Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 24 Bertengkar


__ADS_3

Amira terus berdiri mematung memandang kepergian Shaka. Amira terduduk di lantai dan mulai menangis.


"Shaka Buwana. Sudah 2x dia melecehkanku, aku tidak trima, besok aku akan pulang, sepulang dari sini aku akan langsung pergi meninggalkan rumahnya. Tak peduli apapun terjadi aku harus pergi dari hidupnya". Amira menangis sesenggukan.


Sehari sejak kejadian penamparan itu hubungan Amira dan Shaka kian menjauh, sepulang dari bandung Amira langsung mengemasi barang-barangnya. Amira bisa dengan bebas pergi dari rumah itu karena tidak ada Emely di rumah, saat mereka masih di bandung Emely menelpon Shaka dan berpamitan karena akan pergi ke luar negeri untuk mengobati kakinya.


Amira membuka cincin kawinnya dengan keadaan yang masih menangis. Selesai dari itu semua, Amira pun kembali keluar dari kamarnya, dan mendapati Shaka yang baru keluar dari kamar pribadinya. Amira menghampiri Shaka dan meletakkan cincin kawin dan kartu debitnya di telapak tangan Shaka.


"Ambilah semuanya, aku takkan membawah apapun yang berasal darimu atau pun dari rumah ini". Ucap Amira tegas.


Shaka hanya terdiam sembari memandangi cincin kawin dan kartu debit yang terletak di genggamannya. Tanpa berkata apa pun Amira pergi meninggalkan Shaka yang masih berdiri mematung. Air mata Amira semakin berjatuhan, namun ia berusaha untuk kembali tegar dan mengusap air matanya.


Amira terus melangkah dengan tegas menuju pintu utama, ia pun mempercepat langkahnya agar segera sampai ke gerbang yang jaraknya cukup jauh dari rumah Shaka. Sementara Shaka yang masih emosi kembali meremas kuat cincin dan kartu debit di tangannya.


"Aarrggghh" Teriak Shaka dan membuang cincin dan kartu debit itu ke lantai.


Shaka langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya, Shaka membanting keras pintu kamarnya. Sementara dari lantai 1 para pelayan mendengar Shaka membanting pintu dengan kasar mereka hanya diam ketakutan ketika mendengar Shaka membanting benda di kamarnya dan melihat Amira berjalan keluar dari rumah membawah tasnya sembari menangis.


"Astagaa baru kemarin nyonya besar pergi dan kini mereka sudah bertengkar hebat" Ucap salah satu pelayan.


"Sudah.. Sudah lebih baik kita masuk ke kamar, kalian mau tuan muda memecat kita karena mendengar kita bergosip tentang dia". Ucap Santi pelayan wanita di rumah itu.


Akhirnya ke 6 pelayan itu memilih masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Setelah sampai di tepi jalan, Amira menyetop taksi di jalanan dan memasuki taksi tersebut. Amira berniat untuk ke rumah Salsa, Amira tidak akan pulang ke rumah karena pasti mama dan papanya akan banyak bertanya. Amira tidak mau membuat papa dan mamanya kepikiran. Sepanjang jalan Amira hanya menatap ke jalanan dari balik kaca mobil dan meneteskan air mata.


Tak berapa lama Amira pun sampai di halaman rumah Salsa. Amira menuruni mobil dan berjalan menuju rumah Salsa. Sesampainya di depan pintu rumah Salsa Amira menelpon Salsa untuk membukakannya pintu. Salsa terkejut melihat kedatangan Amira dengan membawah tas pakaian yang besar.


"Amira!! Kamu dari mana saja? Kenapa kamu membawah tas besar?". Tanya Salsa sedikit cemas.


" Salsa, boleh kah aku tinggal di rumahmu sementara? Aku mau menenangkan diri dulu lalu pulang ke rumahku". Tanya Amira sembari menggenggam kedua tangan Salsa memohon.


"Tentu saja Amira, ayo masuk dulu". Pinta Salsa pada Amira.


Salsa mempersilahkan Amira duduk dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih. Tak lama kemudian Salsa datang dengan membawah gelas berisi air putih di atas nampan. Salsa mempersilahkan Amira minum dulu.


"Terimakasih ya Sa.." Ucap Amira sembari meraih gelas di tangan Salsa.


