Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Acara Lamaran


__ADS_3

POV. HANA


Sesuai yang telah disampaikan oleh Mas Adam, bahwa hari ini Om Rizal dan Tante Rahma beserta keluarga Mas Adam akan datang ke rumah untuk bersilaturahim, sekalian melangsungkan acara lamaran. Dari pagi, aku, ibu, Mbak Asti, Mbak Alya, Mbak Kiran dan chef Husna mempersiapkan hidangan untuk acara nanti malam. Sedangkan Mas Arif, Mas Raikhan, Mas Abi dan para pemuda kampung, mempersiapkan kursi tamu dan meja. Mereka mendekor halaman rumah kami dengan rangkaian bunga mawar putih.


Keanu dan Alyra tengah asik bermain bersama Mama Shela dan Papa Abraham. Kedua orang tua Mas Raikhan sangat menyayangi kedua bocah lucu itu. Aku merasa geli tatkala Mama Shela berceloteh ingin menjodohkan Alyra dengan Keanu. Apa jadinya jika putri Mbak Alya dijodohkan dengan putra Mas Abi??? Hahhh, Mama Shela memang terkadang memiliki pemikiran konyol, namun itulah yang aku sukai dari beliau.


Di sepertiga malam aku selalu melangitkan pinta, semoga cinta kami benar-benar menyatu dalam ikatan suci pernikahan, meski masih terselip rasa ragu di lubuk hati. Entah apa yang menjadi penyebabnya, aku tidak ingin terlalu memikirkannya.


.


.


Seolah hari ini waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa sudah mendekati waktu yang ditentukan.


Pak Rt, Pak Rw dan juga salah seorang tokoh agama di kampung kami sudah bersiap untuk menyambut kedatangan Mas Adam beserta rombongan keluarganya.


Setengah jam berlalu, nampak iring-iringan keluarga Mas Adam membawa Alquran dan seperangkat alat shalat, satu set cincin pernikahan, setelan pakaian, make up dan skincare, sepatu, tas, serta buah-buahan.


Pak Rt mempersilahkan keluarga Mas Adam untuk duduk di kursi tamu yang telah disediakan.


Tanganku gemetar tatkala acara akan segera dimulai. Aku menatap sekilas wajah tampan calon imamku, Adam Rizal Syaputra. Rupanya, ia pun menatapku. Kedua netra kami saling bertemu pandang. Aku teramat gugup.


Acara lamaran pun dibuka dengan pembacaan kalam cinta yang dilantunkan oleh Mas Fadhil, salah seorang pemuda masjid yang baru beberapa minggu pulang dari Kairo Mesir. Suara Mas Fadhil terdengar sangat merdu, hingga membuat hatiku tergetar.


Seusai pembacaan kalam cinta, Pak Rw mewakili keluarga kami untuk memberikan kata sambutan. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian maksud dan tujuan kedatangan rombongan keluarga Mas Adam yang disampaikan oleh calon papa mertua.


Pak Rw kembali mewakili keluarga kami, memberikan jawaban dan menanggapi apa yang telah disampaikan oleh Om Rizal.


Acara selanjutnya adalah penyerahan seserahan diikuti dengan penyematan cincin, tanda ikatan yang akan diberikan kepadaku sebagai calon istri Mas Adam.

__ADS_1


Saat Tante Rahma meraih tanganku, jantung ini semakin berdegup kencang. Calon mama mertua menyematkan cincin di jari manis tangan kiriku. Lolos sudah air mataku karena tidak mampu menahan keharuan. Hari ini adalah saat terindah dalam hidupku. Entah dengan apa lagi aku akan mengungkapkan rasa syukur atas proses penyatuan cinta kami. Hana Maulida Putri insya Allah akan bersatu dengan Adam Rizal Syaputra.


Mas Adam menatapku lekat-lekat. Calon suamiku tampak terlihat lebih tampan dengan mengenakan stelan kemeja batik dan celana hitam. Sedangkan aku, memakai baju gamis berwarna putih dengan hiasan renda di atasnya, dilengkapi dengan jilbab berwarna senada dan polesan make up yang soft.


Sebelum acara ditutup, kami menikmati hidangan yang telah tersedia di meja saji. Semua makanan habis tak tersisa karena rasanya yang sangat lezat.


Acara pun ditutup dengan doa untuk penyatuan cinta kami yang akan dilaksanakan dua minggu setelah lamaran. Semoga kami diberi keselamatan dan hati yang istiqomah, hingga tiba saatnya ikrar janji suci itu diucapkan.


🌹🌹🌹


Setelah acara lamaran selesai, kami sekeluarga beserta Pak Rt, Pak Rw dan Pak Ustadz saling berjabat tangan dengan keluarga Mas Adam.


Calon mama mertua mencium kening dan memelukku erat. Calon papa mertua menjabat tangan dan mengusap jilbabku dengan penuh kelembutan seraya mengungkapkan kasih sayang.


Ketika giliran Mas Adam, kami saling menatap. Kekasihku itu tersenyum dan mengucapkan pujian yang membuat hati calon istrinya ini melambung


"Hari ini, kamu cantik sekali Hana Maulida Putri. Setelah kita menikah, berdandanlah seperti ini, Yang! Maka, aku tak akan pergi ke manapun." Achhh... seketika wajahku merona, aku menunduk dan tak mampu menatap wajah tampan Mas Adam.


"Achhhh, mencari nafkah tidak harus pergi ke mana-mana Yang, cukup di dalam kamar dengan memainkan jari di atas keyboard sambil menatap layar datar. Selesai." Mas Adam terkekeh.


"Hemmm, terserah Mas Adam saja."


"Mengenai nafkah aku pasti akan memberikannya, Yang. Nafkah lahir maupun nafkah batin."


"Iya Mas, Hana percaya." Jantungku semakin berdegup sangat kencang, karena terlalu lama berhadapan dengan calon imam yang teramat tampan, Mas Adam.


"Aku sangat mencintaimu Hana Maulida Putri," ucap Mas Adam seraya berbisik.


"Aku juga sangat mencintaimu Mas Adam Rizal Syaputra," balasku dengan mencoba menahan gejolak rasa.

__ADS_1


Rombongan keluarga Mas Adam melangkah pergi meninggalkan rumah kami. Aku berdiri terpaku menatap punggung Mas Adam hingga tak nampak lagi.


"Ehemm, Hana." Aku menoleh ke arah asal suara.


"Eh, Mas Fadhil."


"Aku pamit ya Han, sekalian menyampaikan pesan dari abi dan ummi, mereka meminta maaf karena tidak bisa menghadiri acara lamaranmu."


"Iya Mas, tidak apa-apa. Semoga di hari pernikahan kami, Ustadz Abdullah dan Ummi Aisyah berkenan hadir. Mm... Mas Fadhil juga."


"Insya Allah, kami usahakan untuk hadir, Han."


"Syukron Mas Fadhil." Aku mendekapkan kedua tanganku di dada.


"Afwan Hana. Assalamu'alaikum." Mas Fadhil pun mendekapkan kedua tangannya di dada.


"Wa'alaikumsalam, Mas," balasku disertai seulas senyum.


Mas Fadhil melangkah pergi disertai senyuman yang menghiasi bibirnya namun tetap menjaga pandangan.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung....


UP ke dua 😁


Next episode acara pernikahan 😅😅😅


Salam sayang dan terimakasih untuk semua sahabat ICPA.

__ADS_1


Happy reading 😘😘😘


__ADS_2