
Selepas pulang kerja , lexi yang seharusnya pulang ke rumah malah menemui gadis cantik yang kemarin mengantarnya ke rumah saat mabuk.
"Aku mau kita balikan" Ucap gadis itu dengan tegas.Ia duduk sembari menyilangkan kaki putih mulus nya, dress ketat yang ia kenakan membuat dada besarnya menonjol , belahan dada pun terlihat di area v bajunya.
Rambutnya yang panjang berwarna pirang terang terikat tinggi seperti arliena garande, anting yang ia kenakan merumbai ke bawah dengan anggunya.Kalung indahnya pun terhimpit di antara kedua dadanya.Sepatu hak tinggi menambah kesan glamor pada dirinya , di tambah lagi tas merek gentong yang ia sampirkan di bahunya menambah aura kekayaan gadis itu.
"Aku juga mau..Kamu tau kan betapa sedihnya aku di tinggal kamu ke luar negri?!" Jawab lexi tanpa sedikitpun keraguan di hatinya.Ya jelas ia masih mencintai gadis berambut pirang itu yang tak lain ialah fei , mantan pacar lexi dulu.Mereka putus karena fei harus mengejar pendidikanya di luar negri untuk menuruti kehendak ayah bundanya.Namun bohong jika lexi mengatakan bahwa ia tak ada rasa ke pada yui , Ya ..Keserakahan hatinya yang mencintai kedua gadis itu.
"Istri kamu?" Tanya fei , Ia memasang wajah cemberut sembari menundukan kepalanya dan memainkan kuku jarinya yang ia cat dengan warna merah maroon.
"Aku gak bisa ninggalin dia , Aku juga gak mau kehilangan kamu lagi" Jawab lexi dengan santai."Ngapain juga harus aku ceraikan , kalau aku bisa dapatkan keduanya?!" Sambungnya dalam hati.
"Kenapa?? Bukanya kamu bilang kamu masih cinta sama aku?? apa susah nya sih ninggalin cewek jelek yang manja kayak dia!!" Rengek fei dengan wajah yang terlihat kesal,Ia mengerutkan alisnya , menatap lexi dengan tajam seolah siap memangsanya kapan saja.Ia mengetahui seluruh sifat yui dari mulut lexi sendiri , lexi menceritakan segala hal tentang yui kepada fei saat di bar kemarin.
"Bukan gitu sayang..Aku kasian sama dia , dia kan lagi hamil .. Anak aku lagi! masa sih aku tega ninggalin dia" Jawab lexi sembari menarik tangan fei dan menciumnya.Ia mencari alasan yang tepat agar bisa mendapatkan keduanya.
"Ihhh kamu mah alesan terus!! Ya udah aku ngalah deh , tapi kamu harus janji , kalau anak kamu lahir , kamu harus cepet-cepet tinggalin dia!!" Ucap fei sembari menarik tanganya dari genggaman lexi dan meminum dari gelas berisi jus jeruk yang ada tepat di atas meja di depanya.
"Iyaa sayang.. aku janji , apa sih yang enggak buat kamu" Goda lexi sembari tersenyum mengingat rencananya yang berhasil untuk mendapatkan fei kembali.
"Ya udah pindah yuk ke bar , malem gini kan enaknya minum wine , bukan minum jus jeruk!" Rengek fei pada lexi , ia tersenyum sembari menunjukan mata yang berbinar-binar seolah menunggu lexi menyetujui keputusanya.
"Tapi..Yui kan lagi nungguin aku di rumah" Jawab lexi yang menghawatirkan yui.
__ADS_1
"Kamu pilih aku atau dia sih!!nemenin aku sebentar doang kayak kemarin apa susahnya sih?!! Kamu berubah!! aku suka kamu yang dulu" Fei bergegas berdiri dari tempat duduknya , kedua tanganya menantang pinggang seperti bos yang marah pada bawahanya.Senyumnya memudar berganti dengan alis yang mengerut dan wajah cemberut.Ia kecewa atas jawaban dari mulut lexi yang tak sesuai keinginanya.
"Iya enggak enggak , masa ia aku lebih milih dia..Aku jelas pilih kamu lah, ya udah yukk" Ucap lexi sembari menarik tangan fei , tanganya beranjak ke pinggang fei , mereka berjalan ke arah luar cafe itu."Aduhhh alesan apa yang aku pakai nanti kalau udah pulang" pikirnya dalam hati.
"Gitu dong , ini baru lexi yang aku kenal" Ucap fei tersenyum lega.
Mereka menuju sebuah bar yang tak jauh dari rumah fei.Alunan musik dj terdengar dari luar , lampu kerlap kerlip menghiasi bar itu.
"Mau duduk dimana?" tanya lexi kepada fei.
