” jawab Amira yang kini tengah menangis.


“Sudah, sudah sayang kamu tidak usah menangis itu kan cuma mimpi,” Shaka mencoba menenangkan Amira sembari menarik Amira ke dalam pelukannya.


“Tapi Shaka, aku ingin ke rumah Salsa sekarang untuk memastikan keadaannya, aku sungguh tidak tenang dan tidak bisa tidur memikirkannya,” rengek Amira kepada suaminya.


Shaka tampak diam dan berfikir mengingat ini sudah lewat tengah malam, dia tidak enak jika harus membangunkan Reza dan Salsa di jam begini, namun ia juga tidak tegah melihat istrinya yang menangis tersedu-sedu karena mengkhawatirkan Queen.


Akhirnya Shaka memutuskan untuk mengantar Amira ke rumah Reza untuk memastikan keadaan Queen.


“Shaka bisa kah kau sedikit lebih cepat,” pintah Amira nampak Khawatir.


“Iya sayang, kamu pegangan ya,” jawab Shaka menambah kecepatan mobilnya mengingat jalanan saat ini nampak sepi.


Tak lama mobil mewah Shaka melesat sampai di depan rumah Reza, begitu sampai Amira dengan cepat membuka pintu mobil dan berjalan menuju rumah Reza, di ikuti Shaka dari belakang menyusul istrinya.


Tok.. tok.. tok.. Amira mengetuk pintu rumah Reza.


Agak lama pintu di buka karena saat ini jam menunjukkan pukul 03.56 pagi, tentu saja saat ini mereka sedang tertidur lelap.


Beberap menit kemudian pintu di buka oleh salah satu pelayan wanita di rumah Reza.


“Nona Amira?” Pelayan itu tampak sedikit heran.


“Salsa dan Queen di mana?” Tanya Amira kepada pelayan itu.


“Sedang tidur nona, tadi nona Queen bangun dari tidurnya sambil menangis dan minta makan, lalu nona Salsa menyuapinya selesai makan sekarang nona Queen sudah tertidur lelap,” papar pelayan tersebut dengan semangat.

__ADS_1


Mendengar itu, tanpa pikir panjang Amira langsung saja menerobos masuk ke dalam rumah Salsa menaiki tangga menuju kamar Queen, dengan terus di ikuti Shaka.


Kini Amira sudah sampai di depan pintu kamar Queen, Amira nampak semakin cemas mendengar suara tangisan Queen hingga tanpa pikir panjang Amira langsung membuka pintu kamar tersebut dan mendapati Queen yang sedang berada di lantai samping tempat tidurnya dalam keadaan menangis kencang.


Amira berteriak histeris melihat Queen yang sudah terjatuh dari tempat tidur, sehingga tanpa pikir panjang Amira langsung mengangkat Queen dan memeluknya.


“Ya ampun nak, kenapa sampai bisa jatuh sih,” ucap Amira dengan cemas.


Ternyata penyangga yang ada di box tempat tidur Queen terbuka, sehingga membuat Queen terjatuh.


Salsa dan Reza yang mendengar keributan di kamar Queen sontak terbangun dan masuk ke dalam kamar Queen yang sudah ada Shaka dan Amira di dalamnya.


“Shaka, Amira, ada apa ini?” Tanya Reza tampak bingung.


“Iya Mir, ada apa?” Salsa juga nampak bingung melihat Queen yang kini tengah berada dalam pelukan Amira.


“Sa, tadi aku mimpi buruk tentang Queen, aku mimpi kamu sedang memeluk Queen terus kamu tergelincir dan menjatuhkan Queen, aku jadi sangat takut dan cemas makanya aku datang memastikan keadaannya, dan setelah aku lihat ternyata Queen benar-benar terjatuh dari tempat tidur,” papar Amira dengan air mata yang berderai, Amira tak henti-hentinya mengkhawatirkan Queen.


“Reza sebaiknya panggil dokter pribadi kalian ke sini untuk memeriksa keadaan Queen,” saran Shaka karena tak tegah.


Reza pun langsung menelepon dokter pribadi mereka.


Tak lama kemudian dokter pribadi keluarga Reza datang untuk memeriksakan keadaan Queen.


“Bagaimana dok? Queen baik-baik saja kan?” Tanya Amira nampak begitu cemas.


“Ibu tidak usa khawatir, Queen tidak apa-apa, tidak ada benturan yang keras di kepala dan tubuhnya, untung saja tempat tidurnya tidak terlalu tinggi,” jelas dokter kepada Amira dan yang lainnya.


Mendengar itu Amira tampak legah, ternyata Queen baik-baik saja.


“Mir aku tidak tahu kalau Queen sampai terjatuh aku yang kurang teliti memeriksa penyangga tempat tidurnya,” ucap Salsa dengan rasa bersalah.


“Iya Sa, tapi lain kali hati-hati ya,”


“Iya mir, tapi kok kamu bisa punya insting yang kuat pada Queen?” Tanya Salsa yang sedikit heran.


Shaka dan Reza pun ikut heran dengan insting Amira yang yang begitu kuat, seperti insting ibu dan anak saja.


“Aku juga tidak tahu Sa, mungkin karena aku begitu merindukan anakku, dan Queen juga kebetulan sudah sangat dekat denganku makanya aku punya insting yang kuat terhadap dia,” ungkap Amira yang juga ikut heran.

__ADS_1


Tak lama kemudian Queen sudah tertidur lelap, Amira dan Shaka berpamitan kepada Reza dan Salsa untuk pulang.


__ADS_2