
Hana merasa terpukul setelah mendengar kabar meninggalnya Shelly. Derai air mata pun membasahi wajah cantiknya. Fadhil berusaha untuk menenangkan Hana dengan memberi pelukan hangat.
Rani teramat syok tatkala mengetahui bahwa putrinya telah meninggal dunia. Beberapa kali, Rani jatuh pingsan. Kedukaan dan rasa sesal menyelimuti hati Rani, hingga tubuhnya melemah.
Rizal dan Rahma juga teramat berduka karena kehilangan salah seorang menantu mereka.
Bagaimana dengan Tiara? Gadis kecil itu teramat berduka. Keadaannya tidak lebih baik dari pada Rani. Ia terus saja memanggil nama sang mama. Tiara teramat kehilangan sosok mama yang selalu menyayangi dan mencintainya.
.
.
Suasana haru disertai isak tangis memenuhi kediaman Rizal. Seluruh keluarga dan para sahabat teramat berduka atas kepergian Shelly.
"Mas, Mbak Shelly menitipkan surat ini untuk Mas Adam." Aulia menyerahkan surat yang berisi goresan tangan Shelly kepada Adam.
Adam menerima surat tersebut dengan tangan gemetar. Ia buka perlahan kemudian mulai membacanya.
Assalamu'alaikum, Dam.
Mungkin, saat kamu membaca surat ini, aku sudah tidak lagi berada di dunia.
Dam, maafkan segala kesalahan dan kekuranganku selama ini! Maaf jika aku tidak bisa menemanimu, mengayuh hidup melepas rindu sampai kita sama-sama menua.
Dam, aku sangat bahagia tatkala mendapat curahan kasih sayang dan cinta darimu. Hidupku serasa lebih berarti saat kita membangun mahligai rumah tangga.
Dam, aku titip Tiara ya! Jaga Tiara dan berikan ia kasih sayang serta cintamu! Ajarkanlah Tiara ilmu agama, agar kelak putri kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan akherat.
Dam, aku ikhlas jika setelah kepergianku, kamu berkeinginan untuk menikah lagi. Pilihlah seorang wanita yang salehah dan sayang kepada putri kita! Tapi ... jangan Hana ya ... hhhehehe! Hana sudah berbahagia dengan Fadhil. Relakan Hana dan Fadhil bahagia! Yakinlah, bahwa kelak ada sosok wanita terbaik yang dipilihkan Allah untukmu!
Dam, jangan menangisi kepergianku! Agar langkahku menuju alam keabadian terasa ringan.
__ADS_1
Salam sayang dan cintaku untukmu, imam yang teramat sempurna bagiku.
Wanita yang selalu mencintaimu
SHELLY MAHARANI
Wasalamu'alaikum....
Tangis Adam pecah setelah membaca surat dari Shelly. Ia sangat menyesal karena terlambat menyadari bahwa kehadiran Shelly begitu berarti.
"Shelly, maafkan aku! Maaf jika selama ini cintaku tidak sebesar cintamu kepadaku!" Adam mencium kening Shelly yang sudah berbalut kain berwarna putih.
"Mama, jangan tinggalkan Tiara!" Tiara yang sedari tadi berada dalam pelukan Hana, berusaha melepaskan diri. Setelah berhasil terlepas, Tiara memeluk tubuh Shelly yang sudah tidak bernyawa.
"Ma, mengapa Mama hanya diam saja? Tiara tidak ingin berpisah dengan Mama." Bulir kesedihan semakin mengalir deras membasahi wajah Tiara.
Aulia dan Mishel menggeser posisi duduk mereka di samping Tiara.
"Tiara sayang, ikhlaskan kepergian mama! Mama sudah tidak merasakan sakit lagi, Nak. Insya Allah, mama sudah berkumpul dengan kakung dan om Zidan di surgaNya. Masih ada kami yang akan menyayangi dan mencintai Tiara." Aulia memeluk tubuh Tiara seraya memberi ketenangan, meski hatinya pun tengah porak poranda karena kepergian Shelly.
