
Setelah berjibaku di depan komputer selama lebih dari sembilan jam, Abimana berhasil memperkuat system perusahaan rekanan Surya Group dan menghancurkan pihak eksternal yang ingin mencuri data perusahaan tersebut.
Semua yang berada di ruangan bersorak dan memberikan ucapan selamat kepada Abimana. Bahkan pimpinan perusahaan mengajak Abimana untuk merayakan keberhasilannya, namun dengan sopan Abimana menolak. Yang ada dipikiran Abimana saat ini hanyalah Kirana.
Setelah berpamitan, Abimana dan Rifky bergegas pergi.
Drtt... drtttt....
Suara getaran ponsel Abimana. Ternyata ada panggilan telepon dari Fabian.
📞 "Asalamu'alaikum, Bim?"
📞"Wa'alaikumsalam. Ada apa Bian?"
📞 "Bim, Kiran sedang tidak ada di klinik. Kiran pergi bersama seorang perawat untuk membantu pasien yang bersikeras ingin melahirkan di rumah."
📞 "Kamu ikut bersama mereka kan, Bian?"
📞 "Tidak Bim. Aku tidak ikut bersama mereka."
📞 "Apa? Jadi Kiran hanya pergi dengan perawat itu?"
📞 "Iya Bim."
📞 "Bian, aku sudah bilang, tolong awasi dan jaga Kiran selama aku belum menjemputnya!"
📞 "Aku minta maaf, karena tidak bisa menjalankan amanah darimu Bim. Jujur, aku merasa teramat bersalah. Bima, aku curiga pada perawat itu."
📞 "Curiga?"
📞 "Iya Bim, aku curiga padanya. Perawat itu berkata bahwa bunda ingin bertemu denganku, namun ternyata tidak. Setelah aku kembali ke ruangan Kiran, mereka berdua sudah pergi. Aku berusaha mencari mereka sampai di depan gerbang, tetapi sudah terlambat ...."
📞 "Ya Allah, semoga sesuatu yang buruk tidak menimpa istriku."
📞 "Aamiin, semoga Bim. Aku benar-benar minta maaf. Tapi Bim, aku sudah berulang kali menelepon Kiran, namun ponselnya tidak aktif."
📞 "Ya Robb.... Yasudah Bian, aku akan segera menghubungi bodyguard yang mengawasi dan menjaga Kiran."
📞 "Iya Bima. Jika terjadi sesuatu pada Kiran, segera menghubungiku, Bim!"
📞 "Oke Bian. Asalamu'alaikum."
📞 "Wa'alaikumsalam, Bim."
__ADS_1
Setelah mengakhiri panggilan teleponnya, Abimana segera menghubungi Kevin.
📞 "Vin, kalian masih mengawasi istriku?"
📞 "Iya Pak Bima. Kami sedang menyelusup ke rumah orang yang membawa Nyonya Kiran."
📞 "Maksudmu apa Vin?"
📞 "Pak, Nyonya Kiran saat ini sedang disekap oleh komplotan penjahat. Kami tidak ingin bertindak gegabah karena khawatir akan keselamatan Nyonya."
📞 "Baiklah Vin. Tetap awasi mereka! Aku akan segera menyusul. Kirim lokasinya sekarang juga!"
📞 "Siap Pak Bima."
Abimana menutup panggilan teleponnya.
Ting
Bunyi notif pesan masuk. Abimana membuka pesan yang dikirim oleh Kevin.
"Ky, kita harus segera menyusul Kevin dan Johan. Istriku sedang dalam bahaya."
"Baik Pak." Rifky melajukan mobilnya dengan kencang, sedangkan Abimana mengirim pesan kepada Fabian, Raikhan dan Ilham, agar mereka turut membantu menyelamatkan Kirana.
🌹🌹🌹
"Apa yang kalian inginkan, hah?" Suara Kirana terdengar sangat lantang. Wanita cantik itu tidak merasa takut sedikitpun.
Maria mengangkat dagu Kirana dengan kasar, "Tidak usah bertanya seperti itu! Pasti engkau tau apa yang kami inginkan. Dengar baik-baik anak manis! Vano ingin memilikimu. Layanilah Vano dengan pelayanan yang memuaskan! Bukankah kau tidak ingin menjadi anak durhaka? Maka, lakukanlah perintah ibu kandungmu ini!"
