Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Ular


__ADS_3

Suara lantunan kerinduan dari Sang Maha Cinta mulai terdengar, seiring usainya prosesi pernikahan keempat pengantin. Semua tamu mulai berpamitan.


Abimana menggenggam tangan Kirana. Begitu juga dengan Ilham, ustaz muda itu menggenggam tangan istri tercinta. Mereka melangkahkan kaki menuju kamar hotel yang telah dipersiapkan. Kebetulan kamar keempat pengantin baru berada di lantai lima, mereka pun naik ke lantai tersebut dengan menggunakan lift.


Sesampainya di dalam kamar masing-masing, keempat pengantin terpukau melihat tatanan kamar yang bernuansa romantis.



sumber: goegle


Abimana dan Kirana berjalan ke sisi ranjang. Mereka duduk bersebelahan, merasakan empuknya ranjang pengantin.


"Sayang, aku ganti pakaian dulu ya," ucap Abimana sembari melepas genggaman tangannya.


"Iya Bi," balas Kirana disertai seulas senyum.


Abimana masuk ke dalam kamar mandi setelah mengambil pakaian ganti. Pria tampan bermata teduh, membersihkan diri, dan berganti pakaian santai.


Kirana mulai melepas hiasan jilbab. Saat ia merasa kesulitan melepasnya, Abimana sudah keluar dari dalam kamar mandi, dengan mengenakan stelan kaos polos berwarna putih dan celana pendek selutut, yang berbahan jins.


"Aku bantu melepasnya Yank," ucap Abimana sembari berjalan mendekati istrinya yang kini tengah duduk di depan meja rias.


"Iya Bi," lagi-lagi Kirana menjawab hanya dengan ucapan singkat, karena menahan getaran yang ada di dalam dada.


Abimana membantu istrinya melepas rangkaian bunga melati yang menghiasi jilbab. Setelah semua hiasan terlepas, Kirana melepas jilbab yang ia kenakan. Nampak rambut hitamnya yang kemudian ia gerai.


Abimana terpana melihat keindahan rambut sang istri, yang panjang dan hitam. Pria tampan itu pun mengusap rambut Kirana, dan mengecup puncak kepala istrinya.


"Sayang, rambutmu sekarang panjang, berbeda dengan sewaktu di SMA dulu. Bukannya Sayang tidak suka berambut panjang?" Abimana melontarkan pertanyaan dengan disertai senyuman yang menawan.


"Hemzzz, rambutku yang dulu sudah ku tukar tambah Bi. Sekarang aku suka berambut panjang, karena ingin menjadi wanita sesungguhnya. Aku bukan lagi Kirana si gadis tomboy," Kirana terkekeh menjawab pertanyaan suaminya.


Abimana tertawa mendengar jawaban dari sang istri.

__ADS_1


"Kamu semakin menggemaskan Yank. Lepas kebayamu dan bergantilah pakaian! Kita akan sholat dzuhur berjamaah," ucap Abimana yang masih disertai tawa.


"Baiklah suamikuhhh." Kirana beranjak dari duduknya, dan mengambil pakaian yang telah disiapkan.


Setelah mengambil pakaian, Kirana masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Tak lupa, ia pun sekalian mengambil air wudhu.


Klek ....


Pintu kamar mandi terbuka. Kirana melangkahkan kaki keluar dari dalam kamar mandi, dan bersiap untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah dengan sahabat yang kini telah menjadi suaminya.


Abimana dan Kirana membentangkan sajadah. Wanita cantik itu pun mengenakan mukena dan berdiri di belakang imamnya. Mereka berdua memulai ritual sholat dzuhur, dengan khusyuk.


Selepas salam, dzikir dan doa terlantun.


Abimana membalikan badannya, dan menatap wajah cantik sang istri.


Kirana meraih tangan Abimana, kemudian mencium punggung tangan suaminya.


Abimana mencium kening Kirana dengan penuh perasaan.


"Sudah Bi, kecupannya untuk nanti lagi!"


Abimana mengerutkan kening dan melontarkan pertanyaan pada istrinya, "Kenapa Yank?"


"Kalau keseringan dikecup, kecantikan istrimu ini akan luntur Bi."


Abimana terkekeh mendengar jawaban istri comelnya.


"Mana ada kecantikan akan luntur jika keseringan dikecup?"


"Hemmm, iya juga ya. Kecantikanku kan permanen. Nanti malam kita bermain ular ya Bi," ucap Kirana dengan disertai tawa renyahnya.


"Iya, nanti malam kita bermain ular. Memangnya Sayang tidak takut, atau merasa malu?" tanya Abimana dengan menahan tawa.

__ADS_1


"Hisssh, ya enggaklah Bi. Ngapain juga takut apalagi malu," jawab Kirana dengan muka datar.


"Loh, kata orang-orang, disaat malam pertama pengantin wanita akan merasa takut dan malu jika melihat bahkan bermain dengan ular?" Abimana melepas pelukannya dan menatap kedua manik hitam Kirana.


"Pfffttt ... hahhahha, maksudmu apa Bi? Sepertinya pikiranmu mesum sekali." Kirana tertawa mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya.


Abimana mencubit hidung sang istri dengan gemas.


"Lalu, yang kamu maksud dengan bermain ular itu apa Yank?"


"Ya Allah Bi, yang aku maksud, bermain ULAR TANGGA. Kebetulan tadi aku mendownlod aplikasi permainan itu. Seru lho Bi," jawab Kirana dengan tersenyum lebar.


Abimana menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia merasa malu dengan ucapannya sendiri, yang salah mengartikan kata ular.


"Hemmm, baiklah Yank. Lepas mukenamu! Kita akan jalan-jalan ke manapun yang Sayang mau."


"Okay Bi."


Kirana melepas mukena, kemudian melipat dan menaruhnya di atas meja.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan like 👍, setelah membaca


Beri komenan, boleh kritik atau saran


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Klik emote ❤ untuk favoritkan novel


Beri Vote jika berkenan mendukung karya author

__ADS_1


Trimakasih dan happy reading 😘😘😘


__ADS_2