
Amira sedikit tersanjung dengan sikap Shaka yang akhir-akhir ini selalu bersikap manis padanya dan lebih banyak mengalah. Lalu Amira pun mulai membuka ponselnya.
"Baiklah mari kita lihat kontak siapa saja yang ada di dalamnya". Amira berkata sendiri sembari membuka ponselnya.
Dan setelah di lihat ternyata hanya ada 3 kontak di dalamnya, yang pertama kontak mamanya, papanya dan sontak Amira kaget dan mengerutkan dahinya saat melihat kontak Shaka yang tertulis " Suami Gantengku".
"Kenapa dia menulis namanya seperti ini?" Amira tampak panik dan ingin segera menggantinya karena tidak terima.
"Nah ini baru benar". Ucap Amira lalu tersenyum puas saat sudah berhasil mengganti nama Shaka menjadi " MANUSIA ANEH"
Shaka kemudian masuk ke ruang kerjanya dengan membawah serta ponsel lama Amira. Ia kemudian duduk di kursinya dan mengamati ponsel Amira, tak lama kemudian ponsel itu bergetar tanda pesan masuk.
Reza : kalau urusanmu sudah selesai hubungi aku yaa ;)
Cih dasar, sepertinya Reza mulai menyukai Amira, sejak kapan selerahnya jadi payah seperti itu, padahalkan masih banyak wanita di luar sana yang lebih cantik dan seksi kenapa dia memilih wanita bodoh itu? Ucap Shaka dalam hati.
"Kau tunggu saja kabarnya sampai berabad-abad lamanya, sampai indonesia turun salju pun dia tidak akan mengabarimu". Ucap Shaka tersenyum puas sembari memasukkan ponsel jadul Amira ke dalam laci meja kerjanya.
Waktu sudah menunjukan pukul 19.00 malam waktunya makan malam, Amira bersiap-siap turun ke bawah Amira mulai memakai baju over size untuk menutupi perutnya yang sudah mulai membesar. Amira memandangi perutnya di cermin dan mencoba mengisi kain di balik bajunya dan melihat apakah baju over size ini bisa menyembunyikan kehamilannya. Amira mengamati dirinya di cermin dengan perut berisi kain.
Ternyata masih tidak bisa di sembunyikan, tidak lama lagi aku akan jujur pada Shaka soal ini. Amira bergumam dalam hati sembari terus memandangi perutnya.
Amira langsung tersadar dan mengingat Shaka sudah menunggunya untuk makan malam, Amira begegas turun melalui anak tangga lalu berjalan menuju ruang makan. Ternyata makanan sudah di hidangkan dan Shaka juga sudah menunggunya di meja makan. Melihat Amira datang Shaka terus mengamatinya dengan tatapan heran, Amira memakai celana pendek kasual dan baju over size polos berwarna coklat. Kali ini penampilan Amira bedah dan badannya juga sudah mulai berisi. Amira menyadari tatapan Shaka dengan wajah kikuk.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Amira sembari mengerutkan dahinya.
"Tidak.. Aku hanya heran saja denga outfit barumu ini". Ucap Shaka kemudian melanjutkan makannya.
__ADS_1
"Aku hanya merasa nyaman saja dengan pakaian seperti ini" Jawab Amira dengan tampak kikuk. Dia takut kalau Shaka sampai curiga dengannya.
Amira melihat di meja ada pizza kesukaannya saat Amira mulai meraih pizza itu Amira begitu terkejut melihat pizza yang tidak di makan dengan utuh yang hanya di makan topingnya saja. Mata Amira sontak terbelalak ia lalu melirik ke arah Shaka yang tengah memakan pizza.
"Kenapa kamu memakan pizza seperti ini?" Ketus Amira mulai kesal.
"Memangnya kenapa? Aku hanya suka toppingnya jadi aku hanya makan topingnya saja". Ucap Shaka sembari memakan toping pizzanya tanpa rasa bersalah
"Tapi kenapa sisanya tidak di buang saja".
