
Setelah selesai mandi, kini Amira menyiapkan pakaian untuk Shaka pakai ke kantor, tak lupa juga dia menyiapkan bekal makanan untuk di bawa Shaka. Selesai dengan itu semua, Amira duduk di sofa sembari menunggui Shaka, tak lama Amira meraih ponselnya dan iseng membuka whatsapp lalu melihat story yang ada di whatsappnya, Amira melihat story Salsa sedang jalan-jalan pagi di taman bersama Queen yang sedang tersenyum manis dan lucu seakan sadar sedang di foto. Amira tersenyum sendiri melihat Queen yang sudah semakin besar dan lucu. Tiba-tiba Amira rindu dengan bayi itu. Ia memutuskan untuk ikut bersama Shaka dan meminta Shaka mengantarnya di taman tempat Salsa dan Queen berada. Amira mengirim pesan pada Salaa untuk menyusulnya ke taman.
Sa, aku nyusul ke taman ya. Aku rindu dengan Queen. Amira mengirim pesan.
Tak lama Amira mendapatkan balasan dari Salsa.
Okee di tunggu ya!! Jawab Salsa.
Amira pun bergegas menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar menemui Shaka. Amira perlahan membuka handle pintu.
Ceklek..
Shaka yang sedang siap-siap melihat pintu terbuka dan mendapati Amira yang tengah melangkah mendekatinya. Shaka pun tersenyum.
"Sayang, ada apa?" Tanya Shaka menghadap ke arah Amira dan mengulurkan tangannya menyambut Amira.
"Kamu sudah selesai siap-siap?" Tanya Amira membalas uluran tangan Shaka lalu mendekatinya sembari merapikan dasi yang di kenakan Shaka.
"Iya, baru saja selesai." Shaka mengusap-usap pipi Amira.
"Shaka, boleh kah aku ke taman untuk menemui Salsa dan Queen? Aku sangat merindukannya." Ujar Amira meminta izin pada Shaka.
Shaka terdiam sejenak tampak memikirkan sesuatu.
"Apa di sana hanya ada Salsa dan Queen?" Shaka mencoba memastikan.
"Iya hanya ada mereka berdua. Kenapa kamu pikir ada Reza juga ya? Kamu cemburu?" Ucap Amira sembari mencubit kecil hidung Shaka dan tersenyum menggodanya.
"Ya iya lah aku cemburu kamu kan istri aku. Aku nggak mau melihat kamu di dekati lelaki mana pun." Jelas Shaka sembari memeluk pinggang Amira.
"Kamu tenang saja. Aku tidak akan dekat dengan lelaki mana pun kecuali kamu dan Papa."
"Yah sudah aku siap-siap dulu dan kamu antar aku ya? bisa kan?" Tanya Amira tampak memelas.
"Apa pun untukmu sayang." Jawab Shaka sembari mencium singkat kening Amira.
Amira pun melepaskan dirinya dari pelukan Shaka lalu mengambil tas dan keluar dari kamar bersama Shaka. Mereka berjalan berdampingan menuju garasi mobil, menaiki mobil dengan Shaka yang segera melajukan mobilnya. Sepanjang jalan Shaka terus menggenggam tangan Amira mereka terlihat sangat bahagia layaknya suami istri pada umumnya. Pernikahan mereka sudah setahun tapi mereka seperti baru saja menikah bahkan baru saja melakukan malam pertama setelah satu tahun menikah. Mereka sama-sama sudah melupakan perjanjian konyol mereka mengenai pernikahan kontrak itu.
Selang beberapa saat mobil pun sampai di taman di mana Salsa sudah menunggu Amira.
"Aku jemput lagi di sini ya, meetingnya cuma sebentar kok." Ucap Shaka lalu kemudian mencium kening Amira.
"Iya, aku turun dulu ya. Kamu hati-hati."
"Iya sayang."
__ADS_1
Amira pun turun dari mobil dan melangkah menemui Salsa yang kini sedang menggendong Queen.
"Ciee makin mesra aja ni pasutri." Ucap Salsa tersenyum menggoda Amira.
"Iya alhamdulilah Sa, mulai sekarang aku dan Shaka akan menjalani hubungan rumah tangga layaknya suami istri pada umumnya." Jawab Amira sumringah
"Waahh aku ikut senang dengarnya semoga kalian berdua langgeng sampe kakek nenek."
"Amiinn. Oh iya boleh aku peluk?" Amira mengulurkan tangannya ke arah Queen yang kini ada di gendongan Salsa.
"Boleh dong mommy." Ucap Salsa sembari menyerahkan Queen pada Amira.
"Mommy?" Tanya Amira tersenyum penuh tanya sembari mengambil Queen dalam dekapannya.
