Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Kandas


__ADS_3

Kirana berusaha menenangkan Hana dengan memberikan pelukan. Diusapnya punggung Hana dengan lembut. "Dek, kamu harus kuat sayang! Yang tegar! Apapun yang menjadi keputusanmu, Mbak Kiran akan mendukungmu selama itu yang terbaik untuk kalian."


Hening


Semua tenggelam dalam pemikiran masing-masing.


.


.


Fadhil Siddiq Syam, pemuda tampan putra Abdullah, merasa empati melihat Hana yang kini nampak rapuh. Ingin rasanya Fadhil menghibur wanita malang itu seperti yang dilakukannya sewaktu mereka masih kecil. Setiap Hana bersedih, Fadhil selalu berusaha menghibur dengan melakukan segala cara hingga Hana terlupa akan kesedihannya. Namun, karena status Hana kini sudah bersuami, Fadhil memilih diam. Usia mereka selisih tiga tahun, Hana berusia 22 tahun sedangkan Fadhil 25 tahun. Hubungan mereka sewaktu kecil bagaikan kakak dan adik.


Kirana melepaskan pelukan setelah Hana merasa kembali tenang. Disekanya jejak air mata Hana dengan jemari tangan.


Hana membenahi posisi duduknya. Kedua netranya menatap manik mata Rizal dengan intens. Hana berusaha membujuk Rizal. "Pa, Hana mohon, kabulkanlah apa yang menjadi keinginan Hana! Mas Adam dan Mbak Shelly sudah mempunyai putri, seorang gadis cantik yang sangat cerdas dan salehah. Apa papa tega membiarkan putri mereka selalu bersedih karena memiliki orang tua yang tidak lengkap? Pa, Hana benar-benar ikhlas untuk berpisah dengan Mas Adam, demi kebahagiaan dan masa depan Tiara. Terimalah Mbak Shelly dan Tiara, Pa! Mereka pantas mendapatkan kasih sayang dan cinta dari Mas Adam."


Rizal menghela nafas kemudian menghembuskannya dengan perlahan. Pria paruh baya itu berusaha menelaah semua ucapan Hana. Hatinya mulai menerima dan membenarkan ucapan Hana. Namun, Rizal masih tidak ikhlas bila Adam akan berpisah dengan Hana. Bagi Rizal, Hana adalah menantu idaman. Cantik, cerdas dan salehah.


"Hana, papa akan menerima Shelly dan Tiara. Namun, papa belum menyetujui keputusanmu untuk berpisah dengan Adam."


"Pa, Hana teramat berterimakasih karena papa sudah bersedia menerima Mbak Shelly dan Tiara. Meski terasa berat untuk saling melepaskan, Hana dan Mas Adam tetap harus berpisah, Pa."


Rizal hanya terdiam, seakan lidahnya serasa kelu untuk berucap karena menahan kesedihan yang mendalam. Rizal belum sanggup jika harus kehilangan menantu idaman.


Abdullah kembali bersuara. Dengan santunnya beliau melontarkan pertanyaan kepada Adam, "maaf, saya hanya ingin tau, mengapa dulu Nak Adam tidak berusaha mencari keberadaan Shelly dan Tiara?"


Adam yang sedari tadi hanya memilih diam, kini berusaha membuka bibirnya untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Abdullah.

__ADS_1


"Ustadz, sebenarnya saya sudah berusaha mencari keberadaan Shelly dan anak kami. Selama dua tahun saya mencari keberadaan mereka namun tidak mendapatkan hasil. Saya kembali ke LN untuk menyelesaikan study. Kesalahan saya yang teramat fatal adalah kembali melakukan perbuatan terlarang dengan wanita lain. Wanita itu bernama Diana. Setiap kami akan melakukan perbuatan terlarang, Diana selalu meminum pil K*, sehingga ia tidak hamil."


Semua yang mendengar pengakuan Adam terkesiap. Mereka tidak menyangka Adam yang kini terlihat santun, ternyata memiliki masa lalu yang sangat kelam.


