Istri Comel Pilihan Abi

Istri Comel Pilihan Abi
Ikrar Cinta


__ADS_3

Setelah acara lamaran selesai, para tamu meninggalkan kediaman Fatimah. Keluarga Hana dibantu oleh para pemuda kampung mulai membersihkan halaman rumah.


Sekelompok ibu-ibu membantu mencuci peralatan makan sambil berbincang.


"Masya Allah, calon suaminya Hana sangat tampan ya Jeng," ucap salah seorang tetangga Hana, bernama Sani.


"Iya Jeng, andai saja akuh masih muda, waaaa pasti mas tampan bakalan milih akuh, bukan Hana," sahut Karmi alias Bu Tejo sembari melihat pantulan wajahnya pada piring kaca.


"Walahhhh, Bu Tejo pede amat. Amat aja nggak pede," timpal Surti.


"Hahhhhaha...," tawa mereka terdengar menggema sehingga menarik perhatian semua orang yang mendengarnya.


"Hana...." Hana menoleh ke arah asal suara. Kedua netranya membulat sempurna.


"Mbah Shelly, Tiara. Ke mana saja kalian? Kenapa tidak menghadiri acara lamaran Hana?" Terlukis raut wajah kecewa di wajah cantik Hana.


Shelly meraih tangan Hana kemudian menggenggamnya.


"Maaf Hana sayang. Tadi Mbak Shelly mengantarkan pesanan jahitan dulu. Kebetulan yang pesan orangnya agak rewel."


"Baiklah, kali ini Hana menerima alasan Mbak Shelly. Tapi Mbak harus janji, pada hari pernikahan Hana, Mbak Shelly dan Tiara harus hadir!" pinta Hana dengan menatap wajah Shelly dan Tiara secara bergantian.


"Iya, Mbak Shelly berjanji akan hadir. Mbak Shelly akan hadir menyaksikan prosesi ijab qabul kalian. Mbak Shelly tidak akan melewatkan moment yang begitu berarti untuk adek kesayangan," ucap Shelly sambil menjapit hidung Hana pelan.


"Hana pegang janji Mbak Shelly." Terlukis senyuman manis di bibir Hana.


Shelly melukis senyum sembari menganggukan kepalanya. "Iya Hana."


"Mbak, ajak Tiara makan dulu di dalam! Kebetulan chef Husna baru saja selesai masak," titah Hana.


"Kebetulan Tiara sudah makan, Dek. Kami pamit dulu ya. Masih banyak pesanan yang belum Mbak Shelly selesaikan."


"Kog kilat banget, Mbak? Hana masih ingin berbincang dengan Mbak Shelly, tauuu..." Hana merajuk.


Shelly mengusap jilbab Hana dengan penuh kelembutan. "Hana sayang, Mbak Shelly benar-benar meminta maaf ya! Besok setelah semua pesanan jahitan terselesaikan, Mbak Shelly akan datang ke rumah. Kita akan menghabiskan waktu dengan berbincang," bujuk Shelly dengan menyunggingkan senyum.


"Hemmm, baiklah Mbak," ucap Hana lirih.


"Tante Hana, jangan marah ya! Besok Tiara dan Bunda pasti main lagi ke rumah kog," rayu Tiara sembari menampakan wajah puppy eyes hingga membuat Hana gemas.


Hana sedikit membungkukan badan dan mencubit pipi Tiara pelan. "Ucchhhh... kesayangan Tante. Tante Hana tidak marah sayang, hanya sedikit kecewa."


"Maaf ya Te," ucap Tiara sambil mencium pipi Hana.

__ADS_1


"Iya Tiara sayang." Hana mengusap rambut Tiara penuh kelembutan seraya mengungkapkan kasih sayang. Entah mengapa setiap berada di dekat Tiara, perasaan Hana menghangat.


🌹🌹🌹


Waktu seolah bergulir begitu cepat, hingga tiba saat yang teramat dinantikan oleh Hana dan Adam. Sepasang kekasih yang mengharapkan ridho Robb-nya untuk menyatukan cinta.


Halaman rumah Fatimah sudah disulap bak taman istana yang dipenuhi oleh rangkaian bunga. Kursi kedua mempelai bertabur kelopak bunga mawar putih.


Adam dan Hana dipersilahkan untuk duduk berdampingan. Adam menatap wajah calon istrinya lekat-lekat. Ia teramat mengagumi kecantikan sang kekasih yang semakin terpancar. Sedangkan Hana hanya menunduk karena malu. Jantungnya berdegup kencang saat duduk berdampingan dengan calon imam yang dirindukan.


"Mas Adam sudah siap untuk mengucap qabul?" tanya bapak penghulu sebelum memulai prosesi ijab qabul.


Adam mengulas senyum, "Insya Allah, saya sudah siap."


Prosesi ijab qabul pun dimulai.


Adam berusaha menghilangkan rasa gugup ketika mengucapkan qabul.


