Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Gadis Jahil


__ADS_3

Langit nampak begitu cerah, karena mentari masih mengulas senyum. Alam seolah ikut menyiratkan kebahagiaan, akan hadirnya cinta diantara kedua insan, yang dengan segenap hati meminta ridho-Nya untuk menyatu.


Mereka masih duduk di atas tikar, memperbincangkan kelanjutan lamaran.


"Mohon maaf Pak Arya, untuk lamaran resminya, bagaimana jika kami kembali berkunjung ke rumah ini, dua hari yang akan datang?" tanya Ridwan dengan mengulas senyuman.


"Baiklah Pak Ridwan, kami menyetujuinya," jawab Arya yang juga menghiasi bibirnya dengan senyum.


"Semoga Allah memberikan kemudahan dan keridho'an, agar Ilham dan Suci dapat bersegera menghalalkan diri, menjadi pasangan suami istri," doa Ridwan dengan ketulusan, dan diaminkan oleh semua orang yang ikut bercengkrama, di halaman rumah Arya.


🌹🌹🌹


Selepas waktu ashar, Kirana mengajak Abimana, Ilham, dan Suci untuk berjalan-jalan melihat aliran sungai yang letaknya tidak terlalu jauh dari gubug Arya.


Ilham dan Suci berjalan di belakang, mereka berdua saling berbincang. Ilham yang teramat menjaga pandangan, membuat Suci semakin terpesona dengan pria tampan calon suaminya.


Sedangkan Abimana dan Kirana, mereka berjalan di depan dengan diiringi canda tawa.


Ketika sampai di tepi sungai, ide konyol Kirana mulai muncul. Gadis itu berjalan menjauh dari Abimana, dan berjongkok di atas batu yang besar.


"Bim, sini dech! Tuch ada ikan kecil-kecil pada mabok," celoteh Kirana, sembari menunjuk ke arah ikan-ikan yang sedang asik berenang.


"Mana ada ikan mabok, Ran. Itu kan lagunya Joshua." Abimana tertawa geli menanggapi celotehan gadis berjilbab biru. Pria tampan itu sama sekali tidak menyadari rencana jahil Kirana.


"Beneran sini dech Bim! Ikannya kenapa yakkk? Kasihan ... kasihan ... kasihan." Kirana memasang raut wajah sedih.


Abimana berjalan mendekat dan berdiri di sisi Kirana.


"Mana Ran, ikan-ikan yang kamu kasihani?" Abimana terkekeh.


"Tuch." Kiran berdiri tegak, dan mulai melancarkan aksinya. Tiba-tiba gadis cantik itu mendorong punggung Abimana.


Byurrrr ....


Abimana terhempas ke sungai. Seketika pria tampan itu pun berteriak, "Markonah ...."


"Pftttttt ... hahahaha. Nah, tuch ikan yang aku maksud. Markun ... selamat berenang." Kirana tertawa terpingkal-pingkal melihat Abimana yang nampak jengkel dengan ulahnya.


Ilham mengelus dada melihat kejahilan adiknya, ia pun mengucapkan istighfar, "Astaghfirullah, Ran kasihan Bima."

__ADS_1


Suci yang melihat aksi jahil calon adik iparnya, tersenyum geli, namun merasa kasihan juga dengan Abimana.


"Sini Bang, adek bantu!" Kirana mengulurkan tangannya kepada Abimana, disertai tawa yang masih belum mereda.


Abimana berdecak kesal, karena pria tampan itu tidak membawa baju ganti.


Ketika Abimana akan menarik uluran tangan Kirana, Ilham sudah terlebih dahulu datang mendekat, dan menepis tangan sang adik.


"Dek, tidak seharusnya kamu mendorong Bima ke sungai. Kasihan Bima bisa kedinginan," Ilham menasehati adik semata wayangnya.


Kirana hanya bisa menunduk dan berucap, "Maaf Bang, Kirana hanya ingin bercanda, tidak mempunyai niatan lain."


