Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 43 Ulang Tahun Yura Part 2


__ADS_3

Reza melirik ke arah Shaka dengan senyum kemenangan seperti mengejek. Hal itu membuat Shaka semakin kesal, nafasnya pun jadi tak beraturan, dengan tangan yang semakin mengepal.


Reza dan Amira terus berjalan menuju pintu masuk area pesta taman Yura, Amira masuk dengan mengenakan dress putih dan berkerah lebar dan sederhana namun terkesan anggun. Leher mulusnya terlihat dengan jelas karena Amira mengikat rambutnya.


Shaka yang melihat itu sejenak terkesima dengan penampilan Amira malam ini, namun dia memilih diam dan terus masuk tanpa melirik ke arah Amira dan Reza lagi.


Shaka pun memasuki area taman dengan di sambut girang oleh Yura.


"Kenapa lama sekali?" Tanya Yura sembari memeluk lengan Shaka dengan manja.


"Lama apanya? Pesta nya saja belum di mulai'. Ucap Shaka datar.


"Iya, tapi sebagai pasanganku di sini kau harus datang lebih awal untuk menyambut para tamu yang datang". Ucap Yura sembari merapikan jas Shaka.


"Oh ya, ini hadiahnya, selamat ulang tahun ya". Ucap Shaka sembari memberi hadiahnya pada Yura.


Yura meraih kotak kecil itu dan tersenyum.


"Boleh ku buka sekarang?" Tanya Yura penasaran.


"Terserah". Ucap Shaka singkat.


Yura pun segera membuka kotak kecil hitam itu dengan perlahan, kilauan diamond yang mengelilingi jam tangan mewah itu menyambutnya.


"Wah jam tangannya indah sekali". Ucap Yura tersenyum.


Tak lama Reza dan Amira pun masuk, ke area pesta itu. Yura yang melihat kedatangan Reza pun langsung menyambutnya sementara Shaka masih berdiri diam di tempatnya.


"Kau sudah datang?" Sapa Yura sembari tersenyum ke arah Reza, namun senyum Yura sejenak hilang berubah menjadi tampak penasaran saat melihat Reza datang bersama seorang wanita.


"Tentu saja aku datang". Jawab Reza tersenyum simpul.


"Emm.. Boleh kah kau kenalkan padaku siapa yang bersamamu ini?" Tanya Yura sedikit berbisik.


"Oh iya, perkenalkan ini Amira, Amira ini Yura sahabat ku yang berulang tahun malam ini".


"Haii Yura, selamat ulang tahun ya". Ucap Amira sembari mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Terimakasih". Jawab Yura membalas uluran tangan Amira sembari tersenyum.


"Apa dia pacarmu?" Tanya Yura berbisik sembari mendekatkan dirinya di dekat Reza.


"Ah belum.. Baru calon pacar". Jawab Reza yang juga berbisik.


Shaka yang sedang berdiri di samping Yura samar-samar mendengar percakapan Yura dan Reza, terlebih pengakuan Reza yang menganggap Amira sebagai calon pacarnya, membuat Shaka semakin kesal dan kembali mengepalkan tangannya. Tak lama Shaka pun berjalan menjauhi mereka yang tengah asyik mengobrol.


"Oh ya Amira mari ku kenalkan dengan pasanganku". Ucap Yura.


" Pasangan? Maksudnya pacarmu?" Tanya Amira merasa heran, karena setau dia Yura begitu menyukai Reza.


"Bisa di bilang begitu". Jawab Yura sumringah sembari menarik tangan Amira.


Yura terus menarik tangan Amira dan menemui Shaka yang sedang berdiri membelakangi mereka sembari menikmati minuman di pesta itu.


"Ka, kenalkan ini Amira dia teman baruku". Ucap Yura sembari menepuk pelan pundak Shaka.


Shaka pun berbalik badan.


"Kau". Ucap Amira sontak kaget.


"Amira, kenapa kalian tampak terkejut apakah kalian sudah saling kenal?" Tanya Yura menatap Amira dan Shaka secara bergantian.


"Tidak". Jawab Shaka dan Amira secara serentak.


"Hahahaha jadi kalian tidak saling mengenal tapi kelihatan nya kalian sangat kompak". Ucap Yura tertawa kecil sembari menggandeng tangan Shaka.


