
Asti dan Arif masuk ke dalam kamar, meninggalkan Adam dan Hana yang masih berada di ruang tamu. Keduanya duduk dengan saling berhadapan.
"Hana...." Adam mencoba memecah keheningan.
"Ya, Mas," balas Hana singkat.
"Han, apa kamu sudah yakin, menerimaku sebagai calon imam?" tanya Adam ragu. Adam merasa bahagia tatkala mengetahui bahwa perasaannya mendapat sambutan dari Hana. Namun Adam teramat takut, bila Hana akan mengetahui bahwa ia pernah melakukan perbuatan terlarang dengan Diana, sehingga Hana akan merasa ilfeel terhadapnya. Adam dilema. Hati kecilnya berkata, bahwa ia harus mengatakan yang sejujurnya kepada Hana sebelum mereka benar-benar melangkah ke jenjang pernikahan.
"Insya Allah, yakin Mas," jawab Hana mantap.
"Han, aku bukanlah seorang pria yang suci. Aku juga bukan seorang pria sebaik Arif. Hana, maaf jika aku harus mengatakan sesuatu yang mungkin akan menyakiti perasaanmu."
Hana mengerutkan sedikit keningnya. "Maksud Mas Adam apa?"
"Hana, a-aku pernah tidur dengan Diana. Bahkan aku juga pernah melakukan perbuatan terlarang dengan Diana, sewaktu kami kuliah di LN." Adam menundukan wajahnya. Adam pasrah dengan apa yang akan menjadi keputusan Hana setelah mengetahui perbuatan zina yang pernah ia lakukan.
DEG
Hana terkesiap mendengar pengakuan Adam. Dada Hana menyesak tatkala mengetahui bahwa pria yang dicintainya pernah berbuat zina.
"Hana.... A-aku ikhlas bila kamu akan merubah keputusanmu. Mas Adam sadar, bahwa Mas bukanlah calon imam yang baik." Bibir Adam gemetar, kedua netranya nampak berkaca-kaca.
"Mas, berikan waktu kepada Hana untuk menjalankan sholat istikharah! Datanglah tiga hari lagi! Insya Allah Hana akan memberikan jawaban," ucap Hana. Gadis cantik itu berusaha menguatkan hatinya. Tidak mudah bagi seorang wanita seperti Hana yang selalu menjaga kesuciannya, mampu menerima kenyataan bahwa pria yang dicintainya pernah melakukan zina.
Adam menghela nafas berat kemudian menghembuskannya dengan perlahan.
"Baiklah Hana, Insya Allah aku akan datang tiga hari lagi. Mas Adam ikhlas menerima apapun yang menjadi keputusanmu."
Hana terdiam. Bagaimanapun juga, Hana merasa teramat kecewa dengan pria yang dicintainya. Meski semua itu hanyalah masa lalu bagi Adam, namun Hana butuh waktu untuk menerima kenyataan. Dalam hati Hana mulai diliputi keraguan. Mungkin jika hanya Diana saja yang pernah direguk madunya oleh Adam, tidak menutup kemungkinan ada wanita selain Diana yang pernah menjadi teman tidur imam yang dirindukannya.
Meski berusaha menepis pikiran buruk, namun Hana tetap saja tidak ingin salah langkah, apalagi pernikahan adalah ikatan yang suci dan bukan untuk main-main.
🌹🌹🌹
Sang dewi malam menyapa dengan sinarnya. Sepasang kekasih nampak sedang bercengkrama di atas ranjang. Sedangkan putra mereka sudah tertidur dengan lelap.
"Bie, mengapa ya tiba-tiba aku merindukan Sindy?" Kirana menenggelamkan kepalanya di dada bidang Abimana.
"Merindukan Sindy atau Fabian, Bund?" goda Abimana sembari menyunggingkan senyum.
"Sindy, Bie...." Kirana mengerucutkan bibirnya.
"Hhehe, iya Bund. Kalau Bunda rindu, kenapa tidak langsung menghubungi Sindy?"
__ADS_1
"Owhhh, iyaya." Seketika Kirana mengangkat kepalanya kemudian meraih benda pipih yang ia letakan di atas nakas. Kirana mulai melakukan panggilan via vidio call.
Hanya dengan satu kali panggilan, Sindy menerima vidio call dari Kirana.
📞 "Assalamu'alaikum, Sind."
📞 "Wa'alaikusalam, Kiran. Ada apa Say, vidio call malam-malam?"
📞 "Aku kangen, Sind. Lama kamu nggak menghubungiku. Bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan Fabian?"
