
Abimana menggenggam erat tangan istrinya yang belum juga sadarkan diri. Sedangkan para perawat mulai melaksanakan tugasnya sebelum dokter melakukan operasi.
Air mata Abimana semakin deras tatkala melihat rambut panjang istrinya dipangkas, kemudian digunduli.
"Ya Allah, betapa hancur hati hamba saat ini, melihat rambut yang menjadi kebanggaan istri hamba kini tak lagi tersisa menghiasi kepalanya. Ya Robb, selamatkanlah istri hamba. Jadikanlah amal kebaikan kami meskipun masih setitik, sebagai sebab terkabulnya doa hamba," pinta Abimana di dalam hati.
Setelah selesai menggunduli rambut Kirana, para perawat membawa pasien ke ruang operasi. Abimana dengan setia mengantar istrinya sampai di depan ruang operasi.
"Maaf Pak, anda tidak bisa ikut masuk ke dalam. Silahkan duduk di ruang tunggu dan berdoa untuk kelancaran operasi istri anda!" perintah salah seorang perawat kepada pria tampan yang kini teramat rapuh.
Abimana tidak menjawab, tatapannya masih tertuju pada sang istri yang terbaring tak berdaya.
Perawat dengan segera menutup pintu, sesaat setelah Abimana melangkah menuju kursi tunggu.
Abimana terduduk lemas di kursi yang letaknya tidak jauh dari ruang operasi. Pria tampan itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, seraya menyembunyikan tangisannya.
"Ya Allah, dulu hamba mengeluarkan buliran bening karena kehilangan cinta Alya, namun sekarang seolah tangisan ini tak mampu terbendung karena ketakutan yang amat sangat bila Kirana juga menghilang bersama cinta yang baru saja bersemi. Hamba memohon dengan sangat ya Robb, berikan kesempatan pada diri ini untuk dapat memberikan kasih sayang yang lebih dan cinta tulus untuk Kirana," pinta Abimana di dalam hati.
Tubuh Abimana bergetar hebat, menahan kesedihan yang teramat sangat.
"Bim, yang kuat dan tabah! Sholat Isya dulu, mohonlah kepada Sang Penulis Skenario kehidupan agar operasi Kirana diberikan kelancaran!" ucap Ilham, berusaha menenangkan adik iparnya.
"Iya Bang. Saya akan menjalankan sholat Isya," balas Abimana. Pria yang kini terlihat sangat rapuh, beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju ke toilet untuk mengambil air wudhu. Usai mengambil air wudhu, Abimana menjalankan sholat Isya tepat di depan pintu ruang operasi.
Semua orang yang melihatnya merasa empati. Bahkan dada mereka ikut menyesak.
Raikhan menghubungi keluarganya, sedangkan Ilham menghubungi Ridwan dan Suci, untuk memberitahukan kondisi Kirana yang sebenarnya.
🌹🌹🌹
Kedua orang tua Abimana dan Kirana datang ke rumah sakit dengan perasaan yang tak kalah pedihnya. Begitu pula Alya, Shela dan Abraham yang ikut serta ke rumah sakit. Mereka duduk di kursi yang berada tidak jauh dari ruang operasi dengan kegelisahan yang memuncak.
__ADS_1
Semua raut wajah menampakan kesedihan yang mendalam. Lantunan dzikir, shalawat dan doa tak henti-hentinya terucap dari bibir jiwa-jiwa yang tengah menantikan keajaiban.
Di ruang operasi, seorang dokter muda menatap nanar pasiennya. Andai dia tidak sedang menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter, dapat dipastikan dokter muda itu pun akan meneteskan air mata karena merasakan kesedihan mendalam, tatkala melihat pasien yang ditangani adalah sahabatnya sendiri.
Dokter muda berusaha semaksimal mungkin untuk keberhasilan operasi yang sedang dilakukan. Ia pun bernafas lega ketika operasi berjalan dengan lancar, meski memakan waktu selama tiga jam.
"Panggil suaminya untuk menghadap saya!" titah dokter muda itu kepada salah seorang perawat yang ikut membantu jalannya operasi.
"Baik Dokter," balas perawat, dengan sedikit membungkuk. Kemudian ia pun membuka pintu ruangan operasi dan memanggil suami pasien, Abimana.
Abimana segera beranjak dari duduknya ditemani oleh Ilham. Mereka memasuki ruangan yang berada di sisi ruang operasi.
Setelah menutup kembali pintu ruangan tersebut, dokter muda mempersilahkan Abimana dan Ilham untuk duduk di hadapannya.
Dokter muda melepas masker yang menutupi wajah dan menatap tajam ke arah Abimana.
"Fabian?" tanya Abimana dengan menampakan raut wajahnya yang menyiratkan keterkejutan.
"Iya, saya Fabian. Sahabat Kirana."
"Keadaan Kirana saat ini belum terlalu baik. Dia harus mendapatkan perawatan yang intensif pasca operasi. Ini adalah darah yang saya ambil dari kepala Kirana." Fabian menunjukan botol berukuran kecil yang berisi darah.
DEG
Dada Abimana kembali menyesak. Matanya nampak kembali berkaca-kaca.
"Anda sebagai suami Kirana, seharusnya mampu menjaga istri anda agar kejadian ini tidak terulang lagi. Bersyukur, Kirana segera ditangani, kalau tidak ...." Fabian tidak melanjutkan ucapannya. Dokter muda itu memijit kepalanya yang serasa pening, karena memikirkan nasib wanita yang saat ini masih mengisi ruang hampa di hatinya.
"Iya, saya akan berusaha untuk lebih menjaga Kiran agar kejadian ini tidak terulang lagi," balas Abimana dengan sedikit menundukan wajahnya.
"Semarah apapun anda, jangan sampai melukai hatinya, apalagi sampai meninggalkan Kirana sendiri!" sindir Fabian disertai seulas senyum tipis.
__ADS_1
Ilham menatap Abimana dan Fabian secara bergantian dengan tatapan menyelidik.
"Iya, saya mengakui kesalahan yang saya lakukan pada saat itu."
"Baiklah, silahkan anda berdua keluar dari rungan ini! Sebentar lagi kami akan memindahkan pasien ke ruang transisi untuk memantau kondisinya!" Fabian berucap dengan ramah.
"Trimakasih Dokter Fabian," ucap Abimana sebelum keluar dari ruangan bersama Ilham.
"Hemmm, sama-sama," balas Fabian dengan menampakan raut wajah yang tak terbaca.
🌹🌹🌹🌹
Readersss
Semoga Kirana segera diberikan kesembuhan ya 😇😇😇😇
Hufttt menulis episode kali ini, terkenang pengalaman pahit yang author alami sendiri.
Author pernah berada di posisi Abimana, ketika menunggui seseorang yang teramat berarti sedang berjuang melawan maut di ruang operasi, karena luka di kepalanya.
Seolah raga kehilangan nyawa. Hanya kata "Maaf" seraya memohon pada Yang Maha Kuasa untuk menyentuhkan keajaiban serta memberi kesempatan pada diri ini, agar dapat menyayangi dan memberikan cinta yang lebih dari sebelumnya. Dan Alhamdulillah, keajaiban itu nyata. Seseorang yang author sayangi dapat selamat dari maut 😇
Btw jangan lupa untuk tinggalkan jejak like 👍
Komentar
Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Vote
Klik emote untuk fav. novel
__ADS_1
Terimakasih dan happy reading 😘😘😘