Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Firasat Yang Menjadi Nyata


__ADS_3

Setelah mengantar Kirana ke klinik, Abimana segera pergi ke perusahaan rekanan Surya Group untuk menghentikan serangan cyber yang berusaha melakukan pencurian data perusahaan dengan didampingi oleh Rifky.


Abimana yang masih diselimuti oleh perasaan khawatir akan keselamatan Kirana, memberikan perintah kepada Rifky agar segera mengirim orang kepercayaan untuk mengawasi dan menjaga istrinya.


"Ky, pasti kita akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengatasi serangan cyber. Segera kirim orang kepercayan kita untuk mengawasi dan menjaga istriku!"


"Baik Pak, saya akan segera menghubungi Kevin dan Johan untuk mengawasi serta menjaga Nyonya Kiran." Ryfki segera menghubungi dua orang yang dipercaya untuk menjadi bodyguard Kirana.


Selain memberikan perintah kepada Rifky untuk mengirim bodyguard, Abimana juga menghubungi Fabian via vidio call.


📞 "Asalamu'alaikum BIAN."


📞 "Wa'alaikumsalam, Bim. Ada apa?"


📞 "Bian, tolong awasi dan jaga Kirana selama aku belum datang untuk menjemputnya!"


📞 "Maksudmu apa Bim?"


📞 "Bian, aku mengkhawatirkan keselamatan Kiran. Firasatku berkata, seolah akan terjadi sesuatu yang menimpa istriku."


📞 "Iya Bim, aku mengerti. Aku akan mengawasi dan menjaga Kiran."


📞"Trimakasih Bian. Asalamu'alaikum."


📞 "Sama-sama, Bim. Wa'alaikumsalam"


Setelah menghubungi Fabian, perasaan Abimana menjadi sedikit lega. Abimana yakin bahwa Fabian dapat dipercaya untuk menjaga Kirana selama istri tercintanya berada di klinik.


Abimana mulai berjibaku di depan komputer untuk menghentikan serangan cyber dengan saling menyerang dan mempertahankan keamanan data base perusahaan.


🌹🌹🌹


Tanpa terasa waktu bergulir begitu cepat, hingga dewi malam sudah menampakan sinarnya. Kirana nampak gelisah menanti kehadiran Abimana untuk menjemputnya pulang. Sudah beberapa kali Kirana mengirim pesan ke nomor ponsel sang suami, namun selalu Rifky yang membalasnya karena Abimana masih berjibaku di depan komputer.


"Ehemmmm, Bu Dokter sedang melamun ya?" Tanpa Kirana sadari, Fabian sudah duduk di hadapannya.


"Echhh Bian, sejak kapan kamu duduk di situ?"


"Sejak zaman Majapahit." Fabian terkekeh.


"Hisshhhh... Aku sedang tidak ingin bercanda Bian." Kirana memasang raut muka cemberut.


"Okay, aku tidak akan bercanda, Ran... Sudah malam, ayo aku antar pulang!" Fabian mengulas senyum, ditatapnya wajah Kirana yang menyiratkan kegelisahan.


"Aku menunggu suamiku saja, Bian."


"Baiklah, sepertinya sahabatku yang satu ini sedang gelisah. Apa yang sedang kamu pikirkan, Kiran?"

__ADS_1


"Entahlah Bian. Sejak bermimpi buruk, aku merasa was-was dan gelisah. Seolah sesuatu yang buruk akan menimpaku. Naudzubillah." Kirana bergidik ngeri.


"Berlindunglah kepada Allah, Kiran! Semoga Allah selalu melindungimu dan Bima. Jangan terlalu memikirkan tentang mimpi burukmu ya! Ingat, kamu tidak boleh stres! Ada malaikat kecil yang harus kamu jaga."


"Heem Bian. Trimakasih atas doa tulus dan perhatianmu."


"Iya Kiran. Jangan gelisah lagi ya!"


"Huum Pak Dokter." Kirana menyunggingkan senyuman.


Tok.. tok.. tok..


Terdengar suara ketukan pintu.


"Ya, masuk!" Kirana mempersilahkan seseorang yang telah mengetuk pintu untuk masuk ke ruangannya.


