Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Kontraksi???


__ADS_3

Seusai menjalankan ritual ibadah sholat ashar, Abimana, Kirana, Raikhan, Alya, Sindy, Fabian, kepala desa dan para warga, berkumpul di Kafe Cinta. Kafe tersebut di desain seperti kapal dan menyuguhkan pemandangan alam sekitar pantai. Raikhan mendesain kafe tersebut tidak seperti kapal Titanic sesuai apa yang diinginkan oleh Kirana. Menurut Raikhan, kapal Titanic terlalu megah untuk ditiru dan kurang cocok apabila menu makanannya bukan khas Eropa. Sedangkan Kafe Cinta menonjolkan menu makanan khas olahan hasil laut atau seafood. Minuman utamanya berupa wedang secang, wedang ronde dan aneka kopi.


Kafe Cinta terletak tidak jauh dari bibir pantai. Interior yang digunakan berbahan dasar kayu hasil karya beberapa warga desa W.


.


.


Usai acara peresmian Kafe Cinta, mereka menikmati camilan dari olahan hasil laut dan aneka minuman tradisional yang telah disediakan oleh chef Husna beserta rekan-rekannya. Raikhan sengaja memilih chef Husna untuk mengelola kafe, karena kinerjanya selama di Raikhan fast food sangat membanggakan. Berkat tangan chef Husna, kini Raikhan fast food mampu membuka beberapa cabang di Jogja dan di beberapa kota besar. Bukan hanya restoran makanan cepat saji, namun Raikhan juga mempunyai beberapa kafe dan bisnis tour and travel.


.


.


Abimana dan Kirana duduk berdua di kursi yang letaknya paling sudut dan menghadap ke laut. Mereka menikmati makanan dan minuman sambil berbincang.


"Yang...."


"Hehem, ada apa Bie?"


"Sepertinya, kita bermalam dulu di desa W. Aku takut Sayang akan kelelahan dan berakibat pada baby Keanu yang masih berada di dalam perut." Abimana menatap wajah cantik istrinya dengan intens. Raut wajah Abimana menampakan kekhawatiran.


"Iya Bie. Kita akan menginap di rumah Sindy. Kebetulan rumah Sindy sudah selesai direnovasi," ucap Kirana sambil menyesap kesegaran wedang secang.


"Apa tidak merepotkan Sindy, Yang?"


"Insya Allah, tidak Bie."


"Baiklah Yang."


"Bie... Lihatlah senja mulai menyapa!" Kirana menunjuk ke arah langit yang sudah terhias warna jingga. Kedua netra Abimana dan Kirana tertuju pada keindahan langit yang menampakan keagungan Sang Penciptanya.


"Iya Yang, langit nampak indah karena goresan warna jingga."


Setelah puas menatap keindahan langit yang tergores warna jingga, Kirana mengedarkan pandangannya menatap sepasang kekasih yang selalu so sweet, mereka adalah Raikhan dan Alya.


"Bie, Raikhan dan Alya sangat so sweet ya?" Kirana menarik kedua sudut bibirnya hingga menampakan senyuman.


"Iya, tapi kita tidak kalah so sweet dengan mereka," balas Abimana sambil memasukan camilan ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Bie, cinta sejati itu sulit tertebak ya? Kita tidak pernah tau dengan siapa akan berpasangan. Dulu kamu bermimpi ingin bersanding dengan Alya, namun ternyata kalian tidak berjodoh ...."


Abimana meraih tangan Kirana dan menggenggamnya dengan erat. Kedua netra Abimana menatap manik mata Kirana, intens. "Yang, aku tidak berjodoh dengan Alya, karena sang penulis skenario cinta, menjodohkan pria ini dengan wanita yang teramat sempurna. Abimana Surya Saputra untuk Ayunda Kirana."


Kirana mengulas senyum. "Iya Bie. Meski awalnya kita seperti Tom and Jerry, namun pada akhirnya kita bagaikan putri dan pangeran."


"Iya Sayang...." Abimana terkekeh kala terbayang kekonyolan Kirana sebelum bermetamorfosa menjadi seorang wanita yang manis.


Kirana mengerutkan sedikit keningnya. "Bie, kenapa Hubby tertawa?"


"Eh, emmm .... Aku teringet kekonyolan Sayang. Dari SMA, Sayang hobby memukulku. Hhhaha, ya Allah, benar-benar tidak pernah menyangka ternyata Tom berjodoh dengan Jerry, ech ... maksudku Markun berjodoh dengan Markonah. Meski bersahabat, tapi setiap bertemu pasti ada saja yang membuat kita bertengkar dan saling jitak." Tawa Abimana semakin menjadi.


