Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Dua Garis???


__ADS_3

Malam yang dingin terasa panas bagi kedua insan yang tengah dimabuk cinta, Diana dan Tukiyo. Setiap hari mereka menikmati malam panjang dengan melakukan zina.


Para penghuni lapas mulai curiga ketika beberapa hari ini Diana mengalami pusing, mual dan muntah. Perhatian Tukiyo terhadap Diana pun semakin kentara. Apalagi Ponirah mengumbar cerita bahwa Diana dan Tukiyo telah melakukan zina di lapas.


Semua penghuni lapas mencibir Diana. Mereka menuduh Diana melayani Tukiyo hanya untuk memudahkannya keluar dari penjara.


Sebenarnya Diana semakin tidak tahan tinggal di balik jeruji besi, namun Tukiyo selalu berusaha menguatkannya. Apalagi perlakuan Tukiyo setiap malam, selalu membawa kebahagiaan bagi Diana, mereguk manisnya surga dunia.


"Yo, kamu sudah beli alat tes kehamilan?" tanya Diana sambil mengenakan pakaiannya seusai mereka bergelut di malam ini.


"Sudah Di. Aku beli dua." Tukiyo menyerahkan alat tes kehamilan pada Diana. Wanita itu memeluk Tukiyo dengan erat setelah menerima tes pack. Tukiyo pun membalas pelukan kekasihnya.


"Yo, seandainya aku hamil, apakah kamu mau bertanggung jawab?"


"Tentu saja Di. Aku akan bertanggung jawab. Aku akan melakukan apa saja untukmu."


"Pegang janjimu, Yo!" Diana sedikit meregangkan pelukannya.


"Iya Sayang, aku akan memegang janjiku." Tukiyo mengecup puncak kepala Diana.


🌹🌹🌹


Pagi harinya, Diana segera menggunakan tes pack untuk meyakinkan bahwa dirinya tengah hamil atau tidak.


Kedua manik mata Diana membulat sempurna tatkala mengetahui hasilnya. Dua garis biru. Diana merasa bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, namun ia juga merasa takut jika Tukiyo meninggalkannya dan tidak menepati janji.


.


.


Malamnya, Diana dan Tukiyo melakukan aktivitas mereka seperti biasa. Setelah aktivitas mereka usai, Diana menyerahkan tes pack pada kekasihnya.


Kedua bola mata Tukiyo membelalak, mulutnya menganga...


"Aku hamil, Yo." Diana menenggelamkan kepalanya di dada bidang Tukiyo.


Entah merasa bahagia atau sebaliknya, Tukiyo hanya terdiam dan mengusap punggung Diana dengan lembut.


"Yo, aku akan meminta Papa untuk menikahkan kita."


"Terserah kamu saja Di. Tapi...." Tukiyo ragu-ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Tapi apa Yo?" Diana menengadahkan wajahnya dan menatap manik mata Tukiyo dengan intens.

__ADS_1


"Achhh, tidak apa-apa." Tukiyo mencoba menahan diri untuk tidak mengucapkan sesuatu kebenaran.


Entah apa yang akan terjadi pada Diana setelah Tukiyo mengetahui bahwa dirinya hamil? Hanya waktu yang akan menjawab....


🌹🌹🌹


Tanpa terasa waktu bergulir begitu cepat, meninggalkan jejak kenangan yang dipenuhi dengan suka atau pun duka. Seiring berjalannya sang waktu, cinta Abimana dan Kirana semakin terikat dengan kuat meski ujian silih berganti menempa hubungan kedua insan.


Kini kandungan Kirana sudah memasuki usia tujuh bulan. Selama masa kehamilan, Kirana tetap terlihat energik. Bahkan, Kirana juga masih sering mengunjungi desa W untuk memantau pembangunan di sana. Senyum kebahagiaan terhias di bibir indahnya tatkala melihat apa yang diinginkan kini telah terwujud. Desa W saat ini telah berubah menjadi desa wisata yang instagramable. Bukan hanya dikunjungi oleh para wisatawan dari dalam negri, namun Desa W juga dilirik oleh para turis manca negara.



Kebun Bunga Amarillis.


Note: Bunga yang dibawa adalah guguran bunga amarillis, bukan bunga yang dipetik secara sengaja ya readers 😌


.


