
"Aku berangkat dulu ya sayang" Lexi mencium kening yui lalu bergegas pergi bekerja seperti biasanya.
**Lexi kok akhir akhir ini gak kaya dulu lagi ya , udah mulai cuek , jarang di rumah...Eh iya sih dia kerja..Tapi masa harus sampe larut malam , bahkan kadang gak pulang..
Padahal dulu aja waktu belum nikah dan belum tau kalau aku hamil..Dia perhatian banget , nanya kabar lah , udah makan belum lah , ngajak jalan jalan , ini itu dan anu ,,,
hufffff (Yui menghela nafas)..
Yui mulai membayangkan momen momen bersama lexi dulu yang mungkin sekarang hampir tak pernah ia rasakan.
Aku masih inget hari pertama kita jadian, dia itu cowok paling sweet dan cool di sekolah , siapa sih cewek yang gak mau sama dia? meskipun sempet kesusahan karna banyak yang ganggu hubungan kita , aku gak putus asa karna lexi terus berdiri di sampingku dan terus menyemangati ku.
Sebulan setelah jadian..
Dia mencuri first kiss dari ku , jujur saja aku terkejut , tapi bibir merah muda yang lembut itu menyerangku dengan kehangatanya , aku sempat terlena sampai wajah dan telinga ku memerah..Tapi berakhir dengan rasa malu karna lexi menertawakan ku.
"Kamu ini bener bener polos yah?" Lexi tertawa terbahak bahak setelah mencium ku waktu itu.
"A..Apa maksud mu?" Aku yang tak mengerti apa apa , hanya bisa tertunduk malu di hadapanya.
"Maaf habis muka kamu lucu banget waktu aku cium haha .. Aku penasaran , bagaimana reaksi kamu kalau kita melakukan itu..." Lexi terus menertawaiku.Aku tak mengerti apa yang lucu dari semua ini.
__ADS_1
Aku hanya terdiam karna tak mengerti apa yang dia maksud.Jelas lah dulu aku gak ngerti , orang aku gak punya pengalaman apapun , lexi adalah orang pertama yang jadi pacar ku.Sekarang udah ngerti sihh hehe , jadi malu..
Aduhh meskipun itu udah lama , tapi ngebayangin nya aja tetep bikin jantung dag dig dug
Malam itu ... Malam pertama kami..
Aku dan lexi pergi ke perpustakaan untuk belajar..
Dia terus memperhatikan wajah ku yang memerah karna di tatapnya dengan senyuman.
Setelah selesai belajar , aku yang polos ini di ajak lexi ke kostan milik temanya.
Entah apa yang lexi bicarakan dengan temanya itu , karna setelah lexi berbisik kepadanya , dia langsung pergi keluar meninggalkan kami berdua di dalam kostan miliknya.
Lexi membelai rambutku , lalu...Mulai ke arah wajah ku , aku ingat sekali senyuman manisnya itu , dia mulai mendekatkan wajahnya dengan wajahku lalu mencium ku.
Dia menjulurkan lidah nakalnya di dalam mulutku , jantung ku berdebar kencang saat itu..Bukann...Sampai sekarang pun..Kalau ingat kejadian itu , jantungku slalu berdebar , lalu mulai muncul hasrat untuk melakukanya lagi.
Lexi merentangkan tubuhnya dengan tangan masih di rambutku , ia membuatku terbaring di atas tubuhnya yang hangat.Tanganya mulai menjelajah masuk ke dalam baju ku , *** dua bola dada ku , dan masuk ke dalam celana dalamku.
Aku sempat menolak , tapi setelah jarinya masuk ke bagian intim ku , aku merasakan sesuatu yang luar biasa membuatku tak kuasa menahanya.
__ADS_1
Dia mulai melucuti pakaian ku sampai tak ada satu helai benang pun di tubuh ku.Tentu saja dia juga melepas semua pakaianya.
"Tunggu..Bagaimana kalau teman mu datang?" Tanya ku dengan rasa gelisah di benak ku.
Lexi hanya tersenyum sembari melanjutkan aksinya.Dia menarik kepalaku hingga kebagian intimnya , aku membuka mulutku lebar lebar karna ia mendorong bagian itu ke arah mulutku.
"mmmmhhh"
Air liur ku membasahi kepala gundul itu , Lexi membuat tubuhku terbaring di kasur dengan kaki di pegangnya.
Rasa sakit seperti robek ku rasakan di v*g*n* ku.Kaki ku menegang menjulang ke atas membuat lexi kesulitan.
"Ahhh" Desah ku.
Dia bergoyang di atas tubuh mungilku , keringat bercucuran di tubuhnya , nafas terengah engah dan jantung berdebarnya mana mungkin bisa ku lupakan..
Duh inget kejadian itu jadi pengen lagi..
Mau ngajak ... Tapi malu..
Diem ajaa...Tapi pengen...
Susahnya jadi cewek..
__ADS_1
Pikiranya terus tertuju pada saat itu , perubahan sifat lexi membuat yui galau setengah mati.Dia hanya bisa berharap kalau lexi kembali seperti dulu.Tidak seperti sekarang , yang hanya mencium saja seperti terpaksa.
Bersambung...