Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Keanu Putra Abimanyu


__ADS_3

Malam ini Abimana tidak bisa memejamkan mata kembali setelah terbangun karena mendengar rintihan Kirana. Abimana menemani istrinya yang kini tengah berbaring di atas ranjang. Sesekali Kirana merintih dan memegang perut serta pingganggnya.


.


.


"Yang, aku tinggal sebentar ya?" Abimana mencium kening Kirana.


"Bie, mau ke mana?"


"Aku akan membangunkan Sindy, Yang. Sungguh tidak tega melihatmu kesakitan. Bukankah Sindy juga seorang dokter obgyn?"


"Iya Bie, Sindy seorang dokter obgyn. Tapi, tidak usah membangunkan Sindy, Bie! Aku tau apa yang harus ku lakukan saat ini." Kirana merasa tidak enak jika mengganggu tidur sahabatnya.


"Iya, karena Sayang seorang dokter obgyn. Tapi, dengan kondisi Sayang yang seperti ini, pasti membutuhkan seorang dokter obgyn lainnya."


"Bie ...."


"Jangan mendebatku lagi, Yang!" Abimana segera berjalan ke kamar sebelah dan bergegas membangunkan Sindy yang masih terlelap.


"Sind, Sindy...." Abimana memanggil-manggil Sindy dan sesekali mengetuk pintu kamar dokter muda sahabat istrinya.


CEKLEK


Pintu pun terbuka dengan perlahan. Nampak Sindy berdiri di balik pintu. Kedua netranya terlihat menyipit karena menahan rasa kantuk.


"Ada apa Bim?" tanya Sindy sambil mengucek matanya.


"Sind, dari tadi istriku merintih karena punggung dan perutnya terasa nyeri." Raut wajah Abimana menampakkan kekhawatiran.


"Apa nyerinya sudah terasa sering?" Sindy sedikit mengerutkan keningnya.


"Sudah Sind."


"Okey, dampingi istrimu, Bim! Sepertinya putra kalian akan segera lahir. Aku akan mengambil peralatan medis yang digunakan untuk membantu Kirana pada saat proses melahirkan."


Abimana mengangguk pelan, "Baiklah Sind. Aku akan kembali ke kamar, mendampingi Kiran."


Abimana bergegas kembali ke kamar. Tetiba wajah pria tampan bermata teduh terlihat pias tatkala melihat wajah Kirana sudah dibasahi oleh peluh.


Abimana mendaratkan pantatnya di tepi ranjang.


"Sayang, bagaimana ini? Seandainya kita tidak sedang berada di desa W, pasti aku akan segera membawa Sayang ke rumah sakit besar dan meminta dokter untuk melakukan operasi caecar. Aku benar-benar tidak tega melihat Sayang kesakitan seperti ini." Abimana menggenggam erat tangan Kirana dan mencium kening istrinya menuangkan perasaan cinta dan kasih sayang.


Kirana merasa geli mendengar ucapan suaminya dan melihat raut wajah pria tampan yang kini nampak pias. "Bie, jika tidak ingin melihatku kesakitan, seharusnya jangan meminta jatah terus! Ini hasil perbuatanmu, Bie."


"Iya, aku yang salah. Maafkan aku Yang!" sesal Abimana.


Kirana mengulas senyum dan mengusap pipi suaminya dengan penuh kelembutan. "Bie, jika kamu tidak melakukannya, bagaimana kita bisa mempunyai keturunan?" Ingin rasanya Kirana tertawa melihat ekspresi wajah suaminya saat ini.


"Ohhh iyaya." Abimana mengulas senyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ukkkmmmm ...." Kirana kembali merintih.


"Yang, bagaimana ini? Kenapa Sindy tidak segera datang." Abimana nampak kalut.


"Ehemmmm...." Terdengar deheman Sindy yang membuat Abimana menoleh ke asal suara.

__ADS_1


"Buruan Sind, bantu istriku!"


"Iya Bim. Aku akan membantu Kirana. Maaf, tadi selain mengambil peralatan medis, aku cuci muka terlebih dahulu dan menyiapkan air."


"Tidak apa-apa Sind. Maaf malah merepotkanmu," sahut Kirana disertai seulas senyum.


Sindy menaruh baskom yang terbuat dari stainlees berukuran agak besar di meja. Kemudian, ia pun mulai memeriksa kondisi Kirana terutama di bagian serviks.


"Ya Allah Ran, ini sudah saatnya."


"Su-sudah saatnya apa, Sind?" tanya Abimana dengan bibirnya yang nampak gemetar.


"Sudah saatnya Kirana melahirkan, Bambang," jawab Sindy disertai senyuman yang mengembang.


"Ohhh...."


"Bim, kamu genggam erat tangan Kirana dan bersikaplah tenang! Jangan terlalu panik, okey!"


"Ba-baiklah Sind." Abimana meraih tangan Kirana kemudian menggenggamnya.


"Dokter Kirana yang cantik, kali ini anda harus mendengarkan instruksi dari saya!"


"Hehem, baiklah Dokter Sindy."