"Minta maaf pada Bima!" perintah Ilham dengan nada tegas.


Abimana berjalan ke tepi sungai dengan bajunya yang basah kuyup.


"Maaf ya Bim," ucap Kirana dengan terkekeh, karena aksi jahilnya berhasil.


Abimana tak membalas permintaan maaf dari Kirana, karena tidak diucapkan dengan sungguh-sungguh. Bahkan pria tampan itu berjalan melengos, meninggalkan Kirana yang masih berdiri di tempat yang sama.


Kirana berlari-lari kecil mengejar Abimana yang melangkah dengan cepat.


"Bim, kamu benar-benar marah ya?"ucap Kirana dengan lirih.


Abimana membalikan tubuh, dan menatap lekat-lekat gadis yang sedang berdiri di hadapannya. Kirana membalas tatapan Abimana dengan menampakan raut wajah penuh penyesalan.


"Aku kesal Ran. Bagaimana mungkin aku pulang ke rumah dengan baju yang basah? Ingin rasanya menjitakmu, namun ku urungkan karena ada Bang Ilham," ucap Abimana.


"A-aku benar-benar minta maaf. Aku hanya bermaksud bercanda Abim." Kirana menundukan wajahnya.


"Sudahlah, coba nanti aku pinjam baju Pak Arya. Ayo kita pulang ke rumah beliau!" ajak Abimana, kali ini disertai seulas senyum.


Kirana menganggukan kepalanya, dan mulai berjalan di belakang Abimana.


Ilham menggelengkan kepala melihat kelakuan adiknya.


"Ustadz, mari kita pulang!" ajak Suci dengan menundukan pandangan. Ilham membalas ucapan Suci dengan anggukan.


Mereka berdua melangkahkan kaki beriringan, menapaki jalanan yang masih belum rata, dan dipenuhi dengan bebatuan.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Sesampai di halaman rumah Arya, Abimana dan Kiran menghentikan langkah.


Ridwan, Hasan, Arya, Arini, dan Ratri yang masih berbincang di halaman rumah, menatap heran Abimana.


"Loh, Nak Bima. Mengapa bajunya bisa basah kuyup?" tanya Arya dengan mengerutkan kening.


"Ini tadi mau menolong ikan kecil-kecil pada mabok, Pak," jawab Abimana dengan melirik gadis yang berdiri di sampingnya. Semua pun terbahak mendengar jawaban pria tampan bermata teduh.


"Ya Allah, Bim. Pasti putri kami yang membuatmu basah kuyup kan?" tanya Ridwan disertai tawa.


"Iya Pak. Kalau tidak jahil bin usil, bukan Kirana namanya." Abimana tersenyum lebar.


Kirana menyeringai, mendengar ucapan Abimana.


"Yasudah, sebentar Bapak ambilkan pakaian ganti untuk Nak Bima." Arya bergegas masuk ke dalam rumah, dan mengambil pakaian ganti di almari.


Setelah mengambil pakaian ganti, Arya melangkahkan kaki keluar rumah, dan memberikan pakaian yang ia pilih untuk Abimana.


Pria tampan bermata teduh, menerimanya dan berucap, "Trimakasih Pak, sepertinya baju ini sering saya pakai, dulu sewaktu tinggal di sini."


"Sama-sama, Nak. Benar, baju ini adalah baju Nak Bima, selama tinggal di gubug Bapak. Cepatlah bersihkan badan dan berganti pakaian! Setelah itu, hangatkan tubuh Nak Bima di depan tungku!" perintah Arya disertai tawa renyah.


"Njih Pak," balas Abimana. Pria tampan itu melangkahkan kaki menuju kamar mandi yang ada di luar rumah.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Jangan lupa selalu tinggalkan like 👍


Komentar


Klik emote ❤ untuk favorit


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote untuk mendukung karya author

__ADS_1


Trimakasih and happy reading 😘😘😘


__ADS_2