.


Saat ini Abimana tengah mendampingi istrinya di ruang pemeriksaan Dokter Zahra.


"Nah, Pak Bima, Dokter Kiran, karena usia kandungan sudah memasuki usia tujun bulan, maka jenis kelamin calon bayi sudah nampak dengan jelas," terang Zahra disertai senyuman.


"Jadi, jenis kelamin calon bayi yang ada di dalam kandungan istri saya, perempuan atau laki-laki, Dok?" Kedua netra Abimana dan Kirana dipenuhi binar kebahagiaan tatkala melihat calon bayi mereka melalui monitor.


"Alhamdulillah, Yang malaikat kecil kita laki-laki." Abimana mencium kening istrinya, meluapkan kebahagiaan dan rasa syukur.


Kirana tersenyum bahagia. Ia juga teramat bersyukur karena begitu banyak anugerah yang diberikan oleh Sang Pemilik Skenario Kehidupan sebagai tanda cinta kepadanya. Seorang wanita yang dipenuhi oleh kekurangan.


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan


"Nah saya akan menjelaskan perkembangan janin saat menginjak usia tujuh bulan, meski sebenarnya Dokter Kiran sudah sangat faham mengenai hal ini. Ya kan Dok?"


Kirana tersenyum dan mengangguk pelan. "Iya Dok."


Zahra mulai menerangkan Β perkembangan janinΒ di usia tujuh bulan, "Pak Bima, gerakan janin terbilang sangat pesat ketika memasuki usia tujuh bulan. Bisa dikatakan janin sudah membentuk manusia kecil dan jenis kelamin bayi bisa terlihat lebih jelas. Saat janin berusia 7 bulan, ia sudah bisa membuka dan menutup matanya, tangan dan kaki akan terus tumbuh, paru-paru serta sistem pencernaannya sudah mendekati kata sempurna. Posisi janin dan gerakan janin 7 bulan juga bisa berubah-ubah karena kepalanya bisa berputar."


"Masya Allah. Gerakan calon bayi kami sangat lincah. Saya dapat merasakannya ketika menempelkan tangan di perut Kiran, Dok."


"Nah, semoga calon bayi dan bundanya selalu diberikan kesehatan ya Pak." Zahra mengembangkan senyuman.


"Aamiin, trimakasih Dok," balas Abimana memperlihatkan senyum khasnya.

__ADS_1


Abimana membantu istrinya untuk beranjak dari ranjang pasien. Sebelum keluar dari ruangan, Abimana dan Kirana berpamitan kepada Zahra dengan mengucapkan salam.


🌹🌹🌹


Di kamar.


"Sayang, Ayah sudah tidak sabar melihat wajahmu." Abimana mencium perut istrinya dengan penuh kasih sayang.


Kirana tersenyum dan mengusap rambut suaminya. "Sabar ya Ayah, tunggu dua bulan lebih sepuluh hari lagi!"


"Iya, Ayah akan selalu bersabar."


"Bie...."


"Ya, apa Sayang?" Abimana menengadahkan wajahnya.


"Siapa nama putra kita?"


"Ya Allah, aku malah belum memilihkan nama untuk putra kita." Abimana menepuk jidatnya sehingga membuat Kirana terkekeh.


Karena belum menemukan nama yang cocok, Abimana segera meraih ponselnya dan bertanya pada Tante Google...


"Siapa ya bagusnya?" Abimana masih mencari nama yang cocok untuk putra pertamanya.


"Nggak mungkin kan aku beri nama Caesar Hito..." Abimana bermonolog sedangkan Kirana malah asik bermain game cacing. 😌😌


🌹🌹🌹🌹


Readerssss maaf hari ini pikiran othor baru blank, so UP nya terlambat lagi. πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™


Ada masukan kah, nama putra Abimana dan Kirana??? Si calon ayah masih kebingungan memilihkan nama yang tepat untuk putra pertama mereka. 😌😌😌


Trimakasih untuk readers dan sobat author yang masih berkenan membaca kisah Abi dan Kiran. 😘😘😘


Jangan lupa tinggalkan jejak like πŸ‘


Komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote atw hadiah jika ada kelebihan poin


Klik emote ❀ untuk fav. novel

__ADS_1


Happy reading ❀❀❀❀



__ADS_2