Kirana terkesiap mendengar perkataan Maria. "Maksud Tante apa? Ibu kandungku?"
Tawa Maria menggelegar, dihempaskannya dagu Kirana dengan kasar.
"Hhhhhhhahhhhaha, asal engkau tau, Ridwan dan Ratri bukanlah orang tua kandungmu. Mereka hanya mengangkatmu sebagai anak. Aku, akulah ibu kandungmu."
"Tidak mungkin. Kau pasti berbohong kan? Aku tidak mungkin memiliki ibu sepertimu."
"Dengar baik-baik! Aku tidak berbohong. Bahkan, aku juga mempunyai bukti berupa surat perjanjian." Maria menunjukan selembar kertas yang berisi surat perjanjian antara dirinya dan kedua orang tua angkat Kirana.
Kirana menggelengkan kepala, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Tidak mungkin. Ini pasti rekayasamu. Kau pembohong."
"Kau masih tidak percaya, hah? Kita bisa melakukan tes DNA." Maria menatap Kirana dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Tidak mungkin, tidak mungkin kau ibu kandungku. Kau wanita terjahat yang pernah kutemui. Tidak mungkin wanita sepertimu adalah ibuku."
"Terserah bila masih tidak percaya. Tetapi itulah kenyataannya. Ratri dan Ridwan hanyalah orang tua angkatmu. Mereka mengangkatmu sebagai anak hanya karena rasa belas kasihan. Saat itu kondisiku sangat menyedihkan karena melahirkan bayi tanpa didampingi seorang suami. Pria yang seharusnya menjadi suamiku ternyata sudah mempunyai seorang istri. Cinta membutakan mata hatiku. Aku memberikan kesucian kepada pria brengs** itu, namun dia tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. Aku dendam, aku marah, aku kecewa. Ingin rasanya menggugurkan kandunganku, namun Ratri berusaha mencegah. Dia berjanji, akan merawatmu."
Lolos sudah buliran bening dari kedua sudut netra Kirana. Dada Kirana serasa sesak mengetahui kenyataan bahwa Ridwan dan Ratri bukanlah orang tua kandungnya.
"Ya Allah, ini tidak mungkin kan? huuuuhu..."
"Menangislah! Karena adanya dirimu di dunia ini, hidupku menjadi hancur. Setelah kelahiranmu, aku mulai berpetualang menjadi wanita simpanan para pejabat. Aku melacurkan diri karena bagiku cinta itu tabu." Maria meninggikan intonasi suaranya. Ia tersenyum getir mengingat masa lalu yang sangat menyakitkan.
"Jika tau paras putriku akan secantik ini, aku tidak akan memberikanmu kepada Ratri dan Ridwan. Karena, kau pasti akan menghasilkan banyak uang jika melayani para lelaki hidung belang." Jemari lentik Maria menelusuri wajah Kirana.
"Cih, aku tidak akan sudi."
"Meski kau tidak sudi, aku akan memaksamu." Maria menyeringai.
"Te, kau lupa. Kirana hanya akan menjadi miliku." Vano melipat kedua tangannya di dada disertai senyuman miring.
"Asal kau menganggap lunas semua hutangku, silahkan miliki putriku ini sepenuhnya."
"Ck, tenang saja. Aku akan menganggap lunas semua hutangmu, setelah memiliki tubuh Kirana."
"Tentu saja, lakukanlah sekarang! Miliki tubuhnya!"
Wajah Kirana nampak pias. Ia benar-benar merasa takut bila kehormatannya sebagai seorang istri dinodai.
🌹🌹🌹🌹
Maafkan othor ya Kiran!! 🙈🙈🙈
Readers, apa yang akan terjadi selanjutnya???? Nantikan next episode!! 😅😅😅
Berikan like 👍 untuk menyemangati author
Komentar
Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Klik emote ❤ untuk favoritkan novel
Vote atau hadiah jika berkenan
Trimakasih dan happy reading ❤❤❤
__ADS_1