Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 75 Kemarahan Dewa Atmadja


__ADS_3

Episode 75 Kemarahan Dewa Atmadja


Kini Dewa Atmadja keluar dari kantor Shaka dengan keadaan emosi karena penolakan Shaka atas kontrak kerja sama yang sempat mereka jalin.


Dewa juga lebih marah lagi mengingat kalau semua ini adalah ulah istrinya sendiri, Dewa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Tak lama kemudian mobil Dewa sampai dipekarangan rumahnya, ia langsung saja turun dari mobil dan melangkah dengan cepat memasuki rumahnya.


Sesampainya di ruangan tamu Dewa langsung berteriak memanggil istrinya.


“Anisa!!” Teriak Dewa dengan suara menggelegar membuat para pelayan sontak terkejut dan dengan ketakutan mendekati Dewa dan bertanya.


“Ada apa tuan?” Tanya salah satu pelayan sembari membungkukan badannya, dengan tubuh yang sedikit gemetar.


Semua pelayan di rumah Dewa sudah sangat tahu sikap Dewa Atmadja yang begitu tempramen terhadap siapa saja yang berbuat kesalahan.


“Dimana nyonya Anisa?” Tanya Dewa dengan suara keras.


“Ny..nyonya Anisa ada di taman belakang tuan,” jawab pelayan tersebut gelagapan.


“Panggil dia ke sini dan suru menghadap saya,”


“Ba.. baik tuan,” jawab pelayan tersebut dengan membungkukan kembali badannya lalu pergi memanggil Anisa.


Begitu sampai di taman belakang, pelayan tersebut langsung memanggil Anisa atas perintah dari Dewa Atmadja.


Anisa dengan raut wajah keheranan pergi meninggalkan taman dan segera menemui suaminya.


Anisa berjalan perlahan menuju ruang tamu, tempat di mana suaminya sedang menunggu, ia mendapati suaminya tengah berdiri tegap membelakanginya.


“Pa, ada apa papa memanggilku?” Tanya Anisa hati-hati.


Mendengar suara Anisa, Dewa sontak berbalik badan menghadap Anisa dengan wajah yang memerah karena menahan amarah.


Plak!!


Tamparan Dewa melayang begitu saja di pipi Anisa, membuat para pelayan yang melihatnya kaget bukan main.


“Pa, kenapa papa menampar mama? Apa salah mama?” Tanya Anisa yang meninggikan suaranya sembari meneteskan air mata.


“Apa kau benar-benar tidak tahu hah? Apa kau benar-benar tidak tahu penyebabnya?” Jawab Dewa mengguncang-guncangkan tubuh Anisa dengan keras.


Suara Dewa tersebut kini terdengar sampai ke kamar Genta.


Genta yang sedang duduk bersantai di kamarnya sontak beranjak dan meninggalkan kamarnya menuju sumber suara, perasaan Genta mulai tidak enak.

__ADS_1


Saat Genta keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga, Genta begitu terkejut melihat papanya yang sedang memarahi mamanya dan kembali hendak menampar mamanya.


Melihat hal itu Genta segera melerainya, papanya memang sangat tempramen, tapi sebelumnya Genta tidak pernah melihat papanya sampai menampar mamanya seperti itu.


“Sudah cukup papa,” Ucap Genta sembari menahan tangan papanya yang akan kembali melayangkan tamparan untuk mamanya.


“Kenapa papa menampar mama?” Tanya Genta mulai meninggikan suaranya.


“Kamu tidak usa ikut campur, kamu dan mama kamu sama bodohnya,” Hardik Dewa.


“Apa maksud papa?” Tanya Genta kebingungan.


“Gara-gara kamu menemui Amira tempo hari, mama kamu yang bodoh ini sampai salah paham dan mengira kamu dan Amira masih menjalin hubungan, sehingga tanpa pikir panjang, mama kamu ini pergi menemui Amira dan memakinya habis-habisan, suaminya mengetahui hal tersebut dan langsung saja membatalkan kontrak kerja sama perusahan kita dengan perusahan mereka dan tidak hanya itu, suaminya juga mengancam agar tidak ada perusahan manapun yang mau bekerja sama dengan perusahan kita, semua ini karena ulah bodoh kalian berdua,” Papar Dewa penuh emosi.


Mendengar hal itu kini Genta terdiam sembari menatap mamanya tak percaya.


Kini Genta begitu kecewa dengan mamanya karena mamanya sudah memaki wanita yang ia cintai.


“Genta maafkan mama, dengarkan dulu penjelasan mama,” ungkap Anisa dan perlahan berjalan mendekati Genta.


Genta memundurkan langkahnya dengan mata berkaca-kaca menatap mamanya, ia fikir mamanya adalah satu-satunya orang yang setuju dengan hubungan dia dan Amira namun ternyata ia salah, ternyata mamanya juga sama dengan yang lainnya, mau memisahkan dia dengan Amira.


Tanpa sepatah katapun Genta berjalan keluar meninggalkan papa dan mamanya yang sedang bertengkar hebat.


Sisi lain kediaman rumah buwana


Amira memutuskan untuk segera menelepon suaminya.


“Halo sayangku,” jawab Shaka dari seberang telepon.


“Shaka kamu di mana? Apa pekerjaannya belum selesai?” Tanya Amira dengan cemas.


“Iya sayang, aku dan Kevin masih banyak pekerjaan, kamu tidurlah duluan tidak usah menungguku,” ucap Shaka dengan lembut.


