Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 87 Mama Riana Mulai Tau


__ADS_3

“Shaka kau jangan terlalu stres seperti ini, dari pada kau terus seperti ini, lebih baik kau dengar dulu penjelasan Amira,” Reza kembali meyakinkan Shaka.


“Penjelasan apa lagi, semua sudah jelas, dia juga sudah mengakui kalau memang dia lah yang ada di foto itu,” celetuk Shaka yang mulai beranjak dari duduknya lalu berdiri membelakangi Reza.


“Tapi Ka, apa kau tidak menaruh curiga sedikitpun?” Tanya Reza sembari melihat serpihan foto-foto itu secara detail.


“Jadi begini, foto ini seperti sengaja di ambil, di jam malam seperti itu, apa mungkin ada wartawan yang diam-diam menguntit mereka? Aku mulai berfikir jika ada orang yang memang sengaja disuruh untuk mengambil foto mereka, karena jika foto itu di dapat dari wartawan atau orang tak di kenal, mungkin foto itu sudah beredar luas bersamaan dengan berita miring Amira kemarin, mereka seolah sengaja menahan foto ini sebagai kartu As bagi mereka,” jelas Reza.


Lagi-lagi Shaka terdiam mendengar penjelasan Reza yang dia rasa mungkin ada benarnya.


“Ka, aku rasa kau harus mendengar penjelasan Amira dulu, jika kau ingin membuktikan ini benar atau tidak,” jelas Reza lagi.


“Percuma Za, lagi pula aku juga tidak tau dia ada dimana sekarang,” ucap Shaka terduduk lesu di sofa sembari mengusap kasar wajahnya.


“Amira baru saja pulang dari rumah sakit, bahkan dia belum sembuh total akibat kecelakaan kemarin, dan kau membiarkan dia pergi sendirian malam-malam begini?” Tanya Reza seolah tak percaya.


“Entahlah, tolong biarkan aku sendirian Reza, aku sedang tidak bisa berfikir jernih sekarang, pikiranku sangat kacau,” Shaka pun langsung beranjak dari sofa menuju ranjangnya dan berbaring begitu saja membelakangi Reza.


“Apa kau benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan Amira?” Tanya Reza lagi.


Namun Shaka hanya diam tak bergeming, ia sama sekali tak menggubris pertanyaan Reza.


“Baiklah kalau memang kau ingin sendiri, aku akan mencari Amira dan membuktikan kepadamu kalau semua tuduhanmu itu tidak benar,”


Mendengar itu Shaka sontak bangkit dari tidurnya dan berdiri mendekat Reza sembari tersenyum kecut.


“Reza, ku rasa kau tak perlu repot-repot, aku sangat senang jika kau hanya bisa membantu membuktikan semuanya padaku, tapi tidak perlu mencari istriku, bukan kah ikut campur terlalu jauh dalam rumah tangga orang itu tidak baik?” Tegas Shaka dengan suara pelan namun penuh penekanan.


Shaka sengaja mengatakan itu karena dia tau bagaiamana besarnya perasaan Reza pada Amira, sehingga meskipun sedang marah dan kecewa dia ternyata masih tidak rela jika Amira direbut laki-laki lain, apa lagi itu Reza rival beratnya.

__ADS_1


Reza yang mendengar itu hanya tersenyum melihat tingkah Shaka yang ternyata masih begitu mencintai Amira, tak peduli semarah apapun dia namun dia masih tak rela Amira di dekati pria lain, Reza sengaja mengatakan itu hanya untuk mengetes Shaka sekaligus membangkitkan semangat dalam dirinya agar tidak gampang menyerah dan akan tetap mencari bukti kalau Amira tidak bersalah.


“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu, kalau kau butuh bantuan, kau bisa hubungi aku,” ucap Reza lalu pamit undur diri meninggalkan Shaka sendirian di dalam kamarnya.


Sementara Shaka kembali melamun, ia kembali mencerna ucapan Reza tadi, ia kembali terbayang foto-foto dan rekaman cctv yang ia lihat, dan kemudian kenangan-kenangan indah saat ia memadu kasih bersama Amira di setiap sudut kamar itu, dia terus membayangkan kebersamaannya bersama Amira hingga hatinya terasa semakin terkoyak.


