Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Pertemuan


__ADS_3

Mentari bersinar terang. Menampakan wajah langit yang tak muram. Tetesan air hujan tadi malam, lenyap tak berbekas.


Pagi ini Adam dan Shelly kembali ke rumah Rani. Mereka berdua ingin menjemput Rani dan Aulia untuk mempertemukan keduanya dengan Tiara. Sebenarnya Zain ingin ikut serta, namun ia terlanjur membuat janji dengan sang calon istri, Roro Jihan. Seorang gadis cantik nan lembut berdarah biru (keturunan bangsawan). Zain dan Jihan bertemu tanpa sengaja ketika mereka mengunjungi salah satu yayasan kanker di Yogyakarta. Selain seorang aktivis, Jihan juga bekerja sebagai seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama. Jika tidak ada aral yang melintang, Zain dan Jihan berencana akan mengikat janji suci setelah lebaran tahun ini.


Bagaimana dengan kisah cinta Aulia? Gadis cantik yang memiliki wajah hampir mirip dengan Shelly itu, pernah mengalami kegagalan cinta. Aulia memiliki mantan calon suami seorang pria beristri tiga. Pria itu bernama Fahrie, pemilik salah satu minimarket di kota ini. Beruntung, sebelum Fahrie mengucap qabul pada saat berlangsungnya prosesi akad nikah, ketiga istri Fahrie datang dengan tiba-tiba. Pernikahan Aulia dan Fahrie pun gagal. Sejak saat itu, Aulia belum bisa membuka hati untuk seorang pria. Aulia merasa dirinya adalah seorang wanita yang bodoh karena baru mengetahui bahwa Fahrie sudah memiliki tiga istri, saat mereka akan mengikat janji suci. Aulia tidak ingin kembali merasakan kecewa karena pupusnya cinta.


.


.


Setelah menjemput Rani dan Aulia, Adam mengemudikan mobilnya menuju ke rumah mewah milik keluarga Rizal.


Mobil Adam melaju melewati jalanan kota Yogya yang lumayan padat.


Adam menghentikan mobilnya saat rambu lalu lintas berwarna merah. Nampak segerombol musisi jalanan yang sedang memainkan alat musik calung berbahan dasar bambu, di trotoar.


Para musisi jalanan itu memainkan alat musik calung dengan sangat lihai, sehingga mampu menyita perhatian para pengendara sepeda motor dan mobil yang sedang berhenti. Para pemakai jalan yang mendengar permainan alat musik calung pun merasa terhibur dan terpukau.


Salah satu musisi, ada yang bertugas berkeliling membawa kaleng bekas tempat wafer. Adam mengambil uang kertas yang berwarna biru kemudian memberikannya kepada salah seorang musisi yang bernama Wawan. Kedua netra Wawan membulat sempurna tatkala menerima uang kertas tersebut.


"Matur nuwun Mas," ucap Wawan disertai senyuman yang mengembang.


"Nggeh Mas, sami-sami," balas Adam disertai seulas senyum.


Lampu merah berganti hijau, Adam mulai melajukan mobilnya kembali.


.


.


Sesampainya di depan rumah mewah keluarga Rizal, security yang berjaga segera membuka pintu gerbang untuk tuannya.


Adam melajukan mobilnya melewati halaman rumah yang begitu luas. Rani dan Aulia nampak terpukau melihat rumah mewah milik orang tua Adam. Mereka sungguh tidak mengira, ternyata Adam, Shelly dan Tiara tinggal di rumah yang sangat mewah.


.


.

__ADS_1


Adam menghentikan mobilnya, setelah sampai di depan teras rumah. Adam, Shelly, Rani dan Aulia membuka pintu kemudian mereka pun keluar dari dalam mobil.


Bi Inah bergegas membuka pintu rumah setelah mengetahui kedatangan tuannya. Bi Inah mempersilahkan Adam beserta para tamu untuk masuk ke dalam rumah. Mereka pun melangkah menuju ruang keluarga untuk menemui Tiara.


"Tiara sayang." Shelly memanggil Tiara dengan suaranya yang terdengar lembut.


"Mama...." Tiara berlari kecil ke arah mamanya. Shelly dan putrinya pun saling berpeluk singkat. Tiara yang saat ini sudah berusia sepuluh tahun, memiliki tinggi yang hampir sama dengan sang mama.


"Tiara, mama datang bersama Oma Rani dan Tante Aulia."