Kirana pun ikut tertawa membayangkan masa-masa yang telah lalu, saat dirinya dan Abimana sering bertengkar kemudian berakhir dengan saling jitak. Bahkan saling pukul.


"Duhhh Bie, jangan membuatku tertawa lagi! Kasihan dedek bayi. Bisa-bisa, baby Keanu ingin segera terlahir karena bising mendengar tawa kita." Kirana mengelus perutnya yang sudah semakin besar. Abimana pun ikut mengelus perut sang istri, terasa gerakan dari dalam perut seakan si kecil sedang menendang-nendang perut bundanya.


"Benar apa katamu Yang. Sepertinya baby Keanu bising mendengar tawa kita."


Abimana beranjak dari duduk kemudian bersimpuh di hadapan istri tercinta dan mendekatkan wajahnya tepat di perut yang masih terlihat ada gerakan-gerakan kecil.


"Dedek sayang, ayah ingin segera bertemu denganmu. Sehat selalu ya kesayangan ayah dan bunda." Tanpa merasa malu, Abimana mencium perut istrinya dengan penuh rasa cinta. Semua mata tertuju pada Abimana dan Kirana. Tak terkecuali Alya dan Raikhan. Mereka terharu melihat curahan rasa cinta Abimana terhadap Kirana yang sangat tulus.


"Aku juga tidak akan kalah so sweet lho Yang," cebik Fabian.


"Makanya Bang, buruan halalin adek! Adek sudah nggak sabar di sayang-sayang seperti Kiran. Uchhhh gemesss banget melihat mereka berdua." Sindy menampakan wajah puppy eyes, sehingga membuat Fabian gemas dan menjapit hidung wanita pujaan hatinya.


"Ucchhhh, aku juga gemas sama kamu Yang...."


"Awwww, sakit Beb," pekik Sindy sembari mengusap hidungnya yang memerah. Fabian terkekeh, tangannya mengusap jilbab Sindy seraya mencurahkan rasa kasih sayang.


.


.


Senja menorehkan kebahagiaan pada setiap insan yang mencinta karena mengharap ridho dari-Nya.


🌹🌹🌹


Dewi malam tengah berbahagia dengan menebarkan sinarnya berteman taburan bintang-bintang.

__ADS_1


Abimana sudah terlelap dan terbuai dalam mimpi, sedangkan Kirana sedari tadi nampak berjalan mondar-mandir sambil memegangi pinggang dan perutnya.


Kirana merasakan nyeri pada punggung yang menjalar hingga ke perut. Sesekali Kirana nampak mengatur nafasnya.


"Ukkhmmmm...," rintih Kirana.


Kirana mengambil air putih kemudian mendudukan pantatnya di kursi. Dengan perlahan Kirana meneguk air putih hingga habis.


"Dek, kamu sudah nggak sabar ya bertemu ayah dan bunda? Mungkinkah putra bunda akan terlahir sebelum waktunya?" Kirana mengusap-ngusap perutnya dengan pelan.


"Ukkkhmmmm...." Kirana kembali merintih.


"Yang, Sayang...." Abimana terbangun karena mendengar rintihan Kirana. Pria bermata teduh itu pun segera beranjak dari ranjang kemudian melangkah ke luar dari kamar.


"Ukkkhmmm...."


Abimana bergegas mendekati sang istri yang sudah terlihat kesakitan.


"Sayang, apa yang terjadi?" Raut wajah Abimana menampakkan kekhawatiran.


Melihat suaminya yang nampak khawatir, Kirana berusaha untuk mengulas senyum.


"Bie, aku tidak apa-apa?"


"Tapi Sayang terlihat kesakitan."


"Mungkin putra kita ingin segera menatap indahnya dunia, Bie."


"Mu-mungkinkah putra kita akan segera lahir, Yang?" Kedua manik mata Abimana nampak berkaca-kaca. Diciumnya pucuk kepala Kirana, mencurahkan rasa cinta dan kasih sayang yang mendalam.


🌹🌹🌹🌹


Maaffff UP nya sangat terlambat hari ini, karena hp author sedang eror. 😅😅🙏🙏🙏


Author mengetik kisah Abi dan Kiran hanya menggunakan ponsel yang katanya sudah kentang... hhhehe. Maklum lepi bin laptopnya masih ada di toko. 😁😁😁


Trimakasih bagi readers dan sobat author yang selalu membaca ICPA... ❤❤❤


Semangati author dengan meninggalkan jejak like 👍

__ADS_1


Trimakasih dan happy reading 😘😘


__ADS_2