Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Kecemburuan Ibu Muda


__ADS_3

Arunika mulai menebarkan senyum kehangatan. Sapuan angin di pagi hari semakin menyejukan jiwa yang kini tengah berbahagia karena kehadiran seorang malaikat kecil, Keanu Putra Abimanyu.


Kirana mengajari Abimana cara menggendong putra mereka. Tanpa membutuhkan waktu lama, Abimana sudah nampak luwes menggendong Keanu.


"Putra ayah tampan sekali." Abimana mencium kening putranya dengan lembut.


Tiba-tiba Abimana terbayang kembali saat pertama kali memeluk Kirana seraya memberikan ketenangan kepada sahabat yang kini telah menjadi istrinya, pendamping hidup hingga di akhir usia.


Saat itu Kirana nampak bersedih setelah membantu istri Raikhan melahirkan. Wajah Kirana dibasahi oleh buliran air bening. Abimana yang tidak tega, seketika memeluk dan mengusap-usap punggung Kirana.


.


.


Flasback On


Sengatan sinar sang surya semakin membakar tubuh dan hati pun akan merasakan panasnya, bila tidak mampu berdamai dengan takdir.


"Bima ...." Kirana berlari ke arah pria yang berdiri tidak jauh darinya.


Abimana menatap sahabatnya lekat-lekat. Tangisan Kirana semakin menjadi. Dokter cantik menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan. Abimana yang merasa empati pun, meraih tubuh sahabatnya ke dalam pelukan.


"Kiran, apa yang telah terjadi?" Suara Abimana terdengar lirih.


Kirana menjawab pertanyaan Abimana dengan terisak, "Bim, Alya sudah melahirkan. Ta ... tangan ini yang membantu mengeluarkan bayi mereka. Sungguh, meski berusaha untuk tegar dan ikhlas, hatiku sangat terluka Bim."


Abimana menghela nafas panjang, dadanya pun serasa sesak. Seolah luka yang tergores di hati Kirana, sama seperti goresan di hatinya. Abimana mengusap-usap punggung Kirana dengan gerakan naik turun.


"Kita saling menguatkan, Kirana. Semoga ketika bertemu dengan Raikhan dan Alya, aku juga dapat menguasai perasaan yang sangat menyakitkan ini. Trimakasih telah membantu Alya. Kamu hebat Kiran, mampu bersikap profesional meski hatimu terluka."


"Iya Bim. Aku hanya ingin melihat mereka bahagia. Andai perasaan yang menyakitkan ini dapat kubuang jauh-jauh."


Abimana melepas pelukannya dengan perlahan. Meski sulit untuk tersenyum, Abimana berusaha memberikan seulas senyuman kepada Kirana. Pria tampan bermata teduh, mengusap jejak air mata Kirana dengan jemari tangannya.


"Semangat untuk kita Kiran! Mari kita hadapi bersama!"


"Heem Bim. Sebentar lagi Alya akan dipindah ke ruangan rawat inap. Kamu sudah boleh menemui Raikhan dan Alya. Persiapkan hatimu, tetap jaga emosi, jangan pernah menyalahkan siapa-siapa, Bim!"


"Iya Kiran. Aku sudah mempersiapkan hatiku. Apapun yang terjadi sudah menjadi kehendak-Nya."


.

__ADS_1


.


Flasback off


Abimana terlihat senyum-senyum sendiri, sehingga membuat Kirana menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Bie ...."


"Ya, ada apa Sayang?" Pandangan kedua netra Abimana beralih menatap wajah cantik istrinya.


"Kenapa Hubby senyum-senyum sendiri?" Kirana menyipitkan kedua netranya.


"Ohhh, aku teringat saat memeluk Sayang untuk pertama kalinya."


Wajah Kirana seketika menampakan rona merah. Kala terbayang saat dipeluk oleh Abimana untuk pertama kalinya, Kirana serasa teramat malu. Apalagi Kirana tidak menolak pelukan dari Abimana di hadapan para pengunjung klinik Dokter Zahra. Pelukan dari seorang sahabat yang ternyata kini menjadi teman hidupnya.


