Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Lamaran Resmi


__ADS_3

Arunika memberi semangat di pagi ini. Tanpa terasa, hari yang ditunggu-tungu telah tiba. Ilham beserta keluarga, akan datang ke rumah Arya, untuk melamar Suci secara resmi.


Raut wajah Ilham nampak sangat bahagia. Kirana pun turut bahagia melihat abangnya.


Saat ini Kirana sedang berbincang dengan Ilham di ruang keluarga, setelah sarapan pagi.


"Bang, bagaimana perasaan Bang Ilham?" Kirana bertanya pada Ilham disertai seulas senyum manis menghiasi bibir ranumnya.


"Tentu sangat bahagia. Namun, Bang Ilham lebih bahagia, bila adik Abang tercinta, juga segera dilamar secara resmi," jawab Ilham sembari mengusap jilbab adiknya.


"Insya Allah, setelah Bang Ilham menikah, Abi akan segera melamar Kiran, Bang."


"Kiran, bagaimana jika pernikahan Abang dan Suci, dilaksanakan bersamaan dengan pernikahan kalian? Abang hanya ingin kamu dan Bima, bersegera menjadi pasangan halal, agar tidak timbul fitnah." Ilham menatap manik hitam sang adik dengan lekat.


"Bang, Kiran pernah mendengar bahwa seorang adik dan kakak, tidak boleh menikah di tahun yang sama," balas Kirana, mencoba memberi pengertian abangnya.


"Kiran, pernikahan itu yang terpenting adalah keridhoan Allah. Perkara apa yang akan terjadi setelahnya, sudah menjadi kehendak Allah. Jadi jangan takut pada cerita mitos yang beredar! Abang akan meminta Bima, untuk segera melamarmu secara resmi. Setelah itu, kita tentukan waktu pernikahan di hari yang sama."


"Tapi Bang ...."


"Sudah, tidak ada lagi kata tapi. Abang akan mengutarakannya kepada ayah dan ibu."


"Hemmm, terserah Bang Ilham. Dari dulu Kiran tidak bisa menolak permintaan Abang, meski dengan seribu alasan," balas Kirana dengan memutar bola mata malas.


Tanpa mereka sadari, Ridwan dan Ratri sudah berdiri di belakang sofa.


"Ehemm, kakak dan adik kalau akur begini, terlihat sangat manis," ucap Ridwan dengan tersenyum lebar.


"Iya, Ibu juga sangat bahagia bila mereka akur begini, Yah. Biasanya si comel selalu saja menjahili abangnya," sahut Ratri juga disertai tawa.


"Iya, si comel baru insaf, " balas Ilham dengan mengacak jilbab sang adik.


Kirana mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Ilham.

__ADS_1


"Apaan sich Bang, awas saja nanti aku jahili lohhh. Nich, jilbabku berantakan kan, kan ...."


"Hhehehe, iya maaf adik comel. Oiya, Ayah, Ibu, bisa kita bicara sebentar?" tanya Ilham.


Ridwan dan Ratri, duduk di sofa berhadapan dengan kedua buah hati mereka.


"Apa yang ingin dibicarakan, Ham?" tanya Ridwan dengan mengerutkan kening.


Ilham membenahi posisi duduk sebelum mengutarakan keinginannya kepada kedua orang tua.


"Begini, Ayah ... Ibu, Ilham berkeinginan agar Bima segera melamar Kiran. Ilham juga berkeinginan supaya kami, menikah di hari yang sama," jawab Ilham dengan tegas.


"Tapi apa mungkin keluarga Bima akan setuju, Ham?"


"Insya Allah, jika Bima memang serius menjalin hubungan dengan Kiran, pastinya mereka akan sangat setuju, Yah. Ilham yang akan menyampaikan kepada Bima dan keluarganya," ucap Ilham, mantap.


"Hemmm, baiklah. Ayah berpikir, memang ada baiknya jika adikmu juga segera menikah. Kami sudah tidak sabar menimang cucu, hahhhaha," ucap Ridwan disertai tawa.


Semua pun larut dalam tawa dan suasana penuh kebahagiaan.


🌹🌹🌹🌹


Ilham dan Abimana mulai menghidupkan mesin mobil masing-masing. Mereka melajukan mobil memecah keramaian jalanan kota Jogja di pagi hari.


Setelah melalui perjalanan selama hampir tiga jam, mereka pun sampai di tempat tujuan.


Abimana dan Ilham menaruh mobil terlebih dahulu, sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Arya dengan berjalan kaki, melewati jalan setapak, di antara rindangnya pepohonan.


Kedatangan mereka disambut hangat oleh Arya, Suci, Tama, dan Soleh.


Tama adalah seorang kepala desa, sedangkan Soleh, ia seorang tokoh agama yang sangat berpengaruh di desa itu.


"Asalamu'alaikum, " ucap Ridwan, memberi salam, mewakili rombongan.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, selamat datang. Monggo silahkan duduk! Mohon maaf, jika kita duduk di halaman rumah, karena ruang tamunya kurang bisa menampung semua hadirin," balas Tama dengan tersenyum ramah.


"Ahh, tidak apa-apa Pak. Yang terpenting acara lamaran bisa berjalan dengan lancar," balas Ridwan yang juga disertai senyuman.


Para tamu beserta tuan rumah duduk di kursi yang telah tertata rapi.


Acara lamaran pun dimulai. Sebagai acara pembuka, MC mempersilahkan Kirana untuk melantunkan kalam cinta. Rupanya Ilham telah meminta MC, agar adik tercinta yang membacakannya.


Kirana melirik sang kakak, Ilham membalas lirikan adiknya dengan tersenyum disertai kerlingan mata.


Kirana membuka mushaf dan mulai membaca ayat Al Qur'an. Abimana semakin terpana, mengagumi wanita yang sebentar lagi akan menjadi pendamping hidupnya.


Suara Kirana terdengar sangat merdu saat membaca kalam cinta. Semua yang hadir tergetar hatinya, meresapi keindahan setiap ayat yang terangkai sangat indah.


🌹🌹🌹🌹


Ket.


Arunika: Cahaya matahari pagi sesudah terbit.



Bersambung ....


Jangan lupa klik emote ❤ untuk favorit


Jangan lupa juga tinggalkan like 👍


Komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote untuk mendukung karya author

__ADS_1


Trimakasih dan happy reading 😘😘😘


__ADS_2