Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Mandi Bersama Baby Ke


__ADS_3

Waktu seolah bergulir begitu cepat, tanpa terasa kini baby Keanu sudah menginjak usianya yang ke lima bulan. Setiap pagi Kirana nampak kuwalahan menyiapkan keperluan Abimana dan putra mereka, Keanu Putra Abimanyu. Namun bukan Abimana Surya Saputra si pria perfect jika hanya berdiam diri tanpa membantu pekerjaan sang istri.


Seusai sholat subuh, Kirana bergegas mengerjakan tugasnya di dapur. Kirana menyiapkan sendiri sarapan untuk dirinya dan sang suami. Dari awal menikah, Kirana ingin mengerjakan pekerjaan rumah tanpa bantuan asisten rumah tangga.


"Bie, titip Keanu ya!" pinta Kirana sebelum melangkah keluar dari kamar.


"Iya Bund," jawab Abimana sambil merapikan tempat tidur mereka. Ya, Abimana selalu berbagi tugas dengan istrinya. Pria tampan itu sangat memahami perannya sebagai seorang suami sekaligus ayah yang baik, tentunya bukan hanya mencari nafkah, namun bila ada waktu senggang, Abimana sebisa mungkin membantu istrinya menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.


.


.


Abimana segera mendekat ke arah ranjang kecil setelah mendengar tangisan Keanu. Rupanya Keanu sudah terbangun.


Abimana mencium bau yang teramat sedap. Tangannya menyentuh pantat Keanu, ternyata putra kecilnya sedang pup.


Abimana membuka celana Keanu. Dengan telaten ayah muda itupun mulai membersihkan pup putranya menggunakan tisu basah, lalu ia bilas dengan air hangat dan sabun baby.


Mungkin karena tidak merasa risih lagi, Keanu mengembangkan senyuman.



Sumber: goegle. Visual Keanu Putra Abimanyu.


Abimana meraih tubuh Keanu, kemudian menggendong putra kecilnya yang tampan.


"Putra ayah yang teramat tampan, yuk kita mandi bareng ya!" Abimana membawa Keanu ke kamar mandi. Seolah mengerti ucapan sang ayah, Keanu tertawa hingga menampakan gusinya.


Abimana melepaskan semua pakaian Keanu kemudian mendudukannya di ember kecil yang sudah terisi air hangat. Keanu nampak senang ketika tubuhnya terendam air. Tangan dan kakinya terus bergerak-gerak hingga menimbulkan bunyi.


Cipuk... Cipuk....


Meski usianya masih lima bulan, namun Keanu sudah bisa duduk dengan tegak, bahkan gerakannya sangat lincah bila dibaringkan di atas ranjang kedua orang tuanya.


Abimana segera melepas pakaiannya. Ayah muda itu pun mandi sambil mengawasi sang putra yang sedang asik bermain air.


Setelah selesai mandi, Abimana melilitkan handuk di pinggangnya. Kemudian berjongkok dan mulai memandikan putranya.


"Uchhhh, anak ayah tampan sekali. Dengan sabun baby ini, kulitmu akan semakin putih, Keanu sayang." Lagi-lagi Keanu tertawa. Sesekali terdengar ocehan yang belum jelas. Abimana menanggapi ocehan Keanu dengan menirukan ucapan putra kecilnya.


"Pa-papapa."


.


.

__ADS_1


Kirana sudah selesai menyiapkan menu untuk sarapan. Ia pun bergegas kembali ke kamar untuk melihat putranya.


Sesampai di kamar, Kirana mencari Abimana dan Keanu.


"Bie.... Ke.... Di mana kalian?" Kirana sedikit mengeraskan suaranya.


Kirana membuka kamar mandi karena mendengar celotehan putra kecilnya, seolah sedang mengobrol dengan sang ayah.


CEKLEK


Kedua netra Kirana nampak membulat sempurna, begitu melihat sang suami yang hanya berbalut handuk di pinggangnya sedang memandikan putra mereka.


"Bie, sudah berapa lama Hubby merendam Keanu?" tanya Kirana sambil meraih handuk kecil untuk putra mereka.


"Belum ada satu jam, Bunda," jawab Abimana dengan santainya.


