Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Malam ini adalah malam yang teramat membahagiakan bagi Arif dan Asti. Kini kedua mempelai, tengah berdiri menyambut para tamu yang hadir di acara resepsi pernikahan mereka.


Pesta resepsi yang sangat mewah, dihadiri oleh ribuan tamu undangan. Para tamu undangan datang silih berganti. Mereka terdiri dari keluarga besar, sahabat kedua mempelai dan rekan bisnis Rizal Group.


Rizal sengaja memilih salah satu hotel yang terkenal di kota pelajar untuk mengadakan acara resepsi pernikahan putra bungsunya. Letak hotel tersebut tidak jauh dari Malioboro.


Aula hotel disulap bak istana nan megah. Ruangan itu didominasi hiasan yang berupa rangkaian bunga mawar putih. Setiap sudut ruangan terpajang figura foto sepasang pengantin berukuran besar.



Arif dan Asti nampak sangat berbahagia. Mereka terus saja tersenyum menyambut para tamu undangan. Begitu pula dengan Rizal, Rahma, dan Fatimah yang selalu didampingi oleh putri bungsunya, Hana.


Tiba-tiba kedua netra Arif tertuju pada rombongan sahabatnya sewaktu SMA. Mereka adalah Aldi, Ale, Ardhi, Rudi, Dara dan Vita beserta pasangan masing-masing.


Rombongan sahabat Arif berjalan mendekat ke arah sepasang pengantin untuk memberikan selamat.


"Bro selamat ya, akhirnya kamu menikah juga. Nggak dapat Alya, dapat adiknya ya Rif." Aldi berbisik tepat di telinga Arif.


"Hushhhh, jangan keras-keras! Bisa dijitak Asti kalau dia denger." Arif membalas ucapan sahabatnya juga dengan berbisik.


"Jiahhhaa, dijitak atau nggak dikasih jatah?"


"Sttttt, diemmmm!!! Pokoknya nggak usah membicarakan hal-hal yang tidak berfaedah."


"Upssss, baiklah Bro." Aldi berusaha menahan tawanya yang hampir meledak.


Asti terkekeh melihat tingkah Arif dan Aldi. Meski Asti mendengar percakapan kedua sahabat itu, lantas tidak membuatnya cemburu, karena Asti sangat mengetahui bagaimana dulu hubungan Alya dan Arif.


Setelah rombongan sahabat Arif selesai memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai, mereka bergabung dengan Alya dan Raikhan yang tengah bercengkrama bersama Ilham beserta istri.


"Al, kangennnn. Peyukkkk...." Vita dan Alya saling berpeluk.


"Aku juga kangen Ta," balas Alya. Wanita cantik itu semakin mengeratkan pelukannya.


"Hehhhh, aku kog nggak dipeluk juga?" timpal Dara dengan menampakan wajahnya yang cemberut.

__ADS_1


"Sini Say, kita bertiga berpelukan seperti teletubies!!! Hhhahaha...." ajak Vita disertai tawanya yang khas.


Setelah Alya dan Vita merenggangkan pelukan, kini ketiga sahabat pun saling berpeluk dengan erat.


Perlahan ketiganya melerai pelukan mereka. Alya mulai berbincang dengan keenam sahabatnya, meluapkan kerinduan karena telah lama mereka tidak berkumpul seperti saat ini. Raikhan mengukir senyuman saat melihat sang istri yang nampak berbahagia.


Di tempat duduk para tamu undangan, nampak Kirana dan Abimana tengah bercanda. Kirana menggendong baby Dzaki sedangkan Abimana memangku Alyra (buah hati Raikhan dan Alya). Mereka berempat bagaikan keluarga kecil yang perfect. Seorang ayah yang berparas rupawan berdampingan dengan seorang ibu yang wajahnya bagaikan Dewi Candra Kirana serta kedua buah hati berwajah tampan dan cantik. Hingga semua mata yang memandang terkesima melihat mereka berempat. Termasuk sepasang mata yang sedari tadi melihat mereka dengan tatapan intens.


