Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Tukiyo Sang Casanova


__ADS_3

Dewi malam hadir dengan menyentuhkan sinar berteman rasi-rasi bintang. Desah sang bayu berpadu dengan irama gemerisik dedaunan mengiringi suara merdu sepasang kekasih yang tengah mereguk manisnya surga dunia bernilai ibadah.


Seusai mereguk manisnya surga dunia, sang pria yang tak lain adalah Abimana, mencium kening istrinya dengan penuh rasa cinta.


"Trimakasih Sayang."


"Iya Bie...."


Kirana mengukir senyum di bibir ranumnya. Kedua netranya terpancar binar bahagia setelah penyatuan cinta, meski raga terasa sedikit letih.


Setelah berpakaian kembali, keduanya saling berhadapan dengan posisi berbaring di atas ranjang.


"Bie...."


"Ya, ada apa Sayang."


"Sudah memilihkan nama untuk anak kita?"


"Hehem. Setelah bertanya pada Shelly dan Ummu Atiyah."


"What? Siapa mereka Bie...?" Kirana mengerutkan keningnya.


Abimana menyentil kening Kirana dengan pelan.


"Sayang lupa atau pura-pura lupa?"


"Maksudmu apa sich Bie?"


"Sayang sendiri lho yang memberi nama laptop kesayanganku dengan sebutan Shelly. Sedangkan Ummu Atiyah, beliau salah satu fans Arjuna-Widya." Abimana terkekeh dan mengusap pipi istrinya yang kini nampak sedikit tembem dengan lembut.


Kirana tersenyum nyengir. "Owh iya, Shelly kan lepi kesayangan Hubby. Seneng ya Bie, kita dikunjungi fans Mas Juna dan Mbak Widya. Mereka berdua memang pribadi yang sangat sempurna. Aku pun sering membaca kisah mereka bila sedang kesepian di rumah."


"Iya Sayang, rumah tangga mereka patut dijadikan teladan bagi pasangan suami istri yang lain."


"Emmmm, jadi nama putra kita siapa Bie?"


"Keanu Putra Abimanyu." Abimana menampakan senyumnya yang menawan.


"Nama yang sangat keren Bie. Keanu memiliki berbagai macam arti. Menurut Islam Keanu berarti cerdik, tidak mudah dibohongi. Sedangkan Keanu dalam bahasa Hawai, artinya angin sejuk. Keanu dalam bahasa Jerman, artinya tegas, tajam. Nama Abimanyu juga memiliki arti yang sangat bagus, dalam bahasa Jawa, artinya tidak takut kesulitan."


"Jadi arti nama putra kita kurang lebih, seorang laki-laki yang memiliki kecerdikan serta ketegasan dan tidak takut kesulitan."

__ADS_1


"Iya Bie. Semoga kelak putra kita tumbuh menjadi seorang pria yang cerdik, tegas dan tidak takut kesulitan, serta berakhlak mulia."


"Aamiin Yaa Allah."


"Bie...."


"Hehem...."


"Trimakasih karena selalu menguatkanku. Jujur aku masih trauma dengan kejadian tak mengenakan beberapa bulan yang lalu. Terkadang, aku masih merasa menjadi istri yang ternoda, Bie." Raut wajah Kirana berubah sendu kala terbayang kembali dosa besar yang dilakukan oleh Vano. Trauma yang dialami oleh Kirana memang sulit untuk disembuhkan. Namun Kirana beruntung masih bisa mencegah dirinya untuk bertindak di luar batas dengan menyakiti diri sendiri, karena sebagai seorang dokter ia tau bagaimana cara mengontrol emosi.


Abimana menarik Kirana ke dalam pelukan. Kirana pun membalas pelukan sang suami dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Abimana.


"Sayang jangan mengingat lagi sesuatu yang menyakitkan dan membuat perasaan menjadi sedih! Apa yang telah terjadi sudah menjadi kehendak-Nya, sebagai bentuk ujian yang semakin menguatkan cinta kita."


"Iya Bie....""


Abimana mencium pucuk kepala istrinya.


"Apapun yang terjadi jangan menjadi alasan untuk pergi dari sisiku, Yang!"


"Tidak Bie. Pergi dari sisimu sebentar saja aku tidak sanggup, apalagi jika selamanya...."


🌹🌹🌹


.


.


Di malam-malam berikutnya, Tukiyo tidak pernah menampakan diri di hadapan Diana. Entah ke mana perginya pria berbadan tinggi besar itu, lebih tepatnya gagah dan berkumis tipis, setelah mengetahui bahwa Diana hamil.