" Kenapa? Apa salahnya aku makan pizza di rumahku sendiri?" Ketus Shaka tak mau kalah.
"Kau ini benar-benar kekanak-kanakan". Amira berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan Shaka.
"Heii mau ke mana kau? Tetaplah disini!!" Teriak Shaka saat melihat Amira melangkah pergi.
"Apa apaan ini? Kenapa wanita itu jadi begitu berani sekarang? Dia bahkan sudah berani membantahku". Geram Shaka seorang diri.
"Baru saja aku memuji lelaki itu karena berbuat manis padaku, kini dia jadi menyebalkan lagi. Dasar manusia berkeperibadian ganda". Amira terus mengomel sepanjang jalan menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar Amira duduk di ranjang dan bersandar di kepala ranjang.
"Lihatlah setelah dia bersikap manis padaku pasti dia akan berubah lagi menjadi lelaki yang menyebalkan". Geram Amira dengan sangat kesal dan membayangkan sikap Reza yang sangat manis.
Sikap Shaka benar-benar berbedah dengan Reza, kenapa dia tidak bisa bersikap manis seperti Reza. Ah tidak mereka tidak pantas di bandingkan karena Reza sangat manis sedangkan Shaka sangat mengerihkan. Benak Amira terus bergumam memikirkan 2 lelaki yang sangat berbedah itu.
"Tidak.. Tidak.. Aku jangan terlalu percaya diri dengan sikap kak Reza yang manis padaku. Dia tidak hanya bersikap baik padaku tapi juga kepada semua orang aku tidak boleh terlalu banyak bermimpi apa lagi aku sedang hamil dengan Genta dan menikah dengan orang lain mana mungkin kak Reza mau menerima perempuan seperti aku". Celetuk Amira yang tengah menyadarkan lamunannya sembari memukuli kepalanya sendiri.
__ADS_1
Sementara Shaka yang melihat Amira tidak makan berinisiatif untuk memesankannya pizza. Shaka meraih ponsel di dalam saku celananya dan menelpon seseorang untuk mengantarkan pizza ke rumahnya. Selang beberapa saat pesanan Shaka datang, Shaka mengambilnya dan membawah Pizza itu ke dapur lantas Shaka menyuruh pelayan untuk meletakkan pizza itu ke piring kosong dan membawahnya ke kamar Amira.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk". Ucap Amira dari dalam kamar.
Santi mulai membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar Amira dengan membawah nampan berisi pizza di atasnya. Amira mengerutkan dahinya ketika Santi membawah pizza untuknya.
"Santi, pizza dari mana ini?" Tanya Amira tampak bingung.
Namun belum sempat Santi menjawab tiba-tiba Shaka masuk begitu saja.
"Pizza dari aku". Ucap Shaka sembari melangkah mendekati Amira yang sedang duduk di atas ranjang.
"Santi, letakkan pizza itu dan kau boleh keluar". Perintah Shaka kepada Santi.
"Baik tuan muda.." Santi pamit sembari membungkukkan badannya.
"Berbangga hatilah kau karena seorang Shaka Buwana yang biasa di layani kini mau dengan sukarela melayanimu". Ucap Shaka dengan percaya dirinya.
"Apa yang harus di banggakan dari itu? Aku tidak menyuruhmu mengantarkanku pizza". Ketus Amira dengan kesal.
"Aku tau kau suka pizza, dan aku memakannya tadi, jadi aku berinisiatif untuk kembali memesan pizza untukmu". Ucap Shaka sembari berdiri dengan memasukkan tangannya ke saku celana.
Sudah ku duga, habis bersikap menyebalkan kembali berubah bersikap manis lagi. Benar-benar tidak bisa di tebak. Memang benar dugaanku kalau dia punya keperibadian ganda. Amira terus bergumam dalam hati.
" Tunggu apa lagi? Makanlah, aku mau kembali ke kamar". Ucap Shaka kemudian berlalu pergi begitu saja.
__ADS_1
Sementara Amira yang melihat sikap Shaka benar-benar bingung di buatnya.