
Sinar rembulan, menyelusup melalui celah-celah jendela, berpadu dengan dinginnya angin malam yang menyeruak.
Temaram lampu kamar, memberikan kesan romantis bagi pasangan pengantin baru yang ingin bersegera mencurahkan hasrat untuk menyatu.
Usai menjalankan sholat sunah dua rokaat, Ilham dan Suci saling terpaku menatap pantulan diri, dari kedua manik hitam.
Ilham melepas mukena yang dikenakan oleh sang istri.
Kedua netra mereka saling mengunci. Perlahan, wajah kedua insan semakin berdekatan.
CUP
Untuk pertama kali, ustadz muda itu memberikan kecupan hangat di bibir wanita yang telah halal disentuhnya. Mereka berdua merasakan getaran yang semakin hebat.
"Sayang, bolehkah Mas memilikimu seutuhnya?" bisik Ilham ditelinga istrinya.
Jantung Suci seakan berdetak lebih kencang mendengar suara Ilham yang semakin terdengar merdu di telinganya.
Bibir Suci gemetar saat menjawab pertanyaan suami tercinta, "I-iya Mas. Miliki istrimu ini seutuhnya!"
Ilham mengulas senyum, mendengar jawaban Suci.
"Bismillah, Mas akan mencurahi kasih sayang dengan kelembutan." Ilham mencium pucuk kepala istrinya dengan penuh perasaan.
Kemudian, ia pun mengangkat tubuh sang istri dan membaringkannya di atas ranjang dengan perlahan.
Ilham membaca doa sebelum bersenggama, kemudian mereka pun mulai melakukan ritual penyatuan cinta, mereguk kenikmatan surga dunia.
Perlahan, mereka berdua semakin tenggelam dalam kenikmatan yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ...."
🌹🌹🌹
Ilham dan Suci telah mencurahkan hasratnya, mereguk kenikmatan surga dunia. Beda halnya dengan Kirana dan Abimana.
Mereka berdua malah asik bermain game ular tangga.
Malam pun semakin larut. Abimana dan Kirana masih saja menikmati permainan.
"Yeyyy aku menang Yank," teriak Abimana kegirangan.
"Yahhh, aku kalah," Kirana menekuk wajahnya.
__ADS_1
"Sesuai kesepakatan, pemenang menggelitik yang kalah," ucap Abimana dengan mengerlingkan mata nakal.
Kirana menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Abimana mulai menggelitik istrinya. Kirana merasa geli, hingga tubuhnya pun terjatuh di atas ranjang.
Sepasang kekasih yang tengah dimabuk cinta saling memandang. Posisi mereka sangat dekat. Abimana berada di atas tubuh Kirana.
Pria tampan bermata teduh mengusap bibir istrinya yang ranum. Bibir indah itu bagaikan magnet, memiliki daya tarik yang tidak bisa diacuhkan.
CUP
Abimana mengecup bibir ranum istrinya dengan kecupan singkat, namun penuh kehangatan.
"Sayang, aku sudah tidak sabar untuk segera memiliki hati dan juga ragamu seutuhnya," ucap Abimana dengan menahan gejolak rasa.
Kirana membelai wajah sang suami dengan jemari tangannya yang halus.
"Bi, hatiku sudah menjadi milikmu, dan raga ini juga," balas Kirana dengan suaranya yang terdengar lirih.
"Bolehkah aku melakukan kewajiban seorang suami Yank?" Abimana menatap kedua manik hitam istrinya lekat-lekat.
Kirana menjawab pertanyaan sang suami dengan anggukan dan seulas senyum.
Abimana mencium kening istrinya, dan membaca doa sebelum bersenggama.
Tangan Abimana melepas kancing baju sang istri satu persatu, hingga nampaklah harta terindah yang dimiliki oleh Kirana dan terjaga kesuciannya selama ini.
Desah angin malam berpadu dengan nyanyian alam, menjadi pengiring suara lenguhan yang paling didamba setiap pria.
Abimana tersenyum ketika Kirana membalas sentuhanya dengan suara yang terdengar sangat merdu.
Perlahan, Abimana berusaha mereguk kenikmatan surga dunia.
Kirana berteriak, menahan rasa sakit karena harta terindahnya tersentuh untuk pertama kali. Wanita cantik itu meremas sprei. Buliran-buliran peluh mulai membasahi wajahnya.
Abimana mengusap peluh yang membasahi wajah ayu istrinya dengan jemari tangan.
Deru nafas mereka berdua semakin tidak beraturan.
Kedua insan meraih kenikmatan yang luar biasa saat raga mereka berhasil menyatu. Hingga tubuh keduanya bergetar. Jiwa mereka seakan melayang ke nirwana.
"Trimakasih Sayang," ucap Abimana sembari mencium kening istrinya.
__ADS_1
Kirana membalas ucapan suaminya disertai seulas senyum, "Iya Hubby."
"Ucapkan lagi Yank!" Mata Abimana berbinar, ketika istri tercinta memanggilnya dengan sebutan HUBBY.
"Hemmmm, HUBBY," ucap Kirana mengabulkan permintaan suaminya. Wanita cantik itu pun mulai memejamkan mata, karena badannya serasa sangat lelah. Kirana menarik selimut, hingga menutupi seluruh tubuh mereka yang masih polos sebelum benar-benar pergi ke alam mimpi.
Abimana menarik tubuh istrinya kedalam pelukan. Kirana pun menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang suami.
Pria tampan yang kini sudah tidak perjaka lagi, berulang kali menciumi pucuk kepala istrinya dengan penuh cinta. Sampai pada akhirnya ia pun ikut pergi ke alam mimpi.
Malam ini, rembulan memancarkan sinarnya yang semakin terang. Rasi bintang melukis senyum. Mereka seolah menjadi saksi penyatuan cinta, kedua pasangan pengantin baru.
🌹🌹🌹
Ilham dan Suci saling berpelukan.
"Sayang, trimakasih karena telah menjaga kesucianmu selama ini, dan memberikannya hanya untukku, suamimu," ucap Ilham. Ustadz muda itu mencium pucuk kepala istrinya.
"Iya Mas. Aku menjaganya hanya untuk suamiku. Betapa bahagianya Mas, wanita ini dimiliki oleh seorang ustadz muda yang tampan dan kharismatik. Allah teramat murah hati kepadaku," balas Suci dengan tersenyum menampakan kedua lesung pipinya.
"Mas juga bahagia, karena memiliki wanita yang anggun dan terjaga kesuciannya." Senyum Ilham mengembang.
"Sakinah bersamamu Mas."
"Iya Sayang, semoga ikatan cinta kita akan semakin mengerat, till jannah."
"Aamiin Mas."
Mereka berdua mengulas senyum, dan semakin mengeratkan pelukan.
🌹🌹🌹🌹
Hufffff akhirnya mereka sudah menjalankan kewajiban sebagai seorang suami istri ya readers. Mereguk kenikmatan surga dunia. 😌😌😌
Jangan lupa tinggalkan like 👍
Komentar boleh saran atau kritik
Klik emote ❤ untuk menfavoritkan karya
Klik Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Berikan Vote berupa poin, jika ingin mendukung karya author
__ADS_1
Trimakasih dan happy reading 😘😘😘