"Nanti lah duduk nya , nikmatin aja dulu musiknya" jawab fei sembari menggoyangkan badanya, dada nya seakan mau lompat dari bajunya, b*k*ngnya yang besar dan seksi pun sedikit terlihat karna baju yang ia kenakan mulai naik ke atas.
Tanpa berkata lagi..Lexi langsung bergoyang bersama fei , matanya menuju ke arah dua bola yang terus bergetar dengan gerakan naik turun dari dada fei.Tanganya berjalan dari mulai punggung belakang sampai ke b*k*ng fei sembari terus bergoyang.Lexi junior yang tak kuat menahan hasratnya pun mulai berdiri menegang."Duhh ini sih cobaan" pikirnya dalam hati.
Fei tak menghiraukanya , ia terus melanjutkan goyangan hot nya.
"Mas..Mau booking kamar sama wine" Ucap lexi kepada salah satu pelayan itu.Matanya tak henti henti melirik ke arah dada fei dari kejauhan sambil menelan ludah.
"Siap mas , ada yang lain?" tanya pelayan itu sembari tersenyum melihat perilaku lexi seolah dia mengerti apa pikiranya.
"Engga itu aja" Jawab lexi singkat.
"Oke , ini kunci nya mas , kamar nya no 28 , bisa berikan kartu identitasnya?" tanya pelayan itu sembari menyodorkan tanganya.
__ADS_1
"Ah iya bisa.." Lexipun memberikan kartu identitasnya pada pelayan itu.
"Siap mas , wine nya nanti mau di kirim ke kamar aja? " tanya pelayan itu.
"Iya..Emmm ada obat per*ngs*ng gak di sini?" bisik lexi kepada pelayan itu."Ngerti kan?" Sambungnya.
"Mau di masukin ke gelas pertama aja? nanti saya kasih tanda solatip merah kecil di bawah gelasnya" jawab pelayan itu.Ia tak kaget mendengar kata kata lexi karna sudah biasa melayani para lelaki hidung belang yang sering datang ke bar ini untuk mencari pel*c*r.
"Terserah masnya aja , yang penting beres" Ucapnya sembari tersenyum dan bergegas menuju ke arah fei.Fei terlihat lelah karna terlalu lama bergoyang , ia duduk di kursi belakang yang sepi pengunjung.
"Fei..Kamu keliatanya capek banget, istirahat di dalem aja yuk, aku udah booking tempatnya kok" Ucap lexi merayu fei , ia menarik tanganya dan langsung bergegas menuju kamar yang ia booking.
"Aku tau kok maksud kamu apa" Ucap fei tersenyum , ia tak hawatir meskipun lexi membawanya ke kamar karna ia pernah melakukan adegan hot layaknya suami istri bersama lexi tempo dulu.
"Abis cuma badan kamu yang bikin aku candu" Rengek lexi mencium kening fei.
Setelah sampaj di kamar , mereka duduk di kursi sudut ruangan.Terlihat sebuah wine yang sudah di siapkan pelayan tadi di atas meja kecil itu.Lexi memberikan gelas bersolatip merah kepada fei lalu fei pun meminumnya.
Mereka berdua menikmati sebotol wine itu hingga tak tersisa sedikit pun sembari berbincang bincang mengingat keindahan masa lalu mereka , beberapa saat kemudian lexi memegang wajah mabuk fei yang terlihat merah.Tubuhnya berkeringat , matanya sayu , fei mulai merasakan obat per*ngs*ng yang di taruh pelayan itu ke dalam minumanya.Hasrat yang tak tertahankan meluap tumpah dalam diri fei.Ia memperhatikan bibir lexi yang berwarna merah muda dan langsung menciumnya.Lidah mereka berperang di dalam mulut lexi.Fei melepaskan semua yang ada di pakaianya hingga tak tersisa satu helai benang pun.Ia menarik lexi ke arah ranjang besar di belakangnya dan mulai melucuti pakaian lexi satu persatu mulai dari kemeja yang lexi kenakan hingga penutup lexi juniornya.Lidah fei menjulur menjelajahi lexi junior dan sesekali mengemutnya layaknya permen lolijepunpop , lexi junior pun mulai berdiri tegang merasakan kehangatan dari lidah fei.Tangan lexi mulai menjamah tubuh fei , di remasnya dua bola besar itu lalu menghisapnya."Ahh" desah fei geli.Jarinya menjelajah ke arah lubang di sela paha fei."Ummmmhh" fei terus mendesah nikmat.
lubang yang mulai basah itu di masuki oleh lexi junior dengan gerakan keluar masuk lambat lalu bertambah kencang.
Mereka berdua pun menikmati malam panas mereka ,sampai sampai melupakan Yui , istri lexi yang menunggunya cemas di rumah.
__ADS_1
Bersambung...