
Sesampainya di rumah besar keluarga Rizal, Kirana segera membuka pintu kemudian keluar dari dalam mobil dengan menyeret Diana.
Abimana hanya bisa mengelus dada melihat perlakuan Kirana terhadap Diana. Berkali-kali Abimana merayu istrinya agar mau melepaskan Diana, namun tetap saja tidak mempan. Sebenarnya Abimana merasa khawatir, jika ke depannya Diana akan menuntut balas, apalagi wanita uler keket itu adalah anak dari salah seorang pengusaha ternama di Jakarta.
Ting tong... ting tong....
"Asalamu'alaikum."
Kirana menekan bel pintu dan mengucapkan salam.
CEKLEK
Pintu pun terbuka.
"Wa'alaikumsalam," balasan salam dari seorang wanita muda yang sudah berdiri di balik pintu. Wanita muda itu adalah Asti, istri dari Arif Rizal Saputra.
"Loh, Mbak Kiran. Ada apa Mbak? Kok Mbak Kiran dan Mas Abi datang ke rumah bersama Mbak Diana?" Asti memberondong pertanyaan dan terlupa untuk mempersilahkan para tamunya masuk ke dalam rumah.
"Ceritanya panjang As. Om Rizal dan Adam ada di rumah?"
"Ada Mbak, tapi Papa Rizal dan Mas Adam sedang menemui tamu, papanya Mbak Diana. Sepertinya mereka sedang membicarakan rencana pernikahan Mas Adam dan Mbak Diana."
Kirana sedikit mengernyitkan dahinya setelah mendengar ucapan Asti.
"Hah, papamu sedang bertamu di rumah ini dan membicarakan pernikahan kalian, bisa-bisanya kamu mendatangi kantor suamiku untuk menggodanya. Apa maumu sebenarnya Di?" tanya Kirana dengan menatap tajam kedua netra Diana.
Diana tersenyum sinis dan balik menatap kedua manik hitam Kirana dengan intens. "Kamu ingin tau jawabannya? Aku datang ke kantor Pak Bima, karena ingin merasakan bercinta dengannya sebelum dinikahi oleh Adam."
PLAK
Kirana menampar pipi Diana dengan sangat keras, hingga meninggalkan jejak warna merah.
__ADS_1
"Dasar wanita lakna*. Om Rizal pasti sangat kecewa dengan calon menantu sepertimu." Kirana kembali menjambak rambut dan menyeret Diana memasuki rumah besar keluarga Rizal, meski Asti belum mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam.
"Awwww...," pekik Diana karena merasakan perih di pipi dan rambutnya.
Sesampainya di ruang tamu, Kirana melepaskan cengkraman tangannya.
Rizal, Rahma, Adam dan Anggara terkesiap melihat kehadiran Kirana, Abimana beserta Diana.
Asti, wanita itu memilih berlalu dari hadapan keluarga suaminya dan para tamu, karena ia tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka. Asti berjalan menaiki tangga menuju kamar suaminya.
"Ada apa ini?" ucap Rizal dengan meninggikan intonasi suara dan menggulirkan pandangannya kepada mereka bertiga.
"Maaf Om, bila saya tidak sopan. Tapi saya saat ini sungguh teramat marah dengan apa yang dilakukan oleh Diana, calon menantu Om Rizal." Suara Kirana terdengar penuh dengan luapan emosi.
"Apa yang dilakukan oleh Diana sehingga membuatmu semarah ini, Kirana?"
"Om Rizal bisa melihat kelakuan Diana melalui rekaman cctv ini." Kirana menyerahkan rekaman cctv kepada Rizal.
Wajah Diana dipenuhi keringat dingin. Sebenarnya ia teramat takut dengan kemarahan sang Papa. Tubuhnya gemetar dan giginya gemeretak melihat adegan demi adegan yang ia lakukan terekam jelas di rekaman cctv.
Anggara, papa Diana membelalakan kedua netranya dan menggebrak meja yang ada di hadapan.
BRAKK
"Sungguh Papa teramat kecewa dan malu melihat kelakuanmu yang murahan Di."
"Saya juga sangat kecewa dengan apa yang telah Diana lakukan. Untuk itu, saya membatalkan rencana kita, Mas. Saya tidak akan menikahkan Adam dengan Diana," sahut Rizal yang sudah diliputi oleh emosi.
