Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 21 Kedatangan Reza


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 05.00 pagi, Amira sudah mau keluar dari kamarnya. Dengan menuruni anak tangga Amira pun menuju dapur untuk memasak. Hari ini Amira akan memasak nasi goreng seafood dan jus wortel, Amira menyediakan bahan-bahan yang akan di masak. Ketika Amira sedang menumis bumbu Emely pun datang.


"Amira, kenapa kamu masak lagi? Kan sudah ada pelayan lebih baik kamu bersantai-santai saja di kamar atau mengurus keperluan kerja suamimu, tidak usah terlalu bersikap seperti pelayan nak". Ucap Emely mendekati Amira yang tengah sibuk memasak.


"Tidak apa-apa nek, aku di rumah juga sering membantu ibu memasak, memasak adalah hobyky, kalau hanya duduk santai saja aku jadi bosan. Lagi pula aku sudah menyiapkan keperluan kerja Shaka kok". Ucap Amira sedikit berbohong karena tidak mungkin Amira membuat kesalahan lagi dengan masuk ke kamar pribadi Shaka, Amira tidak mau Shaka menghukumnya dengan mengambil haknya secara paksa. Jika saja pernikahan mereka bukan sandiwara Amira pasti akan memberikannya sepenuh hati, Amira tidak mau melakukan hal itu dengan orang yang tidak mencintainya.


"Oh ya sudah, terserah kamu saja tapi ingat kalau kamu lelah kamu harus istirahat, oh iyaa apa kamu sudah baikan?" Tanya Emely cemas.


"Iyaa nek Alhamdulilah aku sudah sehat". Jawab Amira sembari tersenyum manis.


" Syukurlah kalau begitu, yah sudah kamu masak saja, saya mau ke taman belakang dulu". Ucap Emely dengan berlalu dari hadapan Amira.


Masakan sudah hampir matang, nasi sudah dia masukan beberapa menit yang lalu, kecap asin, sedikit saus tomat dan juga garam sudah di tambahkan. Tinggal menunggu bumbu terserap sempurna.


Sementara menunggu bumbu menyerap Amira mengupas wortel dan memasukannya ke dalam juicer kemudian ditambahkan susu lalu Amira memblendernya. Suara blender yang berdesing nyaring mengisi kesunyian dapur yang di dominasi warna tosca itu. Saking sibuknya memasak Amira sampai tak sadar Shaka sedang berdiri di sampingnya. Amira pun melirik ke arah Shaka, dia sudah rapih dengan balutan kemeja lengan panjang warna biru tua dan celana slimfit berwarna hitam.


Shaka menuangkan segelas air putih dari teko kemudian membawanya ke meja. Amira hanya mengawasinya dengan ekor matanya.


Nasi goreng dan juss sudah selesai, Amira pun menghidangkan makanan dan minuman di atas meja makan persegi panjang dengan ukuran 160x80 cm itu. Amira mendapati Shaka sedang duduk sembari memainkan ponselnya. Merasa di perhatikan Shaka pun mengangkat wajahnya dan menatap Amira dengan tatapan dingin. Tatapan mereka saling bertemu sehingga membuat Amira canggung ketika berdua saja dengan Shaka.


Shaka mengalihkan pandangannya. Ketika Amira hendak mengambilkan makanan untuk Shaka, Shaka dengan segera mengambil makanannya sendiri. Setelah itu Amira melangkah menuju kamar nenek dan mengajak nenek untuk makan bersama.


Selang beberapa menit, Amira sudah muncul kembali dengan mendorong kursi roda Emely menuju meja makan. Amira pun menarik kursi yang ada di depan Shaka lalu mendudukan dirinya di kursi itu kemudian mulai mengambil makanannya sendiri untuk makan.


Beberapa menit kemudian..


"Aku pamit ke kantor dulu ya nek". Ucap Shaka setelah selesai menghabiskan makanannya lalu mencium ujung kepala nenek tak lupa pula punggung tangannya dan berlalu begitu saja melewati Amira. Saat Shaka hendak melangkah tiba-tiba langkahnya terhenti saat nenek memanggilnya.


" Shaka! Apa kamu lupa kalau kamu sudah punya istri?" Ketus nenek menegaskan.


Shaka pun berbalik kemudian bertanya..


"Tentu saja aku tidak lupa, kita baru menikah 2 hari lalu bagaimana aku bisa lupa". Celetuk Shaka sambil cengengesan.


"Ingat Shaka, sebelum kamu berangkat kerja kamu harus selalu mencium kening istrimu, jadilah suami yang romantis biar istrimu ini juga senang". Ucap Nenek mengingatkan.


Mendengar itu Amira tampak gugup mengingat kejadian kemarin yang di lakukan Shaka padanya. Perasaan Amira saat itu berkecamuk antara gugup, takut dan malu. Akhirnya dengan langkah gontai, Shaka berjalan menuju tempat Amira duduk lalu mencium keningnya dengan terpaksa.


Degg..