🌹🌹🌹
Langit berselimut awan hitam. Rintik gerimis mulai membasahi bumi. Satu persatu keluarga dan para sahabat pergi meninggalkan pusara Shelly. Tinggalah Adam, Mishel dan Tiara.
Tiara masih saja menangis dalam pelukan Mishel. Zain dan Aulia membawa Rani untuk pulang ke rumah mereka, karena tubuh wanita paruh baya itu nampak sangat lemas.
Adam menciumi batu nisan almarhumah istrinya. Ia usap gundukan tanah merah seperti mengusap tubuh Shelly.
"Shel, maaf jika aku terlambat menyadari bahwa diri ini sangat mencintaimu. Aku juga membutuhkan kehadiranmu. Trimakasih atas cinta yang teramat besar dan tulus untukku. Tunggu aku di alam keabadian! Aku akan berusaha memantaskan diri menjadi insan yang berhak mendapatkan ampunan dan surgaNya. Shel, aku sadar bahwa tidak ada wanita yang sesempurna dirimu. Aku akan menjaga, menyayangi dan mencurahkan cintaku untuk putri kita. Selamat tinggal Sayang, semoga Allah memberikan tempat yang terindah untukmu."
Adam beranjak dari posisi duduknya, diikuti oleh Mishel dan Tiara. Mereka melangkah pergi meninggalkan tempat peristirahatan terakhir Shelly Maharani.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Seminggu setelah meninggalnya Shelly, Haris dibantu oleh Adam dan para sahabat, berhasil menemukan pengendara mobil yang telah melakukan tabrak lari. Mereka menyerahkan pria yang bernama Ngatino kepada pihak yang berwajib. Ngatino dijatuhi hukuman sesuai dengan tindak kejahatan yang ia lakukan.
.
.
Saat ini, Adam duduk termenung di tepi ranjang sembari menatap foto Shelly. Adam semakin merasa berduka saat terbayang masa-masa indah bersama Shelly dan putri mereka.
"Shel, aku tidak akan menikah lagi. Aku hanya ingin menjaga Tiara sendiri. Hatiku seakan telah tertutup untuk wanita lain. Aku sangat ... sangat mencintaimu Shel." Adam mencium foto Shelly dengan penuh perasaan.
"Dam..." Terdengar suara lembut yang sangat familiar. Seakan Adam merasakan kehadiran Shelly.
"Shelly." Adam meletakkan foto Shelly di atas nakas. Ia peluk bayangan tubuh Shelly dengan erat.
"Dam, kelak ... bukalah pintu hatimu untuk seorang wanita yang salehah dan penyayang! Kasihan Tiara bila kurang kasih sayang seorang mama. Pikirkanlah masa depan Tiara, Dam! Aku tau, saat ini kamu sedang berduka karena kepergianku. Aku berharap, kelak pintu hatimu akan terbuka kembali. Ada dokter Mishel dan Aulia. Mereka dua wanita yang salehah dan sangat menyayangi Tiara."
"Tapi Shel ...."
Tiba-tiba bayangan Shelly menghilang. Bulir air bening pun jatuh tanpa permisi membasahi wajah tampan Adam.
"Shel, jangan pergi!" Suara Adam terdengar lirih. Tubuhnya gemetar. Adam semakin merasakan duka yang mendalam.
🌹🌹🌹
Terkadang, kita baru menyadari kehadiran seseorang yang sangat berharga ketika orang tersebut telah jauh pergi. Hanya tinggal rasa sesal yang mendalam kala terbayang kebersamaan di waktu yang telah lalu.
Syukuri jodoh yang telah dipilihkan oleh-Nya.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah 2:216)
__ADS_1
Insya Allah satu episode lagi, ICPA end. Trimakasih kepada para readers dan sobat author yang selalu hadir memberikan dukungan untuk ICPA. Mohon maaf untuk sobat author, karena othor ICPA belum bisa hadir mendukung karya keren kalian. Insya Allah setelah ICPA end, author akan hadir mendukung karya sobat-sobat 🙏🙏🙏
Banyak cinta untuk kalian.... 💞