Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Boncabe 11 ( 3 Bayi Tampan)


__ADS_3

Tiga tahun telah berlalu. Roda kehidupan terus berputar. Suka duka pun menyertai perjalanan hidup setiap insan.


Kebahagiaan tengah menyentuh pasangan Abimana dan Kirana. Kini mereka sedang menantikan kehadiran buah hati ketiga yang sebentar lagi akan hadir ke dunia, begitu juga dengan pasangan Alya dan Raikhan. Namun, ternyata bukan hanya mereka saja, Asti dan Arif pun tengah menanti kelahiran buah hati mereka yang kedua.


Entah kebetulan atau memang sudah digariskan, Kirana, Alya dan Asti merasakan kontraksi secara bersamaan. Tiga pria pun nampak panik, meski ini bukan kelahiran buah hati mereka yang pertama.


"Bunda yang kuat ya! Maaf gara-gara ayah, Bunda kembali merasakan sakit," ucap Abimana dengan menampakan raut wajah cemas. Ia ciumi buku-buku jari istrinya.


"Hemmm, dulu Ayah juga bilang seperti itu saat bunda akan melahirkan. Pada kenyataannya, Ayah tidak pernah ragu untuk melakukan proses pembuatan bayi lagi. Malah bersemangat kan?" cibir Kirana sembari meringis, menahan rasa yang ach ... nano-nano karena si malaikat kecil ingin segera keluar.


"Bukan hanya ayah yang bersemangat, tapi Bunda juga," balas Abimana sembari mengusap peluh yang sudah membasahi wajah cantik istrinya dengan tisu.


"Sayang, maafkan suami tampanmu ini ya! Yang kuat ya Sayang, bertahanlah demi anak-anak kita." Raikhan mengecup kening istrinya. Ia tak henti-hentinya mengucapkan kata maaf.


"Mas, jangan meminta maaf terus! Lagi pula aku sangat bahagia, kita kembali diberikan anugerah terindah. Uchhhmm ...." Alya merintih. Ia merasakan sakit yang semakin luar biasa.


"Sayang, maafkan Mas Arif! Pasti sakit sekali, Yang. Mas Arif akan meminta dokter untuk melakukan operasi cecar saja ya?" Arif menggenggam tangan Asti dengan erat. Raut wajahnya terlihat sangat cemas.


"Mas, Asti ingin melahirkan secara normal. Yang terpenting, Mas Arif selalu mendampingi proses kelahiran buah hati kita. Jangan pergi ya Mas! Uchh ...." Asti merintih menahan rasa sakit yang ... wowww. Meski sakit tapi tidak membuat jera para emak-emak. Yapz, ketika mengalami kontraksi pada saat proses melahirkan seorang bayi, para ibu hebat didera oleh rasa sakit yang luar biasa. Namun, rasa sakit itu akan menguap begitu saja tatkala melihat buah hati mereka yang telah hadir ke dunia.


Dua jam kemudian....


Oe ... oe ... oe ...


Terdengar suara tangisan ketiga bayi mungil. Ketiga bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki.

__ADS_1


.


.


"Yeyyyyy." Keanu berteriak kegirangan setelah mengetahui bahwa adik yang baru saja dilahirkan oleh bundanya berjenis kelamin laki-laki. Keanu, Khanza, Alyra, Raina, Rifna, Nissa, Iqbal, dan para oma serta para opa kini tengah berkumpul di taman yang berada di rumah sakit milik dokter Zahra.


"Hemmm, sehalusnya Bunda melahilkan dedek bayi kembal. Satu laki-laki dan yang satu pelempuan," gumam Khanza yang kini sudah berusia 3,5 tahun sembari mengerucutkan bibirnya.


Hasan, Arini, Ratri, Ridwan, Ilham, Suci, Shela, Abraham, Rizal dan Rahma terkekeh mendengar suara Khanza yang lucu.