Seketika mata Tiara nampak berbinar, sedangkan netra Rani dan Aulia nampak berkaca-kaca. Ada rasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata menyelusup di relung hati ketika melihat wajah Tiara yang nampak ceria.


"Tiara sayang." Rani memeluk erat tubuh Tiara. Ia menghujani kepala sang cucu dengan kecupan.


"Oma."


Perlahan Rani mengurai pelukan. "Maafkan Oma ya Sayang!"


"Mengapa Oma meminta maaf? Sepertinya tidak ada yang perlu di maafkan, Oma. Tiara teramat bahagia karena bertemu dengan Oma."


"Tiara," sapa Aulia disertai senyuman yang merekah.


"Pasti Tante Aulia, adiknya mama?"


"Iya Sayang. Tante adalah adik mama." Aulia dan Tiara berpeluk singkat.


"Wajah Tante mirip sekali dengan mama. Jika Tante dan mama disandingkan, pasti Tiara dan Papa bisa salah menerka, mana Mama dan mana Tante," canda Tiara, mencairkan suasana.


"Bisa aja kamu, Ra." Aulia membelai rambut Tiara dengan penuh kasih sayang.


Adam memperkenalkan Rani dan Aulia kepada kedua orang tuanya. Mereka pun kemudian bercengkrama di ruang keluarga sembari menikmati kesegaran teh nasgitel yang dibuat oleh Bi Inah.


🌹🌹🌹


Keanu nampak sibuk memasukan beberapa pasang pakaian ke dalam tas ranselnya. Entah apa yang sedang direncanakan oleh bocil pada pagi hari ini. Selesai memasukan pakaian, Keanu juga memasukan beberapa mainan dan buku cerita.


"Ahh, sudah tidak ada yang tertinggal." Senyum manis terlukis di bibir Keanu saat memastikan semua barang yang diperlukannya tidak ada yang tertinggal.

__ADS_1


Keanu menggendong tas ranselnya di pundak. Ia pun melangkah menuju kamar sebelah.


"Ayah, Bunda...." Abimana dan Kirana yang sedang duduk di tepi ranjang seketika menoleh ke arah asal suara.


"Kean sayang. Kemari, Nak!" titah Kirana disertai senyuman yang mengembang.


Keanu berjalan mendekat. "Bunda, Keanu sudah siap."


Abimana dan Kirana mengernyitkan kening mereka. "Loh, memangnya Kean mau pergi ke mana?" tanya Kirana heran.


"Bunda, kata om Raikhan ... Bunda dan Ayah akan segera memberikan Keanu adik, jika Kean menginap di rumah oma. Sedangkan Bunda dan Ayah menginap di villa atau hotel. Segeralah melakukan proses pembuatan adik, Bund, Yah!" pinta Keanu, polos.


Abimana dan Kirana saling berpandangan. Ingin rasanya tertawa mendengar ucapan Keanu yang sangat polos, namun mereka urungkan. Abimana dan Kirana memahami bahwa Keanu tidak suka menjadi bahan tertawaan.


"Kean yakin akan menginap di rumah oma? Emmm ... kalau iya, mau menginap di rumah oma Ratri atau oma Arini?"


Keanu nampak berpikir sejenak. "Aha, Kean menginap di rumah oma Shela saja, Yah. Di rumah oma Shela ada kak Alyra yang cantik dan Raina yang sangat asik diajak bermain."


Kedua netra Abimana dan Kirana membulat sempurna. "Jangan di rumah oma Shela, Kean! Di rumah oma Arini atau oma Ratri saja, okay!"


Mendengar ucapan sang bunda, raut wajah Keanu nampak masam. Bibir Keanu mengerucut dan tangannya bersedekap.


"Ishhh Bunda tidak asik. Kean kan ingin bermain dengan dua ciwi setiap hari, selama Ayah dan Bunda menginap di villa atau hotel. Kean nggak punya teman bermain jika menginap di rumah oma Ratri atau oma Arini." Keanu merajuk.


"Bagaimana, Yah?"


"Entahlah, Bunda." Abimana mengedikkan bahunya.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung....


UP nya segini dulu ya readers. Othor ICPA sedang kurang enak badan. Maaf untuk sobat author, mungkin othor ICPA akan hadir terlambat mendukung karya-karya keren kalian. 🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak like, klik hadiah atau vote jika ingin memberikan dukungan untuk ICPA.


Trimakasih dan selamat membaca. 💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2