Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 60 Jalan-jalan Berdua


__ADS_3

Ya tuhan kenapa jantungku berdetak begitu cepat saat dia menyentuhku seperti itu? Sikapnya juga jadi begitu manis. Ah so cute. Gumam Amira dalam hati sembari menahan senyumnya.


Tak lama mereka pun sampai di salah satu Mall mewah, Shaka memarkirkan mobilnya di bassement.


Shaka dan Amira berjalan berdampingan masuk ke dalam Mall dengan di pandangi oleh banyak orang. Ada yang berbisik penasaran dengan wanita yang di sebelah Shaka ada yang merasa irih dan ada juga yang senang melihat Shaka akhirnya sudah mulai dekat dengan seorang wanita karena yang mereka tau Shaka sangat tidak ingin di dekati oleh wanita mana pun karena Shaka sangat menjaga privasinya.


"Siapa wanita itu? Kenapa dia berjalan bersama Shaka Buwana, dan Shaka juga memegang tangannya. Apa dia pacarnya Shaka?" Bisik seorang wanita yang melihat kebersamaan mereka.


"Idih gak cocok, cocoknya juga sama aku cantikkan juga aku." Ucap Wanita bertubuh gemuk sembari mengunyah makanan di mulutnya dengan begitu percaya dirinya.


Sementara Amira merasa begitu gugup di pandangi banyak orang. Dia pun berjalan sembari menundukkan kepalanya.


Setengah jam menunggu akhirnya film yang di pilih Shaka pun di mulai. Bukan film laga, romantis, atau pun misteri yang di pilih oleh Shaka, melainkan film tentang kekeluargaan yang jalan ceritanya cukup menyayat hati dan membuat haru. Shaka memilih film tersebut bukan tanpa alasan, karena kurangnya rasa kekeluargaan yang di rasakan semasa hidupnya lah membuatnya jadi begitu suka dengan film berlatar belakang kekeluargaan.


Di awal film hingga pertengahan, Amira masih bersikap tenang saat menikmati alur cerita dari film itu, namun selanjutnya, Amira nampak mulai gelisah, matanya mulai berkaca-kaca dan hampir tidak sanggup untuk lanjut menonton saking sedihnya. Alur ceritanya menceritakan, sepasang suami istri yang miskin, tetapi berjuang untuk menyekolahkan kedua anaknya hingga kuliah.


"Amira, kau kenapa?" Bisik Shaka.


Amira pun menatap sejenak ke arah Shaka dengan keadaan air mata yang mulai menetes.


"Aku tidak sanggup jika harus menonton film yang menceritakan tentang perjuangan seorang ayah." Jawab Amira yang semakin menangis.


Mendengar pernyataan itu, sontak membuat Shaka langsung menyandarkan kepala Amira di pundaknya dan menutup kedua mata Amira dengan satu tangannya.


"Jangan di lihat lagi jika tidak sanggup." Bisik Shaka pelan.


Amira pun hanya mengangguk, tanpa ia sadari, setengah jam berlalu dan film pun sudah habis. Namun Amira masih saja tersandar di pundak Shaka, Shaka pun melepas tangannya yang sedari tadi menutup kedua mata Amira, yang ternyata Amira tengah tertidur lelap di pundaknya. Shaka masih diam, dia terus memandangi wajah sendu Amira yang begitu dekat dengannya. Para penonton pun mulai beranjak meninggalkan ruangan besar itu, hingga akhirnya hanya menyisakan mereka berdua yang masih terduduk di kursi.

__ADS_1


Selang beberapa lama, Amira pun tersentak. Ia begitu terkejut dan kebingungan saat melihat ruangan sudah kembali terang dan seluruh kursi pun sudah kosong.


"Sudah bangun?" Tanya Shaka sembari tersenyum.


"Shaka, sejak kapan filmnya selesai? Kenapa tidak memabangunkanku?" Tanya Amira yang masih tampak bingung.


"Kau tidur di pundakku dengan begitu nyenyak, aku tak tegah membangunkanmu." Jawab Shaka dengan tenang.


Amira pun hanya diam sembari terus berfikir.


"Apa pundakku sungguh memberi kenyamanan untukmu? Kelihatannya kau sangat betah." Tanya Shaka pelan mulai menggoda Amira.


Amira langsung gugup saat Shaka menggodanya, wajahnya memerah dan jadi salah tingkah.