"Saya juga sudah tidak ingin lagi menikah dengan Diana, Pa." Suara Adam terdengar gemetar karena menahan amarah dan rasa sesak di dada. Seketika Adam beranjak dari duduk kemudian berjalan dengan langkah panjang meninggalkan ruang tamu tanpa menatap kekasihnya, Diana.
"Adam....." Diana memanggil Adam dan berusaha meraih tangan kekasihnya. Adam menepis tangan Diana dengan kasar. "Pergilah! Aku tidak ingin lagi melihat wajahmu."
__ADS_1
"Adam, tapi kita sudah berhubungan terlalu jauh. Kamu sudah menikmati tubuhku," pekik Diana.
"Itu karena kamu teramat murahan," balas Adam dengan menatap tajam kekasihnya. Meski masih sangat mencintai Diana, namun Adam benar-benar tidak dapat memaafkan kelakuan kekasihnya yang teramat menjijikan. Diana menggoda seorang pria yang sudah beristri, bahkan melepas pakaiannya tanpa rasa malu di hadapan pria tersebut. Apalagi pria yang digodanya itu adalah Abimana, sahabat baik Arif.
Adam semakin mempercepat langkahnya, kemudian ia menaiki tangga, meninggalkan Diana yang masih berdiri mematung.
Tangis Diana pecah karena menerima penolakan dari Adam. Selama ini, Adam lah yang selalu mengejar-ngejar Diana, namun mulai saat ini, Adam enggan bertemu dengannya lagi.
"Di, ayo kita pulang!" Anggara menarik tangan putrinya.
"Kiran, maafkan putri Om yang sudah berusaha merusak rumah tanggamu! Maafkan juga Vano yang dulu hampir saja menodai kesucianmu." Anggara berucap dengan suara lirih. Terlihat gurat kesedihan di wajahnya. Ya, Vano adalah putra sulung Anggara yang pernah dijodohkan dengan Kirana.
Perjodohan Kirana dan Vano atas keinginan Maria (tante Kirana). Meski Vano menerima perjodohan mereka, namun Kirana sangat menentangnya. Hingga suatu malam, Vano datang ke rumah Maria untuk menemui Kirana. Dengan lancang Vano masuk ke dalam kamar Kirana. Saat itu Kirana sedang tertidur. Betapa terkejutnya Kirana ketika mendapati tangan seorang lelaki yang berusaha membuka kancing piyamanya. Dengan spontan Kirana menendang dada laki-laki kurang ajar itu. Tubuh Vano pun terjerembab dengan keras.
Sejak kejadian tak mengenakan itu, Kirana memutuskan untuk meninggalkan rumah tantenya dan memilih untuk mengontrak rumah sederhana. Ia tidak ingin lagi bertemu dengan Vano, si pria brengse*. Semua perlakuan sang tante dan Vano, tidak pernah Kirana ceritakan kepada kedua orang tuanya, kecuali masalah perjodohan. Ridwan dan Ratri mendukung keputusan putri mereka untuk menolak perjodohan yang di rencanakan oleh Maria. Meski coba dan uji datang silih berganti, Kirana tetap bertahan hidup mandiri di Jakarta hingga lulus kuliah.
Kirana mengatur nafasnya, mencoba menahan amarah yang semakin meluap tatkala mengingat kelakuan dua bersaudara yang sama-sama menjijikan. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Diana adalah adik dari pria yang teramat dibencinya, Vano.
"Kiran...." Suara Anggara menyadarkan Kirana.
"Ya Om, demi Om Anggara saya akan berusaha memafkan Diana dan Vano. Namun jika mereka mengulangi hal yang sama, saya tidak segan-segan menyeret mereka ke penjara."
🌹🌹🌹🌹
Readerssss, jangan lupa untuk meng-update aplikasi Mangatoon atau Noveltoon ya!
Trimakasih bagi readers dan sobat author yang masih setia mengikuti kisah Abi dan Kiran. ❤❤
Hemmm, kira-kira si uler keket akan membalas Kirana tidak yakkk??? 😅😅😅
Tetap ikuti alur ceritanya ya readers!! Trimakasih dan happy reading ❤❤❤
__ADS_1