
Waktu bergulir begitu cepat, meninggalkan jejak kenangan yang masih lekat dalam ingatan.
Ramadhan tahun lalu telah pergi dan kembali lagi di bulan ini. Seluruh insan menyambutnya dengan suka cita. Besar harapan para jiwa yang menghamba, semoga Illahi menerima dan meridhoi segala amalan di bulan suci ini. Marhaban yaa Ramadhan.
Bayi kembar putra pasangan Fadhil dan Hana kini sudah berusia enam bulan. Mereka diberi nama, Muhammad Fadli Alfarizi dan Muhammad Fadlan Alfarizi. Fadhil, Hana dan seluruh keluarga mereka teramat bahagia serta bersyukur atas anugerah terindah, kehadiran dua bayi tampan, Fadli dan Fadlan.
Anak kedua pasangan Abimana dan Kirana, kini sudah berusia empat bulan. Bayi cantik nan lincah itu diberi nama Saqueena Khanza Humaira. Abimana dan Kirana sangat berbahagia karena mereka telah memiliki sepasang buah hati, laki-laki dan perempuan. Sedangkan Keanu sedikit kecewa karena sang bunda hanya melahirkan seorang adik. "Keanu ingin adik lagi, Bunda. Diusahakan yang seperti Keanu, cowgan!" pinta Keanu dengan memasang muka cemberut, tangannya ia lipat di depan dada.
Ucapan Keanu sukses membuat netra Kirana berotasi sempurna. Sedangkan Abimana terkikik geli.
"Kean, adikmu masih berusia empat bulan, Sayang. Bagaimana bisa Ayah dan Bunda memberikan Keanu seorang adik lagi?" Kirana beranjak dari posisi duduk. Ia baringkan Khanza dengan perlahan di ranjangnya yang mungil.
"Kean tidak mau tau, Bund. Berikan Kean seorang adik laki-laki, atau ...."
"Atau apa, Kean?" tanya Kirana sembari mendudukan pantatnya di sofa, bersebelahan dengan Keanu.
"Atau ... kita tukarkan Khanza dengan Fadli dan Fadlan, Bund," jawab Keanu dengan suaranya yang terdengar lirih. Kepalanya pun tertunduk. Keanu takut jika sang bunda akan marah mendengar jawabannya.
Abimana dan Kirana tergelak mendengar jawaban Keanu. Tidak seperti persangkaan Keanu. Bundanya tidak marah, tapi malah tergelak.
Abimana dan Kirana memeluk tubuh putra tercinta. Mereka hujani wajah Keanu dengan kecupan tanda cinta.
"Kean, mana bisa Khanza ditukar dengan Fadli dan Fadlan? Tante Hana bisa menangis jika kedua putranya ditukar dengan seorang putri cantik. Kecuali ...." Perlahan, Kirana dan Abimana mengurai pelukan.
__ADS_1
"Kecuali apa Bunda?"
"Mmm ... tidak apa-apa, Kean." Kirana urung memberikan jawabannya. Namun Keanu tetap saja mendesak. Keanu teramat penasaran dengan apa yang sebenarnya ada di pikiran sang bunda.
"Apa Bunda?" Keanu menatap wajah Kirana lekat-lekat seraya memohon agar sang bunda menjawab pertanyaannya dengan jujur. Kirana bergeming. Ia bingung akan memberi jawaban apa pada Keanu. "Kean, bunda hanya bercanda, Sayang. Masa bunda akan menjawab, adikmu khanza ingin bunda jodohkan dengan Fadli atau Fadlan kelak jika mereka telah dewasa, supaya Kean bisa memiliki adik laki-laki dari tante Hana tanpa menukar Khanza dengan Fadli dan Fadlan. Hah, apa bedanya bunda dengan oma Shela, Nak?" monolog Kirana di dalam hati.
Abimana tidak tinggal diam. Ia mencoba memberikan alibi agar Keanu berhenti mendesak bundanya. "Mmm ... Kean. Kean bisa memililki seorang adik laki-laki, asal Kean bersedia menjadi putra tante Hana. Jadi, Kean yang ditukar dengan Fadli atau Fadlan, bukan dedek Khanza yang ditukar. Keanu mau?"
