Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Hukuman


__ADS_3

Setelah membersihkan badan dan berganti pakaian, Kirana berencana memesan taxi online untuk pergi ke rumah sakit, menemui Abimana sekaligus menengok ayah mertuanya. Namun sebelum meraih benda pipih yang tergeletak di atas nakas, terdengar suara notif pesan masuk.


TING


Kirana pun segera mengambil benda pipih itu, dan mulai membaca pesan yang ternyata dikirim oleh Fabian.


👦 Asalamu'alaikum, Munaroh.


👧 Wa'alaikumsalam, Mandra.


👦 Hai comel, sudah sampai rumah belum?


👧 Sudah, Bian. Maaf, aku lupa nggak ngabarin kalau sudah sampai rumah.


👦 Hemzzz, ya. Yang terpenting kamu sudah sampai di rumah dengan selamat, Nyonya comel.


👧 Huum.


👦 Yasudah, semoga harimu menyenangkan. Asalamu'alaikum, Munaroh. 😉


👧 Wa'alaikumsalam, Mandra. 😜


Setelah membalas pesan dari Fabian, Kirana memasukan ponselnya ke dalam tas selempang dan bersegera keluar dari kamar. Kemudian, ia berjalan menuruni tangga.


Wanita cantik itu pun memesan taxi online, ketika langkahnya terhenti di teras rumah.


Tanpa menunggu waktu lama, taxi online yang ia pesan via aplikasi goca*, sudah tiba di depan rumah.


Kirana segera menutup dan mengunci pintu rumah, sebelum masuk ke dalam taxi.


🌹🌹🌹


Kirana berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit. Saat langkahnya tidak jauh lagi dari ruangan rawat inap tempat Hasan dirawat, wanita cantik nan comel mengulas senyum, matanya pun berbinar, tatkala melihat pria tampan bermata teduh sedang berdiri menunggu. Ya, pria itu adalah Abimana Surya Saputra, suaminya tercinta.


Kirana berlari-lari kecil ke arah suaminya berdiri.


BRUK


Kirana langsung menubruk tubuh Abimana dan memeluk pria yang kini ia cintai. Abimana membalas pelukan serta mencium pucuk kepala istrinya.

__ADS_1


"Bie, maaf. Jangan marah padaku!" pinta Kirana dengan suara lirih.


"Hemzzz, aku terlanjur marah. Bisa-bisanya istri comelku meninggalkan suaminya hanya karena kegirangan bertemu pria lain. Sangat beratikah pria itu bagi Sayang?" Abimana semakin mengeratkan pelukannya.


"Bie, Fabian adalah sahabatku. Dia sering membantu istrimu ini ketika tinggal di Jakarta. Dia juga yang menyelamatkanku dari ambisi tante Maria. Pria yang teramat berarti di hidupku hanya kamu Bie, suamiku," jawab Kirana, wanita cantik itu masih memeluk suaminya.


"Meski demikian, suamimu ini masih marah, Yank. Aku akan menghukum Sayang." Perlahan Abimana mendorong tubuhnya ke belakang. Mereka berdua pun saling melepas pelukan.


Kirana menatap kedua manik hitam suaminya lekat-lekat, hingga tatapan mereka saling mengunci.


"Hukuman apa yang akan Hubby berikan?" tanya Kirana dengan mencebikan bibir ranumnya.


"Emmm, aku akan meminta Sayang untuk melayaniku selama dua puluh empat jam non stop." Abimana terkekeh.


Kirana mencubit pinggang suaminya karena kesal.


"Awww, sakit Sayang," rintih Abimana.


"Makanya, jangan memberikan hukuman yang aneh-aneh Bie!"


"Loh itu kan hukuman yang juga membuat Sayang seolah melayang ke nirwana," balas Abimana seraya berbisik.


"Ehemmm, Asalamu'alaikum." Sapa seseorang yang sudah berdiri di samping Abimana dan Kirana. Seketika Kirana menurunkan kedua tangannya dan menoleh ke asal suara.


"Rai. Wa'alaikumsalam Bro," balas Abimana sembari menjabat erat tangan sahabatnya.


Raikhan datang ke rumah sakit bersama Alya, Shela dan Abraham. Sedangkan baby Alyra, dititipkan pada Ijah, pembantu rumah tangga mereka yang sudah seperti keluarga.


"Alya, tante, om...." Kedua netra Kirana nampak berbinar. Kirana memeluk Alya dan Shela secara bergantian, dan mencium punggung tangan Abraham.


Abimana juga mencium punggung tangan Abraham, selanjutnya pria tampan itu pun mencium punggung tangan Shela.


Mereka berjalan memasuki ruangan tempat Hasan dirawat.


"Jeng Arini."


"Jeng Shela."


Arini dan Shela saling memberikan pelukan singkat.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Mas Hasan?" tanya Shela setelah berdiri di dekat ranjang, tempat Hasan berbaring.


"Alhamdulillah, sudah mendingan Jeng Shela. Luka-lukanya juga tidak begitu parah, hanya saja ketika tertabrak, Mas Hasan sempat syok dan tidak sadarkan diri. Trimakasih atas kunjungan Jeng Shela sekeluarga," balas Arini mewakili suaminya.


"Sami-sami Jeng. Syukurlah kalau begitu. Saya beserta keluarga turut prihatin dengan apa yang menimpa Mas Hasan. Semoga Allah segera memberikan kesembuhan dan kesehatan," doa Shela dengan tulus.


Semua yang berada di ruangan itu mengamini doa tulus Shela.


"Nanti malam, biar Bima yang menemani ayah, Bu. Ibu dan Kirana pulang saja ke rumah, supaya bisa beristirahat!" pinta Abimana kepada ibunya.


"Baiklah Bim. Tapi, apa kamu tidak lelah? Kalian berdua kan baru saja pulang dari berbulan madu," balas Arini.


"Tante, biar Raikhan saja yang menemani Om Hasan. Kasihan pengantin baru kalau harus terpisah," sahut Raikhan sembari melirik Abimana.


"Iya, saya juga setuju dengan apa yang diucapkan oleh Rai. Biarlah mereka pulang ke rumah, melanjutkan apa yang sudah dilakukan ketika berbulan madu, supaya Alyra cepat mendapatkan teman bermain dan tik tok-an," celoteh Shela dengan menyunggingkan senyum.


Abimana dan Kirana hanya bisa mengulas senyum mendengar celotehan Shela. Sedangkan Alya, wanita cantik nan anggun itu nampak menahan tawa.


"Baiklah, sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada Nak Rai, yang sudah menawarkan diri dan berkenan untuk menjaga ayahnya Bima," balas Arini disertai seulas senyum.


"Sama-sama, Tante. Ini saya lakukan demi kedua pengantin baru, Abimana dan Kirana." Raikhan tersenyum lebar.


Setelah berbincang cukup lama, Shela beserta keluarga berpamitan. Mereka saling berjabat tangan dan mengucapkan salam.


🌹🌹🌹🌹


Readersss


Jangan lupa tinggalkan like 👍


Komentar


Klik emote ❤ untuk favoritkan novel


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Beri Vote, jika ingin mendukung karya author


Trimakasih dan happy reading 😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2