"Astaghfirullahaladzim, sering-seringlah meminta ampunan kepada Allah, Nak Adam! Mungkin apa yang terjadi saat ini adalah teguran dari Allah, agar Nak Adam menjadi pribadi yang lebih baik. Benar apa yang dikatakan oleh Nak Hana, Nak Adam harus menjadi pria yang bertanggung jawab. Nikahilah Shelly dan berikan kasih sayang serta cinta untuk Tiara!"


Adam menunduk. Bulir kesedihan yang sedari tadi menganak di kelopak mata kini tertumpah. Adam yang gagah, saat ini terlihat sangat rapuh. Ia dilema.


.


.


"Pa, sebelum acara resepsi berlangsung, Hana mohon segera nikahkanlah Mbak Shelly dan Mas Adam, agar mereka berdua bisa bersanding duduk di kursi pelaminan!" pinta Hana dengan menatap kembali manik mata Rizal.


Rizal membuang nafas kasar. "Huffttt, baiklah Hana. Papa akan segera menikahkan Shelly dan Adam."


Kedua netra Hana berbinar. Bibirnya terhias oleh senyuman manis. Meski masih diselimuti kesedihan, kini Hana merasa lega karena Rizal mengabulkan permintaannya.


Rizal membalas ucapan Hana hanya dengan menganggukkan kepala.


.


.


Hana meminta Kirana untuk memanggil Shelly. Tanpa menunggu waktu lama, Kirana kembali bersama Shelly.


Shelly duduk di sebelah Hana. Shelly nampak bertanya-tanya, mengapa Hana dan keluarganya ingin bertemu dengannya.

__ADS_1


"Mbak Shelly, bersiaplah untuk menjadi istri sah Mas Adam!" Hana melukis senyum di bibirnya.


Shelly terkejut mendengar ucapan Hana. "Ma-maksud kamu apa Dek?"


"Mbak, Mas Adam sudah menceritakan kisah kasih kalian di masa lalu. Ayah biologis Tiara adalah Mas Adam kan?" Hana menatap manik mata Shelly dengan intens.


Shelly membalas tatapan Hana dengan binar tak terbaca. "Iya Dek. Ayah biologis Tiara adalah Adam. Namun, apa yang terjadi di antara kami hanyalah kisah di masa lalu. Mbak Shelly dan Tiara sudah terbiasa hidup tanpa Adam. Dek, apa kamu rela Adam melakukan poligami dengan menikahi Mbak Shelly?"


Hana mengulas senyum. "Hana bukanlah seorang wanita sempurna yang mampu menerima poligami. Hana dan Mas Adam akan segera mengajukan pembatalan perkawinan. Hana ingin agar Mas Adam mempertanggung jawabkan kesalahannya di masa lalu dengan menikahi Mbak Shelly."


"Tidak, Mbak Shelly tidak mau menghancurkan kebahagiaan kalian. Biarkan Mbak Shelly dan Tiara tetap hidup menjalani hari-hari seperti biasa, tanpa kehadiran Adam! Mbak Shelly tidak ingin kamu dihina oleh tetangga kita, Dek." Lolos sudah air bening dari kedua sudut netra Shelly.


"Mbak, Hana sudah siap untuk menerima hinaan ataupun cacian dari mereka, asal Tiara bahagia. Mbak, pikirkan kebahagiaan dan masa depan Tiara! Bukankah selama ini Mbak Shelly masih mencintai papanya Tiara?"


"Ta-tapi Dek....,"


"Mbak, Mas Adam akan segera menikahimu. Jangan menolak, jika Mbak Shelly masih menyayangi Hana!"


Shelly tidak mampu membalas ucapan Hana. Lidahnya serasa kelu. Shelly merasa teramat bersalah terhadap Hana.


"Hana, seharusnya hari ini adalah hari yang paling membuatmu bahagia. Namun karena kehadiranku dan Tiara, kebahagiaan itu berubah menjadi kesedihan yang mungkin akan menyisakan luka," monolog Shelly di dalam hati.


🌹🌹🌹🌹


Insya Allah, hari ini UP 2 kali readers...


Next episode Adam dan Shelly menikah 😩😩

__ADS_1


Jangan lupa semangati author dengan meninggalkan jejak like dan vote jika berkenan 😇


Trimakasih dan happy reading 😘😘


__ADS_2