Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Kabar Yang Menyakitkan


__ADS_3

Air sungai mengalir dengan deras, Kirana masih berusaha untuk menyelamatkan diri dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya. Di dalam hati, Kirana tiada henti melantunkan dzikir, doa serta sholawat.


"Allohumma solli 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad. Ya Rahman, berikanlah keselamatan kepada hamba-Mu ini. Berikanlah kesempatan hamba untuk melanjutkan hidup. Namun jika memang inilah akhir perjalanan hidup hamba di dunia, berikanlah ketegaran, kesabaran dan keikhlasan kepada Abi untuk melepas kepergian istrinya ini. Jadikanlah akhir hidup hamba husnul khotimah."


Ketika hampir berputus asa, tangan Kirana yang sudah lemas mampu menggapai batu yang berukuran cukup besar, air sungai pun mengalir sudah tidak terlalu deras. Seakan mereka melaksanakan titah Sang Maha Pemilik Alam Semesta, karena doa yang terlantun dari bibir seorang wanita berhati mulia.


Kirana berucap syukur di dalam hati, ia semakin mengeratkan pegangannya pada batu dan berusaha naik di atasnya. Namun sayang, kepala Kirana malah terbentur batu dengan keras.


DUG


Kirana meringis kesakitan memegang kepalanya yang memar. Meski sudah sangat lemas, si dokter cantik berusaha membaringkan tubuhnya di atas batu.


Karena letih dan kepalanya yang mulai pening, seketika Kirana pingsan dengan posisi terlentang di atas batu besar.


🌹🌹🌹


Di kediaman Ridwan, Ratri yang sedang membersihkan figura foto Kirana setelah kepulangannya beserta sang suami dari Jakarta, tiba-tiba merasa gelisah. Pikirannya tidak tenang dan selalu teringat Kirana.


"Apa yang sedang terjadi padamu Ndhuk Cah Ayu?" Ratri memandangi foto Kirana lekat-lekat dan mengusapnya.


PRANKK


Tanpa sengaja Ratri menjatuhkan figura foto dari tangannya.


Ilham beserta istrinya yang sudah kembali dari berbulan madu dan sedang bercengkrama di dalam kamar, seketika terperanjat mendengar bunyi figura yang pecah. Mereka pun beranjak dari ranjang kemudian berjalan keluar kamar, menemui Ratri yang sudah terisak sambil menjumputi serpihan-serpihan kaca figura.


"Ada apa Bu?" tanya Ilham dengan mimik wajah penuh kekhawatiran.


"Hiks ... hiks, entahlah Ham. Ibu merasa ada sesuatu yang sedang menimpa adikmu. Coba kamu hubungi Kirana atau Bima!"


"Baik Bu, tapi ponsel Ilham ada di dalam kamar. Ibu duduk di sofa dulu ya!! Ilham akan segera menghubungi Kiran dan Bima." Ilham segera berjalan menuju kamar untuk. mengambil ponsel. Sedangkan Suci, memapah ibu mertuanya dan mendudukan Ratri di sofa.


🌹🌹🌹


Usai meeting, Abimana duduk di ruangannya, sembari terpaku melihat bingkai foto sang istri yang ia letakan di atas meja.


Drtttt ... drttttt


Terdengar bunyi getaran ponselnya. Abimana segera meraih benda pipih yang tergelatak di atas meja dan tersenyum penuh arti setelah tahu nama si penelepon. ISTRI COMEL.


📞 "Asamu'alaikum Sayang."

__ADS_1


📞 "Wa ... wa'alaikumsalam. Ma ... maaf, saya bukan Dokter Kiran."


📞 "Lalu siapa anda? Di mana istri saya?"


📞 "Sa ... saya Nita. Dokter Kiran, hanyut terbawa derasnya air sungai. Tim SAR sedang mencari keberadaan Dokter Kiran saat ini."


Seketika tangan Abimana bergetar, hingga ponselnya pun terjatuh di atas meja. Tiba-tiba ulu hati pria tampan bermata teduh, serasa teramat sakit, seperti ada ribuan busur panah yang menghujam dari segala penjuru. Lolos sudah air mata Abimana.


"Ya Allah lindungilah istri hamba, dan jangan hilangkan dia," pinta Abimana dengan suara lirih.


Abimana segera meraih kembali ponselnya dan menelepon Raikhan. Beruntung hanya dengan satu panggilan, Raikhan menerima telepon darinya.


📞 "Asalamu'alaikum, Bim. Ada apa?"


📞 "Rai, hari ini ayahku sudah diperbolehkan pulang. Aku minta tolong, supaya kamu yang mengurus segala keperluan untuk kepulangan ayah, karena Kirana, hiks ... hiks."


📞 " Bim, apa yang terjadi pada Kirana?"


📞 "Kirana, hanyut di sungai Rai. Aku akan segera menuju ke lokasi."


📞 "Innalillahi. Aku akan segera menyusulmu Bim. Nanti biar mama saja yang mengurus kepulangan Om Hasan."


📞 "Okay Bim. Kamu harus kuat dan tegar, demi Kiran!"


📞 "Iya Rai. Asalamu'alaikum."


📞 "Wa'alaikumsalam."


Abimana segera beranjak dari duduknya dan meraih kunci mobil setelah mengirim lokasi perkampungan, tempat Kirana bertugas, kepada Raikhan.


🌹🌹🌹


Ilham berusaha melakukan panggilan telepon ke nomor Kirana. Namun hanya suara tangisan seorang wanita yang ia dengar, ketika panggilannya diterima. Ilham pun segera mengakhiri panggilan teleponnya dan berganti melakukan panggilan ke nomor Abimana.


📞 "Asalamu'alaikum Bang."


📞 "Wa'alaikumsalam. Bim, apa Kirana sedang bersamamu?"


📞 "Tidak Bang. Kirana, dia ...."


📞 "Katakan segera Bim! Kirana sedang apa dan di mana dia?"

__ADS_1


📞 "Bang, Kirana hanyut terbawa arus sungai. Saya sedang melajukan mobil menuju ke lokasi."


📞 "Innalillahi. Bagaimana itu bisa terjadi Bim?"


📞 "Saya juga belum tau pasti penyebabnya Bang."


📞 "Baiklah, segera sharelock!"


📞 "Iya Bang. Saya akan sharelock segera."


📞 "Asalamu'alaikum."


📞 "Wa'alaikumsalam."


Ilham mengakhiri panggilan teleponnya, kemudian segera meraih kunci mobil yang ada di atas nakas dan menyusul Abimana, setelah berpamitan pada Ratri dan Suci.


Ilham sengaja tidak memberitahu kebenaran yang sedang menimpa Kirana kepada Suci dan ibunya, agar kedua wanita itu tidak merasa terlalu khawatir dan panik.


Ilham juga menahan diri untuk tidak mengirim pesan kepada Ridwan yang sedang bertemu dengan kliennya di hotel Garuda. Supaya ayahnya juga tidak terlalu panik dan membatalkan pertemuannya.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Apa yang terjadi pada Kirana selanjutnya? Jangan ada yang menjawab bahwa Kirana akan kehilangan ingatannya yaaa!!! 😌😌😌


Karena tidak semua benturan di kepala menyebabkan seseorang kehilangan ingatannya, tetapi ....????


Jawabannya Insya Allah ada di episode selanjutnya. 😉


Like 👍


Komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote jika berkenan mendukung author


Trimakasih dan happy reading 😘😘


__ADS_1


__ADS_2