
Setelah acara ijab qabul selesai, para pengantin dipersilahkan untuk berganti pakaian.
Mereka mengenakan pakaian yang berwarna senada, sehingga terlihat semakin serasi, bagaikan raja dan ratu.
Suci mengalungkan tangannya pada tangan suami tercinta. Begitu juga dengan Kirana. Mereka berjalan beriringan menuju panggung pengantin.
Keempat insan yang tengah berbahagia, berdiri di panggung pengantin, dengan berjajar. Wajah mereka dihiasi senyuman yang mempesona.
Para tamu undangan memberikan ucapan selamat secara bergantian.
Abimana mengundang para pengusaha muda yang menjadi rekan bisnisnya. Mereka datang bersama sang istri. Meski Abimana belum lama menjadi seorang CEO, namun karena kesupelannya, pria tampan itu cepat memperoleh rekan bisnis yang bekerja sama dengan solid.
Terlihat salah seorang pria tampan berwajah pucat ditemani istrinya yang sangat cantik, berjalan mendekat ke arah para pengantin.
"Bim, selamat atas pernikahan kalian. Semoga bahagia, Bro," ucap pria berwajah pucat yang bernama Rafa, sembari menjabat tangan Abimana. Refa istri Rafa, memeluk Kirana dan Suci secara bergantian. Setelah memberikan selamat kepada Abimana, Rafa menjabat tangan Ilham, dan menangkupkan kedua telapak tangan ketika memberi salam kepada para pengantin wanita.
Selain Rafa dan Refa, hadir juga beberapa pasangan muda yang sangat terkenal sukses dalam dunia bisnis.
Mereka adalah Raka, Haris, Farzan, Adam, Juna, Kevin, Hamzah, beserta para istri.
Pandangan kedua pasangan pengantin tiba-tiba tertuju pada seorang pria muda yang sedang digandeng dua orang wanita, ia adalah Mirza. Sebenarnya, pria itu hanya ingin datang bersama istri sahnya, Via. Namun si pelakor yang bernama Sofi, selalu saja ingin ikut serta.
"Hufff pelakor datang, ingin rasanya kulempar dengan sandal," gumam Kirana di dalam hati.
Alya dan Raikhan berjalan mendekat ke panggung pengantin, untuk memberikan selamat. Baby Alyra sengaja ditinggal di rumah dan dititipkan pada Bi Ijah.
"Selamat ya Mas Abi, semoga sakinah, mawadah, warohmah. Alya dan Mas Rai ikut berbahagia atas pernikahan kalian," ucap Alya sembari menjabat tangan Abimana.
"Aamiin, trimakasih Al." Hanya kata itu yang mampu terucap dari bibir Abimana.
Setelah memberi selamat pada Abimana, Alya memeluk erat Kirana. Gadis cantik yang kini sudah sah menjadi istri Abimana, membalas pelukan Alya.
__ADS_1
"Mbak, selamat atas pernikahan kalian. Alya yakin, Mbak Kirana adalah wanita terbaik yang telah dipilih Allah, untuk mendampingi Mas Abi."
"Aamiin, aku berharap demikian Al. Trimakasih atas ucapan dan doamu," balas Kirana dengan menampakan seulas senyum.
Alya dan Kirana, perlahan saling melepas pelukan.
Raikhan memeluk erat sahabatnya, mata kedua pria itu nampak berkaca-kaca.
"Bro, berbahagialah! Semoga kalian mampu meraih sakinah, mawadah, warohmah."
"Aamiin, trimakasih Rai. Semoga Allah mengabulkan."
Kedua pria itu pun saling melepas pelukan.
Alya, Raikhan, mereka juga mengucapkan selamat kepada Ilham dan Suci.
Seorang pemuda tampan, datang mendekat bersama istrinya yang masih terlihat sangat belia.
"Aww, sakit Say," rintih Kay.
"Mau lagi?" Kedua netra Say menatap tajam, hingga membuat Kay tertunduk.
Abimana dan Kirana tersenyum geli melihat tingkah Kay dan Say.
Setelah bergantian memberikan selamat kepada keempat pengantin, para tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah tersedia di atas meja saji.
Para pengantin duduk dan saling menyuapi. Mereka menikmati makanan yang serasa lebih lezat dari biasanya.
"Asalamu'alaikum," sapa seorang pemuda berkacamata disertai seulas senyum manis.
"Wa'alaikumsalam, Arif ...." balas Kirana dan Abimana, bersamaan. Mereka terkejut dengan kedatangan Arif. Beruntung adegan saling menyuapi telah selesai di waktu yang tepat, karena ada beberapa tamu undangan selain Arif yang hadir, meski terlambat.
__ADS_1
Keempat pengantin berdiri kembali, untuk menyambut kedatangan para tamu yang baru saja hadir.
"Hhhhehe, iya Mbak Kiran, Mas Abi. Selamat atas pernikahan kalian. Semoga sakinah, mawadah, warohmah," doa Arif dengan tulus.
"Trimakasih Arif. Loh mana pasanganmu?" tanya Abimana.
"Desy? Desy membatalkan pertunangan kami Mas. Ternyata dia sudah memiliki kekasih, seorang anak sultan. Pria itu bernama Habie," jawab Arif dengan raut wajah sendu.
"Sabar ya Rif, In shaa Allah kelak akan datang seorang gadis yang terbaik untukmu," balas Abimana, berusaha menghibur sahabatnya.
"Aamiin Mas." Arif mengulas senyum.
Setelah memberi selamat kepada para pengantin, Arif melangkahkan kaki mendekati Raikhan dan Alya.
🌹🌹🌹🌹
Readersss
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like 👍
Klik emote ❤ untuk favoritkan novel
Komentar
Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Vote untuk mendukung karya author
Trimakasih dan happy reading 😘😘😘
__ADS_1