Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Rival Yang Menjadi Sahabat


__ADS_3

Pagi ini Abimana mengantar istrinya ke rumah sakit untuk melakukan kontrol yang pertama kali. Fabian dengan tersenyum ramah menyambut kedatangan mereka dan mempersilahkan keduanya untuk duduk. Abimana dan Kirana pun duduk di hadapan sang dokter.


Kirana membuka penutup kepalanya di hadapan Fabian meskipun teramat malu.


Dengan profesional, Fabian mulai melakukan pemeriksaan pada jahitan di kepala Kirana.


Setelah selesai diperiksa, Kirana segera menutup kembali kepalanya dengan pasmina.


"Ran, kamu harus rutin meminum semua obat yang aku resepkan! Ketika di dalam rumah, biarkan kepalamu tanpa penutup, supaya tidak lembab!" pesan Fabian sembari menuliskan resep.


"Iya Bian," balas Kirana dengan sedikit menundukan wajahnya. Kirana teramat malu dengan kondisi kepalanya saat ini yang tanpa sehelai rikma. Bahkan, kepala Kirana bagian depan terdapat jahitan yang membuat siapapun akan bergidik ngeri dan merasa kasihan bila melihatnya. Kelak bekas jahitan itu tidak bisa hilang. Kirana hanya mampu berusaha untuk bersabar dan ikhlas menerima kenyataan tatkala ia melihat pantulan dirinya di cermin. Jahitan berbentuk setengah lingkaran adalah saksi pengorbanannya demi menyelamatkan nyawa seorang anak kecil yang bernama Alif.


Fabian menyerahkan resep obat yang ia tulis kepada Abimana.


"Bim, ini resep obat yang harus Kiran konsumsi setiap hari. Rawat dan jagalah istrimu! Insya Allah, seminggu lagi benang yang ada di kepala Kiran, akan kami lepas."


Abimana menerima resep obat dari Fabian dan berusaha membacanya. Ada beberapa jenis obat dan vitamin yang harus dikonsumsi oleh istrinya.


"Trimakasih Dokter Fabian," ucap Abimana dengan mengulas senyum.


"Sama-sama Bim. Jika ada keluhan, segera menghubungiku! Aku harap, kamu bersedia bertukar nomer ponsel denganku. Dan, panggil saja namaku tanpa menggunakan embel-embel dokter!" pinta Fabian dengan terkekeh.


"Hemmmm, baiklah Bian. Aku rasa kita memang harus bertukar nomer ponsel."


Abimana mulai memberikan nomer ponselnya, begitu juga dengan Fabian.


"Bim, bolehkah aku meminta sesuatu?" tanya Fabian dengan menampakan raut wajah serius.


"Iya, apa yang akan kamu minta, Bian?" jawab Abimana dengan sedikit mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Jadilah sahabatku, Bima!"


Kedua netra Abimana berbinar mendengar apa yang diucapkan oleh Fabian.


"Tentu Bian. Dengan senang hati, aku bersedia menjadi sahabatmu."


Mereka berjabat tangan dengan erat dan saling melempar senyuman.


Kedua manik hitam Kirana nampak berkaca-kaca melihat pemandangan yang mengharukan. Pada akhirnya, Fabian tersadar bahwa tidak seharusnya ia mengharap cinta dari seorang wanita yang sudah bersuami. Rival menjadi sahabat, itulah mereka. Fabian dan Abimana.


🌹🌹🌹


Di kediaman Rizal, Arif beserta kedua orang tuanya tengah berbincang. Mereka membicarakan pernikahan Arif dan Nita yang akan dilaksanakan setelah Nita melahirkan bayinya.


"Arif, kami ingin pernikahanmu dilaksanakan di Luar Negeri. Jujur, Papa belum siap mendengar perkataan keluarga besar kita, bila mengetahui calon istrimu hamil di luar nikah. Bahkan, yang menghamili perempuan itu bukan kamu, Rif," ucap Rizal dengan menatap intens putranya.


Arif menghela nafas kemudian menghembuskannya perlahan.


GLEG


Rizal dan Rahma tersentak mendengar ucapan putra mereka. Kedua orang tua Arif tidak mengira bahwa kini putra mereka menjelma sebagai sosok pemuda yang tegas dalam mengambil keputusan. Sangat berbeda dengan sosok Arif beberapa tahun yang lalu, ketika Rizal menjodohkannya dengan Desy.


Arif selalu menuruti apa yang diperintahkan oleh kedua orang tuanya, terutama sang papa. Cinta pertama Arif harus kandas, karena ia tidak berani melawan titah seorang Rizal Syaputra.


Arif yang dijodohkan dengan Desy, putra rekan bisnis Rizal, menerima begitu saja perjodohan mereka. Namun, perjodohan kedua insan itu harus berakhir, ketika Arif sudah mulai membuka hati untuk calon istrinya. Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya itulah ungkapan yang tepat untuk Arif. Desy pergi meninggalkan Arif begitu saja dan memilih pria lain. Arif dan keluarganya baru mengetahui bahwa Desy sudah memiliki kekasih lain yang bernama Habie. Betapa hancurnya hati Arif dan kedua orang tuanya saat itu.


Arif berusaha berdamai dengan takdir cinta yang digoreskan oleh Sang Maha Penulis Skenario Kehidupan.


Karena merasa teramat bersalah kepada sang putra, Rizal tidak ingin lagi memaksa Arif untuk menikah dengan gadis pilihannya. Bahkan, kini Rizal memberikan restunya kepada Arif untuk menikahi Nita, seorang perempuan yang sudah ternoda. Ya, tentu saja meski dengan berat hati.

__ADS_1


Setelah sejenak berpikir, Rizal pun melanjutkan pembicaraan mereka.


"Baiklah Rif, jika itu sudah menjadi keinginanmu. Papa dan Mama akan menikahkanmu dengan Nita di masjid Al Maksum. Papa berharap, keluarga besar kita jangan sampai mengetahui rencana pernikahan kalian."


Rahma yang sedari tadi lebih banyak memilih untuk diam, kini mengeluarkan suaranya.


"Pa, Mama sungguh tidak setuju jika Papa berencana untuk tidak memberitahu keluarga besar kita mengenai pernikahan Arif dan Nita. Terserah apa yang akan mereka pikirkan serta ucapkan, toh niatan putra kita ini sangat tulus dan Mama yakin semua orang tidak akan mencibir Arif karena keikhlasannya untuk menikahi Nita, seorang perempuan yang sudah ternoda."


Wajah Arif nampak berbinar tatkala mendengar ucapan sang mama. Sedangkan Rizal memijit pelipisnya yang serasa cenat-cenut.


"Hemzzzz, baiklah Ma. Papa akan menuruti apa yang diinginkan Arif dan Mama. Untuk acara pernikahan Arif dan Nita, silahkan kalian bicarakan berdua! Jika Mama ingin mengundang keluarga besar kita, pilihlah hotel berbintang! Papa ingin merebahkan diri dulu sebentar."


Rizal beranjak dari duduk kemudian melangkahkan kaki menuju kamarnya.


Rahma dan Arif saling berpandangan. Di bibir keduanya terhias senyuman penuh kemenangan. Mereka pun mulai membicarakan berbagai hal mengenai persiapan pernikahan yang Insya Allah akan dilaksanakan setelah Nita melahirkan.


🌹🌹🌹


Readerss


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak like 👍


Komentar


Klik emote ❤ untuk favoritkan novel


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote jika berkenan dan memiliki poin lebih

__ADS_1


Trimakasih dan happy reading 😘😘😘


__ADS_2