CEKLEK


Pintu pun terbuka dengan perlahan. Nampak seorang wanita dengan mengenakan seragam perawat berdiri di balik pintu dengan mengulas senyum.


"Maaf Dokter Kiran, ada pasien yang akan segera melahirkan. Namun pasien tersebut bersikeras ingin melahirkan di rumah."


Fabian mengerutkan keningnya.


"Kalau begitu, aku akan menemani Dokter Kiran untuk pergi ke rumah pasien itu, Sus."


"Maaf Dokter, sepertinya anda tidak bisa menemani Dokter Kiran, karena Dokter Zahra ingin segera bertemu."


"Tapi Dok, jika menunggu terlalu lama, kasihan si pasien. Nyawa ibu dan bayinya akan terancam," ucap wanita itu dengan sangat meyakinkan.


"Baiklah, kita akan segera berangkat, Sus. Bian, segera temui bundamu!" Kirana beranjak dari duduk dan meraih tas yang berisi peralatan medis untuk membantu kelahiran.


"Tapi Ran...."


"Jangan khawatir Bian! Suster ini yang akan menemaniku." Kirana mengulas senyum.


"Iya Dok, saya yang akan menemani Dokter Kiran."


"Baiklah, jika ada sesuatu yang terjadi, segera hubungi aku ya Ran!" pinta Fabian dengan menampakan raut wajahnya yang diselimuti kekhawatiran.


"Iya Bian. Aku akan menghubungimu."


Fabian segera keluar dari ruangan Kirana untuk menemui bundanya.


"Ayo Sus, kita berangkat!"


"Baik Dok. Kebetulan suami pasien sudah menunggu di depan gerbang." Kirana dan wanita yang mengenakan seragam perawat melangkah keluar ruangan.

__ADS_1


.


.


Sesampai di depan pintu gerbang klinik, seorang pria membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Kirana untuk masuk ke dalam.


"Silahkan masuk Dok! Istri saya sudah menunggu di rumah," ucap pria itu dengan tersenyum ramah.


Kirana mengulas senyum kemudian masuk ke dalam mobil tanpa merasa curiga.


Setelah ketiganya memasang sealtbelt, pria itu mulai menghidupkan mesin kemudian melajukan mobilnya meninggalkan klinik.


Tanpa mereka sadari, mobil yang membawa Kirana diikuti oleh dua orang kepercayaan Abimana, Kevin dan Johan.


Mobil itu terus melaju membelah keramaian jalanan kota Jogja di malam hari.


Sesampai di depan rumah yang berbentuk joglo, pria itu menghentikan mobilnya.


Setelah keluar dari mobil, Kirana dipersilahkan untuk memasuki rumah yang masih terkesan kuno bahkan sekelilingnya nampak sepi karena jauh dari rumah penduduk lainnya.


"Mari silahkan masuk Dok! Istri saya sudah menunggu di dalam."


"Iya Pak." Tiba-tiba jantung Kirana berdegup sangat kencang ketika mendapati siapa saja yang tengah berada di dalam rumah itu.


"Selamat datang Sayang...." Seorang pria tampan menyapa Kirana dengan senyuman menyeringai.


"Hah...." Kedua netra Kirana membelalak, mulutnya pun terbuka lebar. Ia terkesiap melihat tiga orang yang sangat familiar sedang melemparkan senyuman jahat ke arahnya.


Belum hilang rasa terkejutnya, kedua tangan Kirana sudah dicengkram dengan erat oleh dua pria bertubuh kekar. Meski Kirana sudah berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri, namun usahanya gagal.


Entah apa yang akan terjadi pada Kirana...???


🌹🌹🌹🌹


Maaf, UP-nya terlambat, mohon maaf juga bila ada kesalahan pengetikan kata 🙈🙈🙏🙏🙏


Readersss, apa yang akan terjadi pada Kirana yakkk???? Tetap ikuti alur ceritanya!! 😍😍😍


Beri semangat author dengan meninggalkan jejak like 👍


Beri Komentar


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Vote atau hadiah jika berkenan


Klik emote ❤ untuk favoritkan novel

__ADS_1


Trimakasih dan selamat berhari libur 😍😍🙏



__ADS_2