"Sekarang, mulai mengejan ya Bund, tarik nafas perlahan dan dorong ....!" Sindy mulai memberikan intruksi kepada sahabatnya. Ia ubah panggilan Kirana dengan bunda.


"Urggghhhhhh ...." Kirana berusaha mengejan. Wajahnya memerah dan mengernyit. Rasa sakit yang dirasakan terlampau hebat. Bulir-bulir peluh mulai memenuhi wajah cantiknya. Dengan tangan gemetar, Abimana mengusap buliran-buliran peluh menggunakan sapu tangan.


"Dorong lagi Bund, kepala si kecil sudah mulai nampak!"


"Urgggghhhhh ...."


"Argghhhhhh ...."


"Sekali lagi Bund, dorong!"


"Erghhhh ...."


"Arghhhhh ...."


Kedua netra Sindy nampak berkaca-kaca melihat sesosok malaikat kecil yang terlahir ke dunia. "Alhamdulillah, inilah si kecil yang kalian nantikan kehadirannya." Sindy menarik baby Keanu dan menepuk-nepuk punggungnya.


"Oe ... oe ... oe ..." Terdengar suara bayi yang serasa merdu ditelinga.


"Alhamdulillah Bim, anak kalian seorang putra yang sangat tampan. Selamat, selamat, selamat...."


"Alhamdulillah, trimakasih Ya Allah. Trimakasih Sind." Seketika Abimana duduk bersimpuh di lantai dan melakukan sujud syukur.


Kedua netra Kirana nampak berkaca-kaca karena teramat bahagia. Bibirnya berucap syukur berulang kali.


Abimana berdiri setelah melakukan sujud syukur. Diciumnya kening sang istri mencurahkan rasa cinta dan kasih sayang.


"Trimakasih Sayang."


"Iya Bie," balas Kirana disertai senyuman yang mengembang.


Sindy segera memotong tali pusar baby Keanu.

__ADS_1


"Sebentar ya, aku bersihkan dulu bayi kalian."


Kirana menganggukkan kepala, sedangkan Abimana mengucapkan terimakasih, "Trimakasih Sind. Sungguh tidak menyangka, istriku melahirkan di desa W."


"Hemmmzzz, sama-sama Bim. Itu sudah menjadi tugasku."


Dengan hati-hati, Sindy membersihkan si bayi yang lucu dan tampan.


Selesai membersihkan bayi, Sindy mulai melakukan beberapa langkah pemeriksaan untuk memastikan kondisi putra kecil Abimana dan Kirana dalam keadaan sehat.


Setelah memastikan bahwa baby Keanu dalam keadaan sehat, Sindy memerintahkan agar ayah si bayi mengumandangkan adzan dan iqomah.


"Bim, perdengarkan adzan dan iqomah pada kedua telinga putra kalian!"


"Baiklah Sind."


Abimana mulai memperdengarkan adzan dan iqomah pada kedua telinga putra kecil mereka. Mendengar suara Abimana yang sangat merdu, hati Kirana dan Sindy tergetar.


"Nah, sekarang saatnya melakukan IMD," ucap Sindy disertai seulas senyum.


"Apa itu IMD, Sind?" Abimana nampak belum mengerti apa itu IMD.


Sindy menjelaskan pengertian IMD dengan tersenyum dan mulai meletakan tubuh baby Keanu di atas dada Kirana.


"IMD adalah pemberian ASI segera setelah bayi dilahirkan, biasanya dalam waktu 30 menit sampai satu jam setelah bayi lahir. Prosedur ini dilakukan dengan cara meletakkan bayi di dada ibu, di mana bayi dibiarkan dalam keadaan telanjang sehingga terjadi interaksi dari kulit ke kulit atau skin to skin contact."


"Owhh, aku mengerti Sind." Binar kebahagiaan terlihat pada kedua netra Abimana dan Kirana.


"Biarkan putra kalian mencari sendiri dan mendekati putin* susu untuk melakukan proses menyusui pertama kali!"


Kirana menganggukan kepala dengan pelan, bibirnya yang masih terlihat pucat terhias senyuman.


"Ketampanannya mirip aku ya, Yang." Abimana tersenyum melihat putra tercinta yang sedang mencari putin* kemudian menyesap asi bundanya.


"Iya Bie. Caranya menyes** juga," sindir Kirana.


Abimana merasa malu karena sindiran istrinya. Apalagi Sindy masih berada di antara mereka. Sindy terkekeh melihat wajah Abimana yang sudah seperti kepiting rebus.


"Yasudah, aku ke luar dulu. Aku takut telinga dan penglihatanku ternoda bila berada terlalu lama di antara kalian."


🌹🌹🌹🌹


Alhamdulillah baby Keanu Putra Abimanyu sudah terlahir dengan selamat dan sehat. 😇😇😇


Trimakasih teruntuk readers dan sobat author yang selalu mengikuti dan mendukung ICPA.😘😘😘


Berikan semangat kepada author dengan memberikan jejak like 👍


Komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote atau hadiah jika berkenan dan kelebihan poin


Klik emote ❤ untuk fav novel


Trimakasih dan happy reading ❤❤❤❤

__ADS_1



__ADS_2