Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Pengakuan


__ADS_3

Air mata Kirana terus saja berlinang, menatap tubuh sang ibu yang sudah tak bernyawa. Meski semasa hidup Maria teramat jahat, namun pengorbanannya di akhir hayat, meninggalkan kesan bahwa sejatinya dia adalah seorang ibu yang masih memiliki hati nurani.


.


.


Ridwan duduk bersimpuh di hadapan sang putri dan mulai menceritakan apa yang telah terjadi di masa lalu. Sedangkan Ratri, ia melepas syal dan menggunakannya untuk menghentikan darah yang terus saja mengalir dari punggung Maria sembari menunggu mobil ambulance.


"Nak, maafkan ayah! Semua ini terjadi karena kesalahan dan kekhilafan ayah di masa lalu. Andai saja ayah mampu menjaga kesetiaan, pasti semua ini tidak akan terjadi." Ridwan merasa sesak kala ingatannya menerawang pada masa yang telah berlalu.


"Sebenarnya Maria adalah wanita yang pernah ayah cintai sebelum bertemu dengan Ratri. Kami dipertemukan kembali pada saat reoni sekolah yang diadakan di sebuah hotel. Kala itu ayah sudah menikah dengan Ratri. Kesetiaan ayah sebagai seorang suami pun diuji. Perasaan cinta ayah terhadapnya bersemi kembali, begitu pun dengan Maria. Entah apa yang ayah minum, hingga ayah merasa pusing. Maria menuntun ayah untuk beristirahat di sebuah kamar hotel. Tanpa sadar ayah melakukan perbuatan terlarang itu. Ketika terbangun, ayah terkesiap mendapati tubuh kami yang sudah tanpa selembar benang pun." Ridwan mulai meneteskan air mata, begitu juga dengan Ratri. Luka lama pun terbuka kembali.


Abimana mendekap tubuh istrinya ke dalam pelukan seraya memberi ketenangan. Abimana mengerti apa yang tengah dirasakan oleh Kirana.


"Sejak kejadian itu, ayah teramat merasa bersalah kepada Ratri dan Maria. Dua wanita yang ayah lukai hatinya. Karena perbuatan terlarang yang kami lakukan, Maria hamil. Ayah berniat untuk bertanggung jawab dengan menjadikannya istri kedua, setelah meminta ijin kepada Ratri. Namun kakekmu menentangnya, bahkan beliau sangat membenci Maria. Karena tidak mendapatkan restu dari kakekmu, ayah pun mengurungkan niat untuk menikahinya. Maria teramat merasa kecewa dan marah. Ia mengancam akan menggugurkan bayi yang dikandungnya."


Ridwan menghela nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan perlahan, seolah berusaha menghilangkan rasa sesak yang semakin terasa.


Bagai dihujam ribuan belati, hati Kirana teramat sakit tatkala mendengar kenyataan yang diungkapkan oleh ayahnya. Kirana merasa bahwa ia adalah seorang anak yang tidak diharapkan kehadirannya di dunia ini.


"Nak, betapa bersyukurnya ayah memiliki seorang istri yang berhati mulia. Meski ayah tau bahwa Ratri-lah yang lebih tersakiti hatinya karena ayah telah berselingkuh, namun Ratri ikut berusaha meyakinkan Maria agar tidak menggugurkan bayi yang tengah dikandungnya. Ratri juga berjanji akan merawat dan membesarkan bayi hasil perbuatan zina kami berdua. Setelah bayi itu lahir, Maria menulis sebuah perjanjian, agar ia tetap diperbolehkan untuk menemui putri kandungnya. Beberapa hari setelah melahirkan, Maria pergi ke Jakarta. Entah apa pekerjaan Maria selama ia hidup di Jakarta, ayah tidak pernah memperdulikannya. Ayah mengetahui pekerjaan Maria baru beberapa bulan yang lalu. Ayah teramat merasa bersalah, Kiran...." Tangis Ridwan semakin menjadi. Ratri yang sedari tadi duduk di samping jasad Maria, beralih mendekat ke sisi suaminya. Ratri memeluk suaminya untuk memberikan ketenangan. Begitu besar dan tulusnya cinta Ratri terhadap Ridwan, hingga mampu menerima kesalahan suaminya dengan berlapang dada.


