Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Cemburu


__ADS_3

Pagi ini Abimana dan Kirana bersiap-siap untuk chek out dari vila. Sebelum mereka chek out, sepasang kekasih itu berjalan beriringan menuju ke restorant yang letaknya di sebrang jalan. Mereka berencana untuk menikmati menu sarapan di restoran tersebut.


Ketika mereka berdua melewati taman yang letaknya tidak jauh dari vila, tatapan kedua netra Kirana menangkap sosok pria yang wajahnya sangat familiar. Ya, pria itu adalah Fabian. Teman kuliah sekaligus sahabatnya ketika berada di Jakarta. Mereka berdua sering menghabiskan waktu luang berdua. Apalagi jika tiba akhir pekan, pria tampan itu mengajak Kirana berkeliling dengan mengayuh sepeda tandem.


Fabian selalu memberi motivasi dan mendengar keluh kesah Kirana. Meski si cantik, tidak sedikit pun memiliki perasan terhadap Fabian. Saat itu yang ada di hati Kirana hanyalah Raikhan seorang. Namun takdir cinta berkata lain, ketika tiba kembali ke Jogja, pria yang dicintainya telah menikahi Alya, mantan calon istri Abimana.


Kirana berlari kecil ke arah Fabian yang tengah duduk sambil memainkan benda pipih di tangannya. Kirana seolah terlupa dengan keberadaan suaminya. Abimana hanya tertegun ketika melihat sang istri berlari kecil ke arah seorang pria muda nan tampan.


"Fabian...," Kirana berteriak memanggil nama Fabian. Kedua netranya berbinar.


Fabian menoleh ke arah asal suara. Nampak raut bahagia terlukis di wajah pria tampan itu, ketika melihat wanita yang dirindukan dan selalu ada di dalam doanya, tiba-tiba saja ada di hadapan.


"Kiran?" Fabian tersenyum lebar menyambut sahabatnya, sekaligus wanita yang sangat ia kagumi.


"Mandra." Kirana memanggil Fabian dengan sebutan MANDRA.


"Munaroh," balas Fabian. Pria tampan itu memanggil Kirana dengan sebutan MUNAROH. Mereka pun saling berjabat tangan dengan erat.


Kedua netra Abimana memerah melihat kedekatan Kirana dengan pria lain, karena percikan api cemburu. Ia mengepalkan tangan, seolah ingin meninju pria yang terlihat sangat akrab dengan istrinya.


Kirana seakan masih terlupa, dan malah asik berbincang dengan Fabian, bahkan mereka kini duduk bersebelahan. Abimana masih berdiri di posisi yang sama, sembari memperhatikan istrinya dan si pria yang belum ia kenal.


"Mandra, apa kabar kamu Bro?" Kedua netra Kirana berbinar, wanita cantik itu merasa bahagia karena bisa bertemu dengan sahabatnya lagi, bahkan tanpa disengaja.


"Baik, Munaroh. Kamu apa kabar? Lama banget menghilangnya," balas Fabian dengan menampakan senyum bahagia.


"Hhhehe, kabarku sangat baik Ndra. Sorry, aku nggak bermaksud menghilang, hanya ingin menghindari Vano, si anak mami. Tante Maria pasti sangat jengkel gara-gara aku menolak perjodohan itu. Seenaknya saja si tante mau jodohin keponakannya ini dengan Vano, hanya untuk membayar hutang-hutangnya." Kirana mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Hemzzz, memang berapa hutang tantemu, gadis comel?" tanya Fabian dengan menatap wajah ayu sahabatnya.


"Lima M, Ndra," jawab Kirana singkat.


"Wadidaw, lumayan juga yakkk. But, kalau si tante masih memaksamu untuk bersedia menerima perjodohan itu, biar aku yang membayar hutang-hutangnya. Anggap saja sebagai mahar untuk menghalalkanmu, hhhahaha." Fabian tertawa lepas. Sebenarnya apa yang ia ucapkan adalah kejujuran kata hati. Ya, Fabian sudah lama memendam perasaan terhadap Kirana. Namun atas dasar persahabatan, Fabian selalu menahan untuk tidak mengungkapkan kata cinta kepada sahabatnya.


"Haisshhhh, ngapain juga kamu membayarnya. Biarkan si tante yang membayar sendiri. Lagian, aku sudah tidak gadis lagi. Sahabatmu ini sudah menikah Bian," ucap Kirana dengan tersenyum lebar.


DEG


Dada Fabian tiba-tiba serasa sesak. Ia tidak percaya, jika wanita yang selama ini dicintai ternyata sudah menikah.


"Kamu bohong kan Kiran? Kamu pasti bercanda," ucap Fabian dengan suara yang terdengar berat.


"Bian, ngapain juga aku bohong. Aku sudah menikah. Akan aku perkenalkan suamiku padamu," balas Kirana dengan mengerlingkan mata.


"Syukurlah jika kamu benar-benar sudah menikah. Aku ikut berbahagia Ran." Wajah Fabian berubah sendu.


"Waduh, aku lupa. Suamiku tadi berdiri di sana, Bian. Sebentar ya, aku panggil suamiku dulu." Kirana beranjak dari duduknya, kemudian ia berlari mencari keberadaan Abimana.


Fabian menatap hampa punggung sahabat yang teramat ia cintai. Ada rasa sesal mengapa dulu tidak pernah terucap kata cinta dari bibirnya. Kini, semua telah sangat terlambat. Fabian hanya mampu meratapi kasih yang tak sampai.


🌹🌹🌹


Kirana mencari keberadaan suaminya di sekeliling taman, kemudian ia menyebrang jalan menuju ke restoran dan memasukinya, namun nihil, tidak ada Abimana.


"Dimana kamu Hubby?" Kirana mengatur nafasnya, ia pun mengeluarkan benda pipih dari dalam tas dan mencoba menghubungi Abimana.

__ADS_1


Beberapa panggilan ia lakukan, namun suami tercinta sekalipun tidak menjawab.


Kirana kemudian mengirim pesan


👧 Hubby sayang, kamu di mana?


Zonk. Pesan Kirana hanya di read oleh Abimana tanpa dibalas.


Kirana kembali menyebrang jalan, kemudian berlari menuju vila.


CEKLEK


Kirana membuka pintu dengan perlahan. Namun tetap saja tidak ada suaminya di dalam vila.


🌹🌹🌹🌹


Readersss


Jangan lupa tinggalkan like 👍


Komentar


Klik emote ❤ untuk favoritkan novel


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Berikan vote jika ingin mendukung karya author

__ADS_1


Trimakasih dan happy reading 😘😘😘



__ADS_2