"Sudah, ayo kita keluar." Ucap Amira mengalihkan pembicaraan sembari langsung beranjak.


Shaka pun hanya tersenyum dan akhirnya ia pun beranjak mengikuti Amira. Terlihat para pegawai kebersihan telah berdiri tegak menunggu Amira dan Shaka keluar. Melihat itu Amira jadi merasa sangat tak enak hati karena membuat mereka menunggu.


Tak lama Shaka pun berdiri santai di hadapan mereka dan tersenyum.


"Maaf sudah membuat tugas kalian tertundah. Ini ambil lah, anggap saja sebagai ganti rugi atas waktu kalian yang sudah terbuang karena kami." Ucap Shaka dengan begitu tenang sembari memberikan uang tips kepada seluruh pegawai kebersihan itu.


Pegawai kebersihan bioskop itu pun langsung sumringah ketika melihat jumlah uang yang di berikan kepada mereka masing-masing.


"Terimakasih banya tuan." Ucap para pegawai kebersihan dengan serentak sembari membungkukkan badan mereka.


Shaka pun hanya tersenyum tipis sembari menarik tangan Amira untuk keluar dari ruangan besar itu.

__ADS_1


Tak lama Shaka pun membawa Amira untuk makan di salah satu restoran yang ada di Mall itu, ia memilih ruangan yang VIP agar mereka bisa makan berdua dengan leluasa tanpa di lihat orang-orang.


Kini waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 sore, Amira dan Shaka sudah selesai menyantap makanannya. Amira pun mengajak Shaka untuk langsung pulang. Shaka pun hanya mengikuti kemauan Amira dan membawanya pulang.


"Shaka, terimakasih untuk hari ini." Ucap Amira tersenyum menatap Shaka saat mereka masih dalam perjalanan pulang.


"Tidak perlu sungkan, mulai sekarang dan seterusnya aku akan sering mengajakmu jalan-jalan." Jawab Shaka yang ikut tersenyum. Mendengar hal itu Amira pun kembali tersenyum. Namun tiba-tiba Amira terdiam sejenak.


"Amira, kamu kenapa?" Tanya Shaka tampak bingung dengan Amira yang tiba-tiba diam saja.


"Aku hanya rindu sama mama dan papa." Jawab Amira sembari menundukkan kepalanya.


"Yah sudah bagaimana kalu kita ke rumah mama papa." Ucap Shaka tersenyum.


"Besok saja. Aku juga masih lelah." Keluh Amira membuat Shaka tersenyum ke arahnya sembari meraih tangan Amira dan mengecupnya.


Melihat itu jantung Amira semakin berdetak kencang. Amira tampak kikuk melihat perlakuan manis Shaka padanya.


Tak lama mobil pun sampai di loby rumah Shaka. Amira dan Shaka berjalan berdampingan masuk ke dalam rumah dengan terus mengukir sebuah senyuman simpul satu sama lain. Amira berjalan berdampingan dengan Shaka dengan senyum yang terus terpancar.


Tiba-tiba langkah mereka sejenak terhenti saat melewati ruang keluarga melihat sosok wanita paruh baya telah terduduk dan menyambut mereka dengan sumringah.


"Nenek." Ucap Shaka sumringah dan langsung berjalan menghampiri neneknya yang tak lain dan tak bukan ialah Emely Buwana.


"Wah wah wah rupanya kedua cucuku ini sudah semakin mesrah saja." Ucap Emely dengan sumringah.


"Ah tidak nek kami hanya jalan-jalan saja." Jawab Amira yang tampak malu-malu.

__ADS_1


"Oh iya kalian kan belum pernah bulan madu, bagaimana kalau kalian bulan madu ke dubai atau ke mana pun yang kalian mau. Ayo lah cepat berikan aku cicit lagi." Emely tampak memelas.


"Ah nenek nanti kita pikirkan lagi, lagi pula Shaka sangat sibuk mengurus hotel barunya itu jadi lain kali saja." Jawab Amira yang semakin gugup sementara Shaka yang mendengar penolakkan Amira tampak kecewa karena sejujurnya dia sangat ingin mengulang moment indah saat ia memadu kasih dengan Amira seperti malam itu karena saat ini Shaka benar-benar sudah sangat mencintai Amira sepenuhnya sehingga setiap inci tubuh Amira menjadi candu baginya saat ini. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak mungkin memaksa Amira karena dia tidak mau membuat Amira semakin membencinya.


__ADS_2