Mobil ambulance yang akan membawa jenazah Maria pun tiba. Para tim medis yang bertugas, segera mengangkat tubuh Maria dengan hati-hati kemudian memasukannya ke dalam mobil.


Tangis Kirana pecah. Wanita malang itu terus saja memanggil ibunya.


"Ibuuuuuu....."


Abimana semakin mengeratkan pelukan. Dadanya serasa sesak tatkala melihat sang istri yang teramat berduka. Abimana tidak pernah mengira jika istrinya akan mengalami nasib yang begitu menyedihkan.


"Sayang ikhlaskanlah ibumu! Yang, kamu harus mampu mengontrol emosi demi malaikat kecil kita." Abimana mengusap-usap punggung istrinya dengan lembut.

__ADS_1


Kirana mengatur nafas dan mulai menghentikan tangisannya. Ia teringat dengan bayi yang tengah berada di dalam rahimnya.


"Maafkan bunda Nak, maaf!" Kirana mengelus perutnya.


Abimana mengangkat tubuh Kirana dengan perlahan dan membawanya ke mobil.


🌹🌹🌹


Abimana membawa Kirana ke klinik Dokter Zahra untuk melakukan pemeriksaan.


"Bagaimana dengan kondisi istri saya dan bayi yang sedang dikandungnya, Dok?"


"Alhamdulillah mereka baik-baik saja. Namun, Dokter Kirana harus bed rest. Jangan membuat suasana hatinya semakin bersedih! Hiburlah Dokter Kirana agar tidak mengalami stres saat hamil!"


"Iya Dok. Saya akan berusaha untuk membuatnya bahagia."


"Saya akan memberikan obat untuk menguatkan kandungan Dokter Kirana."


"Sebenarnya tidak perlu opname, namun karena sudah larut malam, biarkan Dokter Kirana beristirahat semalam di klinik ini, Pak Bima."


"Baik Dok. Kalau begitu saya permisi."


"Silahkan Pak Bima."


Abimana keluar dari ruangan Dokter Zahra dan melangkahkan kaki ke kamar istrinya. Di dalam kamar, Kirana ditemani oleh Fabian.


"Bim, aku meminta maaf atas kelalaianku. Harusnya aku lebih waspada. Semua yang terjadi akibat kelalaianku dalam menjalankan amanah darimu, Bim," sesal Fabian.


"Sudahlah Fabian, semua yang terjadi adalah kehendak-Nya. Tidak ada yang perlu dimaafkan. Yang terpenting saat ini, Kirana dan malaikat kecil kami baik-baik saja."


"Iya Bim. Semoga Kirana dan bayi yang ada di dalam kandungannya selalu diberikan kesehatan."

__ADS_1


"Aamiin, Bian."


"Aku pergi dulu Bim."


"Iya Bian. Trimakasih karena telah membantu menghadapi orang-orang brengse* itu."


"Sama-sama, Bim."


Setelah Fabian keluar dari kamar Kirana, Abimana duduk di sisi ranjang. Tangannya mengusap wajah Kirana yang kini tengah terlelap karena kelelahan.


"Maafkan aku Yang, karena tidak bisa menjagamu! Hingga Sayang harus mengalami kejadian buruk di hari ini. Tetaplah berada di sisiku! Aku berjanji, akan lebih menjagamu."


🌹🌹🌹🌹


Readersss, apa yang akan terjadi selanjutnya???? Semoga masih setia mengikuti kisah Abi dan Kiran yakkk ❤❤❤


Terus semangati author dengan memberikan:


Like 👍


Komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Klik ❤ untuk fav novel


Vote atau hadiah jika berkenan


Trimakasih dan happy reading ❤❤❤


__ADS_1


__ADS_2