"Iya, aku akan ajarin dia untuk panggil kamu mommy. Karena kamu salah satu wanita yang bisa menenangkan dia seperti mommy nya sendiri." Jelas Salsa yang sengaja menciptakan kedekatan antara Amira dan Queen.
"Emang boleh dia panggil aku mommy?"
"Ya boleh dong, kenapa enggak." Ujar Salsa meyakinkan Amira.
"Makasih ya Sa, kamu mau deketin aku sama Queen. Tau nggak aku itu rindu sekali dengan sosok seorang anak. Setiap kali melihat Queen aku seperti melihat anakku sendiri." Ucap Amira lirih dan tiba-tiba saja rindu pada anaknya yang di kiranya sudah meninggal.
"Mulai sekarang anggap saja Queen ini anakmu juga jadi kamu bebas bisa datang kapan saja untuk bertemu Queen." Ucap Salsa sembari mengusap pundak Amira.
"Makasih ya Sa." Amira memeluk Salsa.
"Amira!!!" Bentak wanita itu yang tak lain adalah Anisa ibu Genta.
Amira langsung menoleh dan sontak membulatkan matanya terkejut dengan keberadaan Anisa di depannya.
"Tante?"
"Kenapa? Kamu kaget kenapa saya bisa berada di sini? Langsung saja ya saya nggak mau bertele-tele!! Kenapa malam itu kamu masih menemui anak saya Genta hah? Asal kamu tau ya, saya sangat tidak menyukai hubungan kalian. Dan saya tidak suka kalau kalian sampai bersama lagi. Ingat!! Sampai kapanpun saya tidak akan pernah merestui hubungan kalian!!" Ucap Anisa pelan namun penuh penekanan.
Amira masih saja diam dan tampak santai mendengar semua ocehan Anisa pada dirinya.
"Tante stop ya!! Asal tante tau Amira itu sekarang sudah..."
"Udah Sa, biarkan tante Anisa bicara dulu." Ucap Amira memotong ucapan Salsa.
"Tapi Mir.."
"Sudah, kita dengarkan dulu semuanya." Bisik Amira.
"Kamu tidak usah ikut campur ya! Saya sedang bicara dengan Amira." Ketus Anisa menatap tajam ke arah Salsa.
__ADS_1
"Dan kamu!! Sebenarnya mau kamu apa sih? Kamu mau uang? Saya bisa berikan berapa pun yang kamu minta asal kamu dan anak kamu harus menjauhi Genta sekarang juga!!" Anisa mulai meningikan suaranya.
Awalnya Anisa setuju dengan hubungan Genta dan Amira, tapi setelah di cari tau ternyata Amira adalah anak dari Adi Wijaya mantan kekasihnya dulu yang sudah meninggalkannya demi menikah dengan Riana ibu Amira. Itu sebabnya kenapa sekarang Anisa sangat membenci Amira, dia tidak sudi kalau sampai anak dari Adi Wijaya menjadi menantunya itu lah sebabnya dia sengaja tidak mau bertanggung jawab agar Adi Wijaya dan anaknya merasakan apa yang dia rasakan dulu. Saking dendamnya bahkan dia sudah tidak peduli dengan cucunya anak dari Genta.
"Maaf tante, tapi saya nggak butuh uang tante. Hidup saya sudah lebih dari cukup, dan apa tante tidak tau? Anak saya dan Genta sekarang sudah meninggal, dan tante tau karena apa? Semua karena saya stres dengan Genta yang sudah meninggalkan saya sehingga mengganggu kehamilan saya!! Tante puas sekarang?" Jelas Amira dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar itu Anisa tampak sedikit syok dan terdiam sejenak dengan tatapan bingung. Bagaimana pun Anisa sebenarnya mempunyai hati yang baik, hatinya seakan sedih ketika mendengar cucu pertamanya meninggal namun dendam sudah menguasai hatinya sehingga dia menepis rasa sedihnya itu dengan amarah.
"Jadi anakmu meninggal? Bukan kah itu bagus? Berarti tidak ada lagi alasan kamu untuk mendekati anak saya lagi." Ucap Anisa tersenyum sinis.
"Saya tidak menyangka tante benar-benar tak berhati. Bahkan mendengar cucu kandungnya sendiri meninggal saja tante malah bersyukur. Saya tidak menyangka bisa bertemu dengan orang yang jahat sekali seperti tante. Benar-benar kejam." Teriak Amira yang mulai emosi.
"Jangan berteriak padaku!!!" Anisa mulai melayangkan tangannya hendak menampar Amira namun tiba-tiba ada seseorang yang menahan tangannya.
"Berani sekali kamu menampar istri saya." Ucap Shaka yang tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah mereka.