Jantung Amira berdebar kencang, berbeda dengan yang dia rasakan kemarin, kalau kemarin dia merasa emosi saat Shaka dengan kasar mencium bibirnya namun saat ini dia merasa gugup, kelihatan dari pipinya yang merona. Sementara Emely sangat bahagia melihat cucunya bersikap manis kepada Amira.


"Aku pamit". Ucap Shaka singkat.


Amira lalu berinisiatif meraih tangan Shaka dan mencium punggung tangannya untuk menyalami Shaka. Melihat itu hati Shaka seketika menghangat. Namun segera di tepisnya perasaan itu, kemudian dia melangkah pergi namun lagi-lagi langkahnya terhenti ketika Amira memanggilnya.


" Tuan.. Apakah hari ini aku bisa keluar? Aku mau ke rumah orang tuaku, aku juga ingin mengambil barang-barangku di sana" Ucap Amira.


"Terserah kau saja, nanti pak Ardi yang akan mengantarmu". Ucap Shaka dan berlalu pergi meninggalkan Amira.


Shaka pun langsung memasuki mobilnya, dan pergi begitu saja dari hadapan Amira yang masih berdiri mematung di depan loby.

__ADS_1


Sementara itu, Amira memilih masuk ke dalam rumah dan duduk kembali bersama Emely.


"Haii nek, bagaimana kalau hari ini kita bersantai di taman belakang dan minum juss wortel ini". Celetuk Amira dengan melipat tangan di atas meja.


" Sepertinya itu ide yang bagus". Jawab Emely lalu tersenyum.


Amira pun segera bangkit dari duduknya lalu membawah Emely menuju taman belakang. Setelah mengantar Emely duluan di taman belakang Amirapun bergegas ke ruang makan lalu tak lama kemudian Amira sudah kembali dengan membawah segelas jus wortel di tangannya lalu meletakannya di atas meja bundar di taman belakang itu.


"Nenek harus banyak minum juss biar sehat dan awet muda". Ucap Amira tersenyum sembari menyodorkan juss wortel kepada Emely.


"Terimakasih ya nak". Ucap Emely tersenyum dan meraih gelas yang di sodorkan Amira.


Setelah 1 jam mereka asik berbincang-bincang, Amira pun melihat keringat Emely mulai bercucuran.


" Wah sepertinya nenek sudah mandi keringat, ayoo nek kita masuk sudah cukup waktu berjemurnya". Ucap Amira bangkit dari duduknya lalu membawah Emely masuk ke dalam rumah.


"Nyonya sudah selesai berjemur? Kalau begitu saya bantu ya sudah waktunya mandi". Ucap pelayan kepada Emely.


Pelayan itu kemudian mengambil alih kursi roda Emely dari tangan Amira dan membawahnya masuk ke kamar Emely sementara Amira kembali masuk ke dalam kamarnya.


KANTOR UTAMA BUWANA GROUP


Mobil sudah sampai di depan loby kantor Buwana Group. Shaka melangkah keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam kantor. Ketika Shaka melangkah melewati karyawan-karyawan wanita di kantor itu, seperti biasa mereka selalu menatap kagum ke arah Shaka, bagaimana tidak Shaka adalah pria yang begitu tampan dan mempesona, ketampanannya itu membuat setiap wanita mana pun terhipnotis ketika melihatnya sehingga tak heran jika dia di gilai oleh banyak wanita. Namun sikapnya yang dingin dan terkesan angkuh itu tidak mudah di dekati wanita.


Shaka berjalan menuju lift khsus direktur menuju lantai 10 di mana ruangannya berada, namun setelah melewati ruangan Kevin langkah Shaka terhenti melihat ruangan Kevin masih kosong.


"Sudah jam berapa ini? Kenapa dia belum datang". Tanya Shaka dalam hati.


"Selamat pagi Pak Shaka.." Sapa clining service itu sembari membungkukan badannya.


"Apa kau melihat pak Kevin?" Tanya Shaka datar.


"Pak Kevin belum datang pak". Jawab Clining Service itu menunduk.


Shaka pun berlalu meninggalkan clining service itu dan masuk ke dalam ruangannya. Shaka kemudian menelpon Kevin..


"Halloo.." Ucap seorang pria dari seberang telpon.


"Ini siapa? Di mana Kevin?" Tanya Shaka karena tidak mendengar suara Kevin.


"Halloo Shaka, apa kabarmu? Ini aku Reza".


" Reza? Astagaa aku sampai tak mengenali suaramu, kabar aku baik, lantas kenapa kau yang mengangkat telpon Kevin? Di mana dia?" Tanya Shaka kepada Reza. Reza adalah sahabat Shaka juga, mereka kenal karena kuliah di satu jurusan yang sama. Jadi bisa di bilang Reza juga sahabat lama Shaka walaupun tak selama Kevin.


"Hahaha iyaa sudah lama ya kita tidak bertemu? Jadi, tadi aku berkunjung ke rumah Kevin sampai di rumahnya aku mendapati Kevin sedang terbaring lemah di kasur karena sakit, jadi aku langsung membawah nya ke rumah sakitmu saat ini dia sedang di rawat". Jelas Reza pada Shaka.