"Saya terima nikah dan kawinnya Hana Maulida Putri Binti Almarhum Hendro Saputra dengan maskawin yang tersebut di atas tunai.”


"Sah...," ucap Bapak penghulu, yang kemudian mendapatkan balasan dari para saksi.


"Sah...."


Setelah membaca doa, kedua mempelai dipersilahkan untuk menandatangani buku nikah. Kemudian dilanjutkan dengan serah terima mahar dan tukar cincin.


Dengan perlahan, Adam meraih tangan Hana kemudian menyematkan cincin pernikahan di jari manis wanita yang telah sah menjadi kekasih halalnya. Hana berganti menyematkan cincin di jari manis pria yang kini sudah berstatus sebagai suaminya.


Adam mencium kening wanita pujaan hatinya dengan lembut dan penuh cinta. Hana merasakan ada getaran dan kasih sayang yang mengalir hangat di sekujur tubuhnya, karena ciuman pertama yang diberikan oleh Adam. Seumur hidup, Hana tidak pernah mengijinkan lelaki manapun untuk menciumnya, kecuali saat ini.


Dengan tangan gemetar Hana meraih dan mencium punggung tangan Adam. Perlahan Hana menengadahkan wajahnya. Kedua netra Hana menatap dengan intens wajah pria yang sangat dicintainya. Betapa tampan dan tanpa cela wajah pria yang ada di hadapannya.


Adam membalas tatapan Hana dengan penuh cinta, dibibirnya terhias senyuman manis.


"Hana Maulida Putri, bismillah kita memulai hubungan ini. Insya Allah sakinah bersamamu. Aku berjanji akan menjagamu dan mencurahi kasih sayang untukmu, wahai istriku...."


"Aamiin, trimakasih Mas Adam. Hana akan berusaha menjadi seorang istri yang terbaik untuk Mas Adam...."


"Terimakasih Sayang...."


Merekapun bergantian mencium punggung tangan Rizal, Rahma dan Fatimah sebagai tanda bakti, penghormatan serta permohonan restu.


Hana memeluk mama mertuanya dengan erat dan mengucapkan trimakasih, ia juga berganti memeluk sang Ibu dengan tak kalah erat. Air bening mulai keluar dari kedua sudut netranya.

__ADS_1


"Hana...." Hana dan Adam menoleh ke arah asal suara yang sangat familiar.


"Mbak Shelly, Tiara." Kedua netra Hana nampak berbinar.


Adam, Rizal dan Rahma terkesiap melihat seorang wanita berjibab yang tengah berdiri dengan melemparkan senyum ke arah Hana. Wanita itu menggandeng seorang gadis yang berwajah cantik dan imut.


"Shelly...," ucap Adam di dalam hati. Seketika jantungnya berdegup sangat kencang tatkala melihat wajah cantik wanita yang sangat dikenalnya.


Kedua netra Shelly membulat sempurna ketika mengetahui bahwa suami Hana adalah Adam, sang mantan kekasih.


"Adam," batin Shelly menahan bulir kesedihan yang sudah menganak di kelopak mata, sejak pandangannya menangkap objek yang sudah dikenalnya.


Hana beranjak dari posisi duduk kemudian berjalan ke arah Shelly dan Tiara.


"Mbak Shelly, Tiara, Hana akan memperkenalkan kalian kepada Mas Adam. Suami Hana," ucap Hana sambil meraih tangan Shelly.


Shelly berusaha mengulas senyum meski dadanya terasa sesak.


Ketika ketiganya sudah berdiri tepat di sisi Adam, Hana memperkenalkan Shelly dan Tiara kepada Adam.


"Shell...," ucap Adam. Kedua netranya nampak berkaca-kaca.


"Dam, bahagiakanlah Hana!"


"Jadi, Mbak Shelly dan Mas Adam sudah saling mengenal?" Kedua netra Hana nampak berbinar.


"Iya, Han. Shelly adalah...,"


"Mmmm... Mbak Shelly dan Mas Adam adalah sepasang sahabat yang sudah lama terpisah, Hana," sahut Shelly seraya menutupi kebenaran mengenai hubungannya dengan Adam untuk menjaga perasaan Hana.


"Benarkah?" Raut wajah Hana memancarkan kebahagiaan.


"Heem...." Shelly menganggukan kepalanya untuk meyakinkan Hana.


Adam didera oleh rasa bersalah. Meski akan sangat menyakitkan, ia berniat untuk mengungkapkan kebenaran kepada Hana siapa Shelly sebenarnya.


🌹🌹🌹🌹


Ehemmm Hana dan Adam akhirnya sudah sah menjadi pasangan suami istri, ya readers... Apakah yang akan terjadi bila Hana mengetahui hubungan Shelly dan Adam di masa lalu??? 😅😅😅


Jangan lupa untuk meninggalkan like ya readers!!! Jika mempunyai vote atau poin, bolehlah dibagikan kepada author untuk mendukung ICPA. 😍😍😍


Trimakasih dan selamat membaca ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2