Anisa menoleh dan sontak membulatkan matanya, alangkah terkejutnya dia saat melihat siapa yang sedang berdiri di hadapannya ini.
"Istri?" Tanya Anisa tampak bingung dengan raut wajah yang masih sangat kaget.
"Amira Zavia Wijaya ini adalah istri saya. Kami sudah satu tahun menikah. Jelas?" Jelas Shaka dengan lantang lalu kemudian melepas tangan Anisa.
Mendengar itu Anisa jadi diam seribu bahasa dia masih begitu terkejut dengan apa yang di dengarnya. Dia tidak menyangka Shaka Buwana menikahi Amira. Bukan hanya orang lain Anisa juga tau siapa Shaka Buwana ini, sehingga dia merasa tidak percaya seorang Shaka Buwana mau menikahi Amira.
"Siapa anda sebenarnya?" Tanya Shaka yang memang tidak mengenal siapa Anisa sebenarnya.
"Dia adalah ibu Genta." Jawab Amira.
Mendengar itu Shaka semakin emosi. Dia mengepalkan tangannya dan menatap tajam ke arah Anisa.
"Jadi anda adalah ibu dari anak pengecut itu?" Tanya Shaka yang tampak emosi.
"Kenapa kamu datang ke sini dan hendak menampar istriku?" Shaka mulai meninggikan suaranya.
Medengar pertanyaan Shaka Anisa seketika menyunggingkan senyum sinisnya. Dia berfikir untuk membocorkan pertemuan Genta dan Amira yang di kiranya tidak di ketahui Shaka.
"Jadi anda mau tau kenapa saya hendak menampar dia? Asal anda tau, malam itu istri tercinta anda ini bertemu dengan anak saya Genta dan mungkin anda tidak tau karena mereka diam-diam bertemu. Itu lah sebabnya saya hendak menamparnya. Dia memang pantas di tampar karena perempuan seperti dia ini tidak pantas bersama dengan anak saya. Lagi pula saya heran, kenapa anda seorang Shaka Buwana, pengusaha muda dan terkenal mau menikahi perempuan yang saya saja tidak sudi bila dia menikah dengan anak saya." Papar Anisa yang masih berusaha menjatuhkan Amira.
"Sepertinya saya perlu memberitahu anda apa yang anda katakan itu saya sudah mengetahuinya, dan perlu anda tau betapa beruntungnya saya menikahinya, dia adalah wanita yang hebat tidak hanya cantik dia juga begitu baik dan mempunyai hati yang lembut. Dia tidak hanya mencintai saya tapi juga mencintai nenek saya, dan sepertinya saya harus berterimakasih kepada anda karena anda sudah mau melepas Amira dari anak anda sehingga saya bisa dengan mudah untuk mendapatkannya. Dan perlu anda tau juga, jarang memiliki menantu sehebat Amira. Saya bisa pastikan anda tidak akan mendapatkan menantu seperti dia." Jelas Shaka dengan tersenyum sinis.
"Saya tidak menyesal, saya bahkan bersyukur tidak memiliki menantu seperti dia. Saya tidak menyangka tuan Shaka Buwana, selerah anda hanya seperti ini saja." Ucap Anisa menatap Amira dengan tatapan ejekan.
"Justru selerah saya ini begitu tinggi nyonya." Ucap Shaka pelan namun penuh penekanan.
"Oh ya dan perlu anda tau, suami anda mengajak saya bekerja sama dengan perusahaannya saya. Saya akan membatalkan kerja sama saya dengannya, saya tidak sudi menjalin kerja sama dengan orang sombong seperti kalian. Dan saya pastikan, kalau sampai saya tau anda masih mengganggu Amira lagi, saya akan memblakclist suami anda agar tidak ada satu pun perusahaan yang mau bekerja sama dengan perusahaan kalian. Saya bisa melakukan apa pun bahkan saya bisa membuat kalian jatuh miskin." Ujar Shaka sembari menarik tangan Amira dan membawanya pergi dari tempat itu dengan diikuti Salsa meninggalkan Anisa begitu saja.
__ADS_1
Ancaman Shaka sukses membuat Anisa diam seribu bahasa. Dia tiba-tiba takut kalau nanti Shaka membuktikan ucapannya tadi, suaminya juga pasti akan marah besar. Dia tidak menyangka dendamnya itu membawa pengaruh besar dalam kehidupan mereka. Anisa seketika bingung harus berbuat apa karena dia yakin Shaka pasti akan membuktikan ucapannya itu. Namun dia juga begitu gengsi kalau harus meminta maaf pada Amira anak dari mantan yang sudah saat ini sudah menjadi musuhnya.