
Tuhan, jangan hilangkan dia dari hidupku selamanya. Sungguh ku tak ingin, hatiku jadi milik yang lainnya. Kubersumpah kau sosok yang tak mungkin, kutemukan lagi... (Rossa)
.
.
POV. KIRANA
Rintik hujan tak mampu menghentikan langkahku untuk pergi meninggalkan rumah yang bagaikan istana surga. Rumah yang menyisakan kenangan indah penyatuan cinta kami, aku dan Abimana Surya Saputra, hingga malaikat kecil tumbuh di dalam rahimku.
Sebelum menuju ke tempat tujuan, aku mampir ke Bank untuk mengambil sejumlah uang, hasil dari gaji sebagai seorang dokter obgyn. Ya, aku membutuhkan banyak uang untuk bekal ke desa W. Mungkin aku akan menetap di desa itu dan mengabdikan seluruh hidupku untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi penduduk desa W, karena kehidupan mereka sangat memprihatinkan. Hanya itu yang dapat dilakukan oleh seorang wanita hina seperti diriku ini. Aku benar-benar merasa hina karena tidak dapat menjaga kehormatan sebagai seorang istri.
Slamat tinggal Abi, aku yakin kelak engkau akan mendapatkan seseorang yang lebih sempurna dari pada wanita ini....
🌹🌹🌹
POV. AUTHOR
Wajah Abimana nampak berbinar tatkala berhasil mendapatkan semua makanan yang diinginkan oleh istrinya. Pria tampan itu berlari-lari kecil menuju kamar.
"Yang, aku sudah bawakan semua makanan yang Sayang inginkan."
Abimana memasuki kamar dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Tak ada Kirana di dalam kamar itu.
"Sayang, kamu di mana? Ayolah, jangan bersembunyi! Aku lelah Yang."
Tak ada jawaban. Abimana mendaratkan pantatnya di sisi ranjang. Kedua netranya tertuju pada kertas yang dilipat dengan rapi. Karena merasa sangat penasaran, Abimana membuka kemudian membaca tulisan yang tertera di selembar kertas tersebut. Nampak tangan Abimana gemetar. Kedua netranya panas, hingga buliran kristal bening lolos begitu saja membasahi wajah tampannya.
Asalamu'alaikum
Dear Imam yang teramat sempurna bagiku.
Mungkin ketika Hubby membaca tulisan ini, aku sudah pergi jauh.
__ADS_1
Bie, maafkan aku yang memilih pergi dari sisimu. Jujur ini teramat berat bahkan sangat menyakitkan, namun akan lebih menyakitkan lagi bila aku harus menghindar kala Hubby ingin menyentuhku. Bie, aku sudah ternoda. Wajahku sudah disentuh oleh tangan kotor Vano, bahkan pria itu telah mencium kening dan bibirku yang seharusnya hanya berhak disentuh olehmu. Bie, maafkan aku yang tidak bisa menjaga kehormatanku sebagai seorang istri.
Hubby, aku akan menjaga buah hati kita. Jangan mengkhawatirkan kami! Bukalah lembaran baru tanpa aku di sisimu.
Aku ikhlas bila suatu saat nanti Hubby menemukan seseorang yang lebih sempurna. Raihlah kebahagiaan meski tanpa aku.
Yang teramat mencintaimu,
Ayunda Kirana
Wasalamu'alaikum
Tangis Abimana pecah seusai membaca surat yang ditulis oleh Kirana. Tubuhnya bergetar hebat.
"Benar-benar brengse* kau Vano. Aku jamin, engkau akan membusuk di dalam penjara."
"Arghhhhhh...." Abimana mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kiran, mengapa kamu harus pergi? Apapun adanya dirimu, aku akan menerimanya. Semua bukan kesalahanmu, Kiran...."
"Ke manapun kamu pergi, aku pasti akan mencarimu, Yang...."
Abimana mengatur nafasnya. Semua makanan yang dibeli untuk Kirana, ia bawa ke rumah Ridwan.
Abimana berkeinginan ke rumah Ridwan, karena berharap wanita yang dicintainya berada di sana.
🌹🌹🌹
Di kediaman Ridwan.
Abimana memberikan sepucuk surat yang ditulis oleh Kirana kepada ayah mertuanya. Air mata Ridwan lolos begitu saja dari kedua sudut netranya tatkala membaca tulisan sang putri tercinta. Tangannya mengepal dengan kuat, menampakan kemarahan yang luar biasa terhadap Vano.
"Brengse*. Vano harus dihukum seumur hidup. Pria brengse* itu telah berani menghancurkan hidup putriku. Aku tidak akan memaafkannya."
__ADS_1
Ratri yang duduk di samping Ridwan, terkesiap karena kemarahan sang suami. Ia pun meraih selembar kertas yang berada di tangan Ridwan kemudian membacanya. Tangan Ratri gemetar. Dadanya serasa menyesak. Buliran bening mulai jatuh tanpa permisi dan membasahi wajahnya yang masih cantik meski tak lagi muda.
"Ya Allah Kiran, apa yang kamu lakukan Nduk? Ke mana kamu pergi? Ibu sangat mengkhawatirkan kamu, Sayang." Tubuh Ratri bergetar hebat. Ia tak kuasa menahan rasa sedih yang mendalam karena kepergian Kirana, putri yang teramat dicintai, meski tidak terlahir dari rahimnya.
"Yah, Bima akan mengerahkan orang-orang kepercayaan untuk mencari Kiran."
"Ayah juga akan mengerahkan anak buah ayah, Bim. Semoga Kiran dapat segera ditemukan. Kasihan Kiran, apalagi putri ayah sedang mengandung." Ridwan menyeka jejak air mata yang membasahi wajahnya.
"Iya, segera temukan putri Ibu, hiks ... hikksss."
Ridwan tidak tega melihat istrinya yang begitu terpukul karena kepergian sang putri. Ia pun memeluk Ratri dan mengusap-usap punggung wanita yang dicintainya seraya memberikan ketenangan.
"Ayah berjanji, akan terus berusaha menemukan putri kita."
"Bima juga, Bu. Semoga Kiran selalu dalam lindungan Allah."
Pergi untuk kembali. Berpisah hanya untuk sementara. Kelak akan ada kebahagiaan di akhir kisah cinta yang didasari dengan ketulusan.
🌹🌹🌹🌹
Ehemmmm, apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh Kirana di desa W? Nantikan next episode!!! ❤❤❤
Jangan lupa untuk selalu memberi semangat kepada author
Berikan like 👍
Komentar
Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Klik emote ❤ untuk fav. novel
Beri Vote atau hadiah bila berkenan
__ADS_1
Trimakasih dan happy reading ❤❤❤