Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Balasan Kesabaran


__ADS_3

Sebelum adzan subuh berkumandang, Abimana terbangun. Pria tampan itu tersenyum ketika melihat sang istri yang masih terlelap dalam pelukannya.


Kedua netra Abimana nampak berkaca-kaca, bibirnya mengucap rasa syukur kepada Sang Maha Pemberi Cinta.


"Ya Allah, inikah balasan atas sabarku menerima takdir cinta yang telah Engkau gariskan? Meski comel, betapa cantik wajah dan hatinya."


Abimana mengusap wajah Kirana yang serasa bagaikan candu sehingga ingin selalu mengecupnya.


Kirana mulai membuka mata perlahan setelah merasakan kecupan-kecupan mesra dari pria tampan yang kini telah menjadi kekasih halalnya.


"Selamat pagi Cinta," sapa Abimana disertai seulas senyum.


"Pagi Bie," balas Kirana dengan tersipu malu.


"Mandi Yank! Sebentar lagi waktunya sholat subuh." Abimana mengusap pipi istrinya dengan lembut.


"Hemzzz, Hubby dulu! Badanku masih lemas," balas Kirana dengan suara lirih.


"Aku mandikan Yank?" Abimana terkekeh.


"Hishhhh, nggak mau. Pasti nanti minta lagi." Kirana menarik selimut hingga menutupi kepalanya.


"Yasudah, aku mandi dulu ya Yank," ucap Abimana. Pria tampan itu pun beranjak dari ranjang dan memakai pakaiannya.


Sebelum masuk ke kamar mandi, Abimana mengambil pakaian istrinya yang terserak, kemudian menyerahkannya kepada Kirana. Wanita cantik itu menerimanya dengan posisi masih berbaring di atas ranjang.


"Sayang, kenakan pakaianmu lagi!"


"Iya Bie," balas Kirana, ia pun berusaha bangkit dan duduk dengan perlahan, karena menahan perih yang masih terasa.


Abimana membantu istrinya mengenakan pakaian. Usai membantu sang istri, pria tampan itu segera melangkahkan kaki ke kamar mandi.


Abimana meraih knop dan membuka pintu, kemudian ia pun masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Abimana mengguyur seluruh tubuhnya dengan air yang mengalir dari shower. Ia nampak tersenyum, tatkala membayangkan penyatuan cinta, semalam.


"Bie, jangan lama-lama mandinya," teriak Kirana dari luar.


"Hemmm, iya Sayang. Ini juga sudah selesai," balas Abimana sembari melilitkan handuk di pinggangnya.


KLEK


Pintu kamar mandi pun terbuka. Nampak Abimana keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang basah.


Kirana yang sudah berdiri di luar kamar mandi, menatap wajah suaminya lekat-lekat.


"Ehem, kenapa Sayang menatap wajahku seperti itu? Terpesona ya Yank?" tanya Abimana disertai kerlingan mata dan senyuman yang menawan.


"Bie, kog mandinya kurang bersih? Tuch sudut mata Hubby masih ada kotorannya," balas Kirana dengan tertawa geli.


Abimana becermin, dan benar saja masih ada kotoran yang ada di salah satu sudut matanya.


"Gimana Bie, benarkan ucapanku? Sini aku bersihkan!"


Dengan perlahan, wanita cantik itu membersihkan kotoran yang masih menempel di salah satu sudut mata suaminya dengan jemari tangan.


"Hubby, lain kali kalau mandi yang bersih! Nanti kalau ditolak ciwi gimana?" Kirana terkekeh.


"Kan sudah ada yang punya, jadi nggak ngaruh," balas Abimana dengan menjapit hidung istrinya, karena gemas.


"Awww, Hubby. Jangan menjapit hidungku! Kalau keseringan dijapit, hidungku akan semakin mancung seperti pinokio." Kirana mengusap hidungnya.


"Makanya jangan membuat suamimu ini gemas Yank!" Abimana tersenyum lebar.


"Buruan ganti baju Bie! Aku mandi dulu ya," ucap Kirana sebelum memasuki kamar mandi.


"Iya Sayangku," balas Abimana sembari mencium singkat bibir istrinya.

__ADS_1


Kirana mulai membersihkan badannya. Ia pun tersenyum sambil mengusap bibirnya, bekas kecupan sang suami.


Usai mandi, Kirana memakai handuk kimono, dan tak lupa berwudhu terlebih dahulu sebelum keluar dari dalam kamar mandi.


🌹🌹🌹


Di kamar lain, Ilham dan Suci sudah bersiap untuk menjalankan sholat subuh berjamaah. Ilham berdiri di depan sebagai imam, sedangkan Suci berdiri di belakang sebagai makmum.


Mereka memulai ritual ibadah sholat subuh dengan khusuk.


Usai salam, mereka berdua melantunkan dzikir dan mengucapkan segala pinta.


Ilham membalikan badan, hingga posisinya berhadapan dengan sang istri. Ustadz muda itu mencium kening istrinya dengan penuh rasa cinta. Suci meraih tangan Ilham, dan mencium punggung tangan suaminya.


Mereka pun, melantunkan kalam cinta dengan diiringi suara desahan angin dan gemerisik dedaunan.


🌹🌹🌹🌹


Bagi readers serta sobat author yang masih setia mengikuti kisah Abi dan Kiran, author mengucapkan terimakasih. 🙏🙏😘😘


Mohon untuk selalu tinggalkan like setelah membacanya 👍


Beri komentar kepada author, apalagi kritik dan saran


Klik emote love ❤ untuk menfavoritkan novel


Beri Vote untuk mendukung karya author


Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Trimakasih dan happy reading 😘😘😘


__ADS_1


Maaf covernya ganti ya readers 🙏🙏🙏



__ADS_2