"Ya Allah Bie, kasihan Ke kalau terlalu lama Hubby merendamnya di air." Kirana mengangkat tubuh Keanu kemudian menutupi tubuh mungil putra tercinta dengan handuk kecil.


"Tapi, Ke senang kog Bund. Tuch buktinya Ke tertawa, ya kan Keanu sayang?" Ucapan Abimana tidak mendapat respon dari Kirana yang sedang merasa kesal dengan kebiasaan sang suami, mengajak Keanu mandi bersama. Kirana bergegas membawa Keanu ke ranjang dan membaringkannya dengan perlahan.


"Bie, segeralah memakai pakaian!" titah Kirana sembari melumuri tubuh Keanu dengan minyak telon kemudian mengenakan pangeran kecil itu


pakaian yang terlihat lucu.


.


.


"Pelan-pelan Keanu sayang!" Kirana mengusap pipi putranya dengan penuh kelembutan.


Setelah selesai berganti pakaian dan menyisir rambutnya yang masih basah, Abimana duduk di sebelah sang istri yang sedang memberikan asi kepada putra mereka.


"Jangan dihabiskan ya Sayang! Jangan lupa berbagi dengan ...."


Sebelum melanjutkan ucapannya, perut Abimana dicubit oleh Kirana dengan kuat.


"Awww.... Sakit, Bund." Abimana mengusap perutnya yang serasa perih.


"Makanya Bie, jangan suka berbicara yang tidak baik di hadapan Keanu!"


"Siapa yang berbicara tidak baik Bunda?" Abimana menarik kedua sudut bibirnya hingga menampakan senyuman yang menawan.


"Hubby. Coba kalau aku nggak langsung nyubit, pasti Hubby akan bilang, jangan lupa berbagi dengan ay-ay ... Ach sudahlah Bie."


"Pfffttt ... hhhahaha, Bunda selalu saja suudzon. Aku kan hanya ingin bilang, jangan lupa berbagi dengan adiknya Keanu, kelak," elak Abimana disertai tawa.

__ADS_1


Kirana memutar bola mata malas. Dia tau jawaban Abimana hanyalah alibi. Kirana sering kali kalah jika berdebat dengan suaminya. Apalagi Abimana yang sekarang sangat berbeda dengan ketika mereka belum menikah. Abimana semakin genit, namun genitnya hanya kepada istri yang sangat dicintainya.


Setelah selesai memberikan asi, Kirana mengajak suaminya untuk sarapan.


"Ayo Bie, kita sarapan!"


"Baiklah Bunda. Biar ayah saja yang menggendong pangeran tampan!" Abimana beranjak dari duduk. Kirana menyerahkan Keanu untuk digendong ayahnya.


🌹🌹🌹


Di ruang makan.


Abimana menaruh Keanu di stroller. Keanu nampak asik bermain kerincingan. Tawa Keanu menambah kebahagiaan pasangan serasi, Markun dan Markonah. Upsss, Abimana dan Kirana. 😅


Kirana mengambilkan nasi beserta lauknya untuk Abimana. Ia juga menyiapkan teh hangat, air putih dan buah-buahan di atas meja.


Keduanya mulai menikmati menu sarapan pagi setelah membaca doa sebelum makan.


Ketika tengah asik memasukan makanan ke dalam mulut, terdengar suara bel rumah berbunyi.


Ting Tong ... Asalamu'aikum ... Ting Tong


"Biar aku saja Bund, yang membukakan pintu." Abimana berdiri, kemudian berjalan menuju pintu depan.


Perlahan Abimana membuka pintu.


CEKLEK


Kedua netra Abimana membulat sempurna tatkala mengetahui tamu yang mendatangi rumahnya.


🌹🌹🌹🌹


Yups, siapa ya kira-kira tamu yang datang ke rumah Abimana? Jawabannya next episode 😁


Trimakasih bagi readers dan sobat author yang masih setia mengikuti kisah ICPA. ❤❤🙏🙏


Jangan lupa untuk tetap memberikan semangat kepada author, dengan meninggalkan jejak like 👍


Komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote atau hadiah jika berkenan dan kelebihan poin


Klik emote ❤ untuk fav karya

__ADS_1


Trimakasih and happy reading ❤❤



__ADS_2