Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Rencana Diana Dan Vano


__ADS_3

Sudah tiga bulan setelah kepergian Diana ke Jakarta, seolah tak ada sesuatu yang buruk terjadi di antara Abimana dan Kirana. Bahkan sepasang kekasih itu kini semakin bertambah keromantisannya.


Sejak kejadian tak mengenakan yang menimpa suaminya, Kirana menghubungkan cctv yang ada di kantor Abimana dengan ponselnya. Sehingga dokter cantik itu pun dapat memantau aktivitas suaminya bila sedang berada di kantor. Mungkin terkesan berlebihan atau seolah Kirana seorang istri yang posesif. Tapi keposesifan Kirana bukan tanpa alasan. Hanya dengan cara itulah, Kirana dapat memastikan jika Diana tidak kembali berulah di kantor Abimana.


.


.


Pagi ini Kirana sudah bersiap untuk pergi ke klinik. Sudah satu jam lebih, Kirana menunggu Abimana di ruang makan, namun yang ditunggu belum juga menampakan batang hidungnya. Sebal.... Kirana beranjak dari duduk kemudian berjalan dengan menghentak-hentakan kakinya. Kirana menaiki tangga dengan mulut komat-kamit dan sesekali berteriak memanggil suaminya.


"Hubby... Bie...."


"Bie, masih lama? Aku berangkat naik sepeda motor saja ya?" Tak ada jawaban.


CEKLEK


Kirana membuka pintu kamar dengan perlahan. Kamar itu nampak kosong.


"Loh, di mana Hubby?" Kirana sedikit mengernyitkan keningnya.


"Bie, kamu di mana?" Kirana masuk ke dalam kamar.


Hoekkk... hoekkkk... hoekkk...


Kirana segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi tatkala mendengar suara Abimana yang sedang muntah-muntah.


Abimana terlihat sangat lemas, pria tampan itu menyandarkan tubuhnya di dinding.


"Bie, kamu muntah-muntah?" Kirana mengusap punggung suaminya dengan pelan.


Hoekkk... hoekkk... hoekkk...


Abimana memuntahkan lagi semua isi perutnya.


"Duh Bie, kamu kenapa sihhh??"


"Entahlah, Yang. Pagi ini, perutku rasanya mual sekali. Kepalaku juga terasa pusing." Abimana memijit kepalanya.


"Bie, ayo kita keluar!" Kirana memapah suaminya keluar dari kamar mandi.


"Duduk Bie!" Perlahan Abimana mendaratkan pantatnya di sofa.


"Aku buatkan wedang jahe dulu, Bie. Supaya rasa mual yang Hubby rasakan bila berkurang."


"Iya Yang," balas Abimana dengan suaranya yang terdengar lirih.


Kirana segera melangkah pergi dari hadapan suaminya untuk membuatkan wedang jahe di dapur.

__ADS_1


.


.


Tanpa menunggu waktu lama, Kirana kembali dengan membawa secangkir wedang jahe hangat.


"Bie, minumlah wedang jahe ini!" Abimana menerima cangkir yang berisi wedang jahe dengan tangan gemetar. Perlahan Abimana meneguk wedang jahe buatan sang istri. Rasa hangat seketika menjalar di tubuhnya, perutnya pun tidak lagi terasa mual.


"Trimakasih Sayang." Abimana mengulas senyum.


"Iya Bie. Yuk kita sarapan sekarang! Setelah sarapan, antar aku ke klinik Bie! Aku tidak ingin terlambat, karena hari ini ada kunjungan."


"Sebentar Yang. Kepalaku masih sedikit pusing. Sini duduk dulu!" Kirana mendaratkan pantatnya di sofa.


Abimana merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha Kirana sebagai bantalan kepalanya.


"Sayang tidak usah ke klinik ya!" pinta Abimana dengan menampakan raut wajah memelas.