"Saat itu, aku merasa empati kepada sahabat yang sedang dirundung kesedihan. Tau nggak sih Yang, aku tidak pernah memeluk seorang gadis selain Sayang."


"Oh ya?" tanya Kirana tak percaya.


"Hehemm," jawab Abimana singkat dengan menampakan senyuman khasnya yang menawan.


"Memangnya Hubby tidak pernah memeluk Alya?"


"Owhhh... Berapa lama kalian berpacaran, Bie?" Sebenarnya terselip rasa cemburu di hati Kirana saat membahas hubungan suaminya dengan sang mantan calon istri, meski Kirana tau bahwa cinta Abimana kini hanya untuk dirinya.


"Emmm, sebenarnya kami tidak berpacaran, Yang. Bisa dibilang, ta'aruf. Sudahlah, jangan membahas tentang Alya lagi! Aku yakin pasti Sayang cemburu kan?" Abimana tersenyum lebar. Seolah mengerti pembicaraan kedua orang tuanya, baby Keanu pun menampakan senyuman meski kedua matanya terpejam.


"Ya, aku cemburu." Kirana mengerucutkan bibirnya.


"Pftttt ... hhhahaha, syukurlah kalau Sayang cemburu. Itu tandanya, Markun berhasil membuat Markonah bucin." Bukannya merayu agar istrinya tidak lagi merajuk, Abimana malah menertawakan Kirana.


"Dasar Markun. Sudah sini, Keanu ditidurkan saja di atas ranjang!" Kirana menampakan raut wajah cemberut.


Abimana menaruh baby Keanu di atas ranjang dengan perlahan. Di dekatinya sang istri yang terlihat kesal.


CUP


Abimana memberikan kecupan di bibir istrinya.


"Sayang, jangan menampakan wajah cemberut lagi ya! Jelek tau...."

__ADS_1


"Biarin jelek, kamu tinggal cari yang lebih cantik, Bie."


"Uchhhhh gemes aku. Canda Yang." Abimana menjapit hidung istrinya dengan pelan.


"Candaan yang nggak lucu." Kirana merebahkan tubuhnya di samping baby Keanu.


Abimana menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal. Entah bagaimana lagi caranya untuk merayu sang istri agar tidak merajuk ataupun marah.


"Yang, I love you." Abimana mencium pipi istrinya.


Kirana tetap bergeming dan pura-pura memejamkan kedua netranya.


"Yang, baby Keanu terbangun lho, masa bundanya malah tidur."


"Oe ... oe ... oe ...." Dengan terpaksa Kirana membuka netranya karena mendengar tangisan baby Keanu.


Kirana duduk dengan perlahan, ia sandarkan punggungnya pada headboard. Abimana mengambil baby Keanu kemudian membantu Kirana memposisikan putra mereka di pangkuan bundanya.


Kirana membuka kancing baju. Ibu muda itupun mulai memberikan asi kepada pangeran kecil yang tampan, Keanu Putra Abimanyu.


Abimana tersenyum dan membelai rambut Kirana yang tergerai. Diciumnya pucuk kepala sang istri dengan penuh cinta.


"Jangan marah lagi ya Sayang! Hanya Sayang yang aku cintai, selamanya. Tidak ada wanita lain yang mampu mengisi relung hati. Percayalah, Yang!"


TES


Tetiba buliran bening menetes dari kedua sudut netra Kirana. Ia sangat percaya dengan ketulusan cinta Abimana. Namun Kirana hanyalah wanita biasa yang terkadang mempunyai rasa cemburu. Apalagi semenjak mengandung Keanu hingga bayi tampan itu terlahir.


Abimana menyeka air mata istrinya dan kembali mencium pucuk kepala wanita yang sangat dicintai.



Visual Baby Keanu Putra Abimanyu (pinjem fotonya baby pasangan Kak Ammar dan Kak Bella 😁)


🌹🌹🌹


UP kedua atas permintaan readers. Yang kangen si uler keket, Insya Allah next episode ya zeyenkkk... 😂😂😂


Jangan lupa semangati author dengan meninggalkan jejak like 😘😘😘


Trimakasih dan happy reading ❤❤❤

__ADS_1



__ADS_2