Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Fadhil Hana


__ADS_3

Seusai menjalankan sholat isya, Fadhil beserta kedua orang tuanya dan bapak kepala Rt yang bernama Yanto, bersilaturahim ke rumah Fatimah untuk melamar Hana. Kedatangan mereka disambut dengan senang hati oleh Fatimah dan putrinya, Hana Maulida Putri.


Hana segera menyiapkan minuman berupa teh hangat dan camilan untuk para tamunya.


.


.


Saat ini mereka tengah berbincang di ruang tamu. Abdullah menyampaikan maksud beserta tujuan kedatangan mereka kepada Fatimah dan Hana.


"Mohon maaf Ustadz, bukankah Hana seharusnya menunggu masa iddahnya selesai terlebih dahulu sebelum menikah lagi?" Fatimah menautkan kedua alisnya. Ia kurang faham mengenai masa iddah.


Abdullah mengulas senyum kemudian memberi penjelasan mengenai masa iddah, "perlu diketahui bahwa masa iddah tidak berlaku bagi muslimah yang berpisah dari suaminya namun belum pernah melakukan hubungan badan. Aturan masa iddah hanya berlaku bagi yang telah melakukan hubungan suami istri. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS al-Ahzab ayat 49, Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan- perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Adapun disebutkan fungsi lain dari masa iddah adalah untuk menjaga keturunan. Ketika seorang berpisah dan menjalankan masa iddah, fungsinya adalah untuk memastikan rahim perempuan itu benar-benar bersih. Sehingga jika ada laki-laki yang menikahi perempuan itu, maka benar-benar sudah bersih dan tidak ada lagi campuran air mani dari suami sebelumnya. Jika sampai terjadi campuran, dikhawatirkan berakibat ketidak jelasan kandungan itu anak siapa, juga hilangnya keturunan yang jelas. Jadi tidak ada masa iddah bagi Hana karena ia belum dicampuri oleh Adam."


Fatimah dan Hana manggut-manggut, sebagai pertanda bahwa mereka faham dengan apa yang disampaikan oleh Abdullah mengenai masa iddah.


Abdullah melanjutkan ucapannya, "bagi muslimah yang ditinggal meninggal oleh suami tidak dalam kondisi hamil, maka masa iddah nya adalah empat bulan sepuluh hari. Dalam al-Baqarah ayat 234 Allah SWT berfirman, Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beriddah) empat bulan sepuluh hari, kemudian apabila telah habis iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. Aturan lain berlaku bagi wanita yang diceraikan atau ditalak oleh sang suami. Ada dua macam talak yang bisa dikenakan suami kepada sang istri, yakni talak raj'i atau talak yang masih bisa rujuk dan talak ba'in atau talak tiga dan ini tidak bisa kembali rujuk." Abdullah mengakhiri penjelasannya mengenai masa iddah.


"Jadi, Hana bukanlah seorang janda. Hana dan Adam berpisah karena melakukan pembatalan perkawinan bukan bercerai. Namun, karena banyak orang yang belum faham mengenai pembatalan perkawinan, Hana tetap dianggap sebagai janda oleh mereka," ucap Aisyah disertai senyuman.


Mereka pun mulai meminum dan menikmati camilan yang sudah tersaji di atas meja.


"Jadi, bagaimana keputusanmu Hana? Apakah kamu menerima Fadhil sebagai calon suami?"

__ADS_1


Hana menundukkan wajahnya tatkala mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Abdullah. Hana ingin segera memberikan jawaban, namun ia merasa teramat malu. Dalam hatinya meyakini bahwa Fadhil adalah calon imam yang terbaik.


Fatimah mengusap jilbab Hana dengan penuh kelembutan. "Ndhuk, mengapa hanya diam saja? Apakah kamu menerima Nak Fadhil sebagai calon suami?"


Hana menganggukkan kepalanya. "Tidak ada alasan untuk menolak Mas Fadhil sebagai calon suami Hana, Bu." Jantung Hana berdegup kencang tatkala memberikan jawaban.


Abdullah, Aisyah, Fadhil, Fatimah dan Yanto nampak bahagia mendengar jawaban dari Hana. Terukir senyuman di bibir mereka.


"Alhamdulillah, trimakasih Hana," ucap Fadhil. Pria tampan nan saleh itu menatap sekilas wajah calon istrinya.


"Hana yang seharusnya mengucapkan terimakasih, Mas. Terimakasih karena Mas Fadhil telah bersedia menjadikan wanita yang tidak sempurna ini sebagai calon istri." Hana mengulas senyum, nampak rona merah di wajah cantiknya ketika tanpa sengaja netra mereka bersiborok.


"Ehemmm, bagaimana jika kita segera menikahkan Hana dan Fadhil, Bu?" Aisyah melirik putranya yang nampak sedikit menundukkan wajah.


"Baiklah, kita akan menikahkan Fadhil dan Hana dua minggu lagi," ucap Abdullah mantap.


🌹🌹🌹


Tanpa terasa waktu bergulir begitu cepat, meninggalkan jejak kenangan yang indah ataupun kelam.....


.


Hari ini, sang surya menyapa dengan kehangatan sinarnya. Suara desahan angin bagaikan nyanyian alam yang terdengar sangat merdu. Cicit burung-burung mengiringi qabul yang diucapkan oleh Fadhil.

__ADS_1


Acara ijab qabul hanya dihadiri oleh keluarga dan para sahabat. Tidak ada resepsi pernikahan sesuai permintaan Fadhil dan Hana. Mereka menyumbangkan uang yang seharusnya digunakan untuk mengadakan acara resepsi kepada panti asuhan. Fadhil dan Hana, juga membagikan sembako kepada para tetangga sebagai ucapan rasa syukur atas pernikahan mereka.


"Alhamdulillah, Fadhil dan Hana kini sudah sah menjadi kekasih halal," ucap Kirana sembari mengusap jejak air mata yang membasahi wajah cantiknya.


Kedua netra Abimana nampak berkaca-kaca karena rasa haru. "Iya Bund. Alhamdulillah, Hana sudah bersanding dengan imam terbaik pilihan Allah, semoga mereka selalu sakinah, mawadah, warohmah."


Asti dan Alya memeluk adik bungsu mereka, mengungkapkan kebahagiaan atas penyatuan cinta Hana dan Fadhil.


"Selamat Hana, Fadhil atas pernikahan kalian. Semoga sakinah, mawadah, warohmah," doa tulus Adam sembari menjabat tangan Fadhil. Adam dan Fadhil berpeluk singkat.


"Trimakasih Mas Adam," balas Fadhil disertai senyuman yang menghiasi bibirnya.


Hana menundukkan wajah. Ia tidak berani menatap wajah Adam karena masih ada setitik perasaan cinta Hana kepada pria yang pernah mengisi ruang kosong di hatinya.


🌹🌹🌹🌹


Alhamdulillah Fadhil dan Hana sudah sah menjadi pasangan suami istri. 💓💓💓


Mohon maaf ada sedikit revisi di beberapa episode sebelumnya... 🙏🙏🙏


Trimakasih author ucapkan kepada readers dan sobat author yang selalu mengikuti ICPA serta memberikan masukannya. 😍😍🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan like dan berikan Vote (jika berkenan) untuk menyemangati author yang baru belajar menulis karya.... hehehhe 😅😅😅 🙏🙏🙏

__ADS_1


Selamat membaca 💓💓💓


__ADS_2