“Apa aku begitu kejam mengusirnya di malam selarut ini?” Tanya Shaka dalam hati.


“Apa aku salah? Apa aku keterlaluan? Apakah aku perlu mendengar penjelasan darinya?” Tanya Shaka lagi dalam hati, sembari terus berjalan mondar mandir di kamarnya.


Tak lama Shaka melirik ke arah jam dinding, waktu menunjukkan pukul 03.30 pagi, ia jadi semakin cemas memikirkan Amira.


“Benar, seharusnya aku tidak membiarkannya pergi!” Celetuk Shaka dan kemudian sontak meraih ponselnya dan kemudian langsung berlari keluar dari kamarnya.


Shaka berjalan cepat menuruni anak tangga melewati pak Dody begitu saja.


Kini waktu menunjukkan pukul 05.30 pagi.


Dering telepon di rumah keluarga Buwana berbunyi membangunkan Dody yang sedang tertidur di ruang keluarga karena menunggui Shaka.


Dody berjalan menuju sumber suara dan perlahan mengangkat telepon.


“Halo,”


“Halo, bisa kah aku berbicara dengan Amira? Sudah ku telepon ke nomornya tapi tidak aktif,” tanya sang penelepon yang tidak lain adalah mamanya Amira.


“Maaf ini dengan siapa? Saya kepala pelayan di rumah ini,”


“Saya mamanya Amira, ini dengan pak Dody kan?”

__ADS_1


Mendengar itu sontak membuat pak Dody mulai bingung, dia sudah tidak tau harus menjawab apa.


“Halo, pak Dody? Ada apa?” Tanya Riana lagi dengan begitu pelan.


“Eh… anu bu’ maaf sebelumnya, eehh nona muda… nona muda..” jawab Dody mulai gelagapan.


“Kenapa? Dimana Amira?” Tanya Riana mulai cemas mendengar suara Dody yang gelagapan.


Akhirnya Dody mengumpulkan keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya pada bu’ Riana, dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.


“Nona muda pergi bu,” jawab Dody kemudian.


“Loh memangnya Amira kemana? Ada apa dengannya? Apa dia pergi dari semalam?” Tanya Riana mulai panik.


“Bu’ Riana aku mohon tenanglah, tuan muda sedang mencari nona muda, sekarang tuan muda juga belum pulang,” jelas Dody mencoba meredakan kepanikan Riana.


“Tolong jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi dengan anakku? Ke mana dia pergi?” Air mata Riana mulai menetes.


“Bu’ Riana, tolong tenanglah dulu, saya akan menceritakan kejadian semalam,”


“Ya sudah coba jelaskan,” ucap Riana mulai lesu.


“Nona Amira dan tuan muda semalam bertengkar hebat, saya juga tidak tau pasti apa penyebabnya, tapi yang jelas tuan muda dan nona muda saling berdebat dan meninggikan suara mereka, lalu setelah itu sekitar pukul 00.00 malam, nona muda turun dari kamarnya dan berjalan cepat pergi dari rumah ini, sementara nyonya besar yang mendengar dan mengetahui semua masalah mereka juga pergi ke luar negeri meninggalkan tuan muda sendirian di rumah ini karena saking kecewanya pada tuan muda, lalu beberapa jam kemudian, tuan muda ikut turun dari kamarnya dan berjalan cepat menuju parkiran lalu pergi juga dari rumah ini menggunakan mobilnya, mungkin tuan muda mau menjemput nona muda, sampai sekarang tuan muda belum pulang,” papar Dody panjang lebar.


“Jadi mereka semua pergi? Ada apa sebenarnya ini?”


“Baiklah aku akan mencoba mencarinya di rumah Salsa mungkin Amira ada di sana,” ucap Riana kemudian langsung mengakhiri panggilan teleponnya.


Riana bergegas keluar dari rumahnya lalu ke depan untuk menunggui taksi menuju rumah Salsa, Riana belum menceritakan kejadian ini kepada suaminya karena dia tidak ingin membuat suaminya khawatir, itulah sebabnya kenapa Riana pergi sepagi itu sendirian, karena suaminya saat itu belum bangun.

__ADS_1


__ADS_2