"Dasar payah, baru di tinggal sedikit saja sudah sakit". Ucap Shaka mengejek


"Yah sudah selesai meeting aku langsung ke rumah sakit". Ucap Shaka lagi lalu segera mematikan sambungan telepon.


Sementara Amira, sedang bersiap-siap untuk ke rumah orang tuanya. Amira memoles sedikit wajahnya dengan make up tipis lalu meraih tas miliknya dan berjalan keluar meninggalkan kamarnya. Sesampainya di loby pak Ardi sudah berdiri di dekat mobil menunggu Amira.

__ADS_1


"Selamat pagi nona". Ucap Ardi membungkukan badannya


" Pagi.. ".


Lalu dengan sigap pak Ardy membuka pintu mobil dan mempersilahkan Amira masuk. Tak lama kemudian mobil melaju meninggalkan loby rumah Buwana.


Beberapa menit kemudian mobil sudah sampai di depan rumah Amira. Amira segera turun dari mobil, Amira sudah sangat merindukan rumah dan juga orang tuanya. Tak lupa pula Amira menyuruh pak Ardi pulang karena Amira tidak mau pak Ardi tau ke mana tujuan Amira hari ini. Karena hari ini Amira akan ke rumah sakit untuk periksa kehamilan.


"Assalamualaikum". Amira memberi salam


"Waalaikumsalam, Amira!" Riana begitu senang melihat Amira datang lalu segera memeluk putri semata wayangnya itu.


Merekapun duduk bersama..


"Bagaimana kabarmu nak? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Riana sedikit cemas.


"Aku baik sekali Ma.. Mama sama Papa gimana kabarnya? Sehat kan?" Amira balik bertanya


"Alhamdulilah, mama sama papa sehat, gimana nak, kamu bahagiakan menikah dengan Shaka?" Tanya Riana lagi.


Mendengar pertanyaan Riana, Amira kembali teringat kejadian saat Shaka melecehkannya. Namun Amira tidak mengatakan itu kepada Riana karena pasti yang akan di salahkan nanti juga Amira, karena saat ini Shaka dan Amira sudah menikah jadi sudah sewajarnya mereka melakukan hal itu.


"Aku bahagia sekali ma, Shaka begitu baik dan sangat menyayangiku". Ucap Amira sembari mengingat wajah menyebalkan Shaka saat sedang membentak dan mengatainya.


" Syukurlah kalau begitu, mama ikut bahagia".


"Oh ya ma, hari ini aku mau ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilanku, mama temenin aku ya". Pintah Amira kepada Riana.


" Dengan senang hati, yah sudah tunggu mama siap-siap dulu ya".


Sementara di kantornya Shaka sedang sibuk mempersiapkan materi yang akan di presentasikan pada saat meeting nanti. Setelah semua siap Shaka memasuki ruang meeting. 1 jam kemudian meeting selesai dengan berjalan lancar, Shaka pun bersalaman dan mengobrol sedikit dengan kliennya di ruang meeting. Setelah selesai mengobrol dengan klien Shaka bergegas keluar dari kantornya menuju mobil di mana pak Ardi sudah menunggu lalu ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Shaka langsung mencari ruangan Kevin setelah menemukan ruangan kevin Shaka segera masuk ke dalam ruangan itu yang sudah ada Kevin dan Reza di dalamnya.


"Reza..". Sapa Shaka kepada Reza lalu memeluknya sejenak.


"Shaka Buwana, kau semakin gagah saja". Puji Reza pada Shaka.


" Hahahaha aku memang sudah tampan dari dulu, kenapa tidak mengabariku kalau kau datang benar-benar kau ini". Ketus Shaka sembari mendudukan dirinya di atas sofa


"Semuanya serba mendadak sehingga aku tidak mengabari kalian biarkan ini menjadi kejutan". Ucap Reza lalu kemudian menyusul duduk di sebelah Shaka.


"Hei kalian ini kenapa mengabaikanku? Apa kalian tidak lihat aku sedang terbaring lemah, kau juga Shaka selama kau tidak masuk kantor aku jadi begitu repot hingga membuatku sakit seperti ini". Celetuk Kevin pada Shaka.


"Bukankah aku menggajimu memang untuk di buat repot?" Jawab Shaka datar.


"Ah iya kau benar juga hahaha.." Jawab Kevin tertawa.


Amira dan Riana sedang berjalan menuju ruang pemeriksaan ibu hamil. Amira sedang duduk bersama Riana dan mengantri


Sementara itu di ruangan Kevin, Setelah lumayan lama berbincang Shaka pamit pulang ke rumahnya. Shaka keluar dari ruangan saat Kevin di rawat. Ketika Shaka berjalan menuju mobil, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat dari jauh Amira yang sedang duduk mengantri di tempat pemeriksaan kehamilan. Shaka berjalan sedikit mendekat untuk memastikan apakah itu benar Amira atau tidak, dan ternyata benar itu adalah Amira, Shaka tampak bingung melihat Amira sedang mengantri di tempat pemeriksanan kehamilan.

__ADS_1


Untuk apa dia ke dokter kandungan... Bathin Shaka sembari mengerinyitkan dahinya.


__ADS_2