Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Sebuah Jawaban


__ADS_3

Tibalah saatnya Hana memberikan jawaban yang telah dijanjikan kepada Adam. Selain istikharah, Hana meminta pendapat kepada ibu dan juga kedua kakaknya. Fatimah, Alya dan Asti menyetujui jika Hana dan Adam akan menyatukan cinta mereka dalam ikatan suci, pernikahan.


Sebenarnya Adam adalah pria yang sangat baik, ramah serta perhatian. Pribadinya tidak jauh berbeda dengan Arif. Namun selama tinggal dan kuliah di LN, Adam terbawa arus pergaulan bebas. Sekali Adam mencoba mereguk madu seorang wanita yang pernah menjadi kekasihnya, Adam semakin kecanduan dan menikmati apa yang dinamakan surga dunia.


Sebelum melakukan perbuatan terlarang dengan Diana, Adam pernah melakukannya dengan salah seorang wanita yang menjadi kekasih atau pacar pertamanya. Mereka tinggal bersama di apartemen milik Adam. Selama tinggal bersama, Adam dan sang kekasih selalu menghabiskan malam dengan tidur satu ranjang dan melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri. Kedua orang tua Adam tidak pernah mengetahui kebebasan yang dilakukan oleh putranya selama kuliah di LN. Hingga saat itu tiba....


.


.


Seolah sholat istikharah dan doa di sepertiga malam, belum mampu menjawab keraguan Hana. Di salah satu sisi hati, seakan menolak keinginan Hana untuk menerima Adam sebagai calon imam, namun di sisi lain tidak mampu menepis keinginan yang sudah menguat untuk hidup bersama pria yang sangat dicintainya. Karena bagi Hana, Adam adalah cinta pertamanya.


"Bukankah semua manusia pernah melakukan kesalahan? Bukankah setiap makhluk di dunia ini, tak luput dari perbuatan dosa? Tidak ada salahnya jika aku menerima Mas Adam tanpa mempermasalahkan masa lalunya," monolog Hana di dalam hati.


"Assalamu'alaikum." Ucapan salam membuyarkan lamunan Hana.


"Wa'alaikumsalam," balas Hana sambil merapikan jilbab yang dikenakannya.


Hana segera beranjak dari duduk kemudian berjalan ke arah pintu.


CEKLEK


Hana membuka pintu dengan perlahan.


"Mas Adam." Kedua netra Hana membulat sempurna tatkala melihat wajah pria tampan yang berdiri di hadapannya.

__ADS_1


Adam mengulas senyum. "Iya Han. Sesuai janji yang telah Hana berikan, Mas Adam datang karena ingin segera mendengar jawaban darimu."


"Iya Mas. Hari ini Hana akan memberikan jawabannya. Mari, masuk dulu Mas!" titah Hana sembari menjaga pandangannya.


Hana berjalan di depan Adam. Mereka melangkahkan kaki menuju ruang tamu. Di sana sudah ada Fatimah yang sedang duduk sambil menyesap secangkir jahe hangat.


"Asalamu'alaikum, Ibu." Adam mencium punggung tangan Fatimah sebagai tanda penghormatan.


"Wa'alaikumsalam, Nak Adam," balas Fatimah sambil mengusap punggung Adam dengan lembut.


"Silahkan duduk, Nak!" titah Fatimah.


"Trimakasih, Bu," balas Adam sembari mendaratkan pantatnya di kursi yang terbuat dari bambu.


"Hana tinggal sebentar, Mas."


Tanpa sadar, Hana terpesona tatkala menatap wajah tampan Adam yang terhias oleh senyuman. "Masya Allah, tampan sekali Mas Adam bila sedang tersenyum. Astaghfirullah, ampuni hamba ya Allah," batin Hana. Hana segera mengalihkan tatapannya dari wajah tampan Adam, kemudian berjalan menuju dapur.


"Hana sudah menyampaikan apa yang telah menjadi niatan Nak Adam kepada ibu. Nak, ibu merestui hubungan yang akan kalian jalin. Segeralah menghalalkan Hana, agar kalian terhindar dari perbuatan zina! Ibu minta, kesalahan Nak Adam di masa lalu, jangan sampai terulang kembali! Ibu juga meminta, agar Hana diberikan ijin untuk melanjutkan kuliahnya!" ucap Fatimah sembari menatap manik mata Adam.


"Iya Bu. Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Saya juga mengijinkan Hana untuk meneruskan kuliahnya, jika kami benar-benar menikah. Bu, saya akan berusaha menjadi imam yang baik bagi Hana, meski pribadi saya jauh dari kata sempurna," balas Adam meyakinkan.


"Baiklah, Nak Adam. Kita menunggu jawaban dari Hana terlebih dahulu. Jika Hana sudah mantap untuk menikah dengan Nak Adam, maka ibu akan dengan senang hati menyetujuinya."


Hana berjalan dari arah dapur dengan membawa nampan yang berisi teh hangat.

__ADS_1


"Silahkan diminum dulu teh nya, Mas!" Hana meletakan secangkir teh di atas meja.


"Trimakasih Hana." Adam tersenyum. Diambilnya secangkir teh hangat kemudian disesap dengan perlahan.


"Sama-sama, Mas," balas Hana disertai seulas senyum. Hana duduk bersebelahan dengan sang ibu.


"Hana, Nak Adam sudah menunggu jawaban dari istikharahmu." Fatimah membuka kembali percakapan mereka.


"Apapun jawaban atau keputusanmu, Mas Adam akan menerimanya, Han," sahut Adam. Ia berusaha menguatkan hati. Apapun jawaban dan keputusan yang diberikan oleh Hana, Adam akan menerimanya dengan berlapang dada.


Hana menghela nafas kemudian menghembuskannya perlahan.


"Bismillah, Hana akan memberikan jawaban atas niatan Mas Adam untuk menjadikan Hana sebagai kekasih halal. Mas, meski sudah menjalankan sholat istikharah dan memanjatkan doa di sepertiga malam, seolah belum mampu menjawab semua pertanyaan yang ada di dalam benak Hana. Namun, Hana tetap akan memberikan jawabannya. Mas Adam, hamba Allah yang Hana cintai, Hana tidak bisa ... tidak bisa untuk menolak Mas Adam."


Kedua netra Adam dan Fatimah nampak berbinar. Bibir mereka pun terhias oleh senyum kebahagiaan.


"Han, jadi keputusanmu?"


"Mas Adam, Hana memutuskan untuk menerima Mas Adam sebagai calon imam." Hana menarik kedua sudut bibirnya hingga nampaklah senyuman yang sangat mempesona.


"Alhamdulillah. Trimakasih Hana Maulida Putri," ucap Adam disertai senyuman yang mengembang. Ingin rasanya Adam memeluk wanita yang sangat dicintainya saat itu juga, untuk meluapkan kebahagiaan. Namun Adam faham, jika Hana tidak akan bersedia karena sangat menjaga kesucian. Itulah sebabnya Adam semakin kagum dan bertambah cinta kepada Hana Maulida Putri.


🌹🌹🌹🌹


UP ke dua, mumpung mempunyai waktu agak luang... 😁 Mungkinkah Hana dan Adam benar-benar berjodoh? Ikuti terus kisah cinta mereka di ICPA ❤❤❤

__ADS_1


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak like. Jika mempunyai vote atau kelebihan poin, bolehlah diberikan kepada author untuk mendukung ICPA. 😁😁😁🙏


Trimakasih dan happy reading 😘😘


__ADS_2