Saat makan bersama para narapidana lainnya, Diana nampak tidak berselera. Wajah cantiknya semakin sayu, tubuhnya pun semakin kurus. Ia merasa kehilangan Tukiyo, pria yang mampu memberikan kepuasan batin. Diana merasa, Tukiyo lebih perkas* dari pada Adam. Selama mereka bergelut, tenaga Tukiyo sangat kuat dan mampu membuat Diana beberapa kali mengalami pelepas**.


Salah seorang petugas lapas yang bernama Nurul menghampiri Diana, kemudian duduk berhadapan dengan wanita yang kini perutnya terlihat sedikit buncit.


"Ada apa Di? Mengapa beberapa minggu ini selera makanmu berkurang? Tepatnya setelah kepergian Tukiyo. Mungkinkah kamu dan Tukiyo benar-benar telah melakukan hubungan terlarang?" Nurul memberondong Diana dengan pertanyaan.


Diana membuang nafas kasar. "Iya, saya dan Tukiyo telah melakukannya beberapa kali. Bahkan, saat ini saya tengah mengandung anaknya."


Nurul terperangah mendengar jawaban Diana. Nurul tidak menyangka Tukiyo melakukannya hingga Diana hamil. Yang Nurul tau, selama ini Tukiyo selalu memakai pengama* bila ingin bersenggama. Nurul, salah satu wanita yang pernah melakukan perbuatan zina dengan sang casanova.


Nurul menggenggam erat tangan Diana seolah berusaha memberi ketenangan.

__ADS_1


"Di, nama Tukiyo yang sebenarnya adalah Alden. Tukiyo hanyalah sebutan yang diberikan oleh teman-teman Alden bila sedang bercanda, sehingga hampir seluruh penghuni lapas juga memanggilnya Tukiyo."


Diana terkejut mendengar ucapan Nurul, "Alden?"


"Ya, Alden. Sebenarnya Alden adalah menantu dari seorang pengusaha yang teramat kaya di Kalimantan. Namun setelah bercerai dengan istrinya, Alden diusir dari rumah, kemudian memilih tinggal di Jogja dan bekerja sebagai seorang penjaga lapas."


Diana mencoba menelaah semua perkataan Nurul. "Pantas saja nama Tukiyo tidak sesuai dengan wajahnya yang tampan dan perawakannya yang gagah," monolog Diana di dalam hati.


"Di, Alden adalah seorang casanova. Sudah banyak wanita penghuni lapas yang menjadi teman tidurnya. Aku salah satunya." Nurul menundukkan kepala. Wanita itu merasa menyesal karena pernah terpikat oleh rayuan Alden, hingga rela menyerahkan kesucian kepada sang casanova.


Diana terperangah, buliran bening mulai keluar dari kedua sudut netranya. "A-apa? Itu tidak mungkin. Dia mengatakan hanya aku wanita tercantik yang dicintainya."


Perlahan Nurul menengadahkan wajahnya. "Alden selalu mengucapkan kata-kata manis kepada semua wanita yang ingin diambil kehormatannya. Namun, memang benar kamulah wanita tercantik diantara semua wanita penghuni lapas yang pernah menjadi teman tidur Alden. Di, apa Alden tidak menggunakan pengama* saat melakukannya?" Nurul menatap kedua netra Diana dengan intens.


"Saat pertama kali melakukan, dia memakai pengama*. Namun karena ingin lebih memuaskanku, Alden tidak pernah lagi memakainya." Raut wajah Diana nampak sendu.


Nurul merasa iba dengan nasib Diana. "Di, bersabarlah, berusahalah untuk kuat demi anak yang ada di dalam kandunganmu!"


"Ta-tapi, Alden sudah berjanji akan bertanggung jawab. Huhuuuu...." Tangis Diana pecah. Wanita itu tak mampu lagi membendung air mata kesedihan.


"Di, jangan terlalu berharap pada janjinya! Beberapa hari yang lalu, Alden memutuskan untuk kembali ke Kalimantan dan rujuk dengan istri pertamanya."


Jederrrrrr


Bagaikan terkena sambaran petir, Diana pun syok mendengar ucapan Nurul. Tiba-tiba Diana merasakan kepalanya pusing dan pandangan kedua netranya serasa gelap.....


🌹🌹🌹🌹


Haduchhhh malang sekali nasib Diana. Apalagi jika sang papa mengetahui bahwa putrinya telah melakukan dosa besar di lapas hingga hamil...... 😌😌😌


Trimakasih bagi readers dan sobat author yang masih setia mengikuti ICPA 💓💓💓


Jangan lupa untuk semangati author dengan meninggalkan jejak like 👍


komentar


rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


klik emote ❤ untuk fav novel


vote atau hadiah bila berkenan dan kelebihan poin

__ADS_1


Trimakasih dan happy reading 😘😘😘



__ADS_2