📞 "Aku juga kangen Kiran. Sebenarnya aku ingin sekali menghubungimu, tapi belum sempat. Beruntung pas kamu vidio call ini, aku sedang punya sedikit waktu luang. Mengenai hubunganku dengan Fabian... Alhamdulillah, kelanjutan hubungan kami berakhir dengan penyatuan cinta."
📞 "Maksudmu apa Sind?"
📞 "Aku dan Fabian sudah menjadi pasangan halal."
📞 "Hahhh, jahat banget kamu Sind. Kenapa nggak ngasih kabar atau mengirim undangan pernikahan kalian?"
📞 "Maaf Ran. Pernikahanku dengan Fabian terpaksa dilakukan secara mendadak. Kami hanya melakukan ijab qabul dulu. Untuk resepsinya, belum ada rencana."
📞 "Kenapa nggak langsung mengadakan resepsi pernikahan, Sind? Kalian masih di Jakarta?"
📞 "Iya, kami masih di Jakarta, Kiran. Kami menikah atas permintaan ibu sambung Fabian. Ibu sambung Fabian meminta kami menikah di hadapannya, sebelum beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir."
📞 "Iya Say. Trimakasih, ya."
📞 "Huum, Sind. Memangnya kapan kalian menikah?"
📞 "Seminggu yang lalu, Ran."
📞 "Lalu, Dokter Zahra juga ikut menyaksikan pernikahan putra kandungnya?"
📞 "Alhamdulillah, iya Ran."
📞 "Syukurlah kalau begitu."
📞 "Ran, disambung besok lagi ya! Fabian sudah menunggu cukup lama di kamar."
📞 "Hemmmm, baiklah Sind. Selamat mereguk manisnya surga dunia, Nyonya Fabian."
📞 "Kamu juga ya Nyonya Abimana. Selamat berikhtiyar memberikan Keanu seorang adik."
📞 "Hilihhhh, Keanu masih terlalu kecil Sind."
__ADS_1
📞 "No problem. Mumpung kalian masih muda."
📞 "Haisssh, Sindy."
📞 "Wes, besok lagi Ran! Aku sudah nggak sabar menyatukan raga dengan cintaku."
📞 "Hidihhhh, yang kebelet.... Assalamu'alaikum."
📞 "Wa'alaikumsalam."
Setelah mengakhiri panggilan via vidio call, Kirana kembali merebahkan kepala dan menenggelamkannya di dada bidang Abimana.
"Bie, ternyata Sindy sudah menikah dengan Fabian."
"Iya, aku sudah mendengarnya. Suara Sindy terdengar jelas kog. Sekarang beristirahatlah Bunda! Atau...,"
"Atau apa Bie?" Kirana mengangkat kepalanya. Kedua netranya menatap manik mata Abimana.
"Atau.... Kita juga akan melakukan penyatuan raga?" Abimana tersenyum, ditatapnya manik mata Kirana, hingga kedua netra mereka saling mengunci.
Selanjutnya.... seperti biasa mereka melakukan ritual penyatuan raga mereguk manisnya surga dunia.
🌹🌹🌹
Malam semakin larut, Hana masih saja belum dapat memejamkan mata. Hana terngiang pengakuan Adam.
"Ya Robb, bukankah cinta yang tulus itu tak bersyarat? Tapi mengapa, meski hamba sangat mencintai Mas Adam, rasanya hati hamba belum ikhlas menerima kenyataan bahwa Mas Adam pernah berhubungan badan dengan Mbak Diana? Hamba takut, bila bukan hanya Mbak Diana saja yang pernah menjadi teman tidur Mas Adam. Mungkinkah ada wanita selain Mbak Diana yang pernah berhubungan badan dengan Mas Adam? Yaa Robb, hamba mohon tuntun hati ini untuk menentukan pilihan yang terbaik. Jika Mas Adam adalah imam terbaik yang memang Engkau pilihkan untuk hamba, maka dekatkanlah kami dan satukan dalam ikatan yang halal. Namun jika Mas Adam bukanlah imam yang terbaik untuk hamba, maka berikanlah hamba petunjukmu," ucap Hana di dalam hati. Kedua sudut netra Hana mulai mengeluarkan air bening.
Hana tidak pernah menyangka bahwa cinta pertamanya akan serumit ini.....
🌹🌹🌹🌹
Ehemmm, jika Hana saja ragu, othor juga malah menjadi ragu nich readers... Apakah Adam dan Hana memang berjodoh atau mungkin....??? 😅😅😅
Yupssss, nantikan jawabannya!!! 😘😘
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak like, bantu semangati author dengan memberikan vote.
Bagi readers yang belum meng-update aplikasi MT atau NT, segeralah untuk meng-updatenya! Agar readers bisa mendukung karya para author kesayangan.
Trimakasih dan happy reading ❤❤❤
__ADS_1