Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Kirana VS Emak-Emak


__ADS_3

Di dalam kamar, Ilham dan istrinya sedang bercengkrama. Sepasang pengantin baru itu nampak sangat berbahagia. Mereka saling berpeluk.


Ingin rasanya melepas hasrat, namun mereka memutuskan untuk melakukannya ketika hari berganti malam, supaya lebih romantis.


Tok.. tokk.. tokkk....


Terdengar suara ketukan dari luar kamar, yang mengusik kemesraan mereka berdua.


Dengan berat hati, Ilham melepas pelukannya, dan berjalan ke arah pintu.


Klekkk


Ilham membuka pintu dengan perlahan.


"Asalamu'alaikum Abang," sapa Kirana disertai seulas senyum.


"Wa'alaikumsalam Adek comel," balas Ilham dengan menampakan raut muka cemberut , karena merasa kedatangan sang adik mengganggu kemesraan dengan istrinya.


Kirana tertawa melihat raut wajah abangnya, "Pffftt ... hhhhaha, muup Bang. Kedatangan kami pasti mengganggu kalian ya?"


"Nah itu tau," cebik Ilham.


"Yasudah, Abang lanjutkan saja yang bermesraan! Kiran dan Abi pergi dulu ya Bang."


"Memangnya kalian mau ke mana?" tanya Ilham.


"Mau jalan-jalan ke titik nol kilometer," jawab Kirana dengan mengulas senyum.


"Kami ikut Dek. Siapa tau, istri Abang juga ingin berjalan-jalan, menikmati suasana di titik nol kilometer."


"Nah, gitu donk Bang. Masalah bermesraan, Insya Allah masih ada waktu nanti malam. Jangan siang-siang begini! Kasihan Mbak Suci, tambah kepanasan," ucap Kirana, menggoda abangnya.


Ilham menyentil kening adiknya dengan pelan. Sedangkan Abimana tersenyum geli, melihat istri comelnya mendapat sentilan dari Ilham.


"Sok tau Dek. Pikiranmu sekarang tambah dewasa."


"Ya harus tambah dewasa donk Bang. Kan sudah punya misua," ucap Kirana sembari melirik suaminya.


"Hemzz .... Ya sudah, tunggu kami di lobby hotel! Abang dan Mbak Suci mau ganti baju dulu," perintah Ilham dengan muka datar.


"Okay dech Bang. Jangan lupa kunci pintu, supaya nggak ada yang mengintip Bang!" canda Kirana.

__ADS_1


"Ya pasti Dek. Udah sana buruan ke lobby! Awas, jangan mengintip kami!" Ilham menjapit hidung adiknya karena gemas.


"Wadidaw, sakit Bang. Nggak mungkin Kirana mengintip Abang dan Mbak Suci. Kami ke lobby dulu Bang."


"Iya Adek comel."


"Asalamu'alaikum Bang." Kirana mengucapkan salam sebelum ia dan Abimana melangkah pergi.


"Wa'alaikumsalam," balas Ilham dengan mengulas senyum.


Ilham menutup pintu kamar, setelah Abimana dan Kirana berlalu.


🌹🌹🌹


Abimana dan istrinya menggunakan lift untuk menuju ke lobby hotel.


Sesampai di lobby, kedua insan itu duduk dengan santai sambil bercengkrama.



Sumber: goegle


Kebetulan ada beberapa tamu yang juga sedang duduk di lobby hotel. Mereka adalah emak-emak sosialita.


"Sssst, si babang yang duduk di sana, tamfaaan banget. Gue rela, mengeluarkan uang berapapun, asal punya pacar seperti babang itu," ucap salah seorang emak-emak yang berdandan dengan makeup menor, dan berbusana kurang bahan.


"Haisssh, bukan cuma elo, gue juga rela tauuu. Bahkan apartemen mewah pun, akan gue berikan demi babang," timpal emak-emak yang memenuhi tangannya dengan gelang imitasi.


Brakkk


Kirana memukul meja yang ada di hadapannya. Kedua manik hitam wanita cantik itu menatap tajam ke arah emak-emak yang sedang memperbincangkan suami tampannya.


Hening ....


Suasana menjadi hening. Emak-emak yang sedari tadi memperbincangkan Abimana, seolah mulut mereka terkunci, karena terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh Kirana. Abimana pun tak kalah terkejutnya.


"Asalamu'alaikum." Ucapan salam Ilham dan Suci memecah keheningan.


"Wa'alaikumsalam," balas Kirana dan Abimana.


"Maaf, membuat kalian lama menunggu," ucap Ilham dengan menampakan senyumannya yang manis.

__ADS_1


"Ach, tidak terlalu lama kog Bang," balas Abimana yang juga menampakan senyumannya.


Pandangan netra emak-emak kembali tertuju pada pria tampan nan menawan, Abimana. Kali ini bukan hanya Abimana yang menjadi sasaran penglihatan mereka, namun Ilham juga.


Sebelum kembali berbisik-bisik, tanpa mereka sadari, Kirana sudah berdiri tepat di samping sofa, dengan menyilangkan kedua tangan di atas perut.


"Napa, nggak pernah lihat cogan ya?" ketus Kirana.


"I ... iya Mbak. Kami jarang melihat cogan. Suami kami wajahnya pas-pasan," jawab salah seorang dari mereka, yang bernama Stella, meski nama aslinya Sajem.


"Sering-seringlah melihat drakor! Banyak cogan yang bertebaran." Kirana menarik sudut bibirnya.


"Ta, tapi kami suka produck lokal Mbak. Ya, seperti kedua pria itu," balas Sajem, dengan bibir gemetar.


"Haisssh beraninya berkata jujur. Nich, istri pria tamfan yang sedari tadi kalian bicarakan. Kalau suka produck lokal, silahkan menonton sinetron ikatan cintrong!"


"Wahhhh, kalau itu pasti. Gue nggak bisa move on dari si Aldeb, sama si Renren," sahut Monica, yang bernama asli Munaroh.


Abimana meraih lengan istrinya, dan mengajak Kirana untuk menjauhi emak-emak yang seolah sedang dilanda meriang, merindukan kasih sayang.


Kirana berdecak kesal sebelum meninggalkan mereka.


Abimana merangkul pundak sang istri dengan erat. Mereka berempat berjalan beriringan,


meninggalkan lobby hotel.


🌹🌹🌹🌹


Mumpung bisa up lagi 😌😌


Readerss


Jangan lupa tinggalkan like setelah membaca 👍


Komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote untuk mendukung karya author


Klik emote ❤ untuk favoritkan novel

__ADS_1


Trimakasih dan happy reading 😘😘



__ADS_2