"Lucu sekali putri cantiknya Kiran dan Bima. Hemm, benar-benar tidak menyangka, kita mempunyai cucu-cucu yang cerdas, lucu dan menggemaskan," tutur Shela sembari mendaratkan kecupan di pipi Khanza. Bibir khanza bertambah mengerucut. Tangannya yang kecil mengusap pipi bekas kecupan Shela.


"Issshhh, Oma Shela," cebik Khanza. Semua yang mendengar dan melihat tingkah lucu Khanza pun tergelak, termasuk Keanu, Alyra, Raina, Rifna, Nisa, dan Iqbal.


.


.


Keluarga besar Abimana, Raikhan dan Arif mengadakan acara tasyakuran dengan mengundang anak-anak yatim/ piatu sebagai wujud rasa syukur atas anugerah yang diberikan Illahi kepada mereka.


🌹🌹🌹


Swastamita mulai menyapa. Saat ini Abimana dan Adam tengah duduk di rooftop Cafe sembari berbincang.


"Dam, desa yang akan kita beri bantuan selanjutnya adalah desa Pule. Di desa itu banyak warganya yang membutuhkan bantuan air bersih dan dana untuk pembangunan jalan serta fasilitas kesehatan. Namun, sepertinya ... aku, Raikhan, dan Arif kali ini belum bisa mengunjungi desa tersebut. Hanya kamu Dam ... satu-satunya yang dapat kami andalkan. Tahu sendiri kan, kenapa kami tidak bisa berkunjung ke desa itu?"

__ADS_1


Adam menghela nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan. "Bang Ilham juga tidak bisa?"


Abimana menggelengkan kepalanya. "Bang Ilham juga tidak bisa, mertuanya sedang sakit. Fabian dan Sindy juga tidak bisa karena rumah sakit milik dokter Zahra sedang dipenuhi oleh pasien, sehingga mereka harus ikut turun tangan menangani para pasien."


Adam nampak berpikir sejenak. "Hahh, baiklah kalau begitu. Aku akan mengunjungi desa Pule sendiri."


Senyum terbit di bibir Abimana kala mendengar ucapan Adam. "Alhamdulillah. Semoga di desa Pule, kamu akan bertemu dengan cinta sejatimu, Dam."


"Ishhh, cinta sejatiku telah lama tiada, Bim."


"Yaaaa, siapa tau ... di sana ada gadis yang mampu menumbuhkan benih-benih cinta di hatimu lagi, Dam." Abimana terkekeh.


Adam menjitak kening sahabatnya dengan pelan. "Hishhh, apa-apaan kamu, Bim. Aku sudah tidak ingin jatuh cinta apalagi patah hati."


"Dam, jangan takut jatuh cinta! Insya Allah kali ini kamu tidak akan mengalami patah hati. Berdoa saja semoga Allah benar-benar mempertemukanmu dengan wanita, yang kelak akan menjadi pendamping hidup seorang Adam Rizal Syaputra hingga tua nanti."


"Hemmmm, aku aamiin kan saja ucapanmu, Bim."


"Ya harus dong. Aamiin kan paling serius, Dam! Seneng lho Dam, jika mempunyai seorang istri. Tidur ditemani, makan disiapin, capek dipijitin, pingin punya anak ... tinggal tancap gas, hhhahhaa." Abimana tergelak. Adam menggeleng-nggelengkan kepalanya kemudian membuang nafas kasar, tatkala mendengar celotehan Abimana.


"Sabar Dam, satu boncabe lagi kamu akan bertemu dengan jodohmu ....!!!" said author 😌


🌹🌹🌹🌹


Segini dulu ya guys boncabenya 😁😁😁 Insya Allah lanjut besok 🙏🙏🙏 Semoga, satu atau dua boncabe lagi, ICPA benar-benar bisa end ❤❤❤

__ADS_1


Ada masukan nggak nich nama para bayi tampan, putra Kirana, Alya dan Asti??? Kalau ada silahkan komen aja ya sobat ICPA, jangan malu-malu, hhhehe... 😁😁😁


So ... terimakasih dan happy reading 😘😘😘


__ADS_2