Setelah merasa sedikit tenang Amira menarik nafas panjang lalu mulai bercerita dari pernikahannya dengan Shaka sampai dengan penyebab dia datang ke ruamah Salsa. Salsa sontak saja kaget mendengar penuturan Amira. Salsa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya kalau Amira sudah menikah dengan Shaka, sehingga dia menyuruh Amira mengulangnya lagi. Setelah Amira mengulang kata-katanya Salsa terperanga.


"Amira? Kamu menikah dengan Shaka dan kamu tidak memberitahuku?" Ucap Salsa protes.


"Maafkan aku Salsa, aku tidak bermaksud untuk merahasiakannya darimu aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan semuanya padamu". Ucap Salsa sembari mengusap punggung tangan Salsa.


"Lalu kenapa kamu pergi dari rumah Shaka hanya karena hal itu? Kalian sudah menikah Shaka berhak atas dirimu". Ucap Salsa mencoba meyakinkan Amira.


"Iyaa.. Tapi itu hanya akan terjadi kalau Shaka mau menganggapku sebagai istri, sikapnya yang begitu arogan yang membuat aku enggan untuk memberikan haknya. Lagi pula kami hanya menikah di atas kertas saja bukan karena cinta". Ucap Amira yang sudah bangkit dari duduknya dan berdiri membelakangi Salsa.

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti perasaan kamu. Lalu bagaimana dengan kandungan kamu? Apa kandungannya baik baik saja?" Tanya Salsa sembari berjalan mendekati Amira yang sedang berdiri.


"Iyaa, semuanya baik baik saja. Salsa, aku merasa kurang beruntung dalam hal percintaan. Dulu Genta skarang Shaka juga mempermainkanku". Ucap Amira lirih dengan tatapan sendu.


" Amira, kamu sabar ya.. Semua akan indah pada waktunya, aku yakin seiring berjalannya waktu kamu akan bahagia". Ucap Salsa membalikkan tubuh Amira ke hadapannya sembari memegang kedua pundak Amira.


"Terimakasih ya Salsa, kamu selalu menjadi sahabat terbaikku". Amira meraih tubuh Salsa dan memeluknya.


Waktu menunjukkan pukul 12 malam, Setelah selesai berbincang Salsa mengajak Amira ke kamarnya untuk beristirahat.


Keesokan paginya, Amira bangun terlebih dahulu, Amira berjalan menuju kamar mandi membersihkan dirinya dan keluar dari kamar Salsa kemudian menuruni anak tangga. Amira berjalan menuju taman belakang rumah Salsa dan melihat bunga di taman rumah Salsa yang begitu indah.Sementara Reza yang berjalan menuju ruang makan dan melewati taman belakang pun terhenti dia seperti melihat sosok Amira di taman belakang rumah mereka, Reza lantas berbalik menuju taman bunga itu dan memastikan apa benar itu Amira atau bukan dan ternyata benar itu Amira. Reza tampak heran kenapa Amira ada di rumahnya pagi-pagi begini dan pakaiannya sepertinya dia mengenakan pakaian tidur, sepertinya Amira menginap di sini pasti dia menginap di kamar Salsa. Reza kemudian berjalan mendekati Amira.


"Ekhem". Reza berdehem.


Mendengar itu, Amira lalu berbalik menghadap ke arah sumber suara. Amira pun tampak tersenyum manis ketika melihat Reza berdiri di belakangnya.


"Kak Reza.." Amira tersenyum manis ke arah Reza


"Kamu menginap di sini?" Tanya Reza yang juga tersenyum manis kepada Amira.


"Emm.. iyaa kak, aku datang menemui Salsa sudah lama kita tidak bertemu aku rindu padanya jadi aku datang saja ke sini untuk menemuinya". celetuk Amira sedikit berbohong. Amira tidak mau menceritakan masalahnya kepada Reza Amira juga sudah berpesan kepada Salsa untuk tidak menceritakannya kepada siapapun terutama kepada kakaknya.


"Ya sudah, kalau begitu aku ke kantor dulu sebentar malam kamu harus ikut aku, aku mau mengajakmu ke suatu tempat". Ucap Reza kemudian melangkah pergi meninggalkan Amira.

__ADS_1


"Mengajak ke suatu tempat? Untuk apa?" Amira bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


__ADS_2