"Di, ngapain kamu menatap Mas Bima dan Mbak Kiran terus-terusan, hah?" tanya Adam kepada Diana dengan raut wajah tidak suka. Alih-alih menjawab pertanyaan kekasihnya, Diana malah berganti melontarkan pertanyaan.


"Apakah benar, wanita yang sedang bersama Pak Bima itu istrinya, Dam?"


"Iya, memangnya kenapa?"


Diana membuang nafas kasar, "Hufttttt, Pak Bima adalah mantan dosenku, Dam. Dia pria yang sering aku ceritakan."


Hati Adam memanas mendengar pengakuan kekasihnya.


"Asal kamu tahu Di, Mas Bima sudah menikah. Apa perasaanmu terhadapnya tidak bisa beralih? Aku sudah berlapang dada meski kamu belum bisa menerima cintaku sepenuhnya."


"Mulai sekarang, berusahalah menghilangkan perasaanmu terhadap Mas Bima! Jangan pernah berpikir untuk merebut Mas Bima dari istrinya, Di!!"


"Hemmmm, iya Dam. Lagi pula mereka terlihat sangat bahagia. Aku akan berusaha membuka hatiku sepenuhnya untukmu, Dam."


"Berusahalah Di! Karena pria ini sangat mencintaimu dengan tulus." Adam memberikan kecupan singkat di bibir Diana. Pribadi Adam memang sangat berbeda dengan Arif, karena ia lama tinggal di LN. Jangan tanya apa saja yang telah Adam dan Diana lakukan selama mereka berpacaran!!! 😌😌😌


Acara resepsi pernikahan Arif dah Asti berjalan dengan lancar dan sangat meriah. Para tamu undangan disuguhi dengan bebagai macam makanan khas kota Jogja. Mereka menikmati berbagai menu makanan sembari mendengarkan alunan musik yang romantis.


Rizal mengundang salah satu penyanyi yang sangat terkenal. Penyanyi itu bernama Rosse. Rizal sengaja mengundang Rosse, karena sang istri sangat menyukai semua lagu yang dibawakan oleh penyanyi tersebut.


Tanpa terasa acara pun telah usai. Para tamu undangan mulai meninggalkan ruangan setelah berfoto bersama dengan kedua mempelai.


Sungguh malam yang melelahkan namun berbalut kebahagiaan bagi kedua insan, Arif dan Asti.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Sepulang dari acara resepsi, Abimana dan Kirana membersihkan diri kemudian berganti pakaian.


Kini mereka berdua berbaring di atas ranjang dengan saling berhadapan.


"Bie, takdir cinta itu terkadang unik ya?"


"Iya Yang. Masing-masing menemukan pasangan meski harus melalui ujian cinta terlebih dahulu." Abimana mengusap pipi istrinya dengan lembut dan mendaratkan kecupan di kening.


"Bie, aku sangat bersyukur berpasangan denganmu."


"Aku juga sangat bersyukur, Yang. Jangan pernah pergi dari sisiku ya!"


"Bie, apa kamu berpikir aku akan pergi dari sisimu?" Kirana sedikit mengernyitkan dahinya.


"Entahlah Sayang. Aku selalu merasa ketakutan bila membayangkan Sayang pergi dari sisiku. Jangan pernah lelah mencintaiku, Yang!"


"Bie, cintaku ini sudah teramat besar terhadapmu. Aku akan selalu mencintaimu hingga kelak kita menua bersama."


Abimana mengangkat dagu Kirana. Kemudian mencium bibir istrinya dengan penuh kelembutan. Perlahan ciuman mereka semakin dalam. Abimana dan Kirana saling menikmati tautan kedua bibir. Lama kelamaan mereka berdua pun semakin hanyut ke dalam asmaraloka, mereguk kenikmatan surga dunia. ❤❤❤


🌹🌹🌹🌹


Readersss


Tetap semangati author dengan selalu meninggalkan jejak like 👍


Beri komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote jika berkenan


Klik emote ❤ untuk fav. novel


Trimakasih dan happy reading. ❤❤❤

__ADS_1



__ADS_2