Keanu mengerutkan sedikit dahinya. Bocah kecil nan pintar itu nampak berpikir. "A-ayah, Bunda, Keanu tidak ingin ditukar. Bagaimana bisa Keanu jauh dari Ayah dan Bunda. Keanu tidak bisa jika harus menjadi putra tante Hana. Sampai kapanpun, Keanu adalah putra dari Bunda Kiran dan Ayah Abim."
Senyum terlukis indah di bibir Abimana dan Kirana. Hati keduanya menghangat tatkala mendengar ucapan putra tercinta.
"Iya Sayang. Keanu putra tercintanya Ayah dan Bunda. Sampai kapanpun, bahkan sampai kelak kita berada di alam keabadian, Keanu tetap putranya Ayah dan Bunda," ucap Abimana disertai senyuman.
"Keanu sayanggggggg banget pada Ayah dan Bunda." Keanu mencium pipi kedua orang tuanya secara bergantian.
Ketiganya pun saling berpeluk. Keluarga kecil yang hangat dan harmonis. Semoga kasih sayang dan cinta mereka kekal, till jannah.
🌹🌹🌹
Wajah Adam nampak murung. Ia duduk di balkon seorang diri. Dipandanginya langit yang terlukis warna jingga, seolah membentuk rupa cantik seorang bidadari yang telah lama menghilang dari kehidupannya.
Sudah satu tahun, Mishel pergi entah ke mana. Adam pun tidak pernah mendengar kabar mengenai Mishel.
__ADS_1
"Mishel, mungkin hidupmu kini sudah bahagia. Entah mengapa aku baru merasa kehilangan saat kamu pergi. Mishel, aku yakin bahwa Farhan adalah imam yang terbaik untukmu. Namun ... entah mengapa, aku masih berharap kita akan bertemu kembali. Mishel, jika memang kamu sudah menikah dengan Farhan, mengapa tidak memberi undangan pernikahan untuk kami, aku dan Tiara. Apa mungkin, kamu tidak ingin membuat Tiara bersedih jika ia melihatmu duduk di pelaminan bersama Farhan? Mishel ...." Adam bermonolog. Ia rebahkan punggungnya pada sandaran sofa.
"Papa...." Terdengar suara Tiara memanggil. Adam menyunggingkan seutas senyum tatkala melihat sang putri berjalan mendekat. Ia tegakkan kembali punggungnya dengan perlahan.
"Sayang. Ada apa?"
"Pa, sudah waktunya berbuka puasa. Opa dan oma sudah menunggu di ruang makan. Mmm ... Papa pasti sedang teringat mama Mishel ya??? Echhh, maksud Tiara tante Mishel." Tiara tersenyum nyengir. Tiara sering sekali menggoda Adam, agar sang papa tidak semakin tenggelam dalam kesedihan dan rasa sesal, meski ia pun masih belum bisa move on dari Mishel. Sedih, tentu saja Tiara masih bersedih bila teringat masa-masa indah yang pernah ia lalui bersama dengan Mishel, apalagi dikala melihat lembayung senja.
"Hemmm, papa sedang teringat mama Shelly."
"Ehemmm, mama Shelly dan mama Mishel kan Pa?" goda Tiara sembari menoel pipi papanya.
Adam mengulas senyum. Ia mengacak jilbab putrinya dengan gemas. "Sudah, sudah ... jangan menggoda papa! Yuk kita berbuka puasa dulu! Kasihan opa dan oma pasti sudah menunggu." Adam beranjak dari posisi duduknya. Ia meraih tangan Tiara, putri yang sangat dicintainya.
Adam dan Tiara melangkahkan kaki dengan saling bergenggaman tangan, diiringi canda tawa.
🌹🌹🌹
Insya Allah dua atau tiga boncabe lagi, ICPA akan benar-benar end. 😁😁😁🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak like 👍
Klik favorit 💓
__ADS_1
Berikan hadiah atau vote jika mempunyai kelebihan poin untuk memberi dukungan pada ICPA 😁
Trimakasih dan happy reading 💓💓💓