Kirana mengusap rambut Abimana, kedua netra nya menatap lekat-lekat wajah sang suami yang masih nampak pucat.


"Bie, hari ini akan ada kunjungan. Jadi, aku harus datang ke klinik."


"Yang, sehari ini saja! Aku merasa badanku sedang tidak fit."


"Aku periksa, Bie?"


"Heem Yang. Periksalah suami tampanmu ini!" Abimana tersenyum tipis.


Perlahan Abimana mengangkat kepalanya kemudian duduk dengan bersandar pada sandaran sofa.


Kirana beranjak dari duduk kemudian mengambil tensimeter. Dokter cantik itu pun segera memeriksa tekanan darah sang suami.


"Normal Bie. Sejak kapan Hubby merasa mual?"


"Sudah tiga hari, Yang. Namun tidak sehebat hari ini."


"Selain mual, apa yang Hubby rasakan?"


"Beberapa hari ini, aku tidak suka mencium bau parfum yang wanginya menyengat, apalagi bau bawang. Rasanya aku ingin mengganti semua parfum dengan aroma jeruk, Yang." Kirana terkekeh mendengar jawaban suaminya.


"Sepertinya Hubby sedang hamil. Ech, maksudku yang harus diperiksa bukan Hubby, tapi aku." Kirana tersenyum lebar.


"Maksud Sayang?" Abimana mengernyitkan kening.


"Bie, mungkin istrimu ini sedang hamil. Aku sudah telat haid tiga minggu, Bie."


"Benarkah Yang?" Kedua netra Abimana nampak berbinar.

__ADS_1


"Heem, Bie." Kirana menganggukan sedikit kepalanya.


Abimana meraih tubuh sang istri dan menariknya ke dalam pelukan.


"Aku akan menjadi ayah, Yang."


Kirana membalas pelukan suaminya.


"Semoga Bie. Nanti aku akan memastikannya dulu."


Perlahan keduanya melerai pelukan.


"Ayo Bie, kita berangkat! Hubby sarapan di kantor saja ya!"


"Hemmm, baiklah Yang." Abimana mencium kening istrinya dengan penuh rasa cinta.


🌹🌹🌹


Jakarta, di kediaman Anggara.


"Kak, kapan mulai menjalankan rencana kita?" Diana duduk di sofa sembari menghisap sebatang rokok. Terlihat beberapa puntung rokok terserak di lantai.


"Sebentar lagi Di. Besok kita ke Jogja bersama Tante Maria." Vano menyeringai.


Diana menarik sudut bibirnya, "Akhirnya, akan tiba pembalasanku, Kiran."


"Di, jangan gegabah bila ingin menghancurkan wanita itu! Dia singa yang cerdik, karena itulah aku semakin ingin memilikinya." Vano mengusap foto seorang wanita cantik yang selama ini menjadi obyek fantasinya.


"Cih, sebentar lagi milikilah wanita singa itu, aku pun akan memiliki suaminya. Pak Bima, sebentar lagi kau akan menjadi milikku, hahhhhhhaha...." Tawa Diana menggema.


"Jangan sampai si tua bangka itu mengetahui rencana kita, Di?" Vano tersenyum sinis. Diteguknya minuman beraroma menyengat.


"Aku pastikan si tua bangka itu tidak akan mengetahuinya, Kak." Keduanya pun tertawa, seolah rencana mereka untuk menghancurkan Kirana dan Abimana akan berhasil, tanpa sepengetahuan sang papa, Anggara.


🌹🌹🌹🌹


Mohon maaf UP nya segini dulu ya readers, to sobat2 author, maaf hari ini othor Abi & Kiran terlambat keliling ke karya teman2, karena badan si othor sedang kurang fit. 🙏🙏


Jangan lupa semangati author dengan memberikan like 👍


Komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote jika berkenan


Klik emote ❤ untuk favoritkan novel

__ADS_1


Trimakasih dan happy reading ❤❤❤



__ADS_2