Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 86 Reza Berusaha Menyelamatkan Pernikahan Shaka dan Amira


__ADS_3

Kini mobil Dewa sudah berjalan dan melesat dengan cepat menyusuri jalan menuju Cassino, Amira dengan perasaan berkecamuk terus menangis sembari memandangi jalan dari jendela kaca mobil.


“Entah ucapannya bisa di percaya atau tidak, namun aku tidak punya pilihan lain, hal inilah yang membuat aku menjadi begitu berani mengambil keputusan untuk ikut dengannya, namun yang jelas, aku tidak rela orang-orang yang ku sayangi menjadi tidak tenang hidup nya hanya karena aku, biarlah ini menjadi caraku untuk menebus semuanya pada pak Dewa, agar dia puas dan tak lagi dendam padaku, aku tidak mau hal yang mengerikan terjadi pada mereka, selamat tinggal nenek, selamat tinggal semuanya, mungkin kita takkan bertemu lagi, karena aku yakin pak Dewa tidak akan melepaskan aku begitu saja, semoga kalian akan hidup tenang kali ini, maafkan atas semua kegaduhan yang terjadi karena aku, aku akan selalu mencintai kalian,”


Sepanjang jalan Amira terus menangis, ia sama sekali tak berani mengalihkan pandangannya ke arah Dewa yang baginya begitu mengerikan.


Dewa yang menyadari tangisan Amira yang tak berhenti hanya tersenyum memandanginya.


“Sudahlah nak, tak usah menangis lagi, aku akan mencarikan lelaki yang tepat untukmu, sebentar lagi kau akan bertemu dengannya hahaha,” bisik Dewa dengan suara paraunya yang sontak membuat Amira semakin merinding ketakutan.


Amira semakin menangis membayangkan sebentar lagi tubuhnya akan di jamah banyak pria secara bergantian, karena Dewa akan menjual nya di club milik Dewa yang baru.


Sisi lain kediaman keluarga Buwana…


Sudah berapa jam lamanya Shaka terduduk di sudut kamarnya, ada sedikit harapan terbersit dalam benak Shaka untuk mengharapkan kepulangan Amira, namun ternyata semuanya tidak mungkin.


Shaka sempat khawatir dengan kepergian Amira, namun ia terus menyangkal.


“Aku tidak perlu mengkhawatirkannya, lagi pula dia sudah mengkhianatiku,” celetuk Shaka dalam hati sembari terus melamun dengan kedua tangannya yang terus mengepal.


Pak Dody yang mendengar semua keributan antara Shaka dan Amira jadi ikut kelimpungan dibuatnya, dia jadi tak bisa tidur karena memikirkan keadaan Shaka di dalam kamar yang dia sendiri tak tau bagaimana keadaannya, ditambah lagi dengan kepergian Emely yang juga ikut pergi meninggalkan rumah ini.


Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya pak Dody menelepon Kevin untuk membantu menenangkan Shaka dan menceritakan kejadian yang menimpah dia dan Amira, namun setelah beberapa kali menelepon, Kevin tak mengangkat teleponnya, akhir nya ia berinisiatif menelepon Reza.


Pak Dody menelepon Reza beberapa kali, namun tak di angkat juga, akhirnya setelah beberapa kali di telepon Reza mengangkat teleponnya.


“Halo, tuan Reza, ini dengan Dody kepala pelayan di rumahnya keluarga Buwana, maaf mengganggu malam-malam begini, ada yang ingin saya sampaikan,” ucap pak Dody dengan hati-hati.

__ADS_1


“Iya ada apa pak Dody? Ada yang bisa saya bantu?” Jawab Reza.


“Begini tuan, saya ingin meminta bantuan tuan Reza untuk mencoba menenangkan tuan muda Shaka, karena malam ini keadaannya begitu kacau dan saya sudah mencoba masuk ke kamarnya untuk mencoba menenangkan dia, namun saya diusir tuan, jadi saya pikir tuan Kevin dan tuan Reza bisa membantu, saya sudah menelepon tuan Kevin tapi tidak di angkat,” papar Dody panjang lebar.


“Loh kenapa? Amira dan nenek Emely di mana?” Tanya Reza mengerutkan dahinya.


Dody mulai menjelaskan secara detail pertengkaran yang menimpah Shaka dan Amira, hingga akhirnya Amira dan Emely pergi meninggalkan Shaka.


Mendengar itu Reza tersentak, Reza tidak menyangka rumah tangga Shaka dan Amira di uji dengan ujian yang begitu besar seperti itu, akhirnya tanpa berpikir lagi, Reza segera beranjak dari tempat tidurnya menuju tempat di mana mobilnya terparkir.