“Kamu sudah makan?”


“Iya cintaku, kamu tidak usah khawatir Kevin membawa banyak makanan,” jawab Shaka lembut.


“Syukurlah, kamu tidak boleh sampai lupa makan, ya sudah kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu, i love you,” ungkap Amira perlahan.


Mendengar itu Shaka sejenak menghentikan pekerjaannya dan tersenyum manis.


“I love you to sayang,” jawab Shaka tak kalah romantisnya.


2 minggu kemudian

__ADS_1


Tibalah hari di mana cabang Buwana Group hotel resmi dibuka, banyak wartawan yang berdiri di depan hotel Buwana Group untuk mengabadikan moment ketika Shaka Buwana memotong pita.


Tak hanya itu, seluruh pegawai Buwana Group sengaja di undang dan di bebas tugaskan selama setengah hari untuk ikut menikmati acara makan besar gratis yang diadakan sebagai syukuran berdirinya cabang Buwana Group hotel milik keluarga Buwana.


Seluruh kaum duava juga diberi informasi untuk makan siang gratis di hotel baru miliknya itu.


Tak ketinggalan, Shaka juga mengajak Amira untuk ikut dalam acara syukuran yang dibuatnya.


Setelah semuanya sudah dipersiapkan, kini mobil Shaka terlihat berhenti tepat di depan hotel tersebut.


Amira dan Shaka keluar dari mobil bersamaan, kini Shaka tidak akan menyembunyikan pernikahannya dengan Amira, hari ini dia berniat akan mengumumkan pernikahan mereka.


“Mereka begitu mengaguminya, namun sebenarnya akulah istrinya, bisa kah aku menyebutkan kalau aku wanita paling beruntung diantara mereka?” Celetuk Amira dalam hati sembari tersenyum memandangi wanita-wanita yang tengah bersorak menyambut Shaka, ada yang memegang tulisan pujian, ada yang memegang bunga untuk diberikan pada Shaka.


Amira belum tahu niat Shaka hari ini, karena Shaka sengaja tidak memberitahunya demi memberikan kejutan kepada istri tercintanya itu.


Shaka turun dari mobil dengan sudah berpakaian rapi, ia terlihat nampak begitu gagah, auranya begitu kuat terpancar hingga mengundang sorak-sorak antusias dari orang-orang yang menantikan kedatangannya.


Shaka tersenyum manis melihat orang-orang yang tengah berkerumun menanti kedatangannya.


Shaka berjalan melewati kerumunan orang-orang tersebut sembari menggandeng tangan Amira, sehingga hal itu sontak membuat semua orang terperangah.


Ada yang penasaran dengan Amira, mereka beranggapan kalau Amira adalah pacar Shaka mengingat sudah beberapa kali mereka melihat Amira bersama Shaka.


Ada yang ikut bahagia dan menyebut mereka pasangan yang serasi, ada yang iri karena bukan mereka yang berada di samping Shaka tapi malah Amira, bahkan ada juga lelaki yang terkesima dengan kecantikan Amira, namun tidak berani menunjukkan kekaguman mereka karena Amira kini telah berjalan berdampingan dengan seorang Shaka Buwana, pengusaha sukses yang sangat berpengaruh di Negeri ini.


Tak lupa Kevin juga mengarahkan Shaka dan Amira untuk segera masuk dan memotong pita yang sudah disiapkan.


Akhirnya tibalah di moment potong pita, kini cabang Buwana Group yang baru resmi di buka.


“Tuan muda, di usia anda yang begitu muda, bagaimana cara anda mengembangkan Buwana Group dengan begitu pesatnya? Apakah ada tips khusus?”


“Soal itu aku tidak punya tips khusus, aku adalah seorang pekerja keras, dan tidak hanya itu semangatku ini juga berkat support system yang aku miliki sehingga sangat berpengaruh besar pada kesuksesanku,” jelas Shaka dengan begitu percaya diri.


“Support system yang seperti apa yang anda maksud? Apakah support systemnya wanita yang disebelah anda ini?” Tanya seorang wartawan meminta kejelasan lagi.


Mendengar hal itu Amira sontak terkejut dan memandangi Shaka yang kini juga tengah memandanginya dengan begitu lekat.


“Ya ada 2 orang wanita hebat di sisiku, merekalah penyemangatku, 2 orang wanita hebat itu adalah nenekku, namun dia tidak ikut ke sini, dan yang satunya lagi adalah wanita yang ada disampingku ini,” jawab Shaka sembari menatap Amira dan merangkul Amira.


“Astaga apa yang ia lakukan? Aku masih belum siap,” celetuk Amira dalam hati dengan gugupnya, namun ia tetap menunjukkan senyuman manisnya walau sedikit terpaksa karena terkejut.


“Siapa dia tuan? Apakah dia kekasih anda?”


“Dia bukan hanya kekasihku, tapi dia istriku, kami sudah 1 tahun menikah,” jawab Shaka lagi dengan melemparkan senyum manisnya untuk Amira.

__ADS_1


Semua orang yang mendengar hal itu, begitu terkejut dengan pernyataan Shaka, mereka begitu terkejut mengetahui kenyataan bahwa Shaka kini sudah menikah, sehingga mereka mengambil gambar Shaka dan Amira dan menjadikan itu berita yang paling hot di musim ini.


__ADS_2