"Jadi ini teman barumu Yura". Tanya Shaka datar sembari menatap Amira.


"Iya". Jawab Yura tersenyum


"Halo nona Amira, perkenalkan saya Shaka, senang bertemu denganmu". Ucap Shaka sembari mengulurkan tangannya pada Amira.


Amira dengan ragu menatap Shaka dan Yura bergantian, lalu perlahan ia membalas uluran tangan Shaka sembari ikut tersenyum kecut.


"Kamu tau Shaka, seperti nya Amira dan Reza ini berpacaran buktinya mereka datang bersama malam ini".

__ADS_1


"Oh jadi nona Amira ini adalah pacar Reza?" Tanya Shaka lagi sembari terus memandangi Amira dengan tatapan sengit.


"Iya, tapi sepertinya mereka masih malu mengakuinya". Ucap Yura tersenyum.


"Oh begitu rupanya". Ucap Shaka sembari terus memandangi Amira dengan tatapan sinis.


"Ah tidak Yura, aku dan Reza tidak berpacaran tolong jangan salah paham". Jawab Amira sembari tersenyum kikuk.


"Ah sudahlah lupakan masalah itu, biarkan itu menjadi urusan mereka kita tidak perlu terlalu mencampurinya. Iya kan Ka?" Ucap Yura menatap Shaka sembari bersandar manja di pundak Shaka.


"Jadi tuan Shaka ini pacar barumu?" Tanya Amira yang kali ini memandang Shaka dengan tatapan meledek.


"Dia hanya belum mengakuinya, tapi aku tau dari dulu dia sudah tergila-gila padaku". Jawab Yura tersenyum lebar.


"Oh benarkah? Itu terdengar manis sekali". Ucap Amira yang terus memandang sengit ke arah Shaka.


Apa-apaan ini? Kenapa Yura terus mengatakan kalau aku pacarnya. Gumam Shaka dalam hati dan tak berkutik.


Tak lama Reza pun hadir di tengah-tengah mereka.


"Apa yang sedang kalian bicarakan? Kenapa tidak mengajakku?" Ucap Reza berbasa basi sembari tersenyum.


"Astaga, lihat ternyata dia tidak bisa jauh sedikit pun dari Amira". Celetuk Yura sembari menepuk pelan lengan Reza. Sementara Shaka yang mendengar itu kembali mendengus kesal.


"Amira ayo aku kenalkan ke teman-temanku yang lain. Sepertinya mereka perlu waktu bersama". Ucap Yura sembari menarik tangan Amira.


Kini hanya ada Shaka dan Reza, Shaka pun memilih menikmati minumnya tanpa melirik ke arah Reza.


"Jadi kau dan Yura sudah berpacaran? Kelihatannya kalian sangatlah cocok, lebih baik kau dengannya saja. Bagaimana rasanya Shaka, memiliki wanita yang sudah lama kau cintai?" Tanya Reza tersenyum tenang sembari meraih segelas minuman yang tersedia di meja itu.


Shaka hanya diam sembari tersenyum kecut ke arah Reza.


"Lalu apa lagi alasanmu mempertahankan pernikahanmu dengan Amira". Ucap Reza sembari meneguk minuman di gelasnya.


"Sebagai seorang suami, tentu tidak boleh menjalin hubungan dengan wanita lain, apa lagi sampai bermesraan di hadapan istri sendiri, kau terlalu egois Shaka. Mementingkan perasaanmu tanpa memikirkan perasaan istrimu sendiri. Itu perlaku yang tidak baik. Lebih baik kau segera menceraikannya". Bisik Reza tersenyum.


Shaka pun mulai emosi dan meletakkan kasar gelas minumannya sembari melangkah mendekati Reza.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan lelaki yang mendekati seorang wanita yang berstatus istri orang? Dan berusaha merusak rumah tangga orang, bukan kah itu juga perilaku yang lebih buruk?" Ucap Shaka tersenyum sembari memandang sengit ke arah Reza.


Mendengar itu Reza kembali terdiam, mereka saling menatap tajam namun saling memancarkan senyuman. Kini di antara Reza dan Shaka bagaikan musuh bebuyutan dan seolah tidak ada lagi pertemanan di antara mereka. Yang ada hanyalah persaingan dalam memperebutkan Amira.


__ADS_2