Kini mobil Reza melesat dengan kecepatan tinggi menuju rumah Shaka, Reza menyusuri jalan yang sudah sangat sepi karena saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi.


Beberapa menit kemudian mobil Reza sudah sampai di pekarangan rumah mewah keluarga Buwana, Reza dengan cepat melangkahkan kakinya memasuki rumah keluarga Buwana dengan sudah disambut pak Dody.


“Mari tuan, tuan muda ada di kamarnya,” ucap Dody sembari membungkukkan badannya, lalu langsung mengantar Reza menaiki anak tangga menuju kamar Shaka.


Reza mencari keberadaan Shaka dengan memanggilnya.


“Shaka, Shaka, kau di mana? Ini aku Reza,” panggil Reza namun tak ada sahutan.


Akhirnya setelah mencari-cari dengan lampu senter ponselnya, Reza menemukan Shaka sedang terduduk lesu dengan keadaan yang begitu berantakan di salah satu sudut kamarnya.


“Astaga Shaka, ada apa denganmu? Kenapa kau jadi seperti ini? Apa yang terjadi denganmu?” Tanya Reza khawatir dengan keadaan Shaka saat ini.


“Kenapa kau ke sini?” Bukannya menjawab Shaka malah kembali bertanya.


“Aku baru saja mendapat telepon dari pak Dody, dia begitu khawatir dengan keadaanmu makanya dia menghubungiku untuk datang melihat keadaanmu,”

__ADS_1


“Amira mengkhianatiku Za,” gumam Shaka memulai pembicaraan.


“Mengkhianati bagaimana? Apa kau yakin?” Tanya Reza tidak percaya.


Shaka melempar robekan foto Amira dan Marsel ke arah Reza.


Dengan raut wajah bingung Reza menyambungkan robekan-robekan foto itu, namun setelah disambungkan Reza sontak membulatkan matanya, dia begitu syok melihat serpihan foto-foto itu.


“Kenapa kau kaget kan? Kau tidak menyangka?” Celetuk Shaka dengan senyum cibiran.


Namun walau pun begitu Reza mencoba berfikiran positif, di pikirannya tidak mungkin Amira melakukan hal sekejam itu kepada Shaka, dia tau persis bagaimana perilaku Amira, Amira yang polos dan baik tidak mungkin mengkhianati pernikahnnya sendiri.


“Shaka, aku rasa ada yang janggal dengan foto ini,”


“Janggal bagaimana? Aku sudah melihat rekaman cctv hotel itu, di situ terlihat jelas Amira dan bajingan itu berjalan masuk ke sebuah kamar, apa itu janggal juga?”


“Baiklah begini saja, kau istirahatlah dulu aku akan cari tau apakah ini fitnah atau bukan, tapi aku yakin Amira tidak mungkin mengkhianatimu, aku tau dia sangat mencintaimu, ini pasti ada yang salah,” jelas Reza mencoba menenangkan Shaka.


“Aku tidak yakin kalau itu fitnah, rekaman cctv hotel itu sudah cukup membuktikan,” ucap Shaka dengan suara parau.


“Shaka, banyak yang tidak menyukai kebahagiaan kalian, oleh karena itu mereka melakukan berbagai cara untuk memisahkan kalian, kau ingatkan tempo hari Amira pernah di fitnah oleh penyebar berita hoax itu? Orang-orang yang tidak mengenal siapa Amira juga pasti akan seperti kamu saat ini, yang berasumsi yang tidak-tidak tentang Amira, lagi pula kamu kan mencintai Amira, bagaimana bisa cintamu yang katanya begitu besar itu, kalah dengan fitnah seperti ini?” Reza mencoba meyakinkan Shaka.


Shaka pun terdiam mencerna ucapan Reza, ada sedikit rasa bersalah dalam benaknya karena sudah mengusir Amira, namun lagi-lagi dia menepis perasaannya itu.


Melihat keadaan Shaka seperti itu membuat Reza begitu prihatin, namun dia lebih prihatin lagi pada Amira karena Shaka sudah tega mengusirnya, dan dia pun bergumam.


“Malangnya nasibmu Amira, seandainya saat ini aku bisa, aku akan mencari dimana pun kau berada, aku akan melindungimu dan menghapus air mata yang menetes di pipimu, namun itu semua sudah tidak mungkin, aku hanya bisa membantu mengembalikan kepercayaan Shaka kepadamu, aku janji aku akan mengembalikan senyum di bibirmu dengan membantu menyelamatkan pernikahan kalian, karena aku yakin kau dan Shaka sama-sama saling mencintai, cinta kalian begitu besar dan tak terkalahkan